(Sharing)
Berutang untuk Terus Bertumbuh Oleh: Andre Vincent Wenas,MM,MBA. (twitter@andrewenas) Anda berhasil melewati masa-masa sulit fase perintisan. Sekarang bisnis Anda telah memasuki fase pertumbuhan. Dan fase ini mempunyai tantangannya sendiri. Biasanya menyangkut soal: 1) dana (uang) untuk membiayai pertumbuhan usaha, dan otomatis akan diikuti soal, 2) sistem-manajemen (termasuk masalah orang) untuk memastikan bahwa pertumbuhan itu bisa langgeng, bukan hit & run belaka. Untuk yang pertama, sumber-sumber keuangan. Untuk memulai bisnis dan membesarkannya Anda bisa mendayagunakan pelbagai sumber dana, tidak perlu semuanya dibiayai sendiri. Yang penting, hutang ini dimaksudkan untuk sesuatu yang produktif dan nilainya meningkat terus. Sekedar gambaran, Geoffrey G. Meredith (2002) menunjukkan beberapa potensi sumber-sumber pembiayaan usaha, misalnya: 1) Pinjaman dari relasi atau kawan. Jangan lupa, karena sifatnya pinjaman, mereka juga mengharapkan pemulangan dana ditambah keuntungan (bunga), walaupun mungkin tidak sebesar pinjaman komersial ke Bank. 2) Pinjaman dari Bank. Apakah itu pinjaman berjangka atau overdraft. Overdraft biasanya untuk pinjaman jangka pendek, sedangkan untuk investasi jangka panjang (tanah, pabrik, peralatan mesin, dll) gunakanlah pinjaman berjangka. 3) Hutang dagang. Ini merupakan sumber pembiayaan yang termurah, terutama jika Anda telah punya reputasi kredit yang sehat. Jika Anda mampu memperoleh persediaan barang dengan kredit, ini memungkinkan Anda menggunakan dana perusahaan dengan bebas selama 30, 60, 90 atau bahkan 100 hari, sesuai perjanjian Anda dengan para pemasok. Ingatlah bahwa kredit diberikan atas dasar kepercayaan, dan kepercayaan diperoleh hanya setelah jangka waktu tertentu, melalui uji-coba dan pembuktian. Maka, jangan pernah mengecewakan para kreditur dan mereka pun tidak akan mengecewakan Anda. 4) Pinjaman hipotek dan pembiayaan jangka menengah yang bisa diperoleh dari pelbagai lembaga keuangan untuk tujuan tertentu. Biasanya pinjaman ini harus digunakan untuk membeli harta tetap (fixed assets) dan krediturnya minta kolateral (jaminan). 5) Pembiayaan sewa (leasing). Ini semakin umum dan bisa dipakai untuk membiayai pabrik, kendaraan, perlengkapan kantor dan malahan juga gedung. 6) Modal ventura, ini seringkali disediakan oleh lembaga pembiayaan khusus yang mau memberikan dana untuk suatu usaha kecil/menengah dan dananya bisa dikonversi dalam bentuk penyertaan saham. 7) Memainkan instrumen saham. Menerbitkan saham baru (undang investor), masuk bursa (go public), atau menerbitkan kupon obligasi, dan lain-lain. Khusus untuk mendapatkan pembiayaan dari Bank, Anda mesti mempersiapkan proposal bisnis yang meyakinkan bahwa Anda bisa mempertanggungjawabkan pinjaman dana bank itu secara profesional. Anda punya organisasi yang mampu memutar roda bisnis secara menguntungkan, dan bertumbuh terus (growth profitably). Perlu diingat, bahwa pada mulanya fungsi perbankan adalah intermediasi dana (Basu & Rolfes, Strategic Credit Management, 1995). Jadi memang ada kebutuhan dari pihak perbankan untuk menyalurkan dana (dalam bentuk pemberian kredit), namun perlu diingat bahwa yang disalurkan adalah dana para nasabahnya. Maka dunia perbankan adalah industri yang sarat regulasi, dan sangat perlu kehati-hatian (prudence). Dampaknya bagi pengusaha yang ingin meminjam ke bank adalah harus bisa: 1) menunjukkan kredibilitas (bisa dipercaya), 2) bisa memberi jaminan (kolateral) yang artinya mampu menunjukkan komitmennya (tidak main-main), 3) bisa menjelaskan dan meyakinkan rencana bisnisnya (business-plan atau feasibility-study), termasuk proyeksi keuangan dan asumsi-asumsinya. Ini memperlihatkan kemampuan Anda sebagai pebisnis dalam membaca peluang usaha dan merencanakan langkah-langkah yang masuk akal dan sistematis. Bersiaplah untuk sukses! (twitter@andrewenas) --------------------------------------------------------------------- Artikel dari Tabloid Bisnis KONTAN, Edisi Khusus, Nov-Des 2007 STRATEGIC MANAGEMENT SERVICES Email: [email protected]
