Ferguson: Saatnya Juara Eropa

 *Artikel Terkait:*

   - Rijkaard Yakin Barca ke
Final<http://www.kompas.com/bola.php/read/xml/2008/04/29/00035060/rijkaard.yakin.barca.ke.final>
   - Barca Ancam Old
Trafford<http://www.kompas.com/bola.php/read/xml/2008/04/28/20344616/barca.ancam.old.trafford>

Senin, 28/4/2008 | 23:58 WIB

*MANCHESTER, SENIN - *Pelatih Manchester United (MU) mengatakan, timnya
memang menghadapi masa-masa genting. Menghadapi Barcelona di semifinal,
kemudian harus memenangkan dua sisa pertandingan Premier league. Namun, ini
saatnya Setan Merah membuat sejarah. Tetap mengejar gelar Premier League,
tapi juga berusaha menjuarai Liga Champions.

"Selasa kami harus menghadapi  Barcelona di Old Trafford. Kemudian Sabtu,
kami sudah menjamu West Ham. Ini pekerjaan berat, tapi harus kami lakukan,"
katanya.

"Sudah berkali-kali saya katakan, klub ini harus lebih sukses di Eropa. Pada
tahun 1999 kami menjuarai Liga Champions untuk kedua kalinya, setelah
menjadi klub Inggris pertama yang juara kompetisi ini pada 1968. Sekarang
kesempatan emas untuk menambah kesuksesan di Eropa," tegas Ferguson.

Kekalahan dari Chelsea di Premier League cukup memukul perasaan para pemain.
Namun, dia berharap moral tim tak harus jatuh, karena harus menghadapi
pertandingan-pertandingan penting.

Sebelumnya, MU hanya bermain imbang 0-0 lawan Barcelona di laga pertama
semifinal Liga Champions. Maka, pertandingan kedua nanti harus menang, jika
MU ingin lolos ke babak final.

Sementara, di Premier League tugas MU masih berat. Mereka kini memiliki
nilai yang sama dengan Chelsea, yakni 81. Meski unggul selisih gol, MU harus
memenangkan dua sisa pertandingan lawan West Ham (3/5) dan Wigan Athletic
(11/5). Hasil seri saja bisa menggagalkan MU menjuarai Premier League.

Ferguson mendapat kritik, karena pada pertandingan lawan Chelsea banyak
menyimpan bintangnya. Cristiano Ronaldo baru main di babak kedua. Owen
Hargreaves baru main setelah Nemanja Vidic dedera. Sedangkan Carlos Tevez
malah tak dimainkan. Namun, Ferguson punya alasan tersendiri.

"Dengan jadwal yang ketat, saya ingin melakukan rotasi yang baik pula.
Terutama saya ingin  tim dalam keadaan segar saat melawan Barcelona. Sebab,
Liga Champions adalan inestif terbesar," katanya.

"Memang, kami kecewa saat kalah lawan Chelsea dengan cara yang seperti itu.
Tapi, dengan pertandingan besar yang sudah menunggu, kami kini semakin siap
menghadapinya. Itu bisa terefleksikan dari intensitas latihan yang kami
lakukan," tambahnya. *(AP*

-- 
Rgds,


Kamaruddin Azis
http://daengnuntung.com
ph: +62813-6062-5711

Kirim email ke