Dear tjoetjoe-tjoetjoe semoewa..
Flashback & Preview Grand Prix Formula 1 KANADA, seri ke-8 dari 19 (#08/19), 10-12 Juni 2005 Sirkuit Gilles Villeneuve, Ile Notre Dame, Montreal Memang pantas jika sirkuit ini (pada akhirnya) diberi nama Gilles Villeneuve. Saat dipakai pertama kali untuk kejuaraan dunia Formula 1 th 1978, di sirkuit ini tercatat suatu sejarah �manis� yg terbilang cukup sulit utk diulang masa-masa mendatang. Yaitu maiden victory at home GP (kemenangan pertama seorang pembalap di GP kampung halamannya sendiri)..! Kita masih ingat saat menyaksikan beberapa sejarah saat menyaksikan pembalap2 meraih kemenangan pertamanya seperti yg baru-baru ini: - F.Alonso (asal Spanyol) di GP Hongaria 2003 (Renault) - G.Fisichella (asal Italia) di GP Brazil 2003 (Jordan) - K.Raikkonen (asal Finlandia) di GP Malaysia 2003 (McLaren) - JP.Montoya (asal Kolombia) di GP Italia 2001 (Williams) - R.Schumacher (asal Jerman) di GP San Marino 2001 (Williams) - R.Barrichello (asal Brazil) di GP Jerman 2000 (Ferrari) Tidak satupun dari contoh sda yg meraihnya saat balapan digelar di negara mereka (apalagi ada 2 negara yg tidak menggelar GP F1, yaitu Finland & Colombia). Malah R.Barrichello sangat mengidamkan kalau sekali waktu bisa menang GP di Brazil, apa daya, 11 tahun berlaga (ya betul, sebelas tahun bow!) selalu penuh dg ketidakberuntungan, bahkan utk sekedar bisa melihat garis finish saja L What a jinx� Kasian deh Lu..bens (Lubens Ballichello) Gilles Villeneuve meraihnya dalam pembukaan sirkuit Ile Notre Dame utk GP F1 Kanada, bisa dibayangkan bagaimana euphoria penonton di sana saat race pertama digelar pada penutupan musim kejuaraan F1 1978, dan dimenangkan oleh pembalap mereka sendiri� What a sweetful patriotic & emotional ending memory to remember� Hanya 4 tahun, sirkuit tsb bernama sesuai dg pulau buatan tempatnya berada (Notre Dame Island). Karena pada th 1982, pembalap kebanggaan warga Kanada tsb wafat di sirkuit Zolder, Belgia sebelum sempat menikmati GP Belgia itu sendiri. Dan nama pembalap besar tsb selanjutnya diabadikan sbb.. Gilles Villeneuve GV adalah salah satu pembalap berkharisma pada masanya yg tidak berkesempatan menjadi juara dunia karena banyak faktor. Mengawali karirnya dg McLaren (Ford) di GP Inggris 1977 (seri #10/17), dan langsung menduduki grid ke-9 serta finish P-11 pada debutnya tsb. Hanya sekali GP itu saja membela tim reddish-orange, selanjutnya direkrut Ferrari saat GP Kanada (#16/17) di sirkuit lama, MoSport Park, menggantikan Niki Lauda sang juara dunia 1977. � terlampir foto replika mobil McLaren M23 debut G.Villeneuve di GP F1 Inggris 1977 GV meraih podium pertama (P-3) di tahun keduanya yaitu di GP Austria 1978 (#12/16), hingga langsung ke puncak podium di seri terakhir th tsb (#16/16) di kampung halamannya di sirkuit baru, Ile Notre Dame, Kanada. Di klasemen akhir 1978 tsb dia berada di posisi 9 (dari 48 pembalap yg berlaga tahun tsb, em-pat pu-luh de-la-pan jack, hanya 21 yg �berpoin�). Tahun 1979, dia �menemani� Jody Scheckter yg baru dibajak Ferrari dari tim Wolf (Ford). J.Scheckter meraih 5 podium di th 1978 & berada pd posisi 7 akhir klasemen th tsb (juga runner up saat GV meraih maiden victory-nya di balapan terakhir 1978). Sepanjang th 1979 tsb GV meraih jumlah podium yg sama persis (!) dg J.Scheckter, yaitu 2x juara seri dan 3x runner up. Posisi akhir klasemen sbg runner up, meraih 47 poin hanya beda 4 poin dari rekan setimnya tsb (J.Scheckter) yg meraih juara dunia pembalap terakhir utk Ferrari (sebelum M.Schumacher meraihkannya lagi untuk Ferrari tahun 2000). Tahun 1980, duet Ferrari tsb dipertahankan, namun kompetisi sangat tdk seimbang. Ferrari yg juara dunia konstruktor 1979 harus puas berada jauh di bawah tim Williams (lagi2 mesin Ford!) dg posisi ke-10 (dari 11 tim) & poin hanya 4 (empat) sedangkan Williams 120 poin. Sangat ironis dibandingkan dg setahun sebelumnya dimana Ferrari juara dg 113 poin. Definitely a dark year. Tahun 1981, pembalap Ferrari merupakan duo �Perancis�, Didier Pironi (a French origin) direkrut menemani G.Villeneuve (a French speaker J). Posisi akhir klasemen membaik utk GV yaitu ke-7 dg 25 poin, namun Ferrari masih terpuruk di posisi 5 konstruktor. GV juga masih sempat memenangi 2 GP yaitu Monako & Spanyol, serta P-3 di Kanada. Bli Ketut pernah menyebutkan bahwa GV adalah pembalap kesayangan Enzo Ferrari. Saat GP Imola th 1982, Ferrari membuat team order antara GV dan Pironi (dan kedua driver juga telah sepakat), isinya antara lain siapa yang di depan dialah yang juara. Nah, saat balapan berlangsung, GV memimpin di depan, diikuti D.Pironi. Menjelang finish, karena merasa sudah di depan, maka GV pun melambatkan mobilnya. Namun Pironi melanggar kesepakatan mereka, dan menyalipnya..! Bahkan ada yang sampai menyebut bahwa Pironi merampok kemenangan GV. Sejak saat itu GV tidak ngomong dg Pironi sampai akhir hayatnya, 2 minggu kemudian.. Saat GV meraih runner up di GP San Marino, Imola, 1982 (#04/16) itu tidak ada yg menyangka kalau itu adalah podium (serta race) terakhirnya. Gilles Villeneuve meninggal dunia saat latihan bebas (CMIIW) jelang balapan di GP Belgia (#05/16). Dunia F1 & terutama Kanada mengenangnya dengan mengabadikan namanya pada nama sirkuit F1 di Montreal hingga hari ini.. Au revoir le grande �papa� Gilles. Merci bien pour ton presentation du F1. Adieu.. Jacques Villeneuve JV adalah anak lelaki Gilles dengan Joann Villeneuve. Saat wafat, sang anak baru berusia 11 tahun yang di kemudian hari ternyata meneruskan langkah ayahanda dengan berkiprah di ajang balap single seater. 13 tahun kemudian, J.Villeneuve menjuarai Indy 1995 (CMIIW). Sir Frank Williams tertarik dg bakat muda ini **apalagi ditopang nama besar di belakang nama Jacques, meskipun JV sendiri selalu bilang bahwa dia ingin membuktikan diri tdk berlindung di bawah bayang2 nama besar sang ayah, apalagi pembuktian pribadi bahwa dia tdk �selemah� yg ayahnya kira saat JV masih anak2** Tahun 1996, tanpa menunggu lebih lama direkrutlah JV ke tim Williams (menggantikan D.Coulthard yg ditarik Ron Dennis ke McLaren-Mercedes) disandingkan dg pembalap hebat yg (kebetulan!) sesama putra pembalap besar, yaitu pembalap Inggris yg sedang �on fire� mengejar titel juara dunia sejak 1994 (dan bersaing panas dg M.Schumacher/Benetton). Dia adalah Damon Hill, putra Graham Hill juara dunia F1 1962 dan 1968. **namun harap dicatat, bahwa Damon & Graham Hill tsb, tidak ada hubungan famili dengan �Hill ketiga� yg juga juara dunia 1960-an yaitu Phil Hill** Di tahun debutnya di F1 tsb, berbekal tim hebat (Williams), sasis handal (FW-18) serta mesin jawara (Renault), maka JV pun tampil cemerlang. Balapan debutnya di F1 pun ditutup dg hasil runner up di GP Australia (#01/16), dan meraih kemenangan perdananya di F1 hanya dalam 3 seri balapan, yaitu di GP Eropa, Nurburgring (#04/16). Di akhir musim debutnya di F1 1996 ini, JV mencapai 4x juara seri, 4x runner up, 2x P-3 (total 10 podium dari total 16 seri balap!). Fantastic, akhirnya runner up kejuaraan dunia pembalap pun diraihnya di bawah D.Hill. Tahun kedua JV di F1, saat D.Hill memutuskan utk membela tim Arrows-Yamaha, maka Heinz Harald Frentzen pun bertandem dg JV di Williams-Renault, 1997. **sayang juga nih Damon, as one of my favourite F1 driver, dg gaya flamboyan item2nya & sedikit �nge-grunge�nya itu lho.. gak kuku, bow! Baru sekali tercapai juara dunia 1996, terus memutuskan utk pindah ke tim yg sedang �coba2 racikan mesin & sasis�. Mirip pula dg karir JV di kemudian hari saat pindah ke tim BAR-Supertec th 1999, hmmmh.. tapi sesuai ungkapan kang Ery, namanya juga F1, apapun bisa terjadi J** Memang tahun 1996-1997 tsb milik Williams (dan juga milik Renault, malah sejak 1995 saat Benetton-Renault memenangi kejuaraan dunia kontruktor). Banyak yg berpendapat, hasil fantastis selama 2 tahun tsb sbb: - 1996: 21 dari total 32 podium maksimal, selalu di podium dalam 14 dari 16 seri yg digelar, dan menang 12x dari 16 seri tsb (75%) *Note: yg bisa mengalahkan rekor ini hanya McLaren-Mercedes MP4-8 th 1988 (menang fantastis 15x dari 16 = 94%!!) serta Ferrari F-2002 th 2002 (menang 15x dari 17 = 88%) & Ferrari F-2004 th 2004 (menang 15x dari 18 = 83%) - 1997: tidak sefantastis 1996, hanya 15 dari 34 podium max, di podium 12x dari 17 seri, menang 11x dari 17 seri tsb (65%) adalah karena faktor kehandalan sasis & aerodinamika yg pas di bawah arahan Adrian Newey sang desainer F1 brilian (yg akhirnya pindah ke McLaren sejak 1997 s/d hari ini dan membawa titel dunia kembali ke McLaren, juara dunia pembalap 1998-1999, juara dunia konstruktor 1999, serta.. sebentar lagi, tahun 2005 ini? Amin. Hehe J). JV akhirnya bisa mewujudkan impian ayahandanya utk meraih gelar juara dunia pembalap GP F1 di th 1997 tsb. Duo Williams tidak terlalu mendominasi lagi, apalagi M.Schumacher & tim barunya (Ferrari) mulai bangkit melawan, hasil akhir klasemen pun hanya selisih 3 poin antara keduanya. Namun JV masih unggul 3 poin, apalagi posisi M.Schumacher di klasemen akhir 1997 tsb di-diskualifikasi menyusul aksinya yg membahayakan JV di GP Spanyol, Jerez **rasanya sudah sering saya tulis cerita �di balik� kemenangan pertama M.Hakkinen 1997 ini�** BTW, c�est bien, Jacques� Tres bien! Dear Jacques Newtown (Villeneuve=kotabaru), hopefully dg pengembangan aerodinamika Sauber dengan fasilitas wind tunnel mereka, anda bisa melihat lagi garis finish, syukur2 dapat poin, apalagi kalau bisa membayar �hutang podium pembalap Kanada di GP F1 Kanada� selama 9 tahun. Good luck Kenangan GP F1 Kanada 1995: J.Alesi & awal �pertukaran M.Schumacher� antara Ferrari & Benetton? Sejak M.Schumacher juara tahun sebelumnya (1994) dg menggunakan mesin Ford, memang mobil warna warni tim Benetton selalu ditakuti lawan2nya. Apalagi sejak 1995 mereka memakai mesin jawara, yaitu Renault. Dominasi M.Schumacher (dan Benetton-Renault) masih terasa sepanjang tahun. Maka dari itu pula, saat Jean Alesi meraih kemenangan pertamanya di GP F1 Kanada 1995, betapa terasa bahagianya bisa menembus dominasi tsb dg mobil Ferrari yg performanya tidak sebagus 6 tahun terakhir ini (1999-2004). Sebagaimana halnya analogi G.Villeneuve sda, J.Alesi adalah juga salah satu pembalap kharismatik yg tidak berkesempatan meraih gelar juara dunia GP F1, karena berbagai faktor. Sehingga, saat itu yang bahagia bukan hanya J.Alesi, F.Briatore serta jajaran Benetton-Renault, namun juga hampir semua orang yg ada di sirkuit. They were all happy for Jean. Termasuk M.Schumacher. Dia memberikan �tunggangan� J.Alesi dg mobil Benetton-Renault bernomor 1 keliling sirkuit. Ingat kejadian Mika Hakkinen �menumpang� mobil McLaren-Mercedes MP4-15 nya David Coulthard setelah mobilnya mogok di lap terakhir jelang garis finish di GP F1 Spanyol 2001? Ya mirip begitu, tapi tak sama persis. J.Alesi (Ferrari) juara GP F1 Kanada 1995, menumpang mobil bernomor 1 yg dikemudikan M.Schumacher juara dunia GP F1 1994 (Benetton). Buat saya, kalau dipikir2, hal ini lucu & menjadi semacam �sign� utk masa depan keduanya. - M.Schumacher th berikutnya (1996) pindah ke Ferrari (mengisi bekas kursi J.Alesi) - J.Alesi th berikutnya (idem, 1996) pindah ke Benetton (mengisi bekas kursi Schumi) - M.Schumacher akhirnya menjadi juara dunia lagi di masa depan (2000-2002), memakai mobil nomor 1 lagi, namun dengan seragam (racing suit/overall) warna merah, Ferrari (sebagaimana yg dikenakan J.Alesi di atas mobil Benetton nomor 1-nya th 1995 tsb) J hehehe iseng2 aja, but.. really, that�s funny strangeful for me. Sampai akhir karirnya di F1 th 2001 lalu, dg lebih dari 200x balapan, J.Alesi tidak pernah juara lagi (bakal seperti ini pulalah nasib Olivier Panis, juara GP Monako 1996? Wallahualam) Au revoir Jean, et sayonara (buat istrinya yg orang Jepang itu, siapa namanya, Noriko? CMIIW) J � terlampir foto mobil Benetton-Renault yg dikemudikan juara dunia F1 1994, M.Schumacher dan ditumpangi oleh J.Alesi saat merayakan victory lap di GP F1Kanada 1995 1996: Pembalap Kanada terakhir di podium GP F1 Kanada s/d hari ini (dan French�s Race Weekend Party) Seperti disinggung di atas, th 1996 adalah debut J.Villeneuve di ajang GP F1 bersama tim Williams-Renualt dg sasis FW-18 yg cukup dominan sepanjang tahun. Saat GP F1 digelar di Kanada th 1996 tsb, Williams berhasil menempatkan duo pembalapnya (D.Hill & JV) pada front row saat start, dan tidak terkejar lagi oleh tim lain (meskipun sirkuit ini menawarkan banyak kemungkinan overtaking), sehingga duo Williams ini pula yg menempati finish 1-2..! **sayang, akhir2 ini peranti launch control mobil2 Williams justru tidak bagus, posisi mereka baik di pole maupun sekedar front row, tidak menolong untuk leading hingga tikungan pertama, di sirkuit manapun! Ingat P2 Mark Webber di Malaysia 2004 & P1 Nick Heidfeld di Nurburgring 2005 kemarin..** Sbg runner up GP F1 Kanada 1996, ternyata JV merupakan pembalap tuan rumah terakhir (hingga hari ini) yg berhasil naik podium di GP F1 Kanada. **Meskipun theoretically hampir mustahal, kata Asmuni Srimulat, mudah2an tahun 2005 ini kita bisa melihatnya lagi, sebelum karir F1 JV benar2 berakhir di Hinwill, Swiss.. Just wait & see** Hasil GP F1 Kanada 1996 tsb juga merupakan race weekend party utk hal yg �berbau Perancis�. � GP F1 digelar di negara bagian Kanada yg �berbudaya� Perancis, yakni: Montreal � Podium disapu bersih oleh mesin Perancis, Renault (tim Williams & Benetton) � Ada 1 pembalap Perancis, J.Alesi di P-3, serta satu lagi pembalap �Perancis� sbg runner up, J.Villeneuve� � Namun berhubung bahasa nasional Kanada masih bahasa Inggris, jadinya pembalap Inggris lah juaranya, D.Hill� J hihi, apa seeh, maksa deh.. � terlampir replika mobil jawara bermesin Renault yg begitu perkasa di musim GP F1 1992-97 Hehehe, lagi2 hanya iseng2 kok.. tapi semua itu fakta lho. Formula One itu menarik, F1 itu sudah menjadi �dunia� dg kehidupan di dalamnya. Banyak sekali cerita menarik di seputar GP F1. Tidak hanya melulu race day-nya saja, overtaking-nya, atau tabrakan-nya saja. Ada intrik antar pembalap, tim, sponsor, bahkan sampai ke level CEO dari bisnis ini. Juga love affairs J Inilah tugas kita utk �membawa� nuansa & pemahaman kepada khalayak ramai, kepada publik (terutama yg masih awam F1) bahwa olahraga F1 ini tidaklah membosankan sekedar berputar2 di sirkuit yg sama dg minim kemungkinan salip menyalip (seperti Stock Car/NASCAR). **mungkin masih ada yg ingat tulisan saya tahun 2002 lalu di milis ini? kalau tidak salah berjudul: growing 2gether � suatu ilustrasi pada suatu ketika** Well.. kok jadi ngelantur. Lanjut yuk� 1997-1998: G.Fisichella, spesialis podium GP F1 Kanada & sampanye MUMM Saya sempat tidak begitu sependapat dg ungkapan salah satu komentator TV Indonesia saat GP F1 Brazil 2003 (saya lupa saat kualifikasi atau saat race day?). Bahwa Giancarlo Fisichella adalah pembalap yg cukup bagus, namun tidak pernah berada di �tempat & waktu yg tepat�. - OK, jika parameter kesuksesan tsb adalah pencapaian titel juara dunia, saya setuju - Namun jika parameter tsb adalah �kesuksesan� pembalap tsb membawa mobil yg �biasa2 saja� namun mampu meraih podium di antara tim �raksasa� F1 lainnya? *Note: dlm hal ini saya sependapat dg penulis posting di milis ini bulan2 lalu (kalau tdk salah apa kang Iwan ya?). Intinya: pembalap bagus adalah pembalap yg mengendarai mobil biasa, namun mencapai hasil luar biasa. Setubu.. eh, setuju. Acc bin accord. Pendapat saya adalah: G.Fisichella pembalap kategori ini. Terbukti dari anugrah (bukan anu gerah lho ;p) Driver�s Driver 2004 (CMIIW), yaitu title yg diberikan kepada pembalap terbaik yang dipilih sendiri oleh para pembalap F1. They (F1 drivers) saja vote Giancarlo! Kurang �pengakuan� macam apa lagi, coba? GP F1 Kanada memang tempat yg spesial untuknya. Trek G.Villeneuve yg bahkan tdk ramah kepada putra sang sirkuit (J.Villeneuve), namun malah sangat ramah kepada G.Fisichella. Terbukti dia mampu konsisten meraih podium berturut-turut selama 4 tahun sejak 1997-2000: - 1997: Jordan-Peugeot, start grid 6, finish P-3 (klasemen akhir 1997 P-8 poin = 20, rekan setimnya, R.Schumacher hanya = 13 poin) - 1998: Benetton, start grid 4, finish runner-up! - 1999: Benetton, start grid 7, finish tetap runner-up..! - 2000: Benetton, start grid 10, masih mampu finish P-3!! Bahkan di GP F1 Kanada 1996 pula, saat debutnya dg tim Minardi (Ford) th 1996, dia sudah bisa membawa mobilnya finish di P-8. Tahun 2001 dia terlibat �perang saudara�, menabrak mobil rekan setimnya (Benetton) Jenson Button. Sedangkan th 2002 lalu dia mampu finish di P-5 utk tim Jordan dengan EJ-12nya yang underdog! Akhirnya memang manajer G.Fisichella (manajer baru, tahun 2003) dg visi jauh ke depan, setelah setahun �indekos� di Sauber, berhasil mencarikan "kontrakan" G.Fisichella di tim papan atas yg sedang naik daun, Renault, sesuai dg potensi dirinya. Sayang juga lagi-lagi dia �bertukar� seat dengan sesama Italiano, Jarno Trulli. *) Note: bertukar (tanda petik) karena kali ini bukan pertukaran yg sebenarnya, sebagaimana dari Benetton ke Jordan tahun 2001 lalu (Fisichella bertukar tempat/tim secara harfiah dengan Trulli) Sebagai pembalap Italia, sudah barang tentu idamannya adalah membalap untuk tim Italia juga (maksudnya Minardi lho, bukan Ferrari, ehm.. kayaknya saya salah tulis deh, hehehe), hal ini bias dimungkinkan dg masih "terbuka"nya opsi perpanjangan kontrak Rubens Barrichello di akhir 2005 nanti (CMIIW). 1999: Antara M.Hakkinen & 3 juara dunia lainnya, versus the Wall of Champions Saat musim GP F1 1999 digelar, ada 4 juara dunia yg masih berlaga. Yaitu: - M.Schumacher/Ferrari (juara dunia 1994-1995, Benetton) - D.Hill/Jordan-MugenHonda (juara dunia 1996, Williams) - J.Villeneuve/BAR-Supertec (juara dunia 1997, Williams) - M.Hakkinen/McLaren-Mercedes (juara dunia 1998, McLaren) Seperti ulasan kang Iwan, ketiga juara dunia yg disebutkan pertama tsb semuanya menabrak dinding di chicane menjelang garis finish (CMIIW). Tim BAR-Supertec malah harus �kehilangan� 2 mobil BAR-01nya di �Wall of Champions� tsb, termasuk Ricardo Zonta yg sudah crash terlebih dahulu (sayang R.Zonta tidak kebagian �berkah� dinding tsb untuk jadi juara dunia kelak J) Mika Pauli Hakkinen akhirnya memenangi GP F1 Kanada 1999 tsb, satu2nya kemenangan di GP F1 Kanada sepanjang karir F1-nya. Bahkan sejak debut F1 nya th 1991 (tim Lotus-Judd), dia sering bernasib buruk di sini. Hingga setelah akhirnya menang tsb, M.Hakkinen sempat berujar: �Finally, I love Canada� J Kasian juga deh, my Mika.. Memang M.Hakkinen adalah salah satu pembalap hebat pada masanya. Bahkan saat debutnya di tim McLaren-Ford di GP F1 Portugis 1993, dia mampu melampaui waktu kualifikasi juara dunia 3x, Ayrton Senna daSilva dengan menempati grid ke-3 (A.Senna ke-4), meskipun pada akhirnya tdk finish gara2 melintir (CMIIW). Saat memutuskan utk mengambil �sabbatical year�nya di akhir musim 2001, M.Schumacher pernah bilang bahwa hanyalah M.Hakkinen lawan yg �disegani�nya, yang patut dikalahkan, namun patut pula mengalahkannya. What a missing feeling of Michael (and me too�). Kiitos Mika, kiitos. Salam ya buat Hugo, adiknya & bunda Erja ;) 2000-2001: R.Schumacher & kemenangan kedua-nya yg brilian Musim 2001 memang tim Williams membuat publik terkaget2 (dan sekaligus terkagum2). Hanya butuh setahun utk pabrikan BMW sejak kembali ke ajang GP F1 utk membuat racikan mesin dg power terbesar di th 2001 tsb. Ditunjang oleh sasis FW-23 yg cukup handal & aerodinamis. Kemenangan pertama tim Williams-BMW dipersembahkan oleh Ralf Schumacher di sirkuit Imola saat GP F1 San Marino 2001. Selanjutnya giliran tandemnya yg baru, Juan-Pablo Montoya meraih podium pertamanya di posisi runner up GP F1 Spanyol 2001. Hingga akhirnya ketika GP F1 Kanada 2001, kedua Schumacher bersaudara menempati front row saat start (rasanya ini merupakan satu2nya ada �brothers� yg menempati front row dalam sejarah GP F1, CMIIW). Dan dengan kematangan R.Schumacher sebagai pembalap cukup senior (5 tahun karir F1, debut 1997/Jordan) serta ketidakmauan dia dianggap �menumpang� bayang2 kebesaran sang kakak, maka dia dg sabar & cerdik tidak mau membuat kesalahan yg tidak perlu & beresiko dg overtaking Ferrari F-2001nya M.Schumacher. Meskipun (spt telah diulas) di trek G.Villeneuve ini kemungkinan overtaking cukup besar, apalagi di trek lurus sebelum hairpin, dimana saat itu power mesin BMW 081 (CMIIW) diyakini cukup mampu utk melibas Ferrari 049 (CMIIW lagi). Namun Ralf memilih utk mengambil jalan aman dg cara slipstreaming sambil menjaga jarak & terus menekan Mas Schumi. Keuntungannya strategi slipstreaming ini adalah bahwa dengan mengambil racing line sama persis dengan mobil di depan, maka hambatan angin yang mempengaruhi aerodinamika & membuat rpm mesin bekerja lebih tinggi akan jauh berkurang. Ujung2nya bahan bakar akan lebih hemat (apalagi kalau kapasitas tangki lebih besar dari mobil rival yg di depan tsb). Sehingga strategi pitstop pun bisa diatur lebih �mundur� dari sang rival. Saat rival masuk pitstop, maka otomatis pembalap ybs mengambil alih posisi yg ditinggalkan rival tsb (dalam kasus ini, R.Schumacher menjadi P-1). Nah, selama saat rival pitstop itulah, dia bisa memacu habis mobilnya utk memperlebar jarak saat rival kembali masuk trek 30 detikan kemudian. Terus mobilnya dipacu dg cadangan BBM yg �disimpan� selama slipstreaming tsb selama beberapa lap, untuk makin memperlebar jarak sampai selisih yg diperlukan (biasanya 33-35 detikan). Hingga tiba saatnya dia sendiri harus masuk pitstop, saat bergabung kembali ke lintasan (asumsi pitstop lancar), maka kemungkinan besar dia akan masuk tetap di P-1, di depan rival yg tadi dia buntuti beberapa lap awal sebelumnya. Brilliant strategy & driver�s maturity brought Williams-BMW & R.Schumacher got their 2nd win of the season. Bravo! 2002: Tiga mobil digdaya berjajar & adu balap di trek lurus (setetes embun di tengah kebosanan atas dominasi monster merah sepanjang tahun) Sepanjang th 2002 lalu kita disuguhi �stagnasi� proses & hasil balap yg cukup membosankan dg kedigdayaan monster merah Ferrari F-2002 yg mendominasi musim balap (layaknya McLaren MP4-8 1988 yg diulas sda). Hanya 2 race pada paruh musim pertama yg cukup menarik dg pemenang non Ferrari (dan ABS, hehehe), yaitu GP F1 Malaysia 2002 (R.Schumacher/BMW-Williams) dan GP F1 Monako 2002 (D.Coulthard/McLaren-Mercedes). Namun di GP F1 Kanada 2002 lalu, kita disuguhi tontonan yg mengasyikkan dan membuat mata melek setelah sempat terkantuk2 karena race dini hari waktu Indonesia.. Di sirkuit dg bagian trek lurus lebar & cepat ini, kita menyaksikan (lap berapa ya, saya lupa) ada 3 mobil tim papan atas yaitu FW-24 Williams-BMW, F-2002 Ferrari serta MP4-17 McLaren, bersama2 melaju kencang beriringan tiga mobil (sekali lagi, tiga bukan dua!) pada lap yg sama (tidak ada yg di-overlap atau meng-overlap). Meskipun pertarungan trek lurus tsb (seingat saya) dimenangkan oleh JP.Montoya, lalu R.Barrichello & D.Coulthard terakhir, namun tetap saja suguhan yg Cuma kurang dari semenit tsb sangat menghibur di tengah kebosanan akan dominasi warna merah di barisan depan & tidak terkejar. Just like a water drop on the hot & dry desert. Saat itu, hasil akhir GP F1 Kanada 2002 tidak banyak berubah dari peta kecenderungan th 2002, yaitu: M.Schumacher/Ferrari, D.Coulthard/McLaren & R.Barrichello/Ferrari (lagi!). J 2003: Finish paling rapat antar 4 pembalap yang finish terdepan (sejak �skandal� GP F1 Eropa, Jerez 1997) Setelah kemenangan brilian Williams di Kanada th 2001 lalu, sekaligus kematangan Ralf atas sang kakak.. Maka th 2003 kembali giliran Schumi yang menunjukkan senioritasnya dalam �mendikte� Ralf tetap di belakangnya hingga chequered flag! Berikut cuplikan lap demi lap GP F1 Kanada 2003 yang hasil akhirnya menegangkan tsb: * Lap 1: Duo Williams (R.Schumacher & JP.Montoya) yang menempati front row tetap memimpin di depan M.Schumacher (Ferrari) hingga tikungan pertama & akhir lap 1 * Lap 2-6: Montoya spin di tikungan terakhir lap 2 akibatnya posisinya melorot menjadi ke-5, di belakang Schumi, F.Alonso (Renault) dan M.Webber (Jaguar). Namun 2 lap kemudian Monty berhasil meng-over take Webber untuk posisi ke-4 * Lap 7-12: Montoya mulai mengejar Alonso, dan akhirnya di hairpin lap 10 JPM berhasil merebut posisi ke-3 dari Alonso. Sementara D.Coulthard (McLaren) melakukan overtake terhadap C.daMatta (Toyota) * Lap 14-19: Putra sang �legenda sirkuit�, J.Villeneuve (BAR Honda) sial lagi untuk kesekian kalinya di home GP. JV terpaksa masuk pit krn mengalami masalah rem. Sempat bergabung lagi, namun lap 15 JV benar-benar retired * Lap 20-22: Schumi memimpin krn Ralf masuk pitnya yg pertama, namun hanya 1 lap krn Schumi pun masuk pit di lap berikutnya. Giliran Alonso yg memimpin. Dan begitu Schumi bergabung lagi, dia sudah di depan Ralf! * Lap 23: Alonso tetap memimpin dengan jarak 4 detik di depan Schumacher brothers yg sedang bertempur di posisi 2 & 3. Sementara ini DC ke-4, JPM ke-5, lalu J.Button (BAR Honda) yg harus masuk pit sehingga K.Raikkonen (McLaren) naik ke posisi 6, dg R.Barrichello (Ferrari) di belakangnya & Webber ke-8 * Lap 24-32: DC pit stop & melorot dari posisi 4 ke posisi 7. Lap 26 Alonso baru masuk pit, dan juga melorot ke posisi 4 dibelakang duo Schumacher & JPM * Lap 33-44: Kimi juga sial, drop dari posisi 5 ke 10 karena terpaksa melakukan early pit stop gara-gara ban! Sementara lap time DC mulai melambat & Webber merangsek mendekat.. Lap 39 Rubens masuk pit & keluar lag di depan Kimi. Akhirnya lap 43 Webber & Barrichello berhasil melewati DC yg kehilangan posisi ke-5 nya, di pit stopnya yg kedua. Duh, McLaren.. * Lap 45-54: Di antara 4 pembalap terdepan, JPM yg pertama masuk pit lagi & bergabung di posisi 4. Lap berikutnya giliran Ralf, sehingga Alonso naik ke posisi 2. Sementara itu Schumi yg sedang memimpin balapan memperbesar gap nya, dan baru masuk pit stop ke-2 di lap 48, dan keluar di posisi 2, di belakang Alonso * Lap 55-60: Setelah memimpin selama 7 lap, Alonso masuk pit yg ke-2 dan.. melorot ke posisi 4! * Lap 61-69: Dari lap time terlihat bahwa Ferrari tidak secepat Williams, namun Ralf tetap tdk mendapat ruang utk overtaking kakaknya. Sehingga jarak JPM & Alonso di posisi 3 & 4 pun semakin dekat dengan keduanya Four seconds, four drivers * Lap 70: Keempat mobil yang finish terdepan benar-benar fight head-to-head, nose-to-nose satu sama lain. Schumi kembali menang ke-6 kalinya (CMIIW) di GP F1 Kanada ini. Diikuti Ralf & JPM. Sementara Alonso harus puas di P4 meskipun sempat catat fastest lap. Selengkapnya P5-8 sbb: Rubens, Kimi, Webber & O.Panis (Toyota). Jarak antara Schumi (P1) dengan Alonso (P4) hanyalah kurang dari 4.5 detik! Untuk urutan mobil finisher berturutan, memang ini masih nomor dua dibandingkan saat GP F1 Eropa di sirkuit Jerez (Spanyol) th 1997 lalu. Dimana jarak P1 (M.Hakkinen, McLaren) dengan P5 (E.Irvine, Ferrari) hanya 3.8 detikan! Namun secara head-to-head antara P1-P2 di GP F1 Kanada 2003 ini (<0.8 detik) hampir menyamai hasil GP F1 Monaco bulan sebelumnya (0.6 detik, antara JPM & Kimi). **Note: Jarak �tergila� antara P1 hingga P5 terjadi di GP F1 Italia th 1970, yaitu 0.6 detik saja..!** Voila.. c�est finite pour les memoires de 27eme Grande Prix du Canada. 2005 Preview & Prediksi: Gilles Villeneuve adalah sirkuit semi-permanen, sirkuit campuran antara trek permanen dengan jalan raya (trek temporer). Sirkuit ini juga sirkuit yang berkarakter campuran. Mesin bisa digeber habis tapi di lain pihak rem juga kerja keras. Pembalap yg mendapat posisi start jelek tak perlu khawatir seperti di Monte Carlo, Monaco. Kalau dia yakin bahwa performa mobilnya lebih hebat dibanding mobil lawan, maka kesempatan menyusul amat terbuka di sini, terutama mengandalkan power mesin di trek lurus menjelang tikungan terakhir, dengan mengadu skill & keberanian untuk late braking.. Settingan mobil, normally adalah Medium (bahkan cenderung Low) Downforce. Agar bisa benar-benar bersaing saat melibas trek lurus panjang tsb. Rem memang menjadi piranti yang terbebani di sirkuit ini. Meskipun tergolong fast-circuit yang rata-rata full throttle nya 55%, namun karakter hairpin & chicane di sini mengharuskan mobil direm dari 300-an ke 100-an km/j dlm wkt sekian detik saja! Maka jika ada inovasi utk siasati regulasi, dalam rangka mendinginkan piranti yang kerap bersuhu 1000 deg C ini, harus benar-benar cerdik & hati-hati. Agar tidak terulang kasus diskualifikasi mobil Williams th 2004 lalu.. Mengenai mesin, secara umum mesin-mesin yang akan berlaga di GP F1 Kanada ini adalah bekas seri Nurburgring yang dipakai untuk fly-away races! Ini cukup riskan, mengingat jika memerlukan komponen/terpaksa ganti mesin mendadak, maka harus didatangkan dari Eropa. Hal ini memerlukan waktu, biaya, perhatian & energi yang tidak sedikit. Apalagi sirkuit Gilles Villeneuve de Ille Notre Dame ini berkarakter cukup cepat setelah Monza, Italia (lihat full throttle 55% sda). Namun jika melihat trend/kecenderungan akhir-akhir ini bahwa reliabilitas mesin �tidak berpengaruh� jika dipakai 2 GP berturutan. **Note: akibat larangan tampil selama 2 seri kemarin, BAR Honda justru akan memakai mesin baru untuk kedua mobil mereka. Blessing in disguise, guys.. Show it off Jens, Taku.. Justru yang patut dicermati adalah perang Ban! Dengan regulasi 2005 yang melarang pergantian ban saat pit stop �normal�, maka ban yang bekerja cukup keras di GP F1 Kanada ini, akan cepat habis (atau �peyang�/benjol karena seringnya hard braking seperti Kimi di Nurburgring 2 minggu lalu). Apalagi dengan karakter slow corner yang diikuti oleh jalur lurus (straight line), memaksa mobil untuk berakselerasi penuh dari kecepatan rendah, saat keluar tikungan. Ini berarti ban belakang akan terbebani torsi yg cukup besarm sehingga.. semakin mudah aus! Berkaca dari pengalaman Michelin yang handal namun beberapa kali juga mengecewakan, maka semestinya yang dipilih adalah ban berkompon hard ketimbang softer. Resikonya: karena grip ban harder tidak sebagus softer, apalagi debu/kotoran yang mengotori sebagian trek yang berupa jalanan/bukan sirkuit permanen, maka pembalap harus ekstra presisi dan berhati-hati saat masuk chicane yang diakhiri oleh Wall of Champions (sebagaimana diulas di atas). Sedangkan si Jembatan Merah, eh.. Bridgestone, tetap ditunggu janji mereka (saat menjawab sindiran keras Luca diMontezemollo) yang akan improve dengan kompon terbaru di GP ini. We�ll see.. GP F1 Kanada memang menjanjikan hal2 yg menarik utk ditonton, jadi meskipun tengah malam hingga dini hari, betah2in melek (melek doang lho, bukan merem melek, hehe J), sediain snack untuk ganjal kelopak mata, kopi panas untuk cuci muka, serta kalau perlu ambil cuti untuk Senin keesokan harinya (kan enak & jarang2 tuh cuti pas Senin, ngebayangin yg lain kerja, hateful of Monday, tapi kita enak2 di rumah, dijamin deh.. bikin refresh tuh J) Voila.. a bientot au le Grande Prix du Canada 2005 ici. Cordialement, Balikpapan, 08 June 2003, 22h32 (lapar nih J) Ir. RMH. Prasiddha Ngartjojo (aka Ejang Kakoeng Deeda, aka M_Dee) __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/0xaSZB/UOnJAA/Y3ZIAA/2_TolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
