Membaca postingan Daeng Ruslee, saya jadi batal memperkarakan Ketua RT saya ke Panwaslu karena menghilangkan hak pilih saya. Entah salah siapa masalah DPT ini. Sekarang DPT bisa kita singkat jadi Daftar Pemilih Tipuan saja. Tabik, Muslim Daeng Lalo http://muslimindaenglalo.blogspot.com
--- Pada Ming, 12/4/09, Syaifullah AF <[email protected]> menulis: Dari: Syaifullah AF <[email protected]> Topik: [blogger_makassar] Re: [BUGINESE] Fw: [jurnalisme] Essay - Pemilu legislatif 2009, yang paling menyebalkan Kepada: [email protected] Cc: "Milis Angingmammiri" <[email protected]> Tanggal: Minggu, 12 April, 2009, 5:15 PM lucunya lagi, gubernur Jateng Bibit Waluyo hampir saja golput gara2 namanya ndak terdaftar di DPT.. hehehe..tangkis mi itu..gubernur saja ndak terdaptar, apalagi kita2 ini yang rakyat jelata.. 2009/4/10 Muhammad Ruslailang <daengru...@angingma mmiri.org> Bacaan menarik utk instrospeksi diri. Saya kemaren liat salah satu wall fesbuk, ada ketua RT yang gak masuk DPT. Masya Allah! Sambil ketawa haru... :) salama' -- drusle' http://daengrusle. com ::: People are enemies of what they don’t know - Imam Ali kw::: From: Satrio Arismunandar Date: Thu, 9 Apr 2009 15:25:09 -0700 (PDT) To: Forum Kompas<forum-pembaca- kom...@yahoogrou ps.com>; <aipi_politik@ yahoogroups. com>; <is...@yahoogroups. com>; opini Kompas<op...@kompas. com>; opini2 Kompas<op...@kompas. co.id>; jurnalisme<jurnali...@yahoogro ups.com>; AJI INDONESIA<ajis...@yahoogroups .com>; sastra pembebasan<sastra-pembebasan@ yahoogroups. com>; Anita Cemerlang<anitacemerlang@ yahoogroups. com>; warta-lingk<wartawanlingkungan@ yahoogroups. com>; news Trans TV<news-transtv@ yahoogroups. com>; kampus tiga<kampus-tiga@ yahoogroups. com>; Pemilu 2009<pemilu_2009_ n...@yahoogroups .com>; ppiindia<ppiin...@yahoogroup s.com>; HMI Kahmi Pro Network<kahmi_pro_network@ yahoogroups. com>; Pers Indonesia<PersIndonesia@ yahoogroups. com> Subject: [jurnalisme] Essay - Pemilu legislatif 2009, yang paling menyebalkan PEMILU LEGISLATIF 2009, YANG PALING MENYEBALKAN Oleh Satrio Arismunandar Saya selalu menganggap diri sebagai warganegara yang baik, selalu setia membayar pajak, dan mengharapkan yang baik-baik untuk negeri ini. Tetapi sulit untuk tidak jengkel terhadap cara pengelolaan pemilu legislatif 2009, yang secara tak langsung “memaksa” banyak orang jadi “Golput.” Ketika mau mencontreng hari Kamis pagi (9 April 2009), nama saya dan istri ternyata tak ada dalam DPT (daftar pemilih tetap). Ini sungguh aneh. Padahal nama kami selalu terdata sejak pemilu 2004, pemilihan walikota Depok, hingga pilkada Jawa Barat. Saya tinggal di komplek perumahan Taman Cipayung, Depok II Tengah, sejak tahun 1997, dan tidak pernah pindah rumah. Jika data lama saja yang digunakan KPU, seharusnya nama saya dan istri tetap ada, karena selama ini juga tidak pernah ada masalah dalam partisipasi di pemilu. Di RT 02 RW 27, tempat saya berdomisili, ada belasan warga yang terhapus atau dihapus namanya dalam DPT. Yang aneh lagi, ada warga yang belum lama pindah, tapi malah tercantum dalam DPT. Sebaliknya, Pak Mustofa, petugas KPPS (kelompok penyelengara pemungutan suara) di komplek perumahan saya, namanya malah tidak masuk dalam DPT! Jumlah warga yang namanya lenyap di DPT itu tampaknya cukup signifikan. Dalam setiap pemilu, mungkin selalu ada kasus semacam ini, tetapi jumlahnya tidak sebanyak pemilu sekarang. Ketika saya ceritakan pada teman-teman di kantor tentang kasus ini, ternyata banyak yang mengalami hal serupa. Saya sudah wanti-wanti pada Pak Rudhy, Ketua RW 27, agar mendata semua warga Taman Cipayung yang telah “dikebiri” hak pilihnya pada pemungutan suara 9 April. Semoga saja masih ada kesempatan memilih pada pemilihan presiden nanti. Karena pengalaman menyebalkan ini, saya sebetulnya tidak terlalu antusias untuk mencontreng pada pilres nanti. Namun, saya tak rela jika hak memilih saya, yang terwujud dalam nama saya di data DPT, dihapus oleh pihak lain. Hak rakyat tidak boleh dianggap remeh. Bahkan untuk tokoh yang terang-terangan menyatakan mau “golput” --seperti Gus Dur, misalnya-- nama Gus Dur alias KH Abdurrahman Wahid tidak boleh dihapus dari DPT. Jika kasus-kasus semacam ini terjadi di banyak TPS dan daerah, saya tidak heran jika akan muncul gugatan-gugatan dari warga atau parpol, entah kepada KPU atau Pemerintah, yang ceroboh dalam menyelenggarakan pemilu. Kecerobohan dan cara kerja asal-asalan itu efektif telah mencabut hak memilih dari banyak warganya. Jika kemudian muncul tuduhan tentang “kecurangan” atau “pengacauan data DPT secara sistematis,” saya juga akan bisa memaklumi, meski tuduhan itu belum tentu benar. Yang jelas, harus ada pertanggungjawaban dari KPU dan pemerintah atas kekacauan data DPT yang merugikan rakyat ini. Jakarta, 10 April 2009 Satrio Arismunandar Executive Producer News Division, Trans TV, Lantai 3 Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4034, Fax: 79184558, 79184627 http://satrioarismu nandar6.blogspot .com http://satrioarismu nandar.multiply. com Verba volant scripta manent... (yang terucap akan lenyap, yang tertulis akan abadi...) [Non-text portions of this message have been removed] -- ----- "Keep on Bloggin' in a free world..!!!" read the contents of my brain at : http://daenggassing .com/ Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis. Download Yahoo! Toolbar sekarang. http://id.toolbar.yahoo.com
