Mudah2an bermanfaat buat kita === Mudah sekali membayangkan bagaimana kita bersyukur ketika mendapatkan sesuatu yang baik. Gaji naik, proposal disetujui oleh klien besar yang sudah lama tidak berbisnis dengan kita, lahirnya anak-anak kita yang sehat dan lucu, terhindar dari sebuah musibah, dan banyak lagi sampai tidak terhitung hal-hal yang bisa kita syukuri. Kita ucapkan alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah, puji Tuhan, thx GOD.
Namun, apakah kita hanya bersyukur pada hal-hal yang baik saja? Siapakah yang paling berperan dalam hal mengijinkan semua kejadian, termasuk yang tidak baik, terjadi? Tuhan yang mengijinkan semua itu hadir dihadapan kita. Tuhan pula satu-satunya yang memiliki sifat yang paling Pengasih lagi paling Penyayang. Jadi, apapun yang terjadi pasti atas ijinNya & pasti maksudnya baik untuk kita. Tapi, bagaimana melihat yang baik ketika kita sedang mendapat musibah? Menurut saya itu sulit dan hampir tidak mungkin. Yang bisa kita lakukan hanya percaya, iman. Percaya bahwa walaupun kita tidak bisa melihat kebaikan itu sekarang, tapi yakin bahwa Tuhan bermaksud baik dengan peristiwa itu. Inilah saatnya kita menebarkan pupuk untuk menyuburkan ladang iman kita, agar dapat berbuah manis & banyak berlipat ganda. Setelah percaya akan kebaikan dibalik musibah, kita mohon diberi petunjuk Tuhan bagaimana merespon kejadian tersebut. Kami pernah mengalami suatu musibah, komputer yang ada dikantor milik saya & partner hilang. Ada beberapa orang yang dalam pikiran saya sangat mungkin dituduh sebagai orang yang mengambilnya. Ada beberapa tindakan yang bisa kami ambil saat itu, namun yang tercetus dari hati nurani kami saat itu adalah terima saja kehilangan ini. Kenapa? Karena yang terlintas pertama kali bukanlah ingin barang tersebut kembali, tetapi betapa banyak kekurangan kami dalam memberi perhatian kepada kantor kami ini. Lalu kami bertaubat, minta maaf atas kesalahan kami sendiri dan menganggap kehilangan ini memang karena kesalahan kami sendiri. Serta langsung memaafkan siapapun orang yang telah mengambil komputer tersebut. Sekarang, sikap kami tersebut diatas baru kami ketahui bahwa hal itu sebagai bentuk syukur kami terhadap musibah. Kenapa? Karena janji Tuhan adalah barang siapa bersyukur akan ditambah nikmatnya. Betapa nikmatnya kami rasakan ketika beberapa minggu kedepan setelah komputer tersebut hilang, komputer kami dikembalikan oleh orang yang mengambilnya. Tanpa harus marah-marah, tanpa harus menggunakan kekerasan, tanpa harus sewa detektif (seperti di film-film Holywood ), tiba-tiba kami mendapat petunjuk siapa yang mengambilnya. Via telepon kami minta dia kembalikan komputer kami, dan dalam waktu tidak lebih dari 6 jam, orang tersebut sendiri yang mengantarkan kembali komputer tersebut sambil minta maaf. Thx GOD, kami sudah memaafkannya dari awal. Apakah kalau kami kehilangan komputer atau barang lainnya respon kami akan sama? Atau apakah sahabat kami sekalian kalau kehilangan barang harus merespon seperti yang kami lakukan diatas? Jawabnya, tiap orang & tiap kejadian berbeda-beda jalannya atau petunjuknya dari Tuhan melalui hati nurani kita. Jadi, asahlah nurani kita, bersihkan dari kerak-kerak yang menutupinya sehingga bisa menjadi panduan dalam menghadapi tiap kejadian. Solusi manusiawi atas perkenan Tuhan itu unik, efiesien, tepat sasaran & tanpa efek samping. Ikhlas adalah tidak terlintas dan tidak terikat dalam pikiran, perasaan, dan hati. Hal yang diikhlaskan itulah yang disediakan Tuhan bagi yang mengasihi-Nya. Budi Yuwono, Buku SQ Reformation(Gramedia Pustaka Utama). GBU all, Iwan Freswater http://thxgod.wordpress.com/ ----- Thanks & Regards, Henri +62 818 08 606 113 www.tehsirihmerah.com www.TwoHCraft.com [email protected] [email protected] [Non-text portions of this message have been removed]

