<*>[Attachment(s) from Strategic Management Services included below] (Sharing)
Negara Gagal! Demi Tuhan Jangan Tidur! Oleh: Andre Vincent Wenas,MM,MBA. (twitter@andrewenas) “Dunia dibangun melalui imajinasi. Engkau menyebut dunia ini kenyataan hanya karena dunia ini dapat dilihat dan nyata. Sedang gagasan hakiki yang merupakan cabang dunia, justru engkau namakan imajinasi. Padahal kenyataannya sebaliknya, imajinasi adalah dunia itu sendiri.”(Jalaluddin Rumi, Kearifan Cinta, Renungan Sufistik Sehari-hari Kutipan Fihi ma Fihi, 2006). *** Menjengkelkan sekali tatkala mendapati nama Indonesia di tahun 2008 ini berada di urutan ke-60 daftar negara gagal versi journal/majalah Foreign Policy (ForeignPolicy.com). Gagal karena dianggap salah urus (miss-management), dan tidak mampu membereskan 12 faktor yang juga dijadikan indicators of instability yaitu: demographic pressures, refugees and displaced persons, group grievances, human flight, uneven development, economy, delegitimization of state, public services, human rights, security apparatus, factionalized elites, danexternal intervention. Memang sewaktu Noam Chomsky menulis (bukunya: Failed States, The Abuse of Power and The Assault on Democracy, 2006) negara gagal “…are identified by the failure to provide security for the population, to guarantee rights at home or abroad, or to maintain functioning (not merely formal) democratic institutions.” Jadi soal rasa aman, hak-asasi dan demokrasi. Sekedar perspektif, 10 negara terburuk manajemennya: Somalia, Sudan, Zimbabwe, Chad, Irak, Congo, Afghanistan, Ivory Coast, Pakistan dan Central African Republic. Sementara Indonesia ada dalam kelompok 10 negara gagal di urutan 51 sampai 60 : Bhutan, Papua New Guinea, Belarus, Bosnia, Bolivia, Angola, Georgia, Israel/West Bank, Philippines dan Indonesia. *** Begitulah panorama di tataran makro global. Di tataran manajemen mikro, para pemimpin bisnis Indonesia pasca-orba, sedang giat-giatnya menggiring organisasi masing-masing untuk mampu bermain cantik di kancah global. Menerawang ke masa depan memang butuh daya imajinasi yang kuat. Daya imajinasi intelektual seperti ini tentu detrimental dengan lamunan kosong. Kita tetap optimis, karena seperti wejangan para futurolog (misalnya: Alvin Toffler, John Naisbitt, Patricia Aburdance, Kenici Ohmae, Juan Enriquez dan Thomas Friedman) menggariskan bahwa era kita sekarang adalah untuk korporasi-korporasi yang dikelola professional-intelektual-spiritual. Mereka yang oleh karena didorong oleh teknologi, dimampukan bahkah imperatif untuk membangun jejaring dan rantai-pasok di tataran global. Paradigm-shift adalah niscaya, beberapa kiat perlu diperhatikan. Dari Peter Fisk (Marketing Genius, 2006) ada beberapa pertanyaan pemandu untuk “membayangkan” bagaimana menciptakan nilai bagi bisnis Anda di masa depan: What is the economic value of your business? How do you convert the future potential of your business into financial terms? How in principle should you distribute this value over time? How do you manage to ensure that you achieve this potential? Berikut 6 langkah praktis-sistematis yang bisa dipakai: Consider your future business. Pertimbangkan apa saja yang bisa menjadi penyebab dan pendorong (drivers) profitabilitas di masa depan (misalnya 3 - 5 tahun ke depan). Termasuk analisa growth-trends, potential-margins dan resiko ketidakpastian. Project future profits. Proyeksikan profit yang paling mungkin di tahun-tahun mendatang berdasarkan trend-analysis dan skenario yang paling potensial. Calculate their value. Dari jumlah profit keseluruhan, perlu dipotong (discounting) secara relatif terhadap kenaikan tingkat ketidakpastian, dan hitung keberlanjutannya (add a perpetuity). Allocate value. Pertimbangkan bagaimana Anda mengalokasikan total-value ini diantara stakeholders, misalnya: pelanggan dan pemegang-saham dalam waktu berjalan. Prioritize activities. Kemudian masukkan pertimbangan tadi ke dalam strategi bisnis dan rencana keuangannya, serta gunakan itu sebagai alat bantu menyusun skala prioritas penggunaan sumberdaya dan investasi. Manage for value creation. Senantiasa kelola bisnis Anda dalam kerangka pikir penciptaan nilai, fokus pada economic-profit sekaligus peluang-peluang jangka panjang. Kita berpacu dengan waktu, karena entitas bisnis di negara lain juga tidak tinggal diam, sementara tensi domestic terus meninggi. Membangun kebiasaan berpikir rigorous dalam perencanaan, dan disiplin eksekus yang ketat butuhkan stamina mental dan sikap all-out. Tidak setengah-setengah. *** Kita dipecut dan dibakar semangat filsuf-sufis Jalaluddin Rumi yang berkobar: “Demi rohmu, jangan tinggalkan pekerjaan di tangan! Jangan tidur! Jangan lewatkan walau satu malam dalam hidupmu. Yaitu tetap terjaga , jangan tidur! Kau telah tidur seribu malam demi keinginan diri, apa artinya semalam? Demi Tuhan jangan tidur!” (Kisah Keajaiban Cinta, Renungan Sufistik, Mutiara Diwan-I Syams-I Tabriz, 2005). Akhirnya bersama Soren Kierkegaard kita mengamini bahwa perubahan sosial tak akan terjadi dari perubahan masyarakat tetapi dari perubahan pribadi – dan menjadi seorang pribadi merupakan tugas paling sulit di antara tugas-tugas lainnya… Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Semoga kita semakin mengenali fitrah kita sebagai manusia. (twitter@andrewenas) -------------------------------------------------------------------------- Artikel dari Majalah MARKETING, edisi September 2008 STRATEGIC MANAGEMENT SERVICES Email: [email protected] <*>Attachment(s) from Strategic Management Services: <*> 1 of 1 File(s) http://groups.yahoo.com/group/biznett/attachments/folder/950872185/item/list <*> 09 ------------------------------------ Mari bertukar informasi soal bisnis ! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/biznett/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/biznett/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
