:D
Hehehe, ikutka juga deh. Sy suka thread-Na :p
Menulis, mmng hak semua kita. entah makna apa yang ada di dalamnya, kembali ke 
'visi' atau 'paham' yang 'coba diikuti' oleh si penulis. tidak ada yang salah 
memang. Dari yang 'seenak gue' sampe yang mengikuti kaidah 'jurnalisme sejati' 
[Adakah?, saya juga tidak tahu bela :p]

Tapi [ini secara pribadi fren :D] saya selalu 'penasaran' dengan 'kandungan 
nilai' sebuah tulisan, atau apa yang 'menggerakkan' sehingga tulisan itu bisa 
terbentuk. Ndy bilang, menulislah sebab tanpa menulis takkan terbentuk sebentuk 
tulisan [ini konek-Na di mana?]

Nah, dari sini minimal para 'penulis' terbagi dua. Ada yang untuk konsumsi 
pribadi, ada yang 'merasa perlu' agar orang lain tahu apa isi tulisannya. 
Sekali lagi, tidak ada yang salah. Toh setiap kita bebas memilih, sama seperti 
kemerdekaan yang diberikan kepada kita ketika kita lahir di bumi ini tanpa 
harus menjadi budak 'orang atau sistem lain' yang sudah ada duluan.

Saya sederhana saja, bagi saya tulisan yang baik adalah yang 'lahir dari hati'. 
sehingga konek-na langsung ke hati juga. Kentara-Ji itu. kalo ada penulis yang 
'nulis pake hati' [ini konotasi nah, soale kalo nulis kan biasanya pake tangan 
:D] pasti akan mengalir mempengaruhi pikiran dan perasaan pembacanya. 
Sesederhana atau serumit apapun pilihan bahasa dan kosakatanya, kalo mmng dari 
'dalam sana', tetap akan ada efek yang 'terasa'
Kedua, saya ada dalam konteks tulisan yang 'sedikit serius', coz orang2 seperti 
ini yang sangat jarang saya jumpai. sekedar ber-haha-hihi ria, terlalu mudah 
saya dapatkan di luar sana. Meskipun, untuk sebuah hubungan kedekatan, mungkin 
dengan model seperti ini, dikatakan akan mudah terjalin keakraban dibanding 
yang serius. Tapi apa iyya?
Ketiga, kalo dari statistik kunjungan, kuantitas bukan parameter puncak dari 
itu semua. Lihat saja realitas. Buku2 ttng ilmu pengetahuan misalnya, selalu 
kalah populer dari buku2  fiksi atau yang isinya lawakan. Demikian juga dengan 
tontonan. Nah, sekarang kadar ini sudah menunjukkan, seperti apa sebenarnya 
pilihan manusia2 kita. Yah saya sendiri sih nda terlalu heran kalo kita lebih 
banyak dianggap 'pelawak' oleh media dan bahkan negara lain. wong buktinya 
memang seperti itu kok,hehehe

Terakhir, kata 'manfaat' yang selalu jadi 'kesimpulan' bagi saya pribadi untuk 
semua hal yang saya buat. kalo ke tulisan, maka seberapa besar tulisan saya 
bisa mendatangkan 'manfaat' bagi pembacanya. Entah untuk menarik manfaat itu, 
ada yang sampai merasa tertampar atau bagaimana, maumi diapa? hehehe, coz saya 
sendiri selalu menerima itu ketika membaca tulisan yang orang lain posting. 
tapi saya enjoy saja :D. Sma seperti minum obat pahit untuk sembuh.

ps :
Blog, setiap org dapat mengaksesnya. Maka semua tulisan, gambar atau apapun 
yang diposting di sana, hampir semua pengunjung dapat 'menikmati' itu. 
Pengunjung blog juga beragam kan? Nah, Jadinya kalo ada yang mengkritik 
tulisan2 kita, yah dimaklumi sajalah,hehehe. Coz sudah resiko kan dipublish ke 
luar? kalo mau aman, ya tulis di diari konvensional saja,hehehe

PEACE2 sajalah. jangan sampe media ini saling membuat kita ga enak hati. Semua 
pendapat, kita hargai sebagai bentuk pilihan hidup. kalau kita meminta orang 
lain melihat 'dari banyak sisi' kita juga harus mencoba agar juga bisa 'melihat 
dari banyak sisi'

Keep on writing, coz dari sana orang lain bisa tahu seperti apa karakter yang 
kita miliki :D

SAlam,
ur bro [Muhammad Ilham] ^_^ V

----- Original Message ----
From: galileo_la_galigo <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, November 28, 2007 4:25:11 AM
Subject: [blogger_makassar] Re: bukan netral, bukan menolak, apalagi membenci. 
hanya tanggapan saya. dan mencoba mengambil nilai positif saja.










  


    
            
Whuahahaha.. . Rupanya dari sinikah cikal bakal ngambeknya Irha... ? MumpuN 
saya lagi iseng, pengen cokdoklah... Artinya, apa yang dikritik -sesuai dari 
tulisan Prof. Mus ini- oleh Lily terhadap Blogger Makassar sa kira wajar wafar 
ji. Kalaupun dikatakan narsis, yah itu juga sah-sah saja... Narsisme itu adalah 
salah satu basic instinct, yang sangat sangat umum menjangkiti spesies berjenis 
manunGsa. Saya pernah bilang Human is the most expressive animal. Wakakaka...  
Kalau mau berusaha lepas dari ½vonis½ narsisme, pakelah banyak nama, itupun 
kagak janji lho... ! 

Quote: Jujur saja, saya sependapat dengan Kak Ly untuk hal ini. Saya juga 
sangat yakin kalau blog-blog kita itu memiliki potensi untuk menggerakkan orang 
lain, karena blog itu tidak ubahnya seperti media informasi lain sebagai 
penyampai berita. End of quote.

KutuKata: Menggerakkan orang lain, menurut saya tidak harus dibingkai dalam 
frame tertentu sesuai standard yang kita -atau seseorang- anut dan fahami. 
Justru dengan adanya blog ini saya fikir adalah suatu ujian pula, bagaimana 
kita tidak perlu memaksakan faham (dalam rangka menggerakkan orang lain) sesuai 
yang kita anut. Jika seorang pembaca tulisan (baik di blog maupun milis) 
mengutip, mengambil sesuatu dari tulisan kita, maka apa yang kita sebut dengan 
istilah ½perubahan sosial½ justru akan mengalir secara alamiah... 

Dan perubahan atas sesuatu tidak melulu melalui berita, bisa saja karya yang 
bukan berupa tulisan berita, misalnya berbentuk gambar, puisi, humor, 
patoa-toai juga bisa menggelitik bagi seseorang untuk tergerak.

Penelitian-peniliti an ilmiah tentang mesin waktu yg sedang berlangsung, justru 
digerakkan oleh... karya seni berupa film.

Tabe Lompo

KutuKata

http://kutukata. blogspot. com


 


--- In blogger_makassar@ yahoogroups. com, EMEMEN <profmustamar@ ...> wrote:
>
> Teman-teman. ..
> Saya selama ini diam saja melihat teman-teman (mungkin) jengkel terhadap
> kritik yang dilontarkan Kak Ly. Tapi saya mencoba menanggapi apa adanya
> saya.
> 
> 
> Jujur, saya menyambut baik kritikan dari Kak Ly terhadap Blogger Makassar.
> Kak Ly rupanya cukup jeli melihat potensi yang terdapat dalam media blog
> dalam membuat sebuah perubahan sosial, dan juga potensi yang sebenarnya
> sangat mungkin untuk dikembangkan di dalam diri para blogger : POTENSI
> MENULIS.
> Jujur saja, saya sependapat dengan Kak Ly untuk hal ini. Saya juga sangat
> yakin kalau blog-blog kita itu memiliki potensi untuk menggerakkan orang
> lain, karena blog itu tidak ubahnya seperti media informasi lain sebagai
> penyampai berita.
> Juga saya sependapat dengan yang dikatakan Kak Ly kalau sebenarnya para
> blogger itu punya potensi menulis yang sangat mungkin untuk dikembangkan
> dengan mudah, karena memang menulis itu salah satu kegiatan yang cukup dekat
> hubungannya dengan blogging.
> Jadi, saya mencoba mengambil sisi positif atas kritikan Kak Ly, bahwa
> sebenarnya blog kita dan kita semua memiliki potensi untuk itu. (kalau kita
> punya potensi, kenapa kita tidak kembangkan? selagi ada fasilitas, gunakan
> saja)
> 
> Namun, di sisi lain saya kurang sependapat kalau Kak Ly mengatakan bahwa
> kita cuma bernarsisriasaja di blog kita. Tidak ada yang bisa disalahkan
> kalau kita bernarsisriasaja di blog-blog kita. Karena itulah salah satu yang
> membedakan blog sebagai media alternatif dengan media informasi lain yang
> menjadi media utama.
> Saya setuju juga dengan Ira yang di status yahoo!messengernya tertulis
> (kurang lebih) "blogku rumahku, terserah mau isi apa..bla bla bla". Karena
> memang itulah salah satu keunikan dari blog itu sendiri : kita dapat berbagi
> informasi apa saja, baik itu tentang diri kita, atau tentang kegiatan di
> sekeliling kita, atau apa saja. Tidak ada yang melarang. Kalau tidak suka,
> ya sudah, jangan baca. HP (Habis Perkara).
> 
> Kemudian, saya juga agak kurang setuju kalau dikatakan tulisan yang baik itu
> adalah tulisan yang layak baca, (baca: standar kaidah jurnalisme, mungkin).
> Karena, menurut ilmu yang saya pelajari, baik itu adalah salah-satu-sesuatu
> yang sifatnya paling subjektif di dunia. Tiap-tiap orang mungkin memiliki
> standar kebaikan sesuatu berbeda dengan orang lainnya.
> 
> Nah, kembali ke masalah tulisan yang baik. Dulu, waktu SD saya diajarkan
> oleh guru bahasa Indonesia saya, "bahasa (tulisan) yang baik itu adalah
> tulisan yang sopan. Jangan sebut 'Aku', tapi sebutlah 'Saya', karena 'Saya'
> itu lebih terdengar sopan." (ok, saya terima).
> Tapi kemudian, saya SMA, disodorkan puisi Chairil Anwar, "Aku ini binatang
> jalang, Dari kumpulannya terbuang". (saya yakin bahwa puisi ini adalah puisi
> yang paling terkenal di negara kita ini.). Lihat, Chairil Anwar menyebut
> kata Aku. Berarti dia tidak sopan (setidaknya menurut guru SD saya), berarti
> dia tidak menggunakan bahasa yang baik. (Tapi buktinya, banyak yang suka
> puisi ini, dan bahkan jadi puisi yang paling terkenal di Indonesia).
> 
> Jadi (sedikit menurut saya), tulisan yang baik itu adalah tulisan yang mampu
> menyampaikan informasi yang ingin disampaikan ke pembacanya. Tulisan yang
> tidak sesuai kaidah jurnalisme belum tentu adalah sebuah tulisan yang tidak
> baik.
> Saya teringat blognya Wadehel. Orang bilang itu adalah blog yang hanya cari
> sensasi. Tapi, cap apapun yang diberikan oleh orang-orang ke blog itu, mau
> tidak mau kita akan mengatakan bahwa tulisan-tulisan di blog itu cukup
> provokatif, dan mampu menarik perhatian pembacanya. Apa yang dia sampaikan
> melalui tulisannya cukup sampai kepada pembacanya. Buktinya : blognya selalu
> ramai dengan komentar. Dan coba kita perhatikan bahasa tulisan di blog itu.
> Sangat nyeleneh, seenak kaki, seenak jari mengetik ngikutin hati. Pokoknya
> (menurut saya) tidak sama lah dengan bahasa tulisan di situs semacam
> panyingkul.com. Di blog wadehel itu penulisnya bisa seenaknya mencela para
> Ahli Surga (kurang lebih seperti ini) :
> 
> Kemungkinan besar, ciri-ciri mereka akan seperti ini:
> 
> 1. Mengetahui dan memahami segala fakta tentang surga. Termasuk berapa
> jumlah bidadari yang ada didalamnya, bagaimana penampilan dan kelakuan
> mereka, dan apa fungsi mereka disana. Mungkin juga sangat tahu sebasah
> apa vagina para bidadari ituh, juga berapa banyak yang bisa/boleh dipakai
> setiap jam-nya.
> 2. Sudah pernah melakukan penelitian mendalam dan serius tentang
> surga, baik dengan observasi langsung maupun studi kepustakaan.
> 3. Memiliki sertifikat aseli dan berkekuatan hukum yang menyatakan
> bahwa dirinya memang ahli surga.
> 
> Apa lagi ya? Ada yang bisa menambahkan… atau malah mengkoreksi? (copy paste
> dari situs wadehel.wordpress. com)
> Coba kita lihat, apakah ada situs-situs seperti situs jurnalisme berani
> menuliskan seperti itu? saya yakin tidak ada, karena mungkin itu tidak
> sesuai dengan kaidah jurnalisme (CMIIW). Tapi penanggapnya, woooww...
> puluhan kali lipat daripada tulisan jurnalis hebat semacam... mm.. mmm..
> (siapa, ya? :)) )
> 
> Terus, tulisan yang layak baca : tidak ada bedanya. Tulisan yang layak baca
> adalah tulisan yang bisa dimengerti pembacanya. Kalau ternyata pembacanya
> tidak mengerti, berarti tulisan itu tidak layak baginya untuk dibaca. :))
> 
> Nah, jadi teman-teman, jangan ragu untuk menulis. Tulislah sesuatu sebaik
> yang kita bisa, sebaik yang kita mampu untuk menyampaikan informasi yang
> kita coba sampaikan. Itulah tulisan yang baik. Itulah tulisan yang layak
> kita baca. Jangan malu untuk bernarsis ria di blog sendiri. Karena blog Anda
> adalah rumah Anda (copy paste dengan sedikit ubahan dari Ira).
> 
> Jadi, kalau teman-teman mengerti apa yang saya tulis ini, berarti tulisan
> saya ini (menurut saya) adalah tulisan yang baik.
> Kalau teman-teman mengerti apa yang saya sampaikan, berarti tulisan ini
> layak untuk dibaca.
> 
> TAPI SEKALI LAGI, BAIK ITU SUBJEKTIF.
> SEKALI LAGI, INI CUMA MENURUT SAYA.
> 
> -- 
> yang
> terkeren
> di
> dunia
> ======
>



    
  

    
    




<!--

#ygrp-mkp{
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;}
#ygrp-mkp hr{
border:1px solid #d8d8d8;}
#ygrp-mkp #hd{
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;}
#ygrp-mkp #ads{
margin-bottom:10px;}
#ygrp-mkp .ad{
padding:0 0;}
#ygrp-mkp .ad a{
color:#0000ff;text-decoration:none;}
-->



<!--

#ygrp-sponsor #ygrp-lc{
font-family:Arial;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
-->



<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a{
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc{
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o{font-size:0;}
.MsoNormal{
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq{margin:4;}
-->








      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

Kirim email ke