(Sharing)


Menentukan Prioritas Bisnis

Oleh: Andre Vincent Wenas,MM,MBA.
(twitter@andrewenas)


Ada empat kriteria yang mesti dipertimbangkan untuk menentukan prioritas: apa 
yang penting (important), mendesak (urgent), pertimbangan jangka-panjang versus 
jangka-pendek, dan apa yang realistis versus visioner.  Penting berarti relevan 
dengan tujuan perusahaan. Oleh karena itu menyusun tujuan dan sasaran 
perusahaan yang menjadi prasyarat. Mendesak artinya mendahulukan berdasarkan 
pertimbangan waktu dan proses. Tanpa "urgent" proses berikutnya tidak mungkin 
dijalankan. Bisa juga melaksanakan pekerjaan yang mungkin berjalan paralel, 
sehingga hemat waktu dan bisa memotong panjangnya proses.

     Pertimbangan jangka-panjang versus jangka-pendek dan realistis versus 
visioner menggiring kita melihat dengan jernih kenyataan organisasi dan 
sumber-sumber daya yang ada. Mana yang sudah kita punya, mana yang belum dan 
bisa segera kita beli dengan modal yang ada. Dan, juga melihat mana yang 
membutuhkan aliansi strategis dengan pelbagai mitra eksternal seperti bank, 
pamasok, agen, konsultan, badan pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan 
sebagainya.

     Mesti Anda ingat, dalam menyusun skala prioritas konsekuensinya adalah 
mereduksi beberapa aktivitas tapi tanpa mengorbankan esensi strategi. Karena 
waktu dan sumberdaya terbatas, Anda perlu memilih. Pertimbangan jumlah berapa 
yang mesti menjadi prioritas membutuhkan rasionalitas analisis intelektual 
serta pertimbangan kebijaksanaan (wisdom) seni kepemimpinan.” 

     Dalam buku 'Know How: The 8 Skills taht Separate People Who Perform from 
Those Who Don't' (2007),konsultan bisnis Ram Charan mengingatkan, setelah 
menentukan prioritas jangan lupa mengalokasikan sumberdaya, seperti modal uang, 
membangun kompetensi, infrastruktur, dan sebagainya. "Without assigning 
resources, it isn't a priority," kata Ram Charan.

     Jika organisasi memiliki beberapa  unit usaha dan beberapa product-line, 
ada beberapa kerangka kerja untuk mengalokasikan sumberdaya. Pertama, buat 
matriks (tinggi-rendah) antara pertumbuhan revenue secara organik (organic 
revenue growth, ORG) dengan marjin arus kas bebas (free cash flow margin, FCFM) 
masing-masing unit usaha atau product line. ORG dipakai untuk indikator 
pertumbuhan, sedangkan FCFM sebagai indikator tingkat pengembalian keuntungan.

     Arus kas bebas (free cash flow) dihitung dari pendapatan tunai operasi 
dikurangi tiga kas aktivitas investasi (penggantian fixed-asset demi menjaga 
kapasitas), pembayaran cicilan utang terjadwal, dan pembayaran dividen normal. 
Sehingga terdapat empat kuadran: A. ORG tinggi-FCFM tinggi, B. ORG tinggi-FCFM 
rendah, C. ORG rendah-FCFM tinggi, D. ORG rendah-FCFM rendah.

     Jelas, segmen bisnis di kuadran A yang paling diinginkan. Sedangkan 
kuadran D paling kurang diminati. Namun, analisis belum berhenti sampai di 
sini. Dalam tiap kuadran, perlu dilihat berapa belanja modal (capital spending) 
yang telah dilakukan pada tahun lalu, dan juga selama unit bisnis atau product 
line itu ada.

     Pilah belanja modal masing-masing ke dalam tiga kategori: perawatan 
(maintenance), pertumbuhan (growth), dan efisiensi. Pada ujungnya, proses ini 
bakal mengukur berapa besar modal yang telah dihabiskan bagi tiap segmen 
dibandingkan kinerja relatif di antara unit bisnis lainnya.

     Kedua, lakukan analisis prospektif dengan matriks (tinggi-rendah) antara 
market attractiveness yang menggambarkan rata-rata tingkat pertumbuhan pasar 
sebagai sumbu vertikal, dengan financial attractiveness yang merupakan campuran 
(blend) antara ORG dengan FCFM di sumbu horizontal. Dari empat kuadran 
tersebut, tentunya kuadran A di sini menikmati pertumbuhan revenue dan margin 
arus kas bebas di atas rata-rata.

     Jika analisis ini dilakukan reguler, akan diperoleh informasi yang jelas 
di mana sumberdaya mesti dialokasikan, dan di segmen mana mesti ditarik. Dan 
pada akhirnya, gerak organisasi menjadi lebih fokus.





(twitter@andrewenas)
----------------------------------------------------------------------
Artikel terlampir, dari Tabloid Bisnis KONTAN, Minggu IV, Juli 2009



STRATEGIC MANAGEMENT SERVICES
Email: [email protected]   

Kirim email ke