Menurut saya...
Ada hal2 yang patut kita diskusikan... Dan ada hal2 yang tidak perlu 
didiskusikan... Tolong sedikit bijaksana dan liat tempat bila ingin bersuara 
dan berpolitik..
Thanks
Sent from SG ®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Sun, 4 Jul 2010 07:41:15 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: #BisnisCenter @  RAKYAT ACEH TOLAK JKA

Wah.. Ga jelas labna apaan.. Politik yg ini tidak ada kaitannya dg bisnis pula. 
Tolak dan hapus!



Sent from my BlackBerry®

powered by Sinyal Kuat INDOSAT



-----Original Message-----

From: [email protected]

Sender: [email protected]

Date: Sat, 3 Jul 2010 04:41:17 

To: <[email protected]>

Reply-To: [email protected]

Subject: Re: #BisnisCenter @  RAKYAT ACEH TOLAK JKA



Ini membahas apa ya..


Sent from my BlackBerry®


powered by Sinyal Kuat INDOSAT





-----Original Message-----


From: Rakyat Harus Sehat <[email protected]>


Sender: [email protected]


Date: Sat, 3 Jul 2010 11:27:31 


Reply-To: [email protected]


Subject: #BisnisCenter @  RAKYAT ACEH TOLAK JKA





BILA MODERATOR HARUS MENYETUJUI PESAN INI, ADA MASUKAN DARI BC?


BILA MODERATOR HARUS MENYETUJUI PESAN INI, ADA MASUKAN DARI BC?


BILA MODERATOR HARUS MENYETUJUI PESAN INI, ADA MASUKAN DARI BC?











 





 





Siaran Pers





 





Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) langkah


mundur Jaminan Kesehatan Masyarakat Aceh.





 





Gembar-gembor  program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang di


luncurkan oleh Pemerintah Aceh ternyata hanya “ pil pahit” bagi jamiman 
kesehatan masyarakat Aceh yang di kemas dengan pencitraan yang bagus 
seakan-akan JKA adalah segalanya. LABNA dari awal dimunculkanya program JKA ini 
telah menolak dengan tegas, bahkan surat menyurati I Badan Anggaran yang 
membahas anggaran SKPA Dinkes Aceh yang membahas Anggaran kesehatan, namun 
kepentingan dana aspirasi Dewan dan kepentingan politik telah mengalahkan 
kepentingan rakyat.





Saat ini pemerintah Aceh melalui jajarannya sampai ke tingkat kecamatan gencar 
mensosialisasikan JKA, namun yang anehnya Pedoman Pelaksanaan (Manlak) nya 
sampai saat ini belum selesai dibuat, dan menjadi pertanyaan apa yang di 
sosialisasikan ke masyarakat. Gembar-gembor Gubernur Irwandi Yusuf tentang JKA, 
bahwa seluruh masyarakat Aceh akan gratis berobat, baik kaya maupun miskin, 
namun apa kenyataannya sekarang…….rakyat semakin sengsara.





 





Beberapa alasan LABNA menolak


JKA





1.      


Menurut


kami, program JKA memberatkan anggaran APBA, karena selama ini sudah ada


program Jamkesmas yang memberikan jaminan kesehatan gratis kepada masyarakat


secara total, dalam aturannya Jamkesmas selain menggunakan APBN juga


menggunakan subsidi silang dari APBD Propinsi (untuk RSU ditingkat Propinsi)


dan APBD Kab/Kota (untuk RSU tingkat Kab.Kota), sehingga kalau JKA ini


dijalankan akan menimbulkan tumpang tindih anggaran.





 





2.      


Program


Jamkesmas sudah sangat jelas dan bagus dan sangat membantu masyarakat, hanya


dalam pelaksanaanya saja yang bermasalah di RS, seperti di RSUZA, masih banyak


pasien peserta Jamkesmas dipungut biaya, padahal sesuai dengan Pedoman


pelaksanaan Jamkesmas tahun 2008/2009 ditegaskan bahwa “ peserta Jamkesmas 
tidak dibolehkan iur biaya untuk pembelian


obat-obatan dan alat medis habis pakai”.





 





3.      


Pada


pelaksanaannya Jamkesmas saja yang sudah jelas pedoman pelaksanaannya  masih 
banyak masalah, apalagi JKA yang belum


jelas bagaimana pelaksanaannya termasuk sandaran yuridisnya. Gebernur selalu


mengandalkan premi JKA lebih besar dari premi Jamkesmas, tetapi tidak melihat


dan menjelaskan bagaimana manfaat dan pelaksanaan program tersebut, karena


dalam Jamkesmas biarpun preminya hanya Rp.12.000,-. Tetapi masyarakat


dibebaskan dari segala pungutan dari Rumah sakit, ini sangat berbeda dengan JKA


yang hanya menanggung obat-obatan yang masuk dalam formularium/DPHO JKA, di


luar dari itu masyarakat harus membeli sendiri, dan ini merugikan dan


memberatkan masyarakat, khususnya masyarakat miskin di Aceh, ini telah


terbukti  dari hasil investigasi lapangan


yang dilakukan LABNA di RSU ZA.





 





 





 





 





4.      


Kalaupun


nanti ada masyarakat miskin yang tidak mendapatkan kartu Jamkesmas itu dapat 
ditanggulangi


dengan APBD yang teknisnya juga sudah diatur dalam pedoman pelaksanaan


Jamkesmas tahun 2008/2009 yang jika  ada


masyarakat miskin berobat tidak mempunyai kartu Jamkesmas, itu di setiap Rumah


Sakit ada tim verifikasi yang akan memverifikasi dan menetapkan status apakah


masyarakat yang miskin yang tidak mempunyai kartu Jamkesmas ini dapat


dikatagorikan masyarakat miskin atau tidak. Jadi  tidak


diperlukan lagi JKA yang sampai saat ini belum jelas aturan mainnya.





 





 





SIKAP LABNA TERHADAP JKA





Menolak program JKA karena tidak memberikan


     kepastian kesehatan bagi masyarakat Aceh. Meminta Pemerintah Aceh dan DPRA 
agar tidak


     melakukan pembohongan publik dengan program-program yang menghabiskan dana


     rakyat tetapi tidak bermanfaat bagi rakyat.meminta kepada Pemerintah Aceh 
dan DPRA untuk


     menghentikan program JKA dan mengalihkan seluruh dana JKA untuk dana


     pendamping Jamkesmas agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh


     terlayani sepenuhnya.meminta masyarakat agar tidak memanfaatkan program


     JKA ini karena jika ada tindakan medis, obat-obatan dan bahan habis pakai


     yang di luar formularium/DPHO JKA itu  tidak ditanggung oleh JKA dan harus 
di


     beli dengan uang pribadi, hal ini sangat berbahaya dalam proses


     pengobatan/pelayanan medis karena apabila proses pengobatannya sedang


     berjalan dan diperlukan obat-obatan yang diluar JKA sedangkan masyarakat


     tidak mempunyai dana untuk membeli obat-obatan tersebut dan harus dibeli


     dengan uang pribadi, dan jika tidak mempunyai dana maka akan terhambat


     proses pengobatan yang sedang berjalan.





 





 





 





Wassalam





LABNA





 





Safaruddin, SH





Ketua Dewan Pembina















[Non-text portions of this message have been removed]







[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke