<*>[Attachment(s) from Strategic Management Services included below] (Sharing)
Senjakala Berhala-berhala Oleh: Andre Vincent Wenas,MM,MBA. (twitter: @andrewenas) “At other times another means of recovery which is even more to my taste, is to cross-examine idols. There are more idols than realities in the world: this constitutes my 'evil eye' for this world: it is also my 'evil ear'. To put questions in this quarter with a hammer, and to hear perchance that well-known hollow sound which tells of blown-out-frogs...” - Friedrich Wilhelm Nietzsche, Twilight Of The Idols, Turin, 30 September 1888. *** Cara lain buat sembuh yang lebih cocok dengan seleraku adalah melakukan uji-silang (cross-examine, mendiagnosa) berhala-berhala (idola-idola). Di dunia ini ada lebih banyak berhala (idola, citra) daripada realitas: itulah yang saya pelajari dari mata usilku terhadap dunia, pun pula dari telinga ku yang juga nakal. Di dunia ini pula kutanyai dengan pukulan-pukulan palu (seperti palu oskultasi dokter atau martil penyetem piano) dan siapa tahu bisa kudengar ‘suara-kembung’ yang terkenal itu, yang ternyata menunjukkan kenyataan yang cuma seperti katak menggelembungkan dirinya sendiri (supaya ditakuti oleh ular yang mau memangsanya). Perekonomian Indonesia sedang “Buble”? begitu pertanyaan Chief Economist Danareksa Research Insitute, Purbaya Yudhi Sadewa (Kompas, 19 April 2010). Kesimpulan beliau bernada optimis, bahwa pertumbuhan yang dicerminkan lewat IHSG yang sempat menembus angka 2.900 ini memang berbasis perbaikan fundamental ekonomi (internasional maupun domestik). Sektor riil internasional yang terindikasikan lewat penciptaan lapangan kerja di AS (sampai Maret lalu telah menyerap 162.000 orang) merupakan angka tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Ekspor Indonesia naik 59% dari $7,28 miliar pada Januari 2009 jadi $11,57 miliar di Januari 2010. Kinerja ekspor bulan Februari 2010 juga sangat menjanjikan, naik 57% dari $7,13 miliar jadi $11,53 miliar. Berita baiknya, sebagian besar ekspor Indonesia berangkat dari sektor industri pengolahan (manufaktur), jadi dari sektor riil. Indikasi fundamental lainnya seperti pertanian (termasuk peternakan, kehutanan, dan perikanan) tumbuh 4,1%, pengolahan (manufaktur) tumbuh 2,1%., dan perdagangan (termasuk hotel dan restoran) tumbuh 1,1%. Pertumbuhan sektor perdagangan rendah lantaran terpuruknya perekonomian global tahun 2009 yang telah melesukan kegiatan perdagangan dunia dengan cukup signifikan. Ketiga sektor di atas menjadi imperatif bagi fundamental perekonomian lantaran ketiganya menyerap hampir 73% pangsa tenaga kerja di Indonesia (pertanian 39,7%, perdagangan 20,9% dan pengolahan 12,2%). Namun terlepas dari optimisme ini, pertanyaan di atas tetap perlu terus didengungkan, apakah perekonomian Indonesia sedang ‘buble’? *** Goldman Sach dituding merugikan investornya sekitar $1 miliar. Gara-gara CDO (collateralized debt obligation) atau surat utang berjaminan kumpulan surat utang lain yang memang ‘dikehendaki’ untuk gagal sehingga didesain sedemikian rupa (rumitnya…sehingga terlihat canggih dan …saintifik) sampai nampak logis-rasional di mata investornya. Kelicikan ini disinyalir Harian Kontan (19 April 2010) boleh jadi merupakan biang kegagalan produk derivatif utang lain. Menyitir Robert Khuzami, Enforcement Director SEC yang mengakui bahwa produk CDO ini memang baru dan kompleks, “Namun akal-akalan dan konflik kepentingan yang ada di dalamnya sebenarnya kuno dan sederhana.” Inti soalnya memang sederhana, Goldman Sach melansir produk ABACUS yang termasuk kategori CDO karena underlying-asset-nya kredit berbau subprime. Konflik kepentingannya adalah: Fabrice Tourre, vice president Goldman Sach sang perancang produk mengundang Paulson & Co jadi advisor untuk memilihkan asset-aset yang bakal jadi portfolio ABACUS. Padahal Paulson punya posisi berlawanan dengan CDO itu, dan bahkan memprediksi harga asset berbasis subprime itu akan jatuh. Sehingga Paulson malah memasang posisi short (jual) di CDO tersebut. Sederhananya, Paulson ‘melawan’ produk di mana ia terlibat dalam pembuatannya. SEC (security exchange commission) memperkirakan, dari aksi curang ini, Paulson & Co meraup untung $1 milyar, persis dengan jumlah kerugian para investor Goldman Sach. Dosa ganda Goldman Sach adalah: mengadali investornya (ada konspirasi-curang atau kolusi di belakangnya), dan tidak jujur dalam memasarkan produknya (penipuan). *** Di penghujung abad ke-19 Nietzsche, seorang pemikir yang sangat kritis dan sangat berani, telah menawarkan suatu cara berpikir (dan sekaligus bertindak) agar tidak berhenti pada gejala permukaan, suatu genealogi-nitzschean. Seperti dipaparkan A. Setyo Wibowo (Friedrich Nietzsche,1844-1900: Guru Pencuriga Dengan Metode Genealoginya, Januari 2010), genealogi-nitzschean ini memang bermaksud bukan cuma mencari asal-usul historis sebuah nosi/konsep/teori/kekuasaan namun juga sebuah “letak” di mana apa-apa yang ideal dan teoritis diproduksi, membentuk dirinya dan membenarkan dirinya. “Genealogi bermain dalam tegangan antara ‘permukaan’ (ideal-ideal) dan ‘kedalaman’ (yang tidak tampak, namun menentukan permainan permukaan yang menampak). Analisis ini akan menunjukkan bahwa sebuah permukaan (misalnya saja bernama ‘moral’) tidak pernah secara eksplisit mengatakan sepenuhnya apa yang mau ia katakan. Genealogi-nitzschean berusaha menunjukkan bahwa di balik ‘penampakan’ yang secara naif kita saksikan, ada sesuatu yang lain yang bekerja yang kadang justru tidak koheren dengan ‘penampakan’ yang terungkap.” *** Hidup di tengah budaya yang menyanjung berhala-berhala (idola, citra, tanda) memang jadi dangkal, akibatnya gamang dan mudah terombang-ambing kepalsuan. Kita perlu latihan untuk membaca realitas, apa adanya. Untuk itu memang perlu gigi yang kokoh dan perut yang kuat. Dengan mau mengunyah dan mencerna realitas (yang kerap sangat alot) sedemikian, membuat kita bisa semakin mengerti diri kita sendiri yang otentik. Senjakala berhala-berhala adalah terbenamnya kepalsuan dan terbitnya otentisitas. (twitter: @andrewenas) ------------------------------------------------- artikel dari Majalah MARKETING STRATEGIC MANAGEMENT SERVICES Email: [email protected] <*>Attachment(s) from Strategic Management Services: <*> 1 of 1 File(s) http://groups.yahoo.com/group/biznett/attachments/folder/2008868969/item/list <*> Senjalaka ------------------------------------ Mari bertukar informasi soal bisnis ! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/biznett/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/biznett/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
