*INGIN MAJU? UBAHLAH SIKAP ANDA!
*/© 2008. Nugroho Adhi W. All rights reserved. /
Beberapa waktu yang lalu, masih di bulan Mei 2008, di sebuah sesi
sosialisasi standar layanan untuk sebuah BPD (bank pembangunan daerah)
di Jakarta, saat mengantri makan siang selesai sholat jumat, saya tidak
sengaja 'menguping' pembicaraan para peserta yang merupakan customer
service bank tersebut.
Pendeknya mereka bicara seperti ini,
/"alah, cuma teori aja. gue sih ikutin aja. ngapain repot-repot harus
begini begitu..." /
yang kemudian ditimpali oleh rekannya yang lain,
/"iya, yang penting kita kan dapet makan siang enak" /
Jjreenggg... Selaku anggota tim konsultan bank tersebut, tentu saja
kuping saya jadi panas dan merah. /"Kok ada ya orang yang seperti ini,"/
kata saya dalam hati.
Selesai makan siang sebelum masuk ke materi utama, saya menyindir mereka
secara halus, mengapa perusahaan memerlukan standar dalam melayani dan
apa manfaatnya buat mereka.
Terus terang, saya mau tidak mau perlu untuk 'menyindir' mereka. Karena
orang-orang yang pembicaraannya tidak sengaja saya dengar itu sudah
dekat dengan usia pensiun, sementara mereka sudah puluhan tahun
'dikutuk' untuk menduduki jabatan yang sama, sepanjang hidup mereka
(maaf, kadang saya suka menggunakan bahasa sarkasme).
Mereka akhirnya menjadi bad virus. Mempengaruhi orang-orang baru yang
ingin memajukan perusahaan tempat mereka bekerja melalui kata-kata dan
perbuatan mereka. Ujung-ujungnya, karyawan yang masih baru menjadi tidak
kompeten, tidak bisa perform dan impoten. Bank tempat mereka bekerja pun
juga kinerjanya tidak pernah sesuai yang diharapkan dan dijanjikan ke
para pemegang saham.
Akhirnya, setelah selesai 'menyindir' melalui ceramah jumat tambahan,
/alhamdulillah /mereka mulai menyadari pentingnya untuk merubah pola
pikir mereka. Dan para sesepuh yang masuk kategori 'bad virus' tersebut
malah menjadi orang yang paling bersemangat sampai sesi sosialisasi
standar layanan tersebut selesai di keesokan harinya.
Intinya, kalau kita berpikir kita sudah nyaman dengan kondisi kita
sekarang ini, maka kita tidak akan pernah bisa maju dan mencapai apa
yang kita harapkan. Apalagi kalau sampai mengajak orang lain untuk
merasakan kenyamanan kita. Yang ada bukan kemajuan, tapi kemunduran dan
menuju ke jurang kehancuran.
Ingin maju? Ubahlah sikap Anda!
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat,
N. Adhi W.
BOLDER: helping you getting better results
www.BOLDERbest.com
Be Outstanding in Life, Deliver Exceptional Results
follow me on twitter: @bolderbest