Dan Abu Bakar sudah lama meninggalkan dunia ini, semoga masih ada pemimpin seperti dia sekarang ini, :),
2010/9/2 mus mimin <[email protected]> > > > Puasa dan Keteladanan Pemimpin > > Oleh *Prof Nanat Fatah Nasir (Rektor UIN Bandung)* > > > > Suatu hari, Khalifah Abu Bakar hendak berangkat berdagang. Di tengah jalan, > ia bertemu dengan Umar bin Khathab. "Mau berangkat ke mana engkau, wahai Abu > Bakar?" tanya Umar. "Seperti biasa, aku mau berdagang ke pasar," jawab sang > khalifah. > > Umar kaget mendengar jawaban itu, lalu berkata, "Engkau sekarang sudah > menjadi khalifah, karena itu berhentilah berdagang dan konsentrasilah > mengurus kekhalifahan." Abu Bakar lalu bertanya, "Jika tak berdagang, > bagaimana aku harus menafkahi anak dan istriku?" Lalu Umar mengajak Abu > Bakar untuk menemui Abu Ubaidah. Kemudian, ditetapkanlah oleh Abu Ubaidah > gaji untuk khalifah Abu Bakar yang diambil dari baitul mal. > > Pada suatu hari, istri Abu Bakar meminta uang untuk membeli manisan. "Wahai > istriku, aku tak punya uang," kata Abu Bakar. Istrinya lalu mengusulkan > untuk menyisihkan uang gaji dari baitul mal untuk membeli manisan. Abu Bakar > pun menyetujuinya. > > Setelah beberapa lama, uang untuk membeli manisan pun terkumpul. "Wahai Abu > Bakar belikan manisan dan ini uangnya," ungkap sang istri memohon. Betapa > kagetnya Abu Bakar melihat uang yang disisihkan istrinya untuk membeli > manisan. "Wahai istriku, uang ini ternyata cukup banyak. Aku akan serahkan > uang ini ke baitul mal, dan mulai besok kita usulkan agar gaji khalifah > supaya dikurangi sebesar jumlah uang manisan yang dikumpulkan setiap hari, > karena kita telah menerima gaji melebihi kecukupan sehari-hari," tutur Abu > Bakar. > > Sebelum wafat, Abu Bakar berwasiat kepada putrinya Aisyah. "Kembalikanlah > barang-barang keperluanku yang telah diterima dari baitul mal kepada > khalifah penggantiku. Sebenarnya aku tidak mau menerima gaji dari baitul > mal, tetapi karena Umar memaksa aku supaya berhenti berdagang dan > berkonsentrasi mengurus kekhalifahan," ujarnya berwasiat. > > Abu Bakar juga meminta agar kebun yang dimilikinya diserahkan kepada > khalifah penggantinya. "Itu sebagai pengganti uang yang telah aku terima > dari baitul mal," kata Abu Bakar. Setelah ayahnya wafat, Aisyah menyuruh > orang untuk menyampaikan wasiat ayahnya kepada Umar. Umar pun berkata, > "Semoga Allah SWT merahmati ayahmu." > > Kisah yang tertulis kitab fadhailul 'amal itu sarat akan makna dan pesan. > Di bulan Ramadhan ini, kita dapat mengambil pelajaran dari sikap dan > keteladanan Abu Bakar yang tidak rakus terhadap harta kekayaan. Meski ia > adalah seorang khalifah, namun tetap memilih hidup sederhana demi menjaga > amanah. > > Inilah sikap keteladanan dari seorang pemimpin sejati yang perlu ditiru > oleh para pemimpin bangsa kita. Perilaku pemimpin, memiliki pengaruh yang > besar bagi kehidupan masyarakat. Terlebih, bangsa Indonesia memiliki > karakteristik masyarakat yang paternalistik yang rakyatnya berorientasi ke > atas. > > Apa yang dilakukan pemimpin akan ditiru oleh rakyatnya, baik perilaku yang > baik maupun yang buruk. Dengan spirit Ramadhan, maka hendaknya para pemimpin > memberi teladan untuk hidup secara wajar agar tidak menimbulkan kecemburuan > sosial. Wallahu 'alam. > > > -- http://haerulsohib.blogdetik.com http://haerulsohib.blogspot.com Senyum manis, senyum cerah, senyum bahagia, senyum keihklasan, & PISS Yaw...:)
