Round 11: 10/07/2005 BRITISH GP, SILVERSTONE
Circuit length: 5,141 km
Race distance: 60 laps (308,355 km)
Kualifikasi (9/7): 19.00 WIB --- live Global/Star Sports
Start lomba: 19.00 WIB --- live Global/Star Sports

Simpan dulu rasa salut kita utk Kimi, karena mungkin hari Minggu ini dia bisa 
bikin show yg lebih hebat dari apa yg diperlihatkan oleh Alonso di Magny-Cours.

Saya spare itu, karena loncatan posisi 13 ke urutan 2 (spt yg Kimi lakukan di 
Magny-Cours) bukan hal baru di F-1, dan itu saya pikir biasa. Schumi pun pernah 
melakukannya di Imola tahun ini. Bahkan yg lebih spektakuler dari sekedar 
melompat posisi 13-ke-2 banyak. Di luar lomba Indy 500 yg sempat masuk kalender 
F-1, saya mencatat beberapa kejadian sensasional tersebut:
1. John Watson (Grid 22, Finis 1) GP AS-Long Beach 1983; McLaren-Ford
2. Rubens Barrichello (G 18, F 1) GP Jerman 2000; Ferrari
3. John Watson (G 17, F 1) GP AS-Detroit 1982; McLaren-Ford
4. Jackie Stewart (G 16, F 1) GP Afsel 1973; Tyrrell-Ford
5. Michael Schumacher (G 16, F1) GP Belgia 1995; Benetton-Renault
6. Alan Jones (G 14, F 1) GP Austria 1977; Shadow-Ford
7. Olivier Panis (G 14, F 1) GP Monako 1996; Ligier-Mugen Honda
8. Johnny Herbert (G 14, F 1) GP Eropa 1999, Stewart-Ford
9. Bruce McLaren (G 13, F 1) GP Argentina 1960, Cooper-Climax
10. Alain Prost (G 13, F 1) GP Meksiko 1990; Ferrari

Dari data ini jelas terlihat bahwa apa yg diperlihatkan Kimi di Magny-Cours itu 
sebenarnya memang biasa aja. Jadi, sekali lagi, simpan dulu rasa kagum kita 
buat Kimi, karena saya yakin kariernya masih panjang dan siapa tahu dia bisa 
membuat hal lebih spektakuler dibanding salah satu dari 10 peristiwa di atas. 
Akan lebih banyak ck..ck..ck.. kita buat Kimi nanti. Percayalah!

Data pendukung lain adlh fastest lap di Magny-Cours. 
1 Kimi Raikkonen 1'16.423 - lap 25
2 Fernando Alonso 1'16.502 - lap 5
Memang Kimi lebih cepat, dengan beda 0,079 detik. Tapi lihat kapan Kimi dan 
Alonso membuat fastest lap masing2. Alonso melakukannya di lap 5, di mana bahan 
bakar di mobilnya masih banyak krn itu blm lama start dan dia masuk pit di lap 
20. Sementara Kimi di lap 25 atau tiga lap menjelang pit stop pertamanya. Itu 
berarti Kimi melakukannya dgn kondisi bahan bakar sudah tipis, jadi wajar bikin 
lap time bagus.
Dgn kondisi bahan bakar kayak gitu, sementara lap time hanya beda 0,079 detik, 
bukankah berarti Alonso the better driver? Jadi, what Kimi did on Saturday (lap 
time qualifying bagus dgn bahan bakar banyak), Alonso did it on Sunday. What 
made Kimi better on Saturday, also done by Alonso 24 hrs later. Makanya, saya 
stick to Alonso sbg Man of The Race Magny-Cours.

Nah, justru di Silverstone inilah kesempatan besar kita melihat Kimi 
edan-edanan. Sbg refleksi, lihatlah betapa Alonso jadi bulan-bulanan Kimi di 
Catalunya. Kebetulan, dlm banyak hal Catalunya punya kemiripan dgn Silverstone.

Catalunya dan Silverstone sama2 terletak di very open area, di mana angin bisa 
berembus dari segala arah. Karena terletak di bekas bandara, bisa dibayangkan 
kayak apa luasnya area yg mengitari Silverstone. Selain itu, trek ini juga 
memiliki beberapa tikungan cepat yg amat menantang baik dari sisi pembalap 
maupun para mekanik utk menentukan setelan yg pas.

Tikungan pertama aja, Copse, bisa dilewati dlm 250 km/jam. Setelah itu ada 
bagian paling menarik di mana ada rangkaian S, Maggotts-Becketts-Chapel. Di 
situ bukan cuma mobil yg harus bisa tetap ajeg di aspal dlm kecepatan tinggi, 
tapi juga mata dan tangan pembalap mesti konsentrasi tinggi. Justru gara2 harus 
melibas tikungan dgn kencang dlm kondisi meliuk-liuk itulah, ada yg menganggap 
rangkaian S itu spt blind corner. Bandingkan, bila biasanya meliuk-liuk itu 
identik dgn bagian twisty dan kecepatan rendah, di Silverstone malah 
kebalikannya. Inilah yg membedakan Silverstone dgn sirkuit2 lain. Walaupun 
konturnya flat, tapi lay-out Silverstone memang beda dari kebanyakan sirkuit. 
Tambahkan juga faktor angin yg bisa sesuka hati mau menghantam mobil dari mana 
aja. Kalau sudah begini kondisinya, apa yg dibutuhkan? Mobil yg kencang di 
setiap sudut sirkuit, plus punya stabilitas tinggi. Dgn kata lain: aerodinamika 
jadi pegangan. 
Sampai saat ini Adrian Newey dgn mahakaryanya, McLaren MP4-20, saya pikir masih 
lbh bagus dari Pat Symonds dan Bob Bell yg membuat Renault R25. Dgn fakta 
mobil2 buatan Newey sdh menang 9(!!) kali di Silverstone, tentu hanya unsur 
luar biasa yg bisa menggagalkan salah satu dari penggeber MP4-20 gagal di 
Silverstone akhir pekan ini. Mobil buatan Newey tentu termasuk ketika dia masih 
membuat sasis FW-FW buat Frank Williams. Krn punya reputasi bagus di 
Silverstone, utk kali pertama musim ini Newey diajak ke Press Conference resmi 
FIA hari Jumat. Dia akan ditemani Ross Brawn (Ferrari), Mike Gascoyne (Toyota), 
dan Sam Michael (Williams).

Pat Symonds sendiri mengakui bhw dari sisi aero, R25 tak sebagus MP4-20. 
Makanya, ia hanya berharap Renault bisa menang di trek agak twisty di mana aero 
gak jadi patokan utama utk menang atau kalah. Sebaliknya, mobil dgn aero bagus, 
di mana pun GP digelar kemungkinan menangnya akan besar. Newey sendiri melihat 
kesempatan utk membalas kekalahan dari Rory Byrne terbuka lebar. Kali terakhir 
mobil Newey menang adlh tahun 2001 (Mika Hakkinen). Sejak itu selama tiga tahun 
berurutan mobil2 sentuhan Byrne yg merajai Silverstone.

Kalau bicara peluang, saya akan menempatkan Kimi, juga JPM, di atas Alonso. 
Berikutnya baru duet Alonso-Fisichella yg punya kans sama dgn duet Ferrari.

ENGINE STATUS: 1 (mesin baru); 2 (sdh dipakai di GP seblmnya)
Schumacher 1 - Rubens 1
Button 2 - Sato 2
Alonso 1 - Fisichella 1
Webber 1 - Heidfeld 1
Kimi 2 - Montoya 1
Villeneuve 2 - Massa 2
DC 1 - Klien 1
Trulli 1 - Ralf 2
Monteiro 1 - Narain 1
Friesacher 1 - Albers 2

SILVERSTONE
Fuel effect: 0,35 dtk/10 kg bahan bakar
Fuel consumption: 3,2 kg/lap
Tyre usage: 5, skala 1-5
Brake wear: 2, skala 1-5
Grip level: 3, skala 1-5
Downforce level: 4, skala 1-5
Full throttle: 59% rata-2 satu lap
Walau udah banyak disinggung di atas, ada satu faktor lagi yg gak kalah 
menentukan: cuaca! Suhu di Inggris pasti berbeda dgn Eropa daratan. Dgn 
kecenderungan cooler, maka ini akan menguntungkan buat Bridgestone-Ferrari, yg 
selama ini keteteran abis di suhu terik. Dgn konsumsi bahan bakar yg lumayan 
tinggi, 3,2 kg/lap, tapi di lain sisi penalti utk setiap 10 kg bahan bakar yg 
dibawa relatif rendah, 0,35 dtk, plus pit lane yg panjang, saya pikir 2-stop 
akan mewabah di Silverstone.
Salah satu keistimewaan Silverstone adlh, kalau biasanya sirkuit dgn downforce 
tinggi selalu menghadirkan brake wear yg tinggi pula krn mobil sering ngerem, 
di sini lain. Brake wear-nya malah rendah. Ini membuktikan bhw mobil harus 
benar2 stabil karena akan dibawa ngebut dgn jarang menginjak rem. Mobil yg 
stabil itu, di antaranya, memang harus dgn meninggikan downforce.

Reminder: first F-1 GP digelar di Silverstone on May 13th, 1950.

TYRE WAR
BRIDGESTONE 1, MICHELIN 9
Kompakan bawa medium to hard compound. Patokannya, lihat tyre usage di atas: 
mentok di angka 5! Ya, Silverstone memang kejam buat ban. Tak ada pilihan lain 
dgn kondisi satu pasang ban skrg selain menggunakan ban medium atau hard.
Bridgestone tentu berharap mendung atau hujan akan datang. Memang kalau suhu 
panas, baik Michelin atau Bridgestone akan kena dampak. Bedanya, Michelin hanya 
berdampak pada lap time yg slower, tapi Bridgestone pada lap time yg buruk. 
Kasus di Nuerburgring dan Magny-Cours jadi contoh. Lap time Michelin di suhu 
panas itu slower than expected, tapi Bridgestone worse than slower. Kalau 
mendung, apalagi hujan, sdh pasti Ferrari akan menari-nari. Menurut Nigel 
Stepney dari Ferrari, ada baiknya jgn percaya ramalan cuaca secanggih apa pun. 
Satu2nya jalan aman di Silverstone adalah: ngelihat ke langit!
Michelin lagi upper-hand, gak bisa dibantah. Mereka juga diuntungkan oleh tim2 
Inggris yg mereka pasok sering tes di Silverstone. Jadi, data mereka berlimpah 
dibanding Bridgestone. Kondisi unik Silverstone pastinya menghadirkan setelan 
mobil yg unik pula. Mau memprioritaskan mana, bagian cepat di beberapa tikungan 
awal atau bagian lambat di akhir. Utk kedua jenis setelan mobil ini, spt biasa, 
Michelin selalu punya jawabannya.

TEAM BY TEAM
FERRARI
1 Schumi
2 Barrichello
Perhatikan sepak terjang mereka sejak free practice. Kalau konsisten ada di 5 
Besar, terus di kualifikasi bisa nembus 4 Besar, "lihat ke langit" hari Minggu. 
Kalau mendung dan suhu di bawah 20 derajat C, kans menang Schumi atau 
Barrichello tetap besar. Paket sayap baru F2005 yg dijajal optimal di Catalunya 
(saudara tiri Silverstone) gak optimal di Magny-Cours krn memang karakternya 
beda, plus suhu menyengat. Nah, di Silverstone bisa lain ceritanya. Tapi, dari 
segala unsur yg bisa membuat Ferrari diperhitungkan, saya tetap hanya melihat 
satu faktor: cuaca. Tanpa itu, mereka mgkn bisa bersaing dgn Renault, tapi tdk 
dgn McLaren.

BAR
3 Button
4 Sato/Davidson
Balapan kandang bermodal poin yg baru didapat. Mestinya ini moral boost, tapi 
Jenson realistis. Gap BAR dgn Renault/McLaren terlalu jauh. Makanya, ia hanya 
mengincar posisi yg mungkin disabet dari Ferrari: podium. Sato sdh dinasihati 
oleh Gil de Ferran agar jangan sering2 balapan yg bikin mobil gak ada grip. 
Kalau sekali dua kali sih oke, tapi keseringan berabe euy.

RENAULT
5 Alonso
6 Fisichella
Sbg pembuat mesin, Renault sudah menang 8 kali di Silverstone. Tapi sbg pembuat 
sasis, Renault baru sekali menang, Alain Prost thn 1983. Tapi, masih ingat kan 
waktu Alonso menang di Magny-Cours lalu dia juga menyamai rekor Prost, yakni 
membawa mobil Prancis menang di GP Prancis? Walau agak berat, siapa tahu rekor 
Prost yg satu lagi itu disamai Alonso di Silverstone. Ada satu kiasan bagus 
Alonso soal Silverstone. Pada press conference pasca-Magny Cours ia bilang trek 
ini sudah ia kasih tanda cross merah, tanda kans menang tipis.
Fisichella juga mengakui bahwa McLaren akan tampil lebih bagus di Silverstone. 
Yg akan diandalkannya adlh mesin baru RS25 yg dipakai dia dan Alonso. 

WILLIAMS
7 Webber
8 Heidfeld
Webber pejuang sejati. Dlm kondisi masih cedera luka bakar warisan Magny-Cours, 
ia akan bertarung di Silverstone. Tadinya ia mau berhenti lomba, tapi karena 
hukumannya adlh DNF dan berarti keluar lebih awal di kualifikasi, ia milih 
finis walau posisi buruk. Sepanjang tahun ini berarti Webber ikut balapan dalam 
kondisi cedera berkali-kali. Di awal musim dia sempat cedera tulang rusuk dan 
masih ikut balapan, walau gak tes.
Heidfeld is daddy now. Nama anaknya yg dilahirkan dari rahim Patricia adlh 
Juni. Aneh juga, padahal lahirnya tgl 3 Juli, tapi namanya Juni. Melihat 
kekuatan Williams saat ini, Nick berharap hujan datang.

McLAREN
9 Raikkonen
10 Montoya/de la Rosa/Wurz
Team to beat. Montoya akan pakai mesin Mercy baru, spec baru yg lbh powerful. 
Tapi kudu hati2. Mesin spec itu udah dites lebih dari 1.500 km, tapi pas 
dipakai Kimi di Magny-Cours baru 50 km udah rontok. Pengalaman pasti mengatakan 
tak akan ada lagi kesalahan yg sama. Kalau ada, artinya nasib JPM tahun ini 
benar2 apes.
Kimi udah dibahas banyak di atas.

SAUBER
11 Villeneuve
12 Massa
Kelemahan utama Sauber adlh mereka blm sekali pun tes di Silverstone musim ini. 
Menurut Villeneuve, dia gak tahu apakah timnya akan kedodoran atau malah dapat 
kejutan menyenangkan. Massa menyukai Silverstone krn ini adalah driver's track, 
di mana skill pembalap berperan besar.

RED BULL
14 Coulthard
15 Klien/Liuzzi
New contract, also new dispute. DC dpt kontrak baru utk 2006 sama Red Bull. 
Tapi yg mencuat bukan soal itu, melainkan obrolan via teleponnya dgn Max Mosley 
yg bikin heboh. Mereka berdebat soal safety measure saat tes dan race, tapi 
dikaitkan dgn urusan politik dan regulasi musim ini. Kedua pembalap Sauber, 
plus test driver mereka, dan Schumi, gak ikut menandatangani petisi menyudutkan 
Mosley. Aneh juga, padahal DC lagi clash. Menurut Christian Horner, bos Red 
Bull, dia gak mau anak buahnya terlibat jauh dlm urusan politik. Red Bull udah 
mastiin ikut banding kasus dakwaan Indy dari FIA.

TOYOTA
16 Trulli
17 Ralf
Kalau bicara aero, mestinya TF105 oke. Di Catalunya pun mereka kompetitif, dgn 
aksi duel Trulli-Ralf berebut posisi podium. Kedua pembalap yakin bisa merebut 
poin penting lagi utk klasemen konstruktor. Sementara itu Mike Gascoyne selaku 
direktur teknis akan meninggikan sedikit bottom mobilnya utk menghindari 
kemungkinan genangan air. Karena gak ada wkt utk tes, race pace Toyota pasti 
gak jauh beda dgn di Magny-Cours. Trulli kayaknya akan mengejutkan lagi, tapi 
hanya utk hari Sabtu. Hari Minggu bersama Ralf mungkin dia bisa dpt poin, tapi 
dgn selisih waktu yg cukup besar dibanding sang pemenang.

JORDAN
18 Monteiro
19 Karthikeyan
Ini kesempatan terakhir Jordan menganggap Silverstone sbg home race mereka. 
Dari semua tim Inggris, markas Jordan yg paling dekat, hanya nengok dikit 
sampe. EJ15B akan dites di sini oleh Robert Doornbos. Sasis itu udah dites tapi 
belum reliable. Kalau sukses, EJ15B akan debut di GP Jerman. Narain merasa 
familiar dgn Silverstone krn sering balapan di sana semasa di F-3 Inggris. 
Tiago juga begitu. Jadi akan terlihat duel menarik di antara keduanya.

MINARDI
20 Friesacher
21 Albers
Entah Albers atau Friesacher bisa disiapkan lagi utk mengisi sedikit bahan 
bakar, agar hasil kualifikasi mereka di atas Jordan. Toh gak ada yg terlalu 
peduli mereka pakai 3 atau 2 stop. Asal Jordan ada di bawah, that's a win.

salam,
arief k.

[Non-text portions of this message have been removed]



HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke