Two thumbs up, four if any!!

Apa rahasia kehebatan MP4-20?
Sudah lama, spt disinggung dlm pre-Catalunya, seolah ada goresan tangan bahwa 
Catalunya adalah treknya McLaren, tepatnya Adrian Newey. Hasil lomba Minggu 
lalu membuktikan bahwa revolusi yg dilakukan Newey dan timnya tergolong 
dahsyat. Kimi melesat sejak start, mengumpulkan waktu cukup utk tetap ada di 
depan walau dia baru saja melakukan pit stop!

Menurut rumor yg berkembang, MP4-20 adalah mobil yg mampu membiarkan seluruh 
"angin percuma" dari depan ke belakang melaju tanpa menghambat sekecil apa pun 
bagian mobil! Dengan kondisi nyaris tanpa drag itu, downforce bisa tercipta 
maksimal dan serangan terhadap lawan bisa dilakukan sesuka hati. Catalunya 
berarti aero, aero berarti Newey. Asumsi ini sempat menghilang menyusul 
keperkasaan Ferrari empat tahun terakhir. Tapi, setelah itu kembali lagi ke 
asal.
Tak ada yg bisa menjelaskan secara resmi di mana kekuatan aero McLaren 
sesungguhnya. Kimi hanya bilang timnya bawa paket aero baru, mesin baru, dan 
tentu saja ban Michelin yg sudah dicocokkan utk semua serba-baru tersebut. Tim2 
yg berkreasi secara kasat mata di Catalunya menurut formula1.com adalah Ferrari 
dgn diffuser baru, juga chimney tak simetris di atas sidepod kanan dan kiri, 
juga bargeboard depan. Toyota dan Williams juga dgn bargeboard baru, dan tak 
ketinggalan Renault dgn sayap tambahan di kanan-kiri hidung mirip punya Toyota. 
Paket aero MP4-20, sejak bagian belakang sayap depan, lalu ke bargeboard, 
sidepod, chimney, sayap belakang, semua terlihat sempurna dan seolah dibuat utk 
menaklukkan Catalunya. Apakah itu gara-gara tanduk di atas kokpit yg membuat 
MP4-20 terlihat garang? Salah satunya ya, tapi pasti bukan cuma itu. Kimi 
sendiri kayaknya tak akan perlu lagi menunggu lama utk mencari kemenangan 
keempat. Tiga kemenangan pertamanya diraih di tiga tahun berbeda, 2003, 04, 05. 
Setelah itu, kemenangan keempat, lima, enam, atau mungkin lebih bisa diraihnya 
tahun ini juga.
Kayaknya kegagalan paket MP4-18 dan 19, untuk kemudian bekerja keras membangun 
MP4-20, sudah terbayar secara bertahap. Mobil itu sejak pertama kali 
diluncurkan memang sudah cepat, tapi di tiga seri awal baru terbukti cepat saat 
lomba. Kimi, Montoya, dan Pedro dipaksa merangkak naik karena posisi start 
mereka buruk. Ketika Wurz datang, mobil ini sudah jagoan di kualifikasi. Ron 
Dennis mengakui dia lebih menikmati cara Kimi menang, ketimbang menikmati 
kemenangan itu sendiri. Dan itu jelas sebuah hal patut menjadi renungan tim-2 
lain, terutama Ferrari yg juga sedang merangkak tapi belum sekali pun menang 
tahun ini. Punya satu pembalap tambahan di free practice Jumat akan kian 
membawa MP4-20 menuju kesempurnaan.

Kalau saja sistem perolehan poin berdasarkan gap yg dibuka antara setiap 
posisi, pastilah apa yg diraih Kimi ini berbeda dgn apa yg didapat Alonso di 
Imola. Maksudnya, Alonso menang 0,2 detik atas Schumi di Imola poinnya 
berselisih 2. Kimi menang lebih dari 27 detik terhadap Alonso (gap terbesar 
sementara di musim ini), poinnya juga berselisih 2. 
Mestinya, pastinya ini hanya andai-andai dan mimpi, gap dibedakan lewat selisih 
waktu. Misalnya, kalau dipisahkan 0,001 sampai 0,999 detik, selisih poin hanya 
1. Kalau dipisahkan 1 sampai 4,999 detik, selisih 2. Kalau dibedakan 5-14,999 
detik 3. Lebih dari 15 detik, bolehlah 4 seperti waktu jaman sistem nilai 
10-6-4-3-2-1 dulu. Jadi, ada usaha utk memperbesar jarak dan dijamin ini 
mengasyikkan utk ditonton. Sistem ini harus diberikan batas minimal dan 
maksimal, karena akan mempengaruhi perolehan poin di urutan berikutnya yg juga 
bisa memberlakukan sistem serupa tetap dgn batas minimal-maksimal.
Yg lebih spektakuler adalah bila ada point system di mana sang pemenang bisa 
meng-overlap sang runner-up! Berapa enaknya selisih itu? Saya pikir selisih 10 
poin juga layak tuh...

Utk kasus Catalunya, risiko yg mesti ditanggung Kimi adalah, sehebat apa pun 
usaha dia memperlebar jarak dengan Alonso, toh gap nilainya tetap 2. Jadi dia 
kini masih punya defisit angka yg besar terhadap Alonso, bahkan terhadap Trulli 
di tempat kedua klasemen pembalap. Sekali Kimi bikin DNF tapi dia lebih banyak 
menang, dan di lain sisi Alonso terus jadi runner-up lomba, Alonso tetap 
dinobatkan jadi juara dunia.

Baru di seri kelima ini ada pembalap yg terus memimpin lomba sejak start hingga 
finis. Kalau itu terjadi tahun lalu, di mana satu tim dominan, sih wajar. Ini 
terjadi di musim yg sulit menebak siapa pemenang. Berarti, sekali lagi ini 
bukti McLaren menjadi tim yg berkembang paling bagus. Mengulang sedikit sambil 
menambahkan keterangan sebelumnya, di awal musim mereka sempat punya masalah 
dgn penggunaan ban belakang yg berlebihan, lalu mereka bertahap mendapatkan 
race pace dgn kerap membuat fastest lap, kualifikasi yg sempat buruk diperbaiki 
hanya dalam tiga race. Setelah semua masalah diperbaiki, ditambah paket 
pengembangan mutakhir, jadilah MP4-20 yg menakutkan.

Seri berikut di Monako memang tak akan memberikan gambaran paket secara 
keseluruhan. Bisa jadi di sini Toyota yg bagus di kualifikasi tapi jeblok di 
race, menang di Monte Carlo. Asal bisa pole dan bertahan di sana bersama mesin 
yg reliable, Trulli atau Ralf bisa menang. Atau mungkin juga Williams dan yg 
tak boleh dikesampingkan tentu Ferrari. Tapi, normalnya, MP4-20 dan Renault R25 
tetap calon penempat posisi 1-2-3-4 di Monako.

TYRE WAR
BRIDGESTONE 0, MICHELIN 5
Too inconsistent. Bridgestone benar2 susah ditebak ke mana mereka berlari. Di 
Imola bagus, di Catalunya hancur2an. Bisa dirumuskan, ban mereka terlalu lama 
mendapatkan grip alias lambat panas. Tadinya, Bridgestone layak dapat satu2nya 
hiburan, fastest lap by Schumi. Tapi, dasar bukan harinya, Fisichella di lap 
terakhir bisa lebih cepat 0,007 detik dari Schumi. Lengkap sudah derita 
Bridgestone. Saya pikir, pecah ban kiri depan-belakang bukan salah Bridgestone 
saja. Michelin lewat Felipe Massa juga mengalami hal serupa. Lay-out yg lebih 
banyak menikung panjang ke kanan memang membuat stress, uniknya, ban kiri bukan 
kanan. Keunggulan Michelin jelas terlihat dari begitu mudahnya ban mereka 
diajak berkompromi. Mereka membuat pasokan ban utk Catalunya dgn ramalan cuaca 
lomba mendung, tapi pada kenyataannya panas dan mereka tetap bisa mengatasi 
keadaan. Soal konsistensi secara rata2 sama, cuma Michelin memiliki range lebih 
lebar ketimbang Bridgestone utk membuat lap time bagus. Ban mereka bisa diajak 
sprint oleh Kimi di stint awal yg fenomenal itu. Di pertengahan, Michelin bagus 
di bawah kendali Alonso. Duet Toyota dan Fisichella membuktikan Michelin masih 
bisa kompetitif di akhir pemakaian. Ban softer yg dipakai mereka berarti luar 
biasa. Bridgestone, dari hasil Imola dan Catalunya, terlihat baru panas di 
pertengahan dan (belum tentu bagus) di akhir. Di Imola karena cuaca sejuk, oke. 
Di Catalunya yg lebih panas, kedodoran. Yg pasti, dari kondisi ini, Ferrari 
belum bisa meraih pole position hingga 3-4 seri ke depan. Kenapa? Karena 
Bridgestone belum bisa menyediakan ban softer setangguh Michelin.

TEAM BY TEAM
FERRARI
1 Schumi 
2 Barrichello
Disaster. Terbayangkah Ferrari pakai Michelin? Saya pikir, Ferrari terlalu 
banyak berkorban tahun ini. Schumi mesti total mengubah gaya balap. Biasanya 
dia paling jago kalo utk urusan stint, di awal, di tengah, di akhir, ayo aja. 
Sekarang gak bisa. Dia mesti sabar sesabar-sabarnya menunggu ban Bridgestone 
nge-grip. Masalahnya, lama banget gitu loh...
Di mana Schumi finis kalo gak DNF? Dgn Fisichella mengalami trouble lebih dulu 
dari Schumi, podium (ketiga) jadi tempat pas. Gap duet Toyota sebelum mereka 
pit stop terhadap Schumi adalah 18-an detik. Tapi setelah Ralf dan kemudian 
Trulli selesai pit di lap 24-25, Schumi ada di depan mereka 13-an detik dan 
Schumi tetap ada di depan duet Toyota 4 detik setelah dia pit stop di lap 32. 
Gap ini terus membesar sampai Schumi pecah ban. Dgn duet Toyota akhirnya finis 
3-4, wajar kalau Schumi dan Ferrari kesal karena peluang podium hilang tak 
berbekas.
Barrichello, kasihan dia. Belum sekali pun dia merasakan kehebatan murni F2005. 
Ada aja masalahnya. Terakhir, mesti ganti mesin, pake one stop, dan tooooo 
slow...

BAR
3 Button
4 Sato/Davidson
zzzzzz.....

RENAULT
5 Alonso
6 Fisichella
Tipikal tim calon juara. Di saat performa not god enough, justru dpt poin 
nyaman. Mobil terbaik di Catalunya adalah McLaren, tapi poin yang mereka dpt 
sama dgn Renault, 12 poin. Gangguan di dua seri berurutan ini bisa mengganggu 
tidur nyenyak Renault. Ferrari (di Imola) dan McLaren (di Catalunya) silih 
berganti mengetuk pintu mereka di tengah malam. Kalau Ferrari tak dibukakan 
pintu, McLaren bahkan disuruh masuk. Yang perlu dikhawatirkan Renault adalah 
bahwa mereka boleh lagi di atas klasemen pembalap dan konstruktor, tapi 
performa on track lagi cenderung kalah kelas. Reliability oke, tapi speed di 
kualifikasi dan lomba, kalah jauh. Dua2nya kalah dari McLaren. Alonso kalah 
dari Webber karena Webber pakai bahan bakar jauh lebih sedikit, jadi performa 
mobil tak bisa dibandingkan. Kalau berkaca dari Alonso dan Fisichella di satu 
momen saat race sempat mengalami tyre problem, ini juga wajib jadi perhatian. 
Mereka benar2 mesti memanfaatkan keuntungan psikologis unggul poin ini, utk 
menemukan solusi dan menyerang balik McLaren.

WILLIAMS
7 Webber
8 Heidfeld
Kecepatan semu. Webber ingin pakai 3-stop, tapi cuma unggul 0,023 detik dari 
Alonso di kualifikasi. Itu gap tak wajar utk perbedaan 9 lap utk pit stop. Ada 
perbedaan sekitar 27 kg bahan bakar. Kalau normal, artinya sama2 berbahan bakar 
sama, speed Webber kalah 0,7 sampai 1 detik dari Alonso. Mudahnya, lihat gap 
fastest lap Alonso-Webber yg ada di kisaran itu, atau Alonso-Nick. Tapi, di 
Catalunya taktik 3-stop Webber gak cocok dan hanya cocok utk McLaren yg bisa 
diajak agresif. Dgn mobil yg gak agresif ditambah ternyata ban cepat aus, 
Webber ubah taktik menjadi 2-stop dan dpt 3 poin.
Nick lumayan masih memberi hiburan menyusul beberapa pembalap, termasuk Webber, 
walau itu dilakukan karena pas bahan bakarnya ringan dan sebelum pit stop. BMW 
gerah karena Williams gagal bikin sasis bagus? Williams kesal mesin BMW gak 
sekencang yg diharapkan? Semoga ini cuma guyonan di paddock, karena keduanya 
punya reputasi sbg mantan juara.

McLAREN
9 Raikkonen
10 Montoya/de la Rosa/Wurz
see above...

SAUBER
11 Villeneuve
12 Massa
Benar dugaan mereka, struggle di Catalunya. Ini trek gak sembarangan utk mobil. 
Kualitas mobil langsung terlihat, bahkan begitu mereka keluar dari garasi. 
Kalau mobil Villeneuve kekurangan air, ban kiri belakang Massa kekurangan 
angin. Pelek rusak jadi penyebab.

RED BULL
14 Coulthard
15 Klien/Liuzzi
Pelan-pelan dpt poin. Prinsip itu dipakai oleh DC. Di awal lomba, speednya 
relatif sama dengan Schumi. Tapi begitu bahan bakar menipis, kelas Red Bull 
jauh dibanding Ferrari. Kematangan membawa DC meraih poin terakhir, ketika 
mobil bermasalah dgn understeer lalu oversteer, termasuk mobil bergetar akibat 
ban bermasalah. Liuzzi melakukan rookie-error. Tak ada tekanan dan tidak sedang 
menekan, dia nurunin gigi di tikungan 7 tapi ban belakang nge-lock. Ketika mau 
ngegas, traction control gak bekerja. Melintir dah.

TOYOTA
16 Trulli
17 Ralf
Grown in Catalunya! Sasis TF105 benar2 tumbuh dewasa di Catalunya dan akhirnya 
menikah di sana. Gimana gak dibilang kawin, dua pembalap nempel terus. Dari 
sisi mesin, Toyota belum terbilang mesin hebat. Defisit 45-an detik terhadap 
pemenang terlalu besar utk dikejar. Fastest lap pun kedua pembalap ini berbeda 
signifikan dari Top 5. Mereka hanya menang reliable dan konsisten di 
middle-to-up pace. Yang membawa mereka spt ini adalah sasis TF105 yg memang 
seperti tailor-made utk Catalunya. Jangan lupakan pula ban Michelin yg hebat. 
Benar, Trulli dpt podium terendah bersama Toyota, karena dua podium sebelumnya 
berstatus runner-up. Tapi, dari sisi kepuasan, barangkali inilah yang tertinggi 
dibanding dua podium di Malaysia dan Bahrain. Tempelan Ralf yg bikin Toyota 
lebih puas. Ralf sempat unggul, tapi selepas pit stop dia kalah dari Trulli. 
Sementara itu Trulli mengaku tancap terus gas walau ada api keluar dari 
knalpot. Api itu ternyata adlh sisa bahan bakar yg tercecer dan terbakar tanpa 
merusak apa pun di mobil.

JORDAN
18 Monteiro
19 Karthikeyan
Terlepas Narain melakukan error dengan melebar, penampilan Tiago saat lomba 
membuat dia kembali mengalahkan rekan setimnya. Di kualifikasi Narain masih 
unggul, tapi di lomba tidak. Itu pun dgn bumbu Tiago start dari urutan belakang 
akibat mengganti mesin.

MINARDI
20 Friesacher
21 Albers
Bisa aja mencari perhatian. Kalau gak bisa menang, atau pole, atau bikin 
fastest lap, ya stalled aja di grid. Pasti disorot deh. Abis itu Minardi 
seperti biasa.

salam,
arief k.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/6iY7fA/5WnJAA/Y3ZIAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke