Rara Oiii......

salama'

drusle
http://daengrusle.com

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: donnie123s ludi hasibuan <[email protected]>

Date: Fri, 2 Jan 2009 05:17:25 
To: wartawan indonesia<[email protected]>; 
<[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; eko 
bobo<[email protected]>
Subject: [jurnalisme] Kisah Cinta Rara Oyi Yang Menghancurkan Kerajaan Mataram


Alkisah di tahun 1580an di tanah Jawa di Kerajaan Mataram. Ada seorang Prabu 
yang mempunyai 5 orang anak yang berlainan ibu. Si sulung, berasal dari ibu 
asal Surabya diangkat dengan nama Adpati Anom, dia merupakan Putra Mahkota, 
calon Raja Mataram. Ia mempunyai adik antara lain Pangulu, Pangeran Puger, 
Pandada, angeran Singasari, Sundulan, Pangeran Marta Sana dan Wuragil, Den Mas 
Tapa. Adipati Anom, sejak kecil dipelihara sang kakek Pangeran Pekik Surabaya. 
Mereka merawat Adipati Anom dengan sayangnya seperti anak sendiri.

Suatu hari Sang Prabu memanggil dua Menterinya, Nanya Truna dan Yuda Karti. 
Keduanya diutus oleh sang Prabu buat mencari wanita cantik untuk dijadikan 
selir ke tanah pesisir dan manca negari. Sang Prabu mengungkapkan sebuah 
rahasia kalau telah mencapai suatu daerah maka kedua Menterinya harus mencicipi 
sumber air. Kalau airnya harum maka di daerah sana terdapat wanita cantik. 
Carilah wanita itu.

Kedua Menteri itu pergi hingga ke tanah Surabaya. Mereka bertemu dengan 
Pangeran Pekik, Surabaya. Disana mereka menemukan mata air yang harum. Artinya 
disana ada wanita cantik. Kedua Menteri ini berkenalan dengan seorang Menteri 
asal Surabaya yaitu Ngabehi Mangun Jaya.

Ternyata Ngabehi Mangun Jaya, mempunyai seorang putri yang masih perawan kencur 
nan cantik dan mempesona, nama Oyi atau Rara Oyi. Ketika diperkenalkan kepada 
kedua Menteri ini, mereka sampai melongo, sangat kagum kepada Rara Oyi. Nanya 
Truna dan Yuda Karti menyampaikan maksudnya kalau mereka diutus sang Prabu 
untuk mencari wanita buat dijadikan Selir oleh sang Prabu.

Ngabehi Mangun Jaya, menyerahkan putrinya ini ketangan Menteri dari Mataram 
ini. Selanjutnya mereka membawa Rara Oyi ke Mataram untuk diperkenalkan ke Sang 
Prabu. Ketika dipertemukan dengan Sang Prabu, ia pun berkenan hatinya dan 
sangat demen kepada Rara Oyi.

Selanjutnya Rara Oyi diserahkan ke Wira Reja untuk dipelihara hingga tiba 
waktunya untuk diambil oleh sang Prabu untuk dibawa ke Kedaton.

Cari Jodoh

Suatu hari, sang Prabu memanggil Adipati Anom, Putra Mahkota Mataram untuk 
mencari jodoh. Sudah waktunya seorang Pangeran Kerajaan mempunyai pendamping. 
Ia menyurung Adipati Anom ke tanah Cirebon karena Adipati Cirebon mempunyai 
seorang Putri yang cantik dan pantas jadi pendamping Adipati Anom.

Adipati Anom mematuhi saran sang Prabu. Ia berangkat ke tanah Cirebon dan 
bertamu ke rumah Adipati Cirebon. Adipati Anom mengakui kecantikan Putri sang 
Adipati Cirebon. Hanya saja sifat sang Putri yang judes dan sok berani dengan 
laki-laki membuat Adipati Anom kurang berkenan.

Sampai akhirnya sang Adipati Anom mampir ke rumah Wira Rejan. Disana ia bertemu 
dengan Rara Oyi yang sudah tambah dewasa, semakin cantik, kulitnya langsat, 
tinggi semampai, raut mukanya menawan da gerak-geriknya mempesona.

Baik Rara Oyi maupun Pangeran Adipati Anom ketika bertemu saling terkejut. 
Bahkan Adipati Anom sampai hatinya berdebar-debar, panas-dingin badannya dan 
menjadi kasmaran. Adipati Anom segera bertanya kepada Wira Reja,” Siapakah anak 
perempuan itu?”

Wira Reja menjelaskan kepada Adipati Anom kalau anak perempuan itu merupakan 
simpanan Sang Prabu, ayahanda dari Adipati Anom. Kelak akan dibawa ke Kedaton 
untuk disunting.

Mendengar penjelasan itu malah membuat gairah asmaranya semakin menyala-nyala. 
Ia pulang ke Istana dan langsung sakit asmara. Tidak mau keluar dari kamarnya. 
Emban dari Adipati Anom mengetahui sakit asmara ini. Ia melaporkan kepada sang 
kakek, Pangeran Pekik, Surabaya.

Mempersunting Rara Oyi

Mengetahui sakit asmara dari cucu kesayangannya, Adipati Anom, Putra Mahkota 
kerajaan Mataram ini. Pangeran Pekik beserta istrinya, Nyi Pandan pergi ke 
rumah Wira Reja. Mereka meminta Wira Reja untuk menyerahkan Rara Oyi untuk 
dipersunting oleh Adipati Anom.

Permintaan itu ditolak oleh Wira Reja karena takut murka Sang Prabu tapi 
Pangeran Pekik tetap memaksa dan sanggup bertanggung jawab atas murka Sang 
Prabu. Bahkan ia siap dihukum mati oleh Sang Prabu Mataram.

Singkat ceritanya, dipertemukanlah Adipati Anom dengan Rara Oyi. Sakit kasmaran 
sang Adipati Anom lekas sembuh. Ia berterima kasih kepada sang kakek, Pangeran 
Pekik, Surabaya. Segera Rara Oyi di gendong Adipati Anom ke tempat tidur dan 
melampiaskan hasrtanya.

Murka Sang Prabu

Hingga pada suatu hari, Sang Prabu memanggil Wira Reja. Ia menanyakan Rara Oyi, 
wanita titipannya. Wira Reja melaporkan apa adanya mengenai Rara Oyi dan 
Adipati Anom. Mendengar cerita itu, Sang Prabu sangat murka.

Ia memerintahkan untuk membunuh Pangeran Pekik bersama sanak keluarganya yang 
berjumlah 40 orang. Wira Reja diusir ke Prana Raga beserta keluarganya. Disana 
seluruh keluarga Wira Reja dibunuh.

Pangeran Adipati Anom dipanggil Sang Prabu ke Kedaton. Disana ia diperintahkan 
oleh Sang Prabu untuk membunuh istri tercintanya, Rara Oyi dengan tangannnya 
sendiri dan memakai kerisnya sendiri. Jika tidak mau maka Adipati Anom akan 
dibuang dan dianggap bukan anaknya.

Dengan perasaan hancur dan sakit hati. Pangeran Adipati Anom memangku Rara Oyi 
dan dibunuh dengan kerisnya sendiri. Setelah mendengar matinya Rara Oyi, Sang 
Prabu mengusir Adipati Anom dari Kadipaten ke Lipura. Kekayaan Adipati Anom 
dijarah dan istananya dibakar habis. 

Sejak saat itu sifat Sang Prabu berubah, ia menjadi pemarah, gemar menyiksa 
orang, melakukan maksiat. Ia menjadi kejam kepada siapapun yang tidak 
disukainya.

Balas Dendam

Walaupun kesalahan Adipati Anom telah diampuni Sang Prabu dan harkatnya sebagai 
Putra Mahkota Mataram dipulihkan tapi hati sang Adipati Anom masih menyimpan 
dendam dan ingin menyingkirkan Sang Prabu yang mulai menyengsarakan rakyat 
Mataram.

Pangeran Adipati Anom mulai menyusun kekuatan. Ia pun menghubungi eyangnya, 
Pangeran Kajoran. Mereka bersepakat menggulingkan sang Prabu untuk memulihkan 
Mataram. Pangeran Kajoran memberikan rekomendasi kalau pemimpin pemberontak 
akan dipegang oleh mantunya yang punya kesaktian yaitu Raden Truna Jaya, 
keturunan Madura.

Pangeran Adipati Anom dan Pangeran Kajoran memanggil Raden Truna Jaya. 
Disampaikanlah misi rahasia kalau Raden Truna Jaya akan dijadikan wayang untuk 
membedah Mataram. Raden Truna Jaya menyanggupinya. Ia segera pergi ke Madura 
untuk menyusun kekuatan.

Penyerbuan Orang Makasar

Suatu ketika tanah Jawa diserbu oleh orang Makasar dibawah pimpinan Kraeeng 
Galengsong. Sebanyak 2000 orang Makasar menyerbu tanah Jawa dan merusak dan 
menjarah daerah pesisir. Malah bala tentara Mataram tidak sanggup menghadapi 
orang Makasar ini,

Mendengar sepak terjang pasukan Kraeng Galengsong ini, Raden Truna Jaya 
mengadakan kesepakatan untuk membedah Mataram. Aksi gabungan orang Makasar, 
Madura dan Pesisir Jawa membawa kehancuran Mataram. Bahkan ibukota Mataram 
dihancurkan oleh Raden Truna Jaya. Hal ini membuat Sang Prabu dan Pangeran 
Adipati Anom mengungsi.

Sang Prabu memaksa Pangeran Adipati Anom untuk menghubungi Kompeni, Belanda dan 
meminta bantuan mereka untuk mengalahkan Raden Truna Jaya. Sedangkan Raden 
Truna Jaya yang berjaya membedah Mataram, lupa akan perannya. Ia berambisi 
menjadi Raja di tanah Jawa.

Pembalasan Adipati Anom

Kekalahan Mataram membuat Sang Prabu wafat. Pangeran Adipati Anom menjadi Prabu 
di Mataram. Ia bermufakat dengan Kompeni, Belanda melawan Raden Truna Jaya. 
Ternyata di pasukan Kompeni, ada seorang perwira asal Makasar. Perwira Kompeni 
ini adalah kakak kandung dari Kraeng Galengsong.

Kemudian diadakanlah kontak rahasia dengan Kraeng Galengsong. Ia diminta untuk 
membelot dari Raden Trunajaya dan membela Mataram dan Kompeni, Belanda.. 
Berhubung yang memintanya adalah kakak kandungnya sendiri maka Kraeng 
Galengsong memenuhinya.

Raden Truna Jaya diserbu oleh Mataram, Kompeni, Belanda di Kediri. Disana ia 
juga dibokong oleh orang-orang Makasar. Akibatya pasukan Raden Truna Jaya 
hancur. Ia pun melarikan diri ke gunung Antang bersama keluarganya.

Pangeran Adipati Anom membujuk Raden Truna Jaya untuk turun gunung dan bertemu 
dengan dirinya. Raden Truna Jaya bersedia menghadap. Disanalah Raden Truna Jaya 
menemui ajalnya di tusuk oleh keris sang Raja yang diikuti oleh keris para 
Bupati lainnya.

Raja memerintahkan para Bupati untuk memakan mentah-mentah hati Raden Truna 
Jaya. Selain itu kepala Raden Truna Jaya dipacung dan dijadikan keset kaki. 
Esok paginya kepala Raden Truna Jaya di taruh di deplok dan dilumpang 
(ditumbuk) hingga hancur lebur.

Sejarah Yang Kita Peroleh
 
Dari kisah Rara Oyi ini didalamnya ada gugatan sejarah terhadap seorang 
Pahlawan Indonesia. Ia adalah Raden Truna Jaya atau Teruno Joyo. Kita 
mengenalnya dalam sejarah yg kita terima sejak SD-SMA dulu kalau Raden Truna 
Jaya adalah Pahlawan mengusir penjajah.

Tapi berdasarkan Babad Tanah Jawi. Raden Truna Jaya adalah penghianat Kerajaan 
Mataram yang melakukan konspirasi denga Putra Mahkota Mataram (Pangeran Adipati 
Anom) untuk mengkudeta Raja Mataram yang sah.

Toh, ia juga menghianati Pangeran Adipati Anom (kawan konspirasinya) dengan 
berambisi jadi Raja di tanah Kediri. Ia melawan Belanda bukan untuk mengusir 
Kompeni dari Tanah Jawa tapi terpaksa melawan karena Adipati Anom membawa 
Kompeni untuk mengalahkannya.

Seru ya.

Babad Tanah Jawi

Cerita diatas diambil dari buku Babad Tanah Jawi Mulai dari Nabi Adam sampai 
Tahun 1647. Buku ini terjemahan dari buku yang berjudul Punika Serat Babad 
Tanah Jawi Wiwit Saking Nabi Adam Doenmoegi ing Taoen 1647 yang disusun oleh 
W.L. Olthof di Leiden Belanda tahun 1941. Buku Babad Tanah Jawi ini diterbitkan 
oleh Penerbit Narasi. 

Membaca cerita sejarah Babad Tanah Jawi ini agak merinding juga bak membaca 
cerita karya Shakespeare, Mario Puzo dan lainnya. Kisah kepahlawanan, 
percintaan, perselingkuhan, penghianatan, semuanya jadi satu disini.

Inilah sejarah tanah Jawa yang ada di Indonesia. Baca dah!



      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Yahoo! Groups Links




------------------------------------

Komunitas Blogger Makassar
http://www.angingmammiri.org/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/blogger_makassar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/blogger_makassar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke