jawapos,Rabu, 08 Juni 2005,
Bara Tiket Pertama 


Argentina v Brazil 
BUENOS AIRES - Terlalu berani bereksperimen, pelatih
Jose Pekerman menuai hujatan dari publik Argentina.
Dia langsung bermandikan kritik setibanya di bandara
Buenos Aires setelah melakoni lawatan ke kandang
Quito, Ekuador dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia
2006 Zona CONMEBOL.

Betapa tidak marah, ketika publik Argentina menantikan
langkah Javier Saviola dkk sebagai tim pertama yang
lolos ke putaran final, eh Pekerman malah menurunkan
formasi antah-berantah. Formasi the winning team
diubah sehingga berakibat fatal. Albiceleste menyerah
dua gol tanpa balas!

Tugas Pekerman berikutnya jauh lebih berat. Mereka
harus mencari penebusan dosa di Quito Minggu lalu.
Sialnya, lawan yang akan dihadapi adalah Tim Samba
Brazil dalam duel di Stadion Monumental Antonio V.
Liberti, Buenos Aires. Jika tidak ada kendala teknis,
laga tersebut bakal ditayang langsung SCTV mulai pukul
07.45 WIB besok pagi.

"Saya tak bermaksud meremehkan Ekuador atau sengaja
menyimpan kekuatan untuk menghadapi Brazil. Kekalahan
Minggu lalu murni karena penampilan Ekuador yang lebih
baik dari Argentina," jelas Pekerman, sepeti dikutip
situs resmi FIFA. "Saya tahu apa yang harus saya
lakukan setelah kekalahan tersebut. Argentina harus
bisa mengalahkan Brazil," paparnya. Pemenang laga ini
bakal menjadi tim zona CONMEBOL pertama yang lolos ke
Jerman.

Pada laga di Quito lalu, Pekerman membuat keputusan
berani dengan tidak membawa sejumlah pilar seperti
Roberto Ayala, Juan Pablo Sorin, Javier Saviola, dan
Hernan Crespo. Strategi yang diterapkan mantan pelatih
junior Argentina ini juga sangat aneh. Dia sengaja
menarik keluar Aldo Duscher di babak kedua untuk
memberi tempat kepada Carlos Tevez, serta memindahkan
posisi Javier Zanetti di sektor bek kiri. 

Hasilnya, sepanjang 90 menit pertandingan hanya satu
peluang yang dimiliki Argentina. Parahnya lagi,
Esteban Cambiasso terkena kartu merah. Nah, untuk
menghadapi tim sekelas Brazil, Pekerman tak boleh
membuat kesalahan strategi untuk kedua kalinya.
Terlalu mahal harga yang harus dibayar.

Persoalannya, untuk meredam eksplosivitas Brazil,
Pekerman tentu membutuhkan gelandang yang bisa memutus
alur serangan Samba. Peran itu biasanya dijalankan
Cambiasso yang sudah pasti absen karena skorsing.
Tinggal Aldo Duscher dan Lucas Bernardi saja yang
benar-benar tipikal gelandang bertahan murni. 

Sebaliknya, menyusul kemenangan telak 4-1 atas
Paraguay, membuat konfidensi Samba semakin membara
untuk bisa menjadi tim Zona CONMEBOL pertama yang
lolos ke Jerman. Ketika tiba di Buenos Aires kemarin,
pelatih Carlos Alberto Parreira menyatakan, timnya
kemungkinan akan menggunakan formasi yang sama seperti
saat mengalahkan Paraguay. 

Perubahan hanya terjadi di lini belakang. Bek kanan
Marcos Cafu yang absen kala bertemu Paraguay akibat
akumulasi kartu, akan kembali mengisi posisi Junior
Belletti. Sedangkan Juan akan menggantikan posisi
Lucio yang terkena kartu merah. 

Di lini tengah, gelandang Emerson dan Ze Roberto akan
bermain di depan empat pemain bertahan. Sedangkan Kaka
dan Ronaldinho bakal mendukung duet penyerang Adriano
dan Robinho. 
"Dengan formasi ini, bagaimana Anda akan menghentikan
tim dengan gaya menyerang seperti ini?," sumbar
Parreira. "Apa yang kami suguhkan saat melawan
Paraguay merupakan karakteristik Brazil. Tentu, Brazil
tetap akan memperhatikan pertahanan walaupun
kecenderungan kami adalah menyerang sepanjang
pertandingan," ujarnya. 

Brazil boleh optimistis. Tapi, mereka harus berkaca
pada pengalaman buruk di kualfikasi Piala Dunia 2002
lalu. Saat itu, Brazil menang 3-1 pada pertemuan
pertama di Sao Paulo. Tapi kemudian, kalah 1-2 di
Buenos Aires meski sempat memimpin 1-0. 

Saat ini, kondisinya nyaris mirip seperti empat tahun
silam. Pada pertemuan pertama di Belo Horizonte Brazil
menang 3-1 lewat hat-trick penalti Ronaldo. Nah,
apakah pada pertemuan kedua kali ini giliran Argentina
yang akan menang 2-1? Kita tunggu saja. (bas)


Perkiraan Pemain :

Argentina (4-4-2): Leo Franco (g); Zanetti, Samuel,
Ayala, Rodriguez; Riquelme, Duscher, Kily Gonzalez,
Sorin; Saviola, Crespo. 
Pelatih : Jose Pekerman 

Brazil (4-4-2): Dida (g); Cafu, Roque Junior, Juan,
Carlos; Ronaldinho, Emerson, Ze Roberto, Kaka;
Adriano, Robinho. 
Pelatih : Carlos Alberto Parreira 

Stadion : Monumental Antonio V. Liberti (Buenos Aires)

Wasit : Gustavo Mendez (Uruguay)

Head-to-head :
25-07-2004 Argentina-Brazil 2-4 (Copa America 2004) 
02-06-2004 Brazil-Argentina 3-1 (PPD 2006) 
05-09-2001 Argentina-Brazil 2-1 (PPD 2002)
26-07-2000 Brazil-Argentina 3-1 (PPD 2002) 
07-09-1999 Brazil-Argentina 4-2 (Uji Coba) 
04-09-1999 Argentina-Brazil 2-0 (Uji Coba) 
11-07-1999 Brazil-Argentina 2-1 (Copa America 1999) 
29-04-1998 Brazil-Argentina 0-1 (Uji Coba) 


Kondisi Tim

ARGENTINA 
Tim polesan Jose Pekerman ini bakal memforsir
kemenangan untuk menebus dosa di Quito pekan lalu.
Argentina siap kembali menurunkan tim terbaik, tak
lagi bereksperimen dengan formasi the winning team.
Roberto Ayala, Juan Pablo Sorin, Javier Saviola, dan
Hernan Crespo hampir dipastikan tampil.
Sayangnya, gelandang bertahan yang diharapkan bisa
memutus alur serangan Brazil, Esteban Cambiasso, harus
absen akibat terkena kartu merah. Tinggal Aldo Duscher
dan Lucas Bernardi saja yang benar-benar tipikal
gelandang bertahan murni.

BRAZIL 
Konfidensi Timnas Brazil tengah meninggi menyusul
kemenangan telak 4-1 atas Paraguay. Semangat mereka
juga membara untuk menjadi tim Zona CONMEBOL pertama
yang lolos ke putaran final di Jerman. Dalam laga kali
ini, bek kanan Marcos Cafu bakal kembali tampil
setelah terkena akumulasi kartu.

Di lini tengah, gelandang Emerson dan Ze Roberto akan
bermain di depan empat pemain bertahan. Sedangkan Kaka
dan Ronaldinho bakal mendukung duet penyerang Adriano
dan Robinho. 


Prediksi

Bermodalkan keuntungan sebagai tuan rumah, Argentina
bertekad memenagi laga kali ini. Selain membalas
kekalahan tandang 1-3 pada pertemuan pertama,
Argentina menjadikan duel kali ini sebagai ajang
pelampiasan setelah kalah di tangan Ekuador Minggu
lalu. 

Pelatih Jose Pekerman tak akan main-main lagi dengan
formasi. Di samping terkait masalah gengsi, mereka
harus segera mengamankan tiket menuju putaran final di
Jerman. Diakui atau tidak, sangat mungkin Pekerman
memang sengaja mengistirahatkan beberapa bintangnya
dalam laga melawan Ekuador lalu. Semua itu demi laga
akbar menghadapi Brazil ini. 

Seperti laga melawan Paraguay lalu, Brazil kali ini
bakal menurunkan skuad terbaiknya. Mulai dari Kaka,
Robinho, Ronaldinho, dan Dida siap turun ke lapangan.
Mental tanding mereka sangat dibutuhkan untuk laga
penuh tekanan ini.

Selain itu, laga ini juga bertujuan untuk mematangkan
komposisi pemain dalam piala dunia nanti. Brazil ingin
membuktikan kapasitasnya sebagai tim terbaik di
Amerika Latin dan pantas mempertahankan mahkota juara
dunia. (dns)
Prediksi: seri atau Brazil menang tipis.


KLASEMEN SEMENTARA
1. Argentina 14 8 4 2 24-14 28 
2. Brazil 14 7 6 1 25-13 27 
3. Ekuador 14 7 2 5 21-15 23 
4. Paraguay 14 5 4 5 17-21 19 
5. Kolombia 14 4 5 5 17-12 17 
6. Cile 14 4 5 5 15-15 17 
7. Uruguay 14 4 5 5 19-26 17 
8. Venezuela 14 4 3 7 15-21 15 
9. Peru 14 3 5 6 13-19 14 
10. Bolivia 14 4 1 9 16-26 13 
* Peringkat 1-4 lolos langsung ke putaran final di
Jerman
** Peringkat lima playoff melawan juara Oceania

DAFTAR PENCETAK GOL
9 - Ronaldo (Brazil)
7 - Jose Cardozo (Paraguay)
6 - Diego Forlan (Uruguay)
5 - Ruberth Moran (Venezuela), Edison Mendez
(Ekuador), Kaka (Brazil), Javier Erneston Chevanton
(Uruguay), Hernan Crespo (Argentina), Joaquin Botero
(Bolivia)
4 - Nolberto Solano, Jefferson Farfan (Peru),
Ronaldinho (Brazil), Jose Castillo (Bolivia)
3 - Luis Valencia, Agustin Delgado (Ekuador), Mauricio
Pinilla (Cile), Carlos Paredes (Paraguay), Pablo
Aimar, Luciano Figueroa (Argentina), Juan Arango
(Venezuela), Juan Pablo Angel (Kolombia)
2 - Gabriel Urdaneta (Venezuela), Andres Mendoza, Jose
Guerrero, Jorge Soto (Peru), Juan Sorin (Argentina),
Adriano (Brazil), Victor Pacheco, Frankie Oviedo,
Freddie Grisales (Kolombia), Reinaldo Navia, Milovani
Mirosevic, Luis Fuentes (Cile), Carlos Gamarra, Roque
Santa Cruz (Paraguay), Ulises De La Cruz, Marlon Ayovi
(Ekuador), Luis Cristaldo (Bolivia), Carlos Bueno
(Uruguay) 
1 - Javier Zanetti, Javier Saviola, Mauro Rosales
(Argentina), Mario Yepes, Luis Gabriel Rey, Elkin
Soto, John Javier Restrepo, Edixon Perea (Kolombia),
Moises Villarroel (Cile), Lionel Vielma, Giancarlo
Maldonado (Venezuela), Joselito Vaca, Roger Suarez
(Bolivia), Carlos Tenorio, Franklin Salas, Cristian
Lara (Ekuador), Adrian Romero, Cristian Rodriguez
(Uruguay), Ze Roberto, Robinho (Brazil)




                
__________________________________ 
Yahoo! Mail 
Stay connected, organized, and protected. Take the tour: 
http://tour.mail.yahoo.com/mailtour.html 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/B9pRWD/3MnJAA/Y3ZIAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke