(Sharing)

Membangun Properti Idaman

Oleh: Andre Vincent Wenas,MM,MBA.
(twitter@andrewenas)


  Dulu, Michel Angelo seniman patung terkenal di Italia, bilang begini: "Di 
setiap batu cadas, selalu terkandung patung yang indah." Tepat sekali ungkapan 
itu, tinggal bagaimana kita mempertajam intuisi bisnis demi menangkap peluang 
yang kerap terlewatkan orang lain.

  Pantai utara Jakarta, yang dulu dikenal sebagai tempat jin buang anak, di 
mata Ciputra dan Bang Ali Sadikin adalah peluang membangun taman hiburan 
keluarg. Sekarang ada Taman Impian Jaya Ancol, Dufan, Pasar Seni, Sea World, 
hotel, dan
 pelbagai wahana hiburan lainnya.

  Kawasan bekas hutan karet di selatan Jakarta sekarang dikenal sebagai 
properti mewah Pondok Indah. Beberapa pengembang lain pun belajar, maka 
muncullah: Lippo Karawaci & Cikarang, perumahan Kelapa Gading, Cinere, BIntaro, 
Kemayoran, dan BSD. yang bukan hanya laris sebagai tempat tinggal, namun juga 
sebagai tempat dagang, studi, rekreasi dan investasi.

  Kisah pengembawan wilayah yang paling spektakuler di dunia tentunya: 
Singapura. Dulu, Gubernur-Jenderal Raffles (Inggris) memeilihnya dengan 
membarter Bengkulu yang diserahkan kepada VOC (Belanda). Di kemudian hari PM 
Lee Juan Yew, dengan visi dan disiplin superketat, membangunnya hingga menjadi 
pusat perdagangan Asia, bahkan dunia. harga properti di Singapura masih terus 
menanjak - sekitar 10% tiap tahun - sampai sekarang.

  Saat ini, di wilayah Tinur Tengah, Dubai jadi studi kasus pengembangan 
wilayah yang patut diacungi jempol. Sheikh Mohammed  bin Rashid Al Maktoum 
(Sheikh Rashid) berhasil mengubah padang pasir ini jadi pusat bisnis dan 
wisata. Infrastruktur pelabuhan, bandara modern, jalan raya, serta perkantoran 
dan hotel termewah di dunia ada di sana.

  Pelajaran yang bisa ditarik - seperti dituangkan Rhenald Kasali dalam 
bukunya: Re-Code, Your Change DNA, 2007 - dari Sheikh Rashid bahwa setiap 
rencana mengandung tiga hal, yaitu: filosofi, prioritas, dan disiplin.

  Pertama, filosofi. Ini diperlukan untuk menetapkan apa yang jadi landasan 
berpikir untuk melihat masa depan di tengah-tengah ribuan pilihan yang sama 
pentingnya. Bagi Sheikh Rashid, pemimpin adalah seorang yang visioner. 

  Ada tiga jenis mata dalam melihat:
  1) Mata persepsi, melihat yang kasat mata. Apa yang tertangkap dianggap 
sebagai realitas.
  2) Mata probability, melihat dengan skenario-skenario. Ini adalah "mata" para 
analis.
  3) Mata possibility, melihat dengan kekuatan menggerakkan. Inilah mata 
pemimpin, karena ditangannya ada kekuasaan & penguasaan sumber-sumber daya.

  Kedua, prioritas. Ini adalah unsur strategi penting yang diajarkan Vilvredo 
Pareto (ingat hukum Pareto, 20-80). Sheikh rashid sadar betul perlunya mencari 
20% kegiatan yang diutamakan kerena akan menyumbang 80% keberhasilan. 
Faktor-faktor kunci keberhasilan (key successful factors) yang dicanangkan di 
antaranya: modernisasi pelabuhan dan bandara internasionalnya.

  Diterapkannya open sky policy juga menjadikan Dubai sebagai hub memasuki 
wilayah lain di Afrika dan Timur Tengah, bahkan juga untuk penerbangan 
komersial dari Asia ke Eropa. Singkatnya keunggulan suatu kawasan (properti) 
membutuhkan infrastruktur modern.

  Ketiga, disiplin. Ini adalah syarat penting untuk mengubah tantangan jadi 
peluang. Seperti kata Jim Collins (bukunya "Good To Great", 2001): "Banyak yang 
memiliki budaya, dan banyak yang memiliki disiplin, tetapi sedikit yang 
memiliki keduanya: culture of discipline." Ya, membangun bidaya disiplin 
mensyaratkan kebiasaan (habits) yang dilakukan (execute) terus menerus selama 
bertahun-tahun (ingat budaya disiplin PM Lee saat membangun kawasan Singapura).

  Sekarang, Uni Emirat Arab dan Dubai telah benar-benar berubah. Dari padang 
pasir yang tandus, kurang air, dan tidak menarik sama sekali, menjadi kawasan 
investasi dan tujuan wisata yang diminati di seluruh dunia. Rhenald kasali 
menekankan: "Dubai kini telah memasuki sebuah era baru. Sebuah era yang 
dibangun dengan kerja keras."

  Mari kerja keras dan bersiaplah untuk sukses!




(twitter@andrewenas)
----------------------------------------------------------------------
Artikel terlampir, dari Tabloid Bisnis KONTAN, Minggu V, Juni 2007


STRATEGIC MANAGEMENT SERVICES
Email: [email protected]

Kirim email ke