(Sharing)

Motivasi dan Kinerja

Oleh: Andre Vincent Wenas,MM,MBA.
(twitter@andrewenas)


  Program seminar motivasi yang marak diselenggarakan pelbagai pihak memang 
bagus untuk menimba inspirasi (lewat isi ceramah, dan terutama gaya bicara dan 
suasana yang sengaja dibangun lewat alat bantu audio-visual), lagipula event
 seminar juga bisa jadi ajang untuk mengembangkan jejaring (networking) yang 
efektif. Persoalannya adalah bagaimana menjaga momentum semangat yang telah 
dipicu saat mengikuti program-program motivasi itu. 

   Prinsipnya adalah, benih pohon yang bagus seyogianya ditanam dan dirawat di 
tanah yang bagus. Artinya,
 selain faktor orang yang memang sudah bagus dari sisi 
pengetahuan, keterampilan dan sikap kerjanya (knowldege, skill & attitude), 
maka lingkungan kerja (sistem), dan pembinaan kepemimpinan pun perlu digarap 
dengan sungguh-sungguh dan kontinyu.

   Salah satu cara membangun sistem adalah dengan dengan menerapkan manajemen 
kinerja (performance management) yang penting untuk menetapkan dan mengukur 
prestasi kerja seluruh bagian dalam organisasi.

   Manajemen kinerja (performance management) akan mengintegrasikan 
sasaran-sasaran perusahaan, individu, dan kelompok (team). Ia juga membantu 
mengkomunikasikan sasaran (visi) itu dan sekaligus menyokong pembentukan 
nilai-nilai inti (core values) suatu organisasi. Maka dengan menerapkan 
manajemen kinerja, Anda juga berpeluang untuk melakukan perubahan kultural dan 
perilaku organisasi. Pendelegasian wewenang juga terarah, dan pimpinan bisa 
memfokuskan diri untuk pengembangan usaha lebih lanjut.

   Kriteria supaya penerapan manejemen kinerja dalam organisasi bisa sukses, 
seperti dijelaskan Michael Armstrong dalam bukunya ‘Performance Management’ 
(2004) disebutkan di antaranya: kejelasan tentang apa yang disebut kesuksesan 
dalam organisasi itu; kepemilikan dan komitmen manajemen tingkat atas dan
tingkat lini; staf percaya bahwa prosesnya konsisten dan adil dalam kaitannya 
dengan kontribusi dan kemampuan; kecocokan kultural – proses yang tepat dan 
pengembangan gaya manajemen; proses bersama dalam manajemen strategis 
(manajemen lini dilibatkan dalam perumusan sasaran bersama organisasi); tingkat
ketrampilan yang tinggi yang dimiliki manajer dan individu dalam menetapkan 
akuntabilitas dan kompetensi, penentuan sasaran dan ukuran kinerja dan 
kontribusi; serta seorang kepala SDM yang memainkan peranan utama dan inovatif 
memastikan
 bahwa kondisi-kondisi ini dipuaskan dan dipelihara.

   Secara sederhana, kerangka kerja manajemen kinerja bisa digambarkan terdiri 
dari: 

    1. Sasaran dan strategi perusahaan (visi, misi dan target departemen usaha)
    2. Rencana kinerja (performance plan) yang disepakati bersama (kesepakatan 
akuntabilitas, tugas sasaran, pengetahuan, keterampilan dan perlunya kompetensi 
serta ukuran-ukuran kinerja, kesepakatan atau kontrak kerja).
    3. Pelaksanaan manajemen kinerja
    4. Melakuan kajian (review) terhadap kinerja formal
    5. Pengembangan dan pelatihan yang didorong oleh kajian kinerja
    6. Penilaian kinerja
    7. Upah atau penghargaan berdasarkan kinerja

   Dengan melaksanakan secara konsisten dan persisten manajemen kinerja ini, 
besar harapan motivasi kerja para karyawan Anda akan lebih terawat panjang. 
Karena lingkungan kerja (sistem manajemen) secara konsisten terasa lebih 
mendukung dan menghargai jerih payah mereka. Apalagi jika Anda bisa 
mengembangkan bisnisnya terus menerus (business development) sehingga jenjang 
karir orang-orang yang kompeten dan loyal di perusahaan Anda bisa terbuka luas. 
Tugas pemimpin memang membuka horison harapan terbuka luas dan cerah, serta 
membawa dan menyiapkan orang-orangnya berjalan bersama menjelang masa depan 
penuh harapan. Bersiaplah untuk sukses.



(twitter@andrewenas)
------------------------------------------------------------
Artikel dari Tabloid Bisnis KONTAN, Minggu I, Mei 2007


STRATEGIC MANAGEMENT SERVICES
Email: [email protected]

Kirim email ke