(Sharing)


Konstelasi Pasar Global Terus Bergeser


Oleh: Andre Vincent Wenas,MM,MBA.


“Leaders
 are required to have a keen awareness of how things are running in 
their own institutions. From their vantage point, leaders are well 
positioned to examine performance,
 processes and mechanisms that lead to or impede effectiveness and 
efficiency.”– Kuntoro Mangkusubroto, Strategic Review, 2012.


***


     Konstelasi pasar otomotif global telah mengalami pergeseran. Setelah 
sekian lama (era 1980 – 2010an) didominasi merek-merek Jepang dan 
Jerman, disusul merek Korea dan China belakangan ini, para produsen asal negeri 
Paman Sam mulai menggeliat bangun dari tidur nyamannya. Mengubah konstelasi 
pasar otomotif global.


     Raja otomotif Amerika Ford Motor Co, mengacu pada hasil riset RL Polk 
baru-baru ini, mengklaim salah satu produk andalannya yaitu Ford Focus 
sebagai the best seller car di tahun 2012. Ford Focus mencatat rekor 
lebih dari 1 juta unit mobil terjual di pasar global. Hebatnya kenaikan 
penjualan 51% berhasildicapai di pasar China, walau pun produk ini baru 
diperkenalkan sejak Maret tahun lalu. Pasar yang terkenal alot ini 
berkontribusi seperempat dari total penjualan global Focus dan Ford seri F.


     Dan bukan hanya di luar AS, di pasar domestiknya sendiri pun penjualan 
Ford Focus naik 40% di tahun lalu. Jim Farley, vice president Ford Motor Co, 
bilang, “Dengan penambahan kapasitas manufaktur, kami memiliki 
kesempatan lebih besar untuk memperkuat penjualan mobil kecil di tahun 
2013 .” Menurut hasil riset RL Polk, penjualan Ford Focus telah 
melampaui Toyota Corolla (Jepang) yang pada tahun lalu mencatat 872.774 
unit, juga mengalahkan penjualan global VW Golf (Jerman) yang menoreh 
angka 699.148 unit. Angin optimisme mulai bertiup di gedung-gedung 
pencakar langit Detroit.


     Di bisnis perkapalan Maersk Line yang berkantor pusat di Denmark, bakal 
menambah armada kapalnya demi menangkap peluang dari meningkatnya arus 
logistik pengiriman barang 
internasional. Untuk keperluan itu, salah satu gerak strategi globalnya 
adalah menjadikan  Singapura  sebagai sentra bisnis kedua setelah kantor 
pusatnya sendiri. 


     Seperti diakui Thomas Knudsen, presiden Maersk Line Asia Pasifik, 
pihaknya telah mengalihkan 40 armada kapalnya dari Hong Kong ke 
Singapura, sehingga armadanya yang berbendera Singapura sekarang 
berjumlah 120 kapal, terbanyak kedua setelah yang berbendera Denmark 180 armada 
kapal. 


     Thomas Knudsen juga menyinggung soal geoposisi Singapura yang, 
“…berlokasi strategis karena memiliki akses ke semua wilayah pengiriman. 
Apalagi, pemerintah Singapura juga memberi insentif bagi perusahaan 
transportasi laut dengan membebaskan pajak dan memberi kelonggaran bagi 
perusahaan untuk memiliki awak kapal dari berbagai negara.” Meski 
diberbagai kawasan Eropa masih dirasa dampak krisisnya, namun diyakini 
pengiriman barang-barang akan tetap meningkat. 


     Sekedar perspektif saja, Denmark tempat asal Maersk Line ini, 
berpenduduk cuma sekitar 5,5 juta jiwa (setengah jumlah penduduk DKI 
Jakarta), namun dengan tingkat literasi hampir 100%. Dan dari hasil 
studi dari Leicester University di tahun 2006, Denmark adalah negara 
dengan tingkat kepuasan hidup (life satisfaction) tertinggi di dunia!


***


     Mozaik yang disebut proses globalisasi adalah dinamika yang terdiri 
dari berbagai lempengan-lempengan konseptual maupun faktual di bidang 
perdagangan, pergeseran 
konstelasi bisnis, kepentingan-kepentingan politik antar negara, gerak 
arus moneter, arus barang, arus informasi serta gerak lintas batas 
orang-orang sejagad. Dinamika yang sangat berwarna, dilatarbelakangi 
oleh sejarah dan budaya masing-masing suku bangsa dan etnisitas. Sebuah 
lanskap kepemimpinan yang sangat menantang.


     Kuntoro Mangkusubroto dalam kajiannya yang berjudul ‘Debottlenecking 
Indonesia’s development: AN Inside-out process’ dan kemudian dipublikasi oleh 
Strategic Review: The Indonesia Journal of Leadership, Policy and 
World Affairs edisi January-March 2012/Volume 2/Number 1, 
menegaskanlebih lanjut, “Once internal barriers have been identified, 
leaders must have the courage to take on a meaningful organizational 
transformation. They should invest some time to plumb the consequences 
and consolidate efforts to make a consequential change.”   


     Mengenai geoposisi Singapura sebagai pelabuhan kapal-kapal dagang 
dunia, nampaknya tak ada alasan yang cukup kuat untuk menafikkan 
geoposisi archipelago Nusantara yang alternatif pilihan lokasinya jauh 
lebih banyak. Ini hanya soal disiplin manajemen dan kepemimpinan. 


     Dan memang, seperti juga kajian tentang leadership oleh John F. Kennedy 
dalam bukunya yang memenangkan Pulitzer Award di tahun 1957 berjudul 
‘Profiles in Courage’, dengan 
indah mendeskripsikan keberhasilan kepemimpinan para  senator yang pada 
awalnya menghadapi kritik keras bahkan menjurus kasar serta sinisme 
lantaran mereka tidak mengikuti garis kebijakan partainya demi membela 
keyakinan terhadap kepentingan yang lebih luas dan jangka panjang untuk 
bangsanya. Keberhasilan kepemimpinan mereka pada dasarnya dilandasi oleh sikap 
keberanian dan integritas yang sangat tinggi. Bravery and 
integrity para pemimpin akan terus menggeser konstelasi pasar global! 


twitter@andrewenas
-----------------------------------------------------------------------
Artikel dari Majalah MARKETING, edisi Mei 2013


STRATEGIC MANAGEMENT SERVICES
Email: [email protected]

Kirim email ke