Lupakan team order heboh yang dulu dilakukan Ferrari.
Forget that smooth team order by McLaren in Montreal.
Indianapolis punya cerita heboh: The greatest team order, EVER!

Luar biasa, sungguh luar biasa. Baru kali ini ada instruksi mundur yang berlaku 
untuk tujuh tim sekaligus! Uniknya, itu bukan dilakukan karena kesalahan pihak 
lain, melainkan kesalahan mereka sendiri.
Well, Michelin, terlepas dari sisi safety yang mereka junjung tinggi, tetap 
saja ada poin-poin di mana mereka menunjukkan kelemahan ketika secara 
spektakuler memerintahkan 14 pembalap mundur dari tempat di mana F1 seharusnya 
mendapat citra bagus: Indianapolis.

Semua cerita bermula dari dua kecelakaan beruntun di free practice Jumat yang 
menimpa Ricardo Zonta dan Ralf Schumacher. Mereka menggeber Toyota dengan ban 
Michelin. Tiba-tiba ban kiri belakang keduanya kehilangan pressure secara 
drastis dan menyebabkan mobil sulit dikendalikan. Utk Zonta, karena terjadi 
Tikungan 7 tak terlalu berbahaya. Sebaliknya utk Ralf yang mengalaminya di 
Tikungan 13, ia melintir berkali-kali sebelum menabrak tembok. Kejadian ini 
persis dialaminya tahun lalu ketika masih membela Williams. Oleh dokter, Ralf 
dinyatakan tidak fit 100% dan ironisnya justru digantikan oleh Zonta di sisa 
sesi.

Michelin meneliti ulang semua permasalahan dan memutuskan beberapa hal:
1) terbang ke Clermont-Ferrand, markas mereka, utk membawa ban cadangan dgn 
spec GP Spanyol, yg disinyalir bisa memperbaiki kondisi.
2) menyuruh tujuh tim pemakainya menambah tekanan ban dan mengubah setelan 
suspensi belakang. Rata2 tim F-1 justru memakai tekanan ban sedang atau bahkan 
rendah agar mendapatkan kecepatan maksimal. Jelas, dari sisi teknis permintaan 
sementara Michelin ini akan mengganggu performa, walau terpaksa mereka ikuti.
3) meminta kepada FIA agar diizinkan memakai ban yg belum terdaftar (ban 
cadangan yg dibawa langsung dari markas mereka). Permintaan ini ditolak FIA 
karena tidak biasanya Michelin tidak siap dgn ban alternatif langsung di 
lokasi. Selain itu, semua ban yg harus dipakai sdh harus terdaftar sejak 
scrutineering hari Kamis. FIA memberi alternatif, kalau memang ban mereka 
bermasalah, bisa tetap berlomba dgn masuk pit setiap 10 lap (atau ganti ban 
sekalian kalau memang benar2 dianggap telah rusak). Alternatif lain, berlaga 
dgn kecepatan lebih rendah dari biasanya, terutama saat melintasi Tikungan 13.
4) meminta kepada FIA agar kalaupun diharuskan berlomba memakai ban yg sudah 
mereka pakai, dan dianggap berpotensi menimbulkan masalah, mbok ya Tikungan 13 
diberi chicane agar mobil bisa melambat di sana. Permintaan ini juga ditolak 
FIA dgn alasan mengubah lay-out sirkuit utk kepentingan pihak tertentu padahal 
kesalahan ada di pihak ybs jelas bertentangan dgn Regulasi. Selain itu, hal 
tersebut juga dianggap tidak fair terhadap mereka yg tak bermasalah 
(Bridgestone).

Kenapa Michelin mundur?
Setelah melakukan simulasi berulang-ulang, mereka beranggapan bahwa spesifikasi 
ban yg mereka bawa dan siap dipakai oleh 14 pembalap di Indianapolis 
benar-benar tak akan mampu bertahan hingga finis. Mereka mensinyalir hanya bisa 
bertahan selama 10 lap dlm kondisi lap time kompetitif. Dari sinilah mereka 
membawa panji-panji "for the sake of safety" untuk kemudian secara spektakuler 
memarkirkan Jarno Trulli, Kimi Raikkonen, Jenson Button, Giancarlo Fisichella, 
Fernando Alonso, Takuma Sato, Mark Webber, Felipe Massa, Juan Pablo Montoya, 
Jacques Villeneuve, Ricardo Zonta, Christian Klien, Nick Heidfeld, dan David 
Coulthard. Saat itu pula F-1 tercoreng!

Salah siapa?
Kalau mengilas balik kejadian, porsi terbesar kesalahan ada pada Michelin. 
Jelas, itu tak terbantah.
Michelin comeback ke F-1 tahun 2001, artinya ini tahun kelima pabrik ban 
Prancis ini tahu betul bagaimana harus berlaga di Indianapolis. Terlepas dari 
mereka belum pernah menang di trek ini, tapi semua kondisi teknis semestinya 
telah mereka kuasai. Pengalaman ini pula yg dijadikan alasan FIA menolak semua 
permintaan Michelin terhadap penggunaan ban baru dan chicane. Sekali lagi, 
mereka semestinya tahu bagaimana berlaga di banking corner Tikungan 13 dlm full 
speed selama 73 lap.
Kesalahan berikut Michelin adalah mereka tak dpt menemukan solusi tepat, dalam 
waktu singkat. Padahal, Pierre Dupasquier begitu mengagung-agungkan pasukannya 
sbg the best dari sisi R&D. Berkaca dari sini, jelas reputasi itu runtuh dlm 
sekejap. Yg membuat kesalahan di sini bertambah besar adalah ternyata back-up 
tyres mereka di Indianapolis sama sekali tak memenuhi persyaratan utk berlaga.
Kesalahan terakhir dan terbesar, tentu membuat F-1 jadi tontonan hambar. Jangan 
salahkan Bridgestone dan para pemakainya: Ferrari, Jordan, dan Minardi. Kita 
wajib memberi aplaus utk mereka yang masih mau berlomba walau di bawah saya 
memberi catatan khusus utk Paul Stoddart di bawah.

Dua permintaan Michelin, yg mereka anggap demi menyelamatkan muka F-1, sudah 
saya sebutkan di atas yakni: ganti ban baru atau ada chicane di Tikungan 13. 
Pakai logika, kalau kedua permintaan itu melanggar regulasi, apakah ini namanya 
demi menyelamatkan F-1?
Ketidaksetujuan FIA dan Ferrari kali ini benar. Dua tim "carmuk", Jordan dan 
Minardi, setuju utk ada penambahan chicane, di mana Ferrari tidak. Minardi 
lebih carmuk lagi dgn malah nge-blame Jordan yg katanya udah janji gak mau 
balapan (see below).

Terus terang, kali ini saya bersimpati kepada FIA dan Ferrari. 
Yang punya masalah Michelin, kenapa mereka harus ikut-ikutan dipojokkan? 
Keputusan mereka utk tetap mengacu Regulasi, dan terbukti selama 73 lap tidak 
ada masalah, adalah benar. Michelin is the real chicken...

ADDITIONAL CHICANE
Pernah dibuat di Sirkuit Catalunya tahun 1994. Tapi itu dilakukan sejak sebelum 
semua sesi berlangsung, bukan di tengah prosesi sebuah GP. Tahun 1995 chicane 
di straight Nissan itu tak dipakai lagi.

VALID RACE?
Balapan di Indy sah? Regulasi menyebutkan minimal ada 12 pembalap bila race mau 
dianggap sah. Di Indy cuma 6 pembalap dan sah karena mereka sesungguhnya sdh 
dianggap ikut lomba dgn mengikuti formation lap. Terus terang, satu2nya nilai 
plus tujuh tim adalah dgn menarik diri secara halus lewat ikut formation lap 
dulu. Kalau mereka gak ikut formation lap, baru lomba dinyatakan batal dan 
penonton bisa pada ngamuk.
Apa pun, Indianapolis 2005 membuat sejarah dgn hanya 6 orang ambil bagian dan 
enam-enamnya finis! Rekor sebelumnya dipegang oleh GP Argentina 1958 di Sirkuit 
Buenos Aires dgn 10 orang starter. Peserta start terbanyak terjadi di GP Jerman 
1953 di Sirkuit Nurburgring, yaitu 34 orang.

BANKING CORNER
Tikungan 13 di Indianapolis menjadi satu-satunya lintasan miring di F-1. Sudut 
kemiringan di Indy mencapai 9 derajat dan tentu harus ada kompromi setelan 
suspensi antara kanan dan kiri. Karena belok mengarah ke kanan dalam kondisi 
cepat, ban kiri memiliki beban teramat berat. Kalau kondisi ini berlangsung 
terus menerus, maka bisa parah dan fatal akibatnya karena suhu ban akan tinggi 
dan berlangsung dlm hitungan detik yg lebih lama dibanding sirkuit2 lain. Para 
pemakai Michelin cenderung menggunakan tekanan ban rendah, agar bisa menyetel 
suspensi agak keras, tapi itu ternyata malah membahayakan. Makanya Michelin 
menyuruh tim menggunakan tekanan ban lebih tinggi dan menyetel ulang suspensi, 
walau mereka tak menjamin itu bisa menyelesaikan masalah.

TYRE WAR
BRIDGESTONE 1, MICHELIN 8
Technical knock-out, ini istilah Jean Todt utk kemenangan Bridgestone di 
Indianapolis. Bridgestone memang yakin kompetitif dan mampu menaklukkan 
Indianapolis berkat bantuan suply data dari Firestone, adik mereka, yg biasa 
mentas di IRL atau Nascar. Sudah begitu, menang sejak 2000 di sini juga 
dijadikan pegangan. Melihat ban Narain di sisi paling krusial, kiri-belakang, 
yg sudah botak di pertengahan lomba dan masih mampu finis kian menguatkan bhw 
Bridgestone memang siap utk jadi raja di Indianapolis. Welldone!

TEAM BY TEAM
FERRARI
1 Schumi 
2 Barrichello
The real duel. Kedua pembalap benar2 disuruh duel tanpa ada harus yg mengalah. 
Kejadian nyaris senggolan di lap 51 selepas pit stop kedua Schumi menjadi 
satu2nya hiburan. Pit stop pertama Schumi lebih lama karena harus ada 
pengecekan penggunaan ban belakang, yg ternyata aman-aman saja.

BAR
3 Button
4 Sato/Davidson
chicken #2 -- sudah minta maaf secara bersama, terpaksa jadi chicken

RENAULT
5 Alonso
6 Fisichella
chicken #3 -- sudah minta maaf secara bersama, terpaksa jadi chicken

WILLIAMS
7 Webber
8 Heidfeld
chicken #4 -- sudah minta maaf secara bersama, terpaksa jadi chicken

McLAREN
9 Raikkonen
10 Montoya/de la Rosa/Wurz
chicken #5 -- sudah minta maaf secara bersama, terpaksa jadi chicken

SAUBER
11 Villeneuve
12 Massa
chicken #6 -- sudah minta maaf secara bersama, terpaksa jadi chicken

RED BULL
14 Coulthard
15 Klien/Liuzzi
chicken #7 -- sudah minta maaf secara bersama, terpaksa jadi chicken

TOYOTA
16 Trulli
17 Ralf
chicken #8 -- sudah minta maaf secara bersama, terpaksa jadi chicken

JORDAN
18 Monteiro
19 Karthikeyan
Podium pertama, siapa yg gak mau? Wajar bila Monteiro melakukan leap ala Schumi 
di podium. Dia pun tanpa beban menyemprotkan sampanye sendirian yg sama sekali 
gak ditoleh Schumi dan bahka sudah ditinggalkan Barrichello. 

MINARDI
20 Friesacher
21 Albers
Barangkali Bernie benar mengatakan Paul Stoddart tak seharusnya ada di F-1. 
Bisa2nya dia bilang ikut bersimpati pada para pengguna Michelin. Ban apa yg 
dipakai timnya? Bisa2nya dia menyalahkan Jordan yg katanya melanggar gentleman 
agreement di antara mereka utk setuju ada penambahan chicane dan kalau tidak 
batal ikut lomba. Bukankah tanpa chicane, kedua pembalap mereka bisa selamat 
sampai finis? Gara2 itu mereka kini membiarkan BAR menjadi satu2nya tim yg 
belum dapat poin.
Terlihat sekali siapa Stoddart sebenarnya. Dia anti-FIA dan anti-Ferrari yg 
terkadang tidak menempatkan diri pada proporsi sesungguhnya. Pokoknya, asal ada 
ini-itu yg bisa dimanfaatkan utk memojokkan FIA dan Ferrari, sikaaatt!!
Stoddart, chicken #9.

salam,
arief k.

[Non-text portions of this message have been removed]



HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke