<*>[Attachment(s) from Strategic Management Services included below]
(Sharing)
Semiglobalisasi
Oleh: Andre Vincent Wenas,MM,MBA.
(twitter@andrewenas)
“The future, including whether the direction of globalization creates headwinds
or tailwinds for global strategies, certainly has a bearing on the success or
failure of those strategies. But it should not be allowed to crowd out
consideration of other factors that also matter, including those in the here
and now.”– Pankaj Ghemawat, ‘Redefining Global Strategy: Crossing Borders in a
World Where Differences Still Matter’, Harvard Business School Press, Boston
2007.
***
Untuk meningkatkan hubungan dengan Indonesia, maka wakil presiden Iran
Ebrahim Azizi dikabarkan akan menunjuk pejabat khusus demi menangani program
kerjasama
bilateral, terutama ekonomi dan perdagangan. Kebijakan pemerintah Iran
baru-baru ini menarik dikaji. Walaupun minyak masih menjadi sumber utama
pendapatan Iran, namun dana yang diperoleh dari minyak tidaklah lagi dipakau
untuk membiayai operasional administrasi pemerintahan, paling tidak dalam 5
tahun kedepan. Hasil dari minyak Iran hanya dipergunakan untuk investasi dan
program pengembangan. Dilaporkan juga (Kompas, 23 Juni 2012) bahwa saat ini
Iran juga membuat kas khusus untuk menampung dana yang disisihkan dari hasil
penjualan minyak yang nilainya mencapai 30 miliar dollar AS atau sekitar Rp 283
triliun per tahun.
Dengan negara jiran Malaysia, kita bertikai lagi. Indonesia pernah marah
soal pelanggaran tapal batas, perlakuan buruk terhadap TKI, sampai ke soal
pencurian ikan. Baru-baru ini Malaysia mendaku (meng-klaim) warisan budaya
kita, tari tortor, yang dari Sumatera Utara itu. Tarian yang energetik ini
memang unik dan dinamis gayanya. Cocok untuk menyimbolkan keakraban dan
membangun suasana kekerabatan yang erat. Kita akui bahwa Indonesia memang lalai
dan lengah dalam menjaga dan apalagi mengelola dengan baik aset-aset warisan
budaya serta mengapitalisasikannya secara ekonomis demi kemaslahatan bangsa
Indonesia sendiri.
Terpicu oleh munculnya dua fenomena itu (soal hubungan bilateral dengan
Iran, dan persinggungan budaya dengan negara jiran Malaysia) kita seolah
kembali diingatkan bahwa ditengah arus globalisasi yang oleh kebanyakan orang
dianggap sebagai fenomena runtuhnya batas-batas demarkasi negara-bangsa, dan
semakin uniform-nya kultur mondial, justru keunikan dan pelbagai perbedaan yang
nyata ada dunia saat ini (the reality of the here and now) adalah merupakan
kekayaan pasar yang bisa juga digarap jika saja kita menyadari dan punya
kerangka analisa yang bisa membantu.
***
Dunia yang oleh banyak cendekiawan disebut semakin global, dalam arti
semakin menyatu dengan runtuhnya batas-batas pergerakan arus barang, arus uang,
arus informasi dan arus orang, di mata Prof.Pankaj Ghemawat belumlah seterbuka
atau sedahsyat yang dikira oleh banyak orang. Menurutnya, posisi gerak
globalisasi dunia saat ini paling banter hanya layak disebut sebagai
semiglobalisasi. Studinya yang dilengkapi dengan informasi tentang ‘level of
internationalization’ masihlah dalam kisaran ‘the 10 percent presumption’.
Indikator-indikator internasionalisasi yang diukur misalnya ‘telephone calls’
(yaitu: international component of total calling minutes) yang bahkan belum
mencapai kisaran 5%. Indikator lainnya: immigrants (to population), university
students, management research, private charity, direct investment, tourist
arrivals, patents, stock investment, dan trade (to GDP) yang rata-rata
perbandigan dunianya belum mencapai 10 persen.
Untuk mendeteksi berbagai perbedaan yang relevan dalam penyusunan strategi
global, Prof.Pankaj Ghemawat dari Harvard Business School, USA, yang saat ini
sedang menjadi gurubesar tamu IESE Business School di Barcelona, Spanyol,
mengusulkan tiga kerangka kerja (framework) analisis dan praktis.
Pertama adalah ‘CAGE distance framework’ yang berargumentasi bahwa
perbedaan antar negara bisa diukur dalam dimensi Cultural, Administrative,
Geographic, dan Economic. Dengan memahami keberjarakan masing-masing negara
dalam dimensi-dimensi itu bakal membantu mengenali setiap kendala dari strategi
global Anda yang mesti diatasi.
Kedua adalah ‘ADDING Value scorecard’ yang terdiri dari 6 komponen, yaitu:
Adding volume or growth, Decreasing costs, Differentiating or increasing
willingness-to-pay, Improving industry attractiveness or bargaining power,
Normalizing (or optimizing) risk, Generating knowledge (and other resources and
capabilities).
Ketiga adalah ‘AAA triangle’ yang bisa dipakai dalam penyusunan strategi
besar untuk melintasi batas-batas perbedaan yang ada: Adaptation, untuk
menyesuaikan diri dengan perbedaan. Lalu Aggregation, untuk mengatasi
perbedaan. Dan akhirnya Arbitrage, untuk justru menarik keuntungan dari
ketidakseimbangan antar pasar yang memang tidak terhindarkan. Seyogianya,
strategi ini mampu melebarkan ruang gerak korporasi untuk melampaui strategi
konvensional “one-size-fits-all”.
***
Pesannya, dalam menyikapi fenomena globalisasi ini, janganlah kita
terburu-buru untuk menyamaratakan semua situasi pasar dengan strategi satu
pendekatan untuk seluruh medan dengan mengabaikan realitas perbedaan yang nyata
ada disini dan pada saat ini.
Sekedar contoh saja, dalam CAGE distance framework, perbedaan budaya
(Cultural) sangatlah berarti tatkala produknya sarat dengan konten bahasa
(misalnya program televisi tertentu), soal selera lidah masyarakat tertentu,
gaya keunikan dalam tarian, motif-motif, ekspresi berkesenian dan lain-lainnya.
Dalam aspek Administrative distance contonya misalnya pemerintah Iran yang
punya policy unik soal pengelolaan dana dari penjualan minyaknya. Aspek
Geographic distance dan Economic distance adalah kenyatan perbedaan letak
geografis suatu negara atau bangsa dan realitas kinerja ekonominya. Keunikan
dan pelbagai perbedaan ini justru adalah potensi yang bisa dikapitalisasi
sedemikian rupa.
Memang dibutuhkan kreatifitas serta kerja keras serta tekan untuk tidak
lagi lengah dan lalai dalam menjaga serta mengelola warisan aset budaya. Semoga.
(twitter@andrewenas)
----------------------------------------------------------
Artikel dari Majalah MARKETING edisi Juli 2012
STRATEGIC MANAGEMENT SERVICES
Email: [email protected]
<*>Attachment(s) from Strategic Management Services:
<*> 1 of 1 File(s)
http://groups.yahoo.com/group/biznett/attachments/folder/1256164537/item/list
<*> Semiglobalisasi
------------------------------------
Mari bertukar informasi soal bisnis ! Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/biznett/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/biznett/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/