Ada email masuk ke saya, apakah ada permainan tingkat tinggi untuk sengaja 
"menghancurkan" McLaren? Saya jawab jelas ada, tinggi sekali bahkan. Karena 
semua ini sudah diatur sama Yang Mahatinggi. 

Skenario utk menggagalkan McLaren memang tak tampak secara kasat mata. 
Permainan2 kecil memang ada (lihat KARMA FISICHELLA), tapi itu tak mengganggu 
performa secara keseluruhan utk lomba. McLaren tetaplah mobil tercepat, di 
lintasan kering dan basah. Cuma nasib menggariskan tak selalu sehebat mobil 
mereka.

Pagi sebelum lomba F-1 ada lomba tambahan yg tertunda gara2 lomba tambahan 
sebelumnya yg dihiasi hujan lebat diwarnai kecelakaan. Menjelang start F-1, 
hujan berhenti, tapi lintasan masih basah. Kabut yg membawa sedikit air, dan 
nyaris gak ada matahari sama sekali selama lomba, membuat kondisi trek nyaris 
sama sejak start hingga finis. Dari sini, ban intermediate tentu menjadi 
pilihan pas sejak start. Kalau ada pembalap yg berjudi menggunakan ban kering, 
atau ban basah sekalian, ya itu part of the game. Harga perjudian harus 
dibayar, pahit atau manis (lihat team by team).

Lomba di Spa memang gak totally wet, tapi itu sudah cukup utk mencerminkan 
balapan klasik di Spa yg senantiasa basah. Race director mengumumkan sebelum 
lomba bahwa cuaca tak mendukung utk dinyatakan sebagai dry/normal race, makanya 
lomba dinyatakan wet race. Walau wet race, tapi lintasan damp, jadi start gak 
perlu dipandu oleh safety car seperti pada start 1998 di sirkuit yg sama.

McLaren langsung tancap gas sejak awal. Tapi terlihat bahwa kedua pembalap 
berhati-hati. Kalau di trek kering, dijamin gap antara JPM-Kimi dgn pembalap di 
belakang mereka membesar bak deret ukur. Di Spa gak seperti itu, walau tetap 
terlihat perbedaan kelas antara mobil bagus dgn mobil biasa. Begitu Fisichella 
crash, Safety Car (SC) masuk ke trek. Kimi pintar membaca gerak menahan 
pembalap di belakangnya utk membiarkan JPM melakukan pit stop dgn nyaman 
sebelum dia sendiri nanti melakukannya. Alasan lain Kimi menahan adalah karena 
dia gak mau terjadi antrian di pit lane McLaren yg malah bikin chaos gak 
diharapkan.

Pasca-SC, lomba jauh lebih menarik karena ada beberapa tabrakan dan diwarnai 
pembalap2 yg keliru memilih ban kering. Sampai di sini tak ada kejadian aneh 
selain kasus2 itu. Apakah ada team order McLaren, di mana JPM masuk pit lebih 
dulu, lalu Kimi, dan setelah itu posisi lomba berbalik menjadi Kimi nomor 1 dan 
JPM nomor 2? Multi-tafsir. Tanpa itu pun Kimi sebenarnya memang lagi kencang di 
Spa, no doubt. Jadi dia layak menang. 
Yg mungkin apes bagi McLaren adalah lagi2 JPM mengalami nasib sial. Tercatat, 
ini kali ketiga dia ditabrak pembalap yg sudah di-overlap-nya. Pertama di GP 
Brasil 2001 (aktor lain Jos Verstappen), GP Turki 2005 (Tiago Monteiro), dan 
Spa 2005 (Antonio Pizzonia). Kalau sekali sih bisa dimaklumi, ini tiga kali? 
Apakah ada something wrong pada JPM di saat dia justru sedang santai sehingga 
under no pressure dari siapa pun? Apakah ada attitude-nya yg harus diubah 
ketika baru saja mengoverlap back marker? Mungkin harus ada tombol otomatis di 
mobil dia setiap kali selesai mengoverlap back marker. Tombol itu dipencet dan 
keluar tulisan di sayap belakang: KEEP THE DISTANCE.

Balik ke McLaren. Kalau ditelusuri, aneh juga tim dgn mobil terbaik musim ini 
gak pernah finis 1-2. Jauh sekali dibanding masa keemasan Mika Hakkinen-DC 
tahun 1998-1999, atau era Schumi-Rubens di Ferrari. Mungkin tahun depan mereka 
akan memetik hasil 1-2 lebih banyak, kalau trend seperti ini berlanjut. Padahal 
kalau finis 1-2 di Spa, klasemen konstruktor sudah pasti dalam genggaman dan 
itu bakal memberikan tekanan psikologis kuat buat Renault di sisa musim ini.

CLIMATIC CONDITIONS
Kelihatannya ada satu Regulasi yang diterjang saat lomba di Spa, yaitu boleh 
ganti ban sambil isi bahan bakar. Kalau mengacu pada lomba normal, trek kering, 
jelas kedua hal itu tidak diperbolehkan dilakukan berbarengan. Tapi, pasal lain 
di Regulasi Lomba F-1, Pasal 118, membolehkan penggantian ban, bahkan 
berkali-kali, berbarengan dengan pengisian bahan bakar. Syaratnya, bila Race 
Director sudah memberikan pengumuman via monitor ke masing-masing tim dengan 
tulisan: "CHANGE IN CLIMATIC CONDITIONS". Bila tulisan ini sudah tertayang, 
maka tim boleh mengganti ban sesuka mereka berbarengan dengan pengisian bahan 
bakar. Bahkan tim-tim juga boleh mengganti setelan mobil mereka dari apa yg 
keluar dari parc ferme (setelan kualifikasi). Hari Minggu, hal ini berlaku di 
Spa.

KARMA FISICHELLA
Crash.net melaporkan ada kejadian gamesmanship antara McLaren dan Renault pada 
kualifikasi. Semua berangkat dari Regulasi bahwa setiap pembalap memiliki waktu 
satu menit utk keluar utk melakukan out-lap, terhitung dari saat pembalap 
sebelumnya persis melakukan flying lap. Urutan keluar kualifikasi empat 
terakhir adalah Kimi-Fisichella-Alonso-JPM. McLaren, Renault, Renault, McLaren. 
Ketika Kimi melakukan flying lap, Fisichella rupanya sdh menunggu persis di PIT 
EXIT. Jadi dia keluar very very early, atau pada detik pertama dari 60 detik 
waktu yg disediakan. Apa tujuannya? Mengganggu Kimi ketika Kimi melakukan 
in-lap (satu lap setelah flying lap). Kejadiannya: Fisichella keluar di detik 
pertama saat Kimi flying lap, Fisichella lantas "membuntuti" Kimi dgn kecepatan 
mirip kualifikasi. Setelah Kimi selesai melakukan flying lap, utk kemudian 
melakukan in-lap, gantian giliran Fisichella yang melakukan flying lap. Nah, 
karena Fisichella sebelumnya sudah membuntuti Kimi, maka mau gak mau jarak 
antara dia dan Kimi di depannya gak terlalu jauh. Akan lebih terasa dekat 
ketika Fisichella harus menambah kecepatannya di saat dia sendiri melakukan 
flying lap. Otomatis, Kimi pun harus menambah kecepatannya ketika dia melakukan 
in-lap, karena kalau tidak dia bisa dikenai penalti karena dianggap mengganggu 
pembalap di belakangnya yang sedang melakukan flying lap. Padahal, biasanya 
seorang pembalap ketika melakukan in-lap itu dalam kondisi santai, utk 
menghemat ban dan bahan bakar. Mengingat sirkuit Spa yg panjang, lebih terasa 
lagi betapa Kimi harus "dikejar-kejar setan" buru-buru masuk pit supaya gak 
kena penalti gara2 dianggap mengganggu Fisichella. Makanya terlihat di TV saat 
kualifikasi jarak antara Fisichella dan Kimi begitu dekat sebelum Kimi masuk 
pit pada in-lapnya di mana Fisichella sendiri akan mengakhiri flying lap. 
Apakah Fisichella salah? Oh tidak, regulasi membolehkan itu. Tapi, yg namanya 
gamesmanship tetap aja terasa.
Kubu McLaren menganggap ini gamesmanship Renault. Mereka sebenarnya bisa 
membalasnya karena urutan berikut bisa memungkinkan utk itu di mana JPM bisa 
bertindak sebagai "Fisichella" dan Alonso sebagai "Kimi". Tapi mereka tidak 
melakukannya dgn alasan ingin main bersih. Karma, kalau kita anggap begitu, 
langsung terasa saat lomba di mana Fisichella harus menjadi pembalap pertama yg 
DNF. Kalau dipikir2 lucu juga ya gamesmanship McLaren dan Renault ini karena di 
GP Jerman justru Kimi yang melakukannya ketika dia "membawa debu" ke trek utk 
mengganggu Alonso saat kualifikasi. 

TYRE SUPPLIER
Williams sudah pindah ke Bridgestone, tinggal tunggu Toyota. Kayaknya ini pun 
hanya menunggu waktu mengingat Michelin sudah memastikan tidak akan menyuplai 
Toyota musim depan. Perpindahan ban ini sebenarnya biasa, tapi jadi luar biasa 
karena dipicu oleh "perseteruan" FIA dan Michelin di balik itu. FIA mau ada 
pemberlakuan satu pemasok ban pada 2008 dst. utk menghemat biaya. Michelin gak 
mau karena itu menghilangkan kompetisi. Di balik sikap Michelin, mereka 
mengutarakan keberatan pada FIA karena FIA seperti ingin mendepak Michelin 
keluar dari F-1 lebih cepat dari rencana. Michelin sendiri akhirnya 
mengisyaratkan memang akan melakukan itu, yakni undur diri dari F-1 pada 2007 
di saat sebenarnya masih boleh ada dua pemasok ban di F-1.
Jadi, langkah yang dilakukan Williams dan Toyota lebih kepada antisipasi kalau2 
Michelin benar2 pull out dari F-1 tahun 2007. Artinya, mereka sudah punya 
adaptasi lebih cepat setahun ketimbang McLaren, Renault, BAR, Red Bull, dan 
Sauber yg bertahan dgn Michelin pada 2006. Walau Michelin mengatakan akan 
mengurangi jumlah tim pemakai ban mereka pada 2006 (dari sekarang 7 tim), tapi 
tetap saja ada bumbu2 politik di balik kepindahan Williams dan menyusul Toyota.
Bagi Bridgestone, atas persetujuan Ferrari tentu, tambahan rekan seperjuangan 
macam Williams dan menyusul Toyota tentu bagus utk memperkaya data mereka guna 
pengembangan ban. Ferrari sdh "tobat" menjadi anak emas Bridgestone, menyusul 
regulasi satu pasang ban utk lomba seperti musim ini. 
Apakah nanti akan mematikan persaingan dgn hanya ada pemasok tunggal? Itu 
pasti. Tidak ada lagi klaim ban kami lebih bagus di suhu ini, atau di trek ini. 
Kondisi seperti 1999-2000 di mana Bridgestone jadi pemasok tunggal akan 
menghampakan perang ban. Tapi, belum tentu Bridgestone juga yg ada di F-1 pada 
2008 ke sana, karena FIA akan melakukan tender utk menjadi pemasok tunggal. 
Apalagi kalau ban slick jadi comeback. Bisa2 justru malah Goodyear yg balik, di 
mana mereka dulu keluar dari F-1 di akhir musim 1998 gara2 ngambek FIA 
menerapkan ban grooved.

PENALTY SATO-PIZZONIA
Selepas lomba, steward memanggil Sato-Schumi dan JPM-Pizzonia. Dari apa yg 
tampak di layar kaca, baik Sato maupun Pizzonia jelas2 salah menabrakkan mobil 
mereka ke Schumi dan JPM, apa pun alasannya. Utk Sato, katanya, rem dan bannya 
yang baru diganti masih dingin sehingga belum panas yang membuat dia telat 
menginjak rem. Steward rupanya gak peduli, pokoknya Takuma-san harus mundur 10 
titik dari posisi start aslinya di GP Brasil. Kebayang gak kalau Sato juga 
harus mengganti engine? Hahaha, jadi mundur 20 titik dong.. 
Pizzonia, dgn ban kering di lintasan yg sudah mengering, pasti lebih cepat dari 
JPM yg masih menggunakan ban intermediate yg sudah aus pula. Karena merasa 
lebih cepat dari JPM, dia sah-2 aja boleh menyusul kembali walau statusnya 
adalah overlapped driver. Tapi, ya karena dia nabrak dan itu sebenarnya bisa 
dihindari steward lagi2 gak peduli. 8.000 dolar harus dibayar Pizzonia. 
Lucunya, hukuman ini gak sama antara buat Sato dan Pizzonia walau keduanya 
dianggap menyebabkan pembalap keluar dari lomba. Mungkin steward menganggap 
Pizzonia gak balapan lagi di GP Brasil sehingga dia cukup kena denda uang, 
bukan penalti mundur 10 grid seperti Sato. Eh gak tahunya ada kabar Heidfeld 
malah cedera bahu karena tabrakan saat ia bersepeda di sekitar rumahnya di 
Swiss. Heidfeld dipastikan absent di Brasil dan mungkin Pizzonia tetap berlaga.

TYRE WAR
BRIDGESTONE 1, MICHELIN 15
Secara moril, Michelin sudah mengatakan mereka akhirnya bisa menaklukkan 
Bridgestone di lintasan basah. Jangan lagi ada alasan ini kan cuma damp (alias 
setengah basah) bukan totally wet, di mana kalau totally wet alias hujan turun 
lebat, kemungkinan Bridgestone tetap menang amat besar. Ban intermediate 
Michelin memang terlihat lebih kencang. Sebenarnya perang ban di Spa bukan 
didasari pada seberapa hebat ban intermediate atau ban wet, tapi pada kejelian 
tetap membaca cuaca. Taruh misalnya kasus Ralf Schumi yg gara2 sempat pakai ban 
kering malah kehilangan kesempatan emas naik podium. Padahal secara kasat mata 
mobil Toyota hari itu benar2 kencang di trek damp.

TEAM BY TEAM
FERRARI
1 Schumi
2 Barrichello
Roller-coaster. Di satu kesempatan pasrah melihat keperkasaan duet Toyota, 
Trulli dan Ralf, karena sempat lebih bagus dari mereka saat lomba, tapi pada 
akhirnya mereka juga yg finis lebih baik dari Toyota. Peluang utk 
mempertahankan posisi ketiga klasemen konstruktor tetap terjaga karena tiga 
seri terakhir akan berbeda dari apa yg sdh terjadi di Turki, Italia, dan Spa, 
tiga sirkuit kejam utk ban. Dgn janji Bridgestone bahwa ban yg sempat membawa 
mereka meraih pole di Hungaroring akan comeback dgn pengembangan terbaru di 
sisa seri, harapan utk terus menjauhi Toyota terjaga. Schumi, walau apes karena 
dicium Sato, tetap bisa tersenyum karena JPM juga akhirnya DNF. Dia kini tetap 
ada di urutan tiga besar pembalap. Barrichello membalap so-so, tak mau 
mengambil banyak resiko, tapi lebih memilih gaya konservatif dalam hal 
pemilihan timing yg tepat utk ganti ban dan bahan bakar. Makanya ia dpt poin yg 
menjadi hiburan bagi Ferrari. 

BAR
3 Button
4 Sato/Davidson
Soal Sato sudah banyak dibahas di atas, dgn datang pembelaan dari Nick Fry sang 
bos. Jenson awalnya gak menjanjikan saat race karena ada ketidakcocokan pada 
setelan mobil, tapi lama kelamaan lombanya stabil setelah dilakukan penyesuaian 
setelan. Ia sempat menjadi salah satu pembalap yg sempat menjajal ban kering 
utk kemudian masuk pit lagi mengganti ban intermediate. Aksi dia menyusul 
beberapa pembalap jadi hiburan mengasyikkan di sepertiga akhir lomba. 

RENAULT
5 Alonso
6 Fisichella
Siapa berani mengadu luck Alonso tahun ini? Kayaknya semua bad luck pembalap 
lain, termasuk rekan setimnya sendiri, ditukar dengan luck Alonso seorang. Tapi 
jangan salah, luck hanya bisa didapat kalau dia berusaha keras utk mendapatkan 
apa yg ingin dan sudah diusahakannya. Kerja keras Alonso di separuh awal musim 
ini tentu bukan melulu berdasarkan luck. Kalaupun setelah itu dia 
mempertahankan keunggulannya dengan dipayungi Lady Luck, atau mungkin juga 
Lucky  Luke, ya itu saya pikir sebuah bayaran sepadan. Berulangkali sudah kita 
dengar istilah, seorang juara dunia itu tak melulu harus punya skill jago yg 
ditunjang mobil bagus. Luck-nya juga harus gede. Itu ada pada Alonso. Dgn cukup 
naik podium di Brasil nanti, Alonso akan sah jadi juara dunia termuda.
Utk Fisichella, sebelum kena karma sebenarnya dia sedang flying. Dgn setelan 
low downforce, dia tentu bisa flat out di Eau Rouge walau itu amat beresiko 
karena lintasan licin. Benar saja, dia membayar resiko itu dgn DNF. Mobilnya 
melindas kerb, oleng, dan tak terkendali sampai akhirnya terdampar di barrier.

WILLIAMS
7 Webber
8 Heidfeld/Pizzonia
Pizzonia sdh dibahas. 
Webber juga jadi salah satu pembalap yg sempat menjajal ban kering sebelum 
mengaku "bodoh" dan masuk lagi ganti ban intermediate di tengah lomba. Namun di 
akhir lomba ia mengganti ban kering utk kemudian membuat fast laps, yg nyaris 
membawanya membukukan fastest lap. Dgn ban kering ini pula dia bisa dgn mudah 
menyusul Barrichello utk berebut posisi empat.

McLAREN
9 Raikkonen
10 Montoya/de la Rosa/Wurz
udah dibahas.
 
SAUBER
11 Villeneuve
12 Massa
Villeneuve mencuri perhatian dgn ada di posisi kedua di belakang JPM, setelah 
dia memilih gak masuk pit utk ganti ban dan isi bahan bakar. Itu bisa terjadi 
karena waktu kualifikasi bahan bakarnya diisi banyak sehingga dia gak perlu 
masuk pit saat Safety Car ada di trek. Dia punya beberapa momen, dgn Narain dan 
juga Ralf. Di kedua momen itu dia survive. Dgn Narain, dia memaksa rookie 
keluar trek karena salah mengantisipasi racing line di trek basah. Dgn Ralf di 
akhir lomba, dia fight utk berebut posisi 6 yg akhirnya ia menangkan. Bravo!
Massa berpotensi naik podium kalau gak salah pakai ban di saat yg tepat. Kalau 
tetap pakai intermediate dia yg sudah unggul jauh atas Button yakin bisa 
mempertahankan posisi itu. Tapi nyatanya tidak, karena dgn ban kering dia malah 
menari-nari di Spa.

RED BULL
14 Coulthard
15 Klien/Liuzzi
First engine failure buat DC di musim ini. Hebat juga Cosworth yg baru 
merasakan kerusakan mesin di seri ke-16, walau mesin itu gak punya speed 
sepadan dgn Mercedes, yg musim ini sudah berkali-kali terhantam engine failure. 
Klien juga jadi korban coba2 ban kering. Dia yg harus ganti ban lagi yakin bisa 
dpt poin, karena dgn kesalahan itu saja dia bisa finis di urutan 9.
 
TOYOTA
16 Trulli
17 Ralf
Team's mistake. Kedua pembalap tampil luar biasa sejak kualifikasi. Tapi 
kesalahan tim dalam menentukan pilihan ban yg tepat membuat Trulli dan Ralf 
masing-2 kehilangan kans naik podium. Padahal, kalau tidak mereka sdh akan sah 
berada di atas Ferrari dalam klasemen konstruktor. Sama seperti kebanyakan 
pembalap, Trulli dan Ralf kehilangan podium karena coba2 pakai ban kering di 
lintasan setengah basah, dan gagal.
 
JORDAN
18 Monteiro
19 Karthikeyan
Monteiro, man of the race. Start dari urutan 19 finis di urutan 8!! Melongkap 
11 posisi, luar biasa. Pastinya poin yg didapatnya kali ini lebih bermakna 
karena diraihnya lewat true race, bukan seperti lomba di Indy di mana dia naik 
podium. Ini adalah finis ke-16 dari 16 GP terakhir. Rekor bagi semua pembalap 
musim ini. Rookie of the year, itu pas buat Monteiro. Dgn menjaga ritme lomba 
tanpa terpancing penggantian ban, Monteiro rupanya terdongkrak naik menyusul 
banyak kecelakaan dan banyak pembalap gonta-ganti ban.
Narain, lumayan melihat dia duel dengan Villeneuve walau dia yang harus jadi 
korban.
 
MINARDI
20 Friesacher/Doornbos
21 Albers
Kalau banyak pembalap salah memakai ban kering, lalu mengganti dgn ban 
intermediate, Minardi secara spektakuler meramal bahwa hujan akan turun dgn 
lebat sehingga mereka menggunakan ban full wet. Karena hujan tak kunjung 
datang, ya bisa dipastikan mereka kedodoran di awal lomba. Setelah ganti ban 
intermediate, kedua pembalap mengalami lomba yg lumayan, sampai bisa finis di 
urutan 12 dan 13. 

salam,
arief k.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke