Inilah salah satu berbahayanya mengutip informasi tanpa penjelasan lebih 
lanjut, 
interpretasi pembaca akan bermacam2 Bisa jadi sumbernya benar, tetapi 
penulisannya yang salah pada waktu dimuat / diberitakan, atau sebaliknya.




________________________________
Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Jum, 16 Juli, 2010 10:01:57
Judul: Re: #BC @  BAYI DISANDRA KARENA ORANG TUA TIDAK MAMPU BAYAR RS DI BLITAR 
!

Setahun yll suaminya pamit, trs ini bayi drmn ya ?
Sent from my BlackBerry®
*ENJOY n LIVE your life to the BEST and to the FULLEST!*

-----Original Message-----
From: Rakyat Harus Sehat <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 13 Jul 2010 23:30:34 
To: group anti imf<[email protected]>; group bisnis 
center<[email protected]>; group ekonomi 
nasional<[email protected]>; group 
elshinta<[email protected]>; group jala 
prt<[email protected]>; group komunitas 
musik<[email protected]>; group media 
jabar<[email protected]>; group media 
jakarta<[email protected]>; group media 
jateng<[email protected]>; group musik 
indonesia<[email protected]>; Group Pantau 
Kom<[email protected]>; Group 
Parlemenwatch<[email protected]>; group 
politikmahasiswa<[email protected]>; group 
ppdi<[email protected]>; Group Stikom<[email protected]>; Group 
UGM<[email protected]>; Group Zaman<[email protected]>; 
group--pembebasan<[email protected]>; 
group-Forum-Pembaca-Kompas<[email protected]>; 
group-GELORA45<[email protected]>; 
group-mimbar-bebas<[email protected]>; 
group-Pembebasan_Papua<[email protected]>; 
group-persindonesia<[email protected]>; 
group-RumahKitaBersama<[email protected]>; 
group-santrikiri<[email protected]>; 
group-wahana-news<[email protected]>; 
group-wartawanindonesia<[email protected]>; 
groupacehkita<[email protected]>; 
Groupacehkita<[email protected]>; 
Groupastaga<[email protected]>; 
GroupBeritaKorupsi<[email protected]>; Groupdokter 
indonesia<[email protected]>; 
Groupdokterumum<[email protected]>; 
groupecosisters<[email protected]>; 
groupelshinta<[email protected]>; 
groupindoprogres<[email protected]>; 
Groupindorising<[email protected]>; 
Groupiue2002<[email protected]>; 
groupjurnalperempuan<[email protected]>; 
groupkasm-ui<[email protected]>; groupkasoem<[email protected]>; 
grouppsik<[email protected]>; 
groupsnasional-list<[email protected]>; 
Groupwordsmartcenter<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: #BC @  BAYI DISANDRA KARENA ORANG TUA TIDAK MAMPU BAYAR RS DI BLITAR !



Seorang Bayi Ditahan Rumah Sakit Karena BiayaSelasa, 13 Juli 2010 20:25 WIB | 
Peristiwa | Umum | Dibaca 338 kali
Blitar (ANTARA News) - Seorang bayi anak pasangan Anik
Ambarwati (19) dengan suaminya, Edi (29), warga Desa Plosorejo, Kecamatan 
Garum, 
Kabupaten Blitar, Jawa Timur, sempat ditahan pihak Rumah Sakit Umum Daerah 
(RSUD) Ngudi Waluyo, Blitar.

Bayi laki-laki tersebut ditahan karena orang tua si bayi tidak kunjung membayar 
biaya persalinan. Ironisnya lagi, keluarga juga tidak diperbolehkan melihat 
kondisi bayi yang baru berusia empat hari tersebut, dengan alasan belum ada 
izin 
rumah sakit.

Anik yang merupakan ibu bayi mengaku sangat sedih dengan kejadian tersebut. Ia 
memang tidak mempunyai uang untuk mengganti biaya persalinan, karena kondisi 
ekonomi yang membelitnya.

"Saya belum bisa melihat anak saya jika belum mengganti biaya rumah sakit," 
katanya saat ditemui di rumahnya, Selasa.

Ia mengaku, sudah mengajukan kepada rumah sakit untuk meminta keringanan biaya 
sejak ia masuk rumah sakit pada 7 Juli lalu. Sayangnya, pihak rumah sakit 
enggan 
memberi izin karena ia bukan termasuk
peserta jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas).

Pihak rumah sakit bersedia mengembalikan bayi dengan syarat membuat kartu 
jaminan kesejahteraan daerah (Jamkesda). Sayangnya, di tengah upaya untuk 
membuat kartu jamkesda tersebut, ia justru dimintai uang jaminan senilai Rp1,2 
juta.

"Kami harus mengeluarkan uang sekitar Rp1,2 juta lebih dulu. Uang katanya 
digunakan sebagai jaminan sebelum kami membuat kartu Jamkesda," kata Anik 
dengan 
wajah pilu.

Yang paling menyedihkan bagi Anik, saat masalah ini terjadi, suaminya, Edi, 
tidak dapat mendampinginya. Ia bahkan berlalu tanpa kabar sejak setahun lalu 
ketika pamit untuk bekerja.

Kini, ia hanya tinggal dengan orangtuanya. Ia berharap, pemerintah membantu 
mempermudah proses pengambilan anak pertamanya tersebut. 

Sementara itu Direktur RSUD Ngudi Waluyo, Budi Winarno membantah pihaknya 
sengaja melakukan penahanan atas bayi malang tersebut. Ia mengatakan, keluarga 
bayi itu
masih mengurus proses pembuatan kartu Jamkesda, sehingga belum bisa memberikan 
izin untuk pemberian bayi itu.

"Kami tidak menahan anak tersebut. Saat ini pihak keluarga masih memproses 
pembuatan kartu Jamkesda itu," kata Budi.

Ia juga membantah telah memaksa keluarga tersebut untuk membayar biaya jaminan 
senilai Rp1,2 juta. Ia memastikan, seluruh peserta Jamkesmas maupun Jamkesda 
tidak perlu membayar karena sudah dibiayai oleh pemerintah.

Sementara itu Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kabupaten Blitar, Wiyakto, 
mengaku akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna menyelesaikan masalah 
itu.

"Seluruh peserta Jamkesmas maupun Jamkesda memang tidak dipungut biaya. Kami 
akan koordinasi dengan instansi terkait tentang masalah itu," kata Wiyakto 
berjanji.

Setelah melakukan proses komunikasi yang cukup panjang, keluarga bayi dengan 
jenis laki-laki dan berat badan mencapai 3,2 kilogram tersebut diperbolehkan
pulang.(*)
(T.PSO-073/R009)COPYRIGHT © 2010








      








      



[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

.


        .: http://www.facebook.com/BisnisCenter :.

:-) ~ Do    | Respect, Warm, Interact, Related, informative, Short
:-( ~ Don't | OneLiner,  MLM, pyramid scheme, scam, spam, illegal & SARA

.
Yahoo! Groups Links





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke