(Sharing)

Sukses berkat Sikap Positif

Oleh: Andre Vincent Wenas,MM,MBA.
(twitter: @andrewenas)


  Tantangan sebagai pemimpin bisnis tidaklah ringan. Namun demikian bukan 
berarti itu membuat kita patah arang. Kesuksesan adalah impian setiap pemimpin, 
bahkan semua orang. Yakinlah bahwa tiap orang ingin sukses, tak ada yang punya 
cita-cita untuk gagal.

  Mengejar sukses perlu strategi. Kecuali Anda menang lotere, kesuksesan 
haruslah diraih lewat suatu upaya, komitmen, konsistensi dan kerja keras. Dan 
fondasi terpenting dari langkah menuju sukses adalah sikap Anda. Sikap 
(attitude) menentukan tingkat kesuksesan yang bakal
 diraih.

  Perbedaan antara orang sukses dengan yang tidak sukses dalam hidup adalah 
bahwa kehidupan orang sukses senantiasa diatur dan dibayangi oleh pikiran 
tentang saat-saat terbaik mereka, rasa optimistis yang tinggi, serta rangkaian 
pengalaman terbaik mereka. Jim Dornan & Robert C. Maxwell menulis dalam buku 
mereka, Strategi Menuju Sukses (1996), bahwa orang yang sukses harus selalu 
berpikiran positif. Sementara kehidupan orang gagal dibayangi oleh rasa ragu 
serta bayangan kegagalan di masa lalu. Mereka tidak bisa memaafkan dirinya, 
bahkan kerap mengutuki dirinya sendiri. 

  Pendeknya, belenggu kegagalan masa lalu harus dipatahkan, dan mulai arahkan 
hidup ke masa depan. Pikiran negatif cuma mempersulit kita menjalani dan 
menikmati hidup.

  Perjalanan menuju sukses perlu strategi. Dan sebagaimana lazimnya, strategi 
adalah cara mencapai tujuan, maka rumuskan tujuan (visi)
 dengan jelas. Kriteria 
tujuan (visi) itu adalah S.M.A.R.T. Ia mesti specific/tajam rumusannya, 
measurable/terukur, attainable/bisa dicapai dan realistic/masuk akal, serta 
time-phases/ada fase-fase waktunya.

  Visi besar bisa sangat idealistis, tidak ada yang salah dengan itu, asalkan 
dalam strategi pencapaiannya bisa Anda bagi (cacah) ke dalam bingkai waktu 
perencanaan tahunan, tiga tahunan dan lima tahunan. Dan yang terpenting, jika 
gagal di tengah jalan, segera bangkit! Di sinilah sikap (attitude) sangat 
menentukan.

  Beberapa tips praktis untuk membangun sikap positif:

1. Punya model kesuksesan. Pilih beberapa orang yang Anda anggap sukses (yang 
masih hidup ataupun yang sudah jadi legenda). Proses belajar cepat adalah 
pertama-tama imitasi (meniru). Bertindak dan berpikirlah seperti mereka. 
Setelah 
proses imitasi, masuk ke improvisasi, lalu inovasi dan invensi sehingga pada 
gilirannya Anda akan punya gaya sendiri yang otentik.

2. Tanamkan pikiran positif dan pusatkan pikiran hanya pada hal-hal yang 
membangun. Dengan demikian Anda akan memancarkan sikap yang baik, memancarkan 
rasa percaya diri, dan tidak ragu untuk menceriterakan tentang tujuan atau visi 
Anda.

3. Perlakukan setiap orang yang Anda jumpai dalam hidup ini sebagai orang yang 
paling penting di dunia. Sikap penghormatan yang Anda berikan akan memantul 
balik pada aura Anda. Usahakan supaya semua orang yang Anda temui merasa 
dibutuhkan, diperlukan dan dihargai.

4. Berusaha untuk melihat hal-hal yang terbaik dalam diri tiap orang. Dan 
selalu 
carilah yang terbaik dari setiap gagasan yang muncul.

5. Jangan buang waktu untuk soal sepele. Dalam manajemen waktu, hal sepele 
adalah soal-soal yang destruktif terhadap pencapaian visi dan yang merusak 
hubungan (relasi) dengan orang-orang yang memegang peran
 penting dalam gambaran 
visi.

6. Kembangkan dalam diri kita mental untuk memberi. Tak ada seorang pun yang 
akan menolak Anda jika yang akan Anda berikan dan lakukan bakal membantu 
memecahkan masalah yang mereka hadapi.

  Perlu kita camkan baik-baik, bahwa berpikir dan bersikap positif bisa 
dipelajari dan dilakukan siapa pun, bagaimana pun keadaannya, apa pun 
tabiatnya, 
bahkan setinggi/serendah apa pun tingkat kecerdasannya. Nah, bersiaplah untuk 
sukses!



(twitter: @andrewenas)
----------------------------------------------------
artikel dari Tabloid Bisnis KONTAN


STRATEGIC MANAGEMENT SERVICES
Email: [email protected]

Kirim email ke