Assalamu’alaikum wr wb 
Sobat MilistYang dirahmati Allah, Bagaimana kabarnya sobat hari ini? Semoga 
sobat zakat Milistdan keluarga dalam keadaan sehat selalu dan dalam naungan 
perlindungan Allah swt. Amiin
Sekedar sharing berbagi cerita dari sahabat saya …^__^
----------------------------------------------------------
Re-Born, Belajar dari Elang
Elang, eagle, tentunya sudah sangat familiar bagi kita. Ya, hewan karnivora 
yang 
termasuk kelas unggas. Unggas yang mampu terbang sangat tinggi ini, memiliki 
cakar yang tajam, paruh yang pendek lancip dengan ujung sedikit melengkung 
tajam, sayap yang kuat dan lebar, sungguh gagah perkasa. Elang adalah salah 
satu 
jenis unggas yang dapat hidup dalam usia yang cukup panjang, bahkan bias 
mencapai usia 70 tahun.
Ketika elang berumur 40 tahun, maka kondisinya tidak lagi sama dengan ketika di 
masih menjadi pemuda/pemudi elang sepuluh/belasan tahun sebelumnya. Cakarnya 
yang dulunya tajam sekarang sudah semakin panjang, rapuh dan tumpul. Paruhnya 
yang dulunya kokoh melancip yag sanggup mencabik mangsanya sangat dalam namun 
kini paruh itu semakin tua dan panjang sehingga ujung paruhnya yang melengkung 
nyaris mencekik lehernya sendiri. Begitu pula dengan sayapnya yang dulu kokoh 
kini suda semakin lemah dan berat karena bulu-bulunya sudah terlalu panjang dan 
lebat. Ia sudah semakin sulit untuk terbang, hunting mencari makan, bertarung 
dan berjuang menghadapi seleksi alam. Keperkasaannya mulai sirna padahal ia 
masih ingin tetap bertahan hidup puluhan tahun lagi.
Ia dihadapkan pada dua pilihan, mati diusia 40 tahun atau… atau… bagaimana?
Apakah yang dilakukan sang elang selanjutnya??? Apakah dia berkeluh kesah atas 
semua itu? Atau berputus asa, pasrah dengan keadaan dirinya? Menerima saja 
bahwa 
ia ditaqdirkan hanya hidup selama 40 tahun…?
Ternyata elang bukanlah makhluk lemah yang mudah patah arang. Ia mencari cara 
untuk mengembalikan kekuatannya. Yaitu ia harus terbang ke tempat yang sangat 
tinggi untuk beristirahat total selama berbulan-bulan. Apa yang dilakukannya 
ketika itu. Ia harus merekonstruksi senjata-senjata tubuhnya. Ia mematuk-matuk 
dengan paruhnya sekuat tenaga, hingga parus tuanya itu terlepas dan tumbuh 
paruh 
yang baru. Lalu berdiam diri menunggu paruhnya yang baru tumbuh sempurna. 
Kemudian paruh yang baru itu digunakan untuk mencabut kuku-kukunya yang telah 
lemah. Ia mencakar-cakar dengan sangat kasar agar kuku-kukunya lepas dan 
berganti dengan kuku-kuku yang baru. Tidak sampai di situ, ia pun kemudian 
mencabuti bulu-bulunya terutama di bagian sayap. Itu semua dilakukannya tentu 
bukanlah dengan kemudahan. Selanjutnya ia berdiam diri hingga lima bulan 
kemudian bulu-bulunya yang baru tumbuh dan ia bias kembali terbang. Sungguh 
merupakan proses yang sangat panjang dan menyakitkan.
Kesuksesan butuh pengorbanan. Kiranya itulah salah satu pelajaran yang bisa 
kita 
ambil dari sang elang. Meski harus dengan sengaja membuat dirinya merasakan 
sakit yang teramat sangat, tapi untuk kejayaannya dia tahan uji. Walaupun 
dengan 
mengerahkan segenap sisa-sisa tenaga di usia separuh baya, namun tak 
menyurutkan 
langkahnya untuk menduduki kembali singgasana kebesaran kerajaannya. 

Banyak manusia yang ingin sukses. Mungkin hampir seluruhnya. Ingin seperti ini 
dan itu, ingin miliki ini dan itu, ingin begini ingin begitu, impian yang 
sekain 
tinggi tak berbatas. Timbul pertanyaannya, apa yang akan kita lakukan untuk 
mewujudkan impian itu? Lalu kapan kita akan mewujudkan mimpi-mimpi itu menjadi 
kenyataan?
Sang Elang bukan sosok yang berkeluh kesah, pasrah dan gampang menyerah. Maka 
belajarlah dari elang. Di usia 40 tahun yang sudah tidak produktif ia ingin 
lahir kembali (re-born) sebagai elang yang baru, yang segar yang kuat, jaya, 
perkasa. Siapa pun kita yang saat ini sedang gagal, baru saja gagal, atau belum 
tau akan berhasilkah atau gagalkah, mari belajar dari elang. Kita 
koreksi-evaluasi diri kita. Mungkin banyak yang harus diperbaiki, jasmani dan 
rohani. 

jangan tunda-tunda lagi kesuksesan anda. Bahagia di dunia, sejahtera di 
akhirat… 
Amiin.

Sopian Santosa
ZIS Consultant Online
Rumah Zakat 
Jl. Turangga 25 C Bandung 40264
email   : [email protected]
              [email protected]
              [email protected]
mobile :+62 85721141814
phone  :+62 22 7332407
fax       : +62 22 7332478
ym       : sopian_rzi
website: www.rumahzakat.org



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke