<*>[Attachment(s) from Strategic Management Services included below]

(Sharing)


Kabar Angin dari Langit

Oleh: Andre Vincent Wenas,MM,MBA.


“Hari depan Indonesia adalah duaratus juta mulut yang menganga; Hari depan 
Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat, sebagian berwarna putih dan sebagian 
hitam, yang bernyala bergantian; Hari depan Indonesia adalah pertandingan 
pingpong siang malam dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa; Hari depan 
Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam karena seratus juta penduduknya; 
Kembalikan Indonesia padaku.”– Taufik Ismail, cuplikan sajak “Kembalikan 
Indonesia Padaku”, 1975.

***

     Fenomena bisnis berspektrum internasional di Korea dan China baru-baru ini 
: Hyundai Motor produsen otomotif terbesar Korsel, membukukan laba bersih 972,2 
juta Won (US$827,3 juta) di kuartal ketiga 2009, naik 3 kali lipat dibanding 
periode yang sama di tahun lalu. Strategi pemasaran global Hyundai berhasil 
memperbesar porsi pasar dunianya dari 5,2% di kuartal kedua menjadi 5,3% di 
kuartal ketiga. Gerak globalisasi negeri ginseng ini juga ditandai dengan 
agresivitas Korea National Oil Corporation yang mengakuisisi Harvest Energy 
Trust, sebuah perusahaan migas berbasis di Kanada. Transaksi ini bernilai 
US$3,9 

miliar. Menurut Kim Hyung Chan, fund-manager di KTB Asset Management Co., Korea 
National Oil Corporation haruslah mengembangkan bisnisnya sampai ke luar negeri 
lantaran kepentingan Korea demi mengamankan sumber daya energi domestik Korea 
sendiri. Selain Korea, kita tahu bahwa China di tahun ini juga telah 
menghabiskan dana sampai sebesar US$12,6 miliar untuk program belanja aset 
migas 

di kancah internasional.

     Fenomena bisnis beraroma internasional di Indonesia: gonjang-ganjing soal 
pencekalan Miyabi, sang ikon internasional di bidangnya, beriringan dengan 
gempa 

bumi di Tasikmalaya, Padang dan Jambi telah menarik perhatian dunia. Walau 
tadinya cuma berencana membintangi sebuah sinetron yang sama sekali tidak ada 
hubungannya dengan kerja profesional beliau di Jepang sana, namun Miyabi-san 
tetap “dicekal”. Mudah-mudahan program “pencekalan” ini  secara konsisten juga 
berlaku terhadap para koruptor, penguasa dan wakil rakyat yang praktek 
sosialnya 

kerap malah lebih porno.

     Diberitakan pula State Bank of India (SBI), bank terbesar di India, 
berminat mengakuisisi bank lokal di Indonesia. Saat ini SBI sedang mengincar 
bank yang potensial dicaplok. Targetnya adalah bank beraset sekitar US$100 
juta, 

atau sedikit di bawah Rp 1 trilyun. Gerak internasionalisasi SBI ini adalah 
demi 

kapitalisasi kesempatan nilai transaksi impor India dari Indonesia yang 
mencapai 

US$ 6,1 milyar selama semester satu 2009.

     Crown Capital Global Ltd masih meneruskan pertarungannya dengan TPI 
setelah 

PT Media Nusantara Citra (MNC) mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Latar 
belakang ceritanya, seperti dilaporkan Koran KONTAN, 23 Okt 2009: pada tanggal 
14 Oktober lalu hakim Pengadilan Niaga memailitkan TPI lantaran terbukti gagal 
membayar obligasi subordinasi senilai US$ 53 juta kepada Crown. Namun, dalam 
berbagai kesempatan manajemen TPI menuding Crown yang berbasis di Singapura ini 
bukanlah kreditur asli TPI, melainkan hanya perusahaan bentukan Shadik Wahono 
yang merupakan orang kepercayaan Siti Hardijanti Rukmana alias Mbak Tutut. 
Sayang memang, gerakan internasionalisasi jadi-jadian seperti inilah yang kerap 
menjadi ciri “perusahaan internasional” ala Indonesia.

***

     “Masyarakat adalah suatu gejala dialektik, yaitu suatu hasil manusia dan 
tidak lain dari pada hasil manusia, tetapi terus-menerus mempengaruhi kembali 
penghasilnya,” demikian tesis Peter L. Berger (The Sacred Canopy, 1967). Dalam 
“A Rumor of Angels, Modern Society and the Rediscovery of the Supernatural,” 
(1968), Berger mengisyaratkan bahwa jika dulu para malaikat bisa menyampaikan 
pewartaan dari surga kepada manusia dengan lebih jelas, maka dalam situasi 
jaman 

modern (yang bising dan menulikan telinga batin) seperti ini, pewartaan para 
malaikat itu jadi seperti “kabar angin” yang samar-samar. Maka disarankan sikap 
keterbukaan dalam melihat realitas, agar maknanya ditangkap dengan benar.

     Kabinet SBY jilid dua sedang giat mengejar target 100 hari pertama. 
Selamat 

bekerja kepada segenap pejabat terpenting di jajaran eksekutif ini. Jangan 
lupa, 

target ekonomi seyogianya merefleksikan tingkat kesejahteraan rakyat. Semua 
target kesejahteraan rakyat itu diolah dan diupayakan keberhasilannya lewat 
kecakapan politik yang bisa menggulirkan kebijakan yang pro rakyat. Semua 
kebijakan yang pro rakyat hanya bisa terjadi jika segenap proses 
manajemen-negara bisa berjalan efektif, efisien dan menghasilkan efek sinergis. 
Dan, kita sadar betul bahwa proses manajemen negara sedemikian hanya bisa 
terjadi jika state-apparatus, yakni segenap para pelaku pengelola negara 
terdiri 

dari insan profesional (kompeten) dan terpanggil sebagai negarawan yang visinya 
tembus jaman sampai puluhan bahkan ratusan tahun ke depan. Bukan sekedar visi 
politisi oportunis yang perspektifnya cuma sependek lima tahunan saja.

     Semoga program kerja kabinet baru ini serta janji pemenuhan target 100 
hari 

mereka bersauh pada pemahaman realitas. Dan harapan yang dibangun bukan tiupan 
“kabar angin dari langit”.



(artikel terlampir, dari Majalah MARKETING)

<*>Attachment(s) from Strategic Management Services:


<*> 1 of 1 File(s) 
http://groups.yahoo.com/group/biznett/attachments/folder/1147167442/item/list 
  <*> 11

------------------------------------

Mari bertukar informasi soal bisnis ! Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/biznett/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/biznett/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke