(Sharing)


MIMPI DAN ATMOSFER

Oleh: Andre Vincent Wenas,MM,MBA.
(twitter@andrewenas)


  Mulai dengan mimpi sampai akhirnya berani menetapkan sasaran, bertekad ambil 
keputusan lalu dengan persisten menciptakan serta menjaga atmosfir usaha yang 
kondusif. Ketiga hal itulah yang menjadi fondasi keberhasilan memulai dan
 keberlanjutan usaha.

  Sekilas cerita tentang seorang tokoh Perang Dunia kedua, Jenderal Bernard 
Montgomery, komandan lapangan pasukan Inggris di padang pasir Mesir yang juga 
terkenal dengan sebutan Tikus Gurun (The Dessert Rats), ia adalah musuh 
bebuyutannya Erwin Rommel, seorang jenderal lapangan yang sangat
 brilian di pihak Jerman.

  Saat itu 12 Agustus 1942, Jenderal Montgomery tiba di Kairo, tugasnya jelas 
harus mengalahkan pasukan Erwin Rommel mulai dari Alamein, seluruh Afrika 
bagian utara sampai di Sisilia dan Italia bagian selatan. Pertama kali bertemu 
dengan para perwiranya di medan laga Mesir, ia mendapati semua perwiranya sudah 
loyo patah semangat.

  Maka keesokan harinya ia segera mengumpulkan semua perwira dan menyampaikan 
pidatonya yang terkenal “We will stand and fight here!”. Di antaranya 
dikatakan, “…kita akan bekerjasama sebagai satu tim, dan bersama kita akan 
membangun percaya diri dari angkatan bersenjata yang hebat ini lalu maju meraih 
kemenangan akhir di Afrika.”

  Lalu disambungnya, “…saya percaya bahwa satu dari tugas-tugas awal seorang 
komandan adalah untuk menciptakan apa yang saya sebut ‘atmosfir’, dan di dalam 
atmosfir itu para staf,
 anak buah dari komandan dan seluruh pasukan akan berada,  bekerja dan 
berjuang.”

  Memang, orang yang sukses adalah orang yang punya mimpi. Pemimpin adalah 
orang yang berani untuk bermimpi tentang masa depan yang jauh di depan mata. Di 
masa sulit biasanya orang tidak berani lagi untuk bermimpi, terlalu idealis 
katanya, hidup itu mesti realistis sambungnya. Padahal seorang pemimpin 
sejatinya membebaskan imajinasinya bertaburan dengan mimpi-mimpi yang indah dan 
agung (great), karena ideal ini adalah faktor motivasi penggeraknya yang utama.

  Peter Senge, mahaguru dari MIT (Massachusetts Insitute of Technology) dalam 
bukunya The Fifth Discipline of A Learning Organization menjelaskan tentang 
‘creative tension’ atau ketegangan kreatif yang merupakan tegangan (tarik 
menarik) antara visi ideal dengan realitas yang sesungguhnya. Keduanya 
(visi/mimpi dan realitas saat ini) adalah dua hal
 yang harus dihadapi dan dikonfrontasi oleh seorang pemimpin usaha. Berani 
jujur terhadap kenyataan saat ini, berani melihat kekurangan tapi juga berani 
mengakui potensi-potensi yang ada, serta berani untuk meregangkan mimpi atau 
visinya sejauh mungkin. Seperti gelang karet yang ditarik, ujung yang satu 
adalah realitas saat ini, dan ujung lainnya adalah visi masa depan. Ketegangan 
kreatif adalah seperti itu. Dalam kelenturan itu, sejauh mana visi bisa ditarik 
ke atas berdasarkan realitas saat ini.

  Tarikan gelang karet sampai di titik optimal, maka sejauh itulah visi mulai 
bisa diciptakan, sasaran-sasaran mulai ditetapkan. Memang perlu keberanian 
untuk menetapkan sasaran dan mengambil keputusan-keputusan untuk melakukan 
segala konsekuensinya. Banyak orang dalam hidupnya tidak mau atau tepatnya: 
tidak berani untuk menetapan sasaran (tujuan). Sebabnya adalah sederhana, 
karena dari setiap sasaran
 yang ditetapkan membawa konsekuensi untuk pengambilan keputusan dan 
bertanggungjawab terhadap akibat atau konsekuensi dari keputusan itu.

  Saat kecil seorang anak biasanya sangatlah idealis, mimpinya banyak. Kalau 
ditanya mau jadi apa saat besar nanti, maka dijawab: mau jadi presiden, 
jenderal, pilot, astronot dan professor serta posisi-posisi lain yang 
hebat-hebat. Saat mulai tumbuh dewasa, kesulitan dan masalah dalam kehidupan 
menempanya dari orang yang sangat idealis menjadi orang yang sangat realistis. 
Dari satu ekstrim ke ujung ekstrim lainnya, pupuslah idealismenya!

  Atmosfir perlu dibangun dan dijaga terus menerus karena ia seumpama tanah di 
mana benih unggulan ditabur dan upaya merawat dilakukan. Kontinuitas bisnis 
jangka panjang bisa dicapai dengan menjaga atmosfir yang sehat dan kondusif. 
Jenderal Montgomory, dengan sasarannya yang jelas, keputusannya yang bulat dan 
komitmennya
 untuk senantiasa membangun atmosfir yang kondusif akhirnya berhasil 
meluluhlantakan pasukan lawan, meraih kemenangan yang gemilang. Anda juga bisa, 
di bidang Anda masing-masing.



(twitter@andrewenas)
---------------------------------------------------------------------
Artikel dari Tabloid Bisnis KONTAN, edisi Minggu III Maret 2007


STRATEGIC MANAGEMENT SERVICES
Email: [email protected]

Kirim email ke