<*>[Attachment(s) from Strategic Management Services included below]

(Sharing)


Migrasi Penciptaan Nilai

Oleh: Andre Vincent Wenas,MM,MBA.


Dinamika lingkungan  bisnis semakin intens. Karenanya pebisnis dan manajer 
sejati tak lengah  untuk: 1) memantau laporan keuangannya (arus-kas, laba-rugi, 
neraca  serta rasio-rasio keuangan yang relevan), 2) menjaga keintimannya 
dengan para pelanggan dan pasar, lalu terus 3) me-review proses-proses kerja 
(kita menyebutnya sebagai proses penciptaan nilai) di dalam organisasi,  dan 
akhirnya 4) terus rajin meningkatkan kompetensi orang-orang yang  merupakan 
para pemangku-kepentingan.

  Kita paham bahwa lansekap  bisnis itu dinamis, makanya harus terus menyalakan 
radar-screen Anda –  yang seiring dengan meningkatnya kompetensi organisasi – 
ia 

jadi semakin  lebar cakupannya dan makin peka menangkap sinyal perubahan 
bisnis. 

Bisa  menterjemahkan makna serta relevansinya buat organisasi dan membaca  
trend-nya ke depan bakal seperti apa. Sehingga Anda lebih siap  (dibanding 
pesaing) untuk memenangkan rivalitas terhadap para pembeli,  pemasok, pemberi 
solusi substitusi (pengganti) maupun para pendatang  baru dalam kancah industri.

  Tentunya model-bisnis turut  bergeser seiring perubahan tuntutan pasar. 
Konsumen dipengaruhi  perubahan (serta tawaran baru) dari sisi teknologi, gaya 
hidup (social  life style), pertumbuhan ekonomi dan penyesuaian regulasi 
pemerintah. 

  Secara sederhana model-bisnis: “…is the totality of how a company  selects 
its customers, defines and differentiates its offerings, defines  the tasks it 
will perform itself and those it will outsource,  configures its resources, 
goes 

to market, creates utility for customers,  and captures profit.” (Adrian J. 
Slywotzky, Value Migration: How to  Think Several Moves Ahead of the 
Competition, 1996). 

  Pokoknya,  model-bisnis adalah keseluruhan sistem untuk memberi kemanfaatan 
pada  pelanggan dan kita dapat profit. Kalau tidak profit lagi, maka ubahlah  
model-bisnisnya, karena migrasi penciptaan nilai sudah terjadi. Luar  biasa 
jika 

Anda malah bisa mengantisipasi migrasi penciptaan nilai yang  bakal terjadi 
dalam 3 sampai 5 tahun ke depan. Karena Anda bisa  mempersiapkan manajemen 
perubahan antisipatif. Artinya, Anda berada  beberapa langkah di depan pesaing.

  Dalam buku yang sama, Adrian  J. Slywotzky berdasarkan pengalaman nyata para 
kliennya, menggambarkan 7  contoh pola migrasi penciptaan nilai yang bisa jadi 
pelajaran buat  kita:

1. Multidirectional Migration. Contoh: dari besi baja ke  bahan lainnya. 
Komponen mobil jaman dulu sebagian besar terbuat dari  besi, namun saat ini 
banyak juga terbuat dari plastik dan alumunium.  Dulu Industri baja terdiri 
dari 

mills yang terintegrasi secara raksasa,  sekarang berupa mini-mills yang bisa 
melayani banyak kepentingan khusus  pelanggannya.

2. Migration to a Non-Profit Industry. Contoh:  Airlines. Akibat deregulasi, 
maraklah low-cost carriers. Banyak  penerbangan tidak bisa lagi bersaing harga 
(sudah mentok di bawah).  Sehingga diferensiasi dilakukan lewat pelayanannya 
(service). Namun  strategi peningkatan layanan butuh ongkos tambahan yang pada 
gilirannya  bakal meningkatkan posisi struktur-biaya. Profitabilitas tergerus.

3.  Blockbuster Migration. Contoh: Obat-obatan. Perjalanan model-bisnis  
industri farmasi mulai dari serendipitous science (pre-1975) di mana  banyak 
penemuannya bersifat random, menuju desain yang fokus pada  blockbuster 
products 

(1975-1990). Sampai saat ini, dengan berubahnya  struktur basis pelanggan, 
modelnya bergeser ke low-cost distribution dan  market-access, ini dikenal 
dengan managed health care design.

4.  Multicategory Migration. Contoh: Coffee. Dulu, kopi adalah soal  komoditi. 
Sekarang bergeser dari kategori traditional coffee shops dan  office coffee 
menuju gourmet cafes (misalnya Starbucks, Bengawan Solo,  dll), lalu dari 
kategori traditional grocery brands menuju whole-bean  gourmet coffees (biji 
kopi utuh yang baru digiling saat dibeli).  Konsumen makin ngerti 
cita-rasa-aroma kopi branded.

5. Dari  Integration ke Specialization, contoh: Computing. Dulu industri  
komputasi itu besar dan terintegrasi. Sekarang ada yang spesialis  software 
(ini 

pun ada spesialisasinya lagi). Ada yang cuma membuat  chips, ada yang 
memory-nya 

saja, ada yang screen-nya, dan berbagai  spesialisasi lainnya.

6.Dari Conventional Selling ke Low-Cost  Distribution.

7.Dari Conventional Selling ke High-End Solutions.

Bersiaplah  untuk sukses.


(artikel terlampir, dari  Tabloid Bisnis KONTAN)

<*>Attachment(s) from Strategic Management Services:


<*> 1 of 1 File(s) 
http://groups.yahoo.com/group/biznett/attachments/folder/1633041502/item/list 
  <*> Migrasi

------------------------------------

Mari bertukar informasi soal bisnis ! Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/biznett/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/biznett/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke