Saya doakan agar Ferrari bisa menang di sirkuit Suzuka jepang. Tapi aku
tidak yakin, karena sirkuit ini kan berkelok-kelok pasti membutuhkan
aerodinamika yang tinggi dan ini dimiliki Mclaren, pasti McLaren juara 1-2
lagi deh trus yg nomor 3 pasti Alonso baru no.4 nya Schumi (kalau beruntuk
dan tidak bermasalah pada ban dan  mesinnya). Tapi saya berharap McLaren
bisa juara konstruktor.

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
Arief Kurniawan
Sent: 06 Oktober 2005 6:23
To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]
Subject: [BolaML] Pre-Suzuka: FIA smiles

 

Round 18 - 09/10/2005 - JAPAN, SUZUKA
Circuit length: 5,807 km
Race distance: 53 laps (307,573 km)
Kualifikasi: 11.00 WIB - Live Global/Star
Start Lomba: 12.30 WIB - Live Global/Star

Perang konstruktor pasti menjadi topik utama yang masih bisa "diributkan".
Tapi kalau mau diurai lebih hot lagi, ada kajian menarik di seputar silly
season F-1 yang malah kian mengasyikkan memasuki akhir musim.

DOA HONDA TERKABUL
Kalau kata Aa Gym, doa seseorang di bulan puasa ini pasti didengar dan
dikabulkan. Tapi, dikabulkannya kapan, itu urusan lain. Kasus Honda bisa
diibaratkan kayak gini. Mereka sudah berdoa, dan berusaha, akan comeback ke
F-1 tahun 2000 sebagai konstuktor utuh. Namun karena infrastruktur dan
banyak hal lain belum siap, mereka doa itu belum terkabul secara instan.
Sebagai alternatif, Honda menyuplai mesin utk BAR dulu sejak 2000 hingga
2005.
Tahun lalu, kadar kerja sama Honda ke BAR dinaikkan, menjadi pemilik saham
45%. Dengan status ini, Honda lebih leluasa bergerak dan mereka bisa ikut
mendikte BAR. Salah satu bukti mereka mendikte adalah ketika kasus Imola
2005 merebak. Honda dilaporkan kecewa berat karena BAR ternyata "curang"
dengan menggunakan pemberat illegal. Bisa dimaklumi Honda kecewa karena yang
jadi masalah adalah something di sasis BAR007 dan tak ada kaitannya dgn
mesin Honda.
Buntut kekecewaan itu adalah mereka ingin mempercepat pembelian sisa saham
BAT di perusahaan bernama BARH Limited. Rupanya BAT pun tak mau berlama-lama
melepas saham itu dan akhirnya di Tokyo hari Selasa lalu keluar pengumuman
Honda sudah resmi membeli BARH Ltd secara utuh dan akan mendaftarkan diri ke
FIA tahun depan sebagai konstruktor. Doa lima tahun lalu pun terkabul.
Dengan kepastian ini, maka musim depan akan ada lima konstruktor utuh
(pembuat sasis dan mesin dalam satu atap), yaitu Ferrari, Toyota, Renault,
serta dua rookie, BMW dan Honda.

Setelah dibeli, semua hak paten yang dimiliki BAR dengan sendirinya menjadi
milik Honda, termasuk markas besar mereka di Brackley, Inggris. Untuk
sementara Honda pun masih akan menggunakan markas itu sebagai pusat
operasional bisnis roda F-1 mereka sejak musim depan. Dua pembalap, Jenson
Button dan Rubens Barrichello, sudah dikontrak ketika masih bernama BAR.
Bagi Button, ini pengalaman pertama dia tampil bersama tim konstruktor utuh,
sedangkan Barrichello pernah merasakannya selama di Ferrari sejak 2000.

Bagi Honda sendiri sebenarnya tampil sebagai konstruktor utuh bukan kali
pertama. Justru debut mereka di F-1 tahun 1964 diawali sebagai tim
konstruktor. Itu mereka lakukan hingga 1968. Pada periode itu prestasi
mereka gak jelek-jelek amat. Di tengah mapannya mesin-mesin Eropa, Honda
mampu menang lomba dua kali, pole position sekali, dan fastest lap dua kali.

Memang nama besar Honda terjadi ketika mereka comeback untuk kali kedua di
F-1 tahun 1980-an sebagai pemasok mesin. Tentu di sini yang dibicarakan
adalah masa keemasan bersama Williams dan McLaren, lebih spesifik lagi
Ayrton Senna dan Alain Prost. 

LUCKY STRIKE DAN VODAFONE
Walau BAR sudah out, tapi BAT masih bisa berkiprah. Mereka tetap ingin
terlibat bersama Honda tahun depan sbg sponsor utama tim dgn mengusung brand
Lucky Strike. Jadi kemungkinan besar nama tim ini adalah Lucky Strike Honda,
dgn nama BAR spt entry name selama ini (Lucky Strike BAR-Honda) dibuang.
Lucky Strike dipatok hanya akan bertahan selama setahun karena ternyata
tahun 2007 sdh ada nama besar lain yg selama ini akrab dgn mobil merah:
Vodafone. Secara bisnis, Vodafone sukses besar bersama Ferrari dan apalagi
mereka juga mensponsori klub Manchester United. Masalahnya, konon, space
mereka di mobil Ferrari adalah kapling yg disediakan oleh Marlboro. Mereka
istilahnya membeli kapling itu ke Marlboro, bukan ke Ferrari. Masuk akal
karena sponsor resmi Ferrari adalah Marlboro dengan entry name Scuderia
Ferrari Marlboro. Dan Marlboro sudah pesan tempat di Ferrari hingga 2010.
Dengan menjadi sponsor resmi Honda sejak 2007, justru Vodafone akan menjadi
"Marlboro" di Honda. Soal doku, mereka gak kekurangan.

COCA-COLA & SECOND TEAM HONDA
Yang gak disangka-sangka adalah kabar bahwa Honda ternyata gak puas dengan
hanya turun gelanggang sebagai konstruktor. Mereka masih mau juga menyuplai
satu tim lagi, dan itu malah tim baru.
Banyak versi soal pembentukan tim baru ini. Yg paling masuk akal adalah
"teguran" dari Honda Corp di Jepun sana soal "kenapa ente ngebuang
Takuma-san". Merasa gak enak hati, dan ternyata dpt partner sepadan, Honda
secara spektakuler mengutarakan niat utk memberi Takuma-san tempat yg
"layak". Tempat itu adalah Tim B yg akan digarap bersama Coca-Cola, dan
mungkin juga yg tak kalah ngebetnya: McDonald's.
Ada beberapa skenario yg masuk akal utk menjelaskan kasus ini. Pertama,
Coca-Cola merasa harus menyaingi Red Bull. Coca-Cola adlh brand Amrik dan
Red Bull brand Austria. Bisa2nya brand Austria yg sudah menjajah Amrik dari
sisi penjualan minuman berenergi ini ingin lebih mengukuhkan diri jadi
penjajah. Caranya, dgn membentuk satu tim F-1 lagi setelah membeli Minardi.
Masih terngiang rumor yg menyebutkan bhw Minardi nanti akan diembel-embeli
Red Bull Team US? Masih ingat Scott Speed dari mana? Semua bermuara ke Paman
Sam.

Langkah2 ini yg membuat Coca-Cola panas. Kebetulan, mereka punya partner
sepadan pada diri McDonald's. Kalau yg doyan ke Mekdi sih pasti tahu bahwa
minuman ringannya di sana pasti Coca-Cola, bukan Pepsi. Benar gak sih? Saya
dah lama tuh gak ke Mekdi. Coca-Cola dan Mekdi adalah dua nama Amrik. Kalau
mereka penasaran ingin menggempur Red Bull, ya hayo aja. Tapi, sampai
sekarang yg paling kuat dan ngebet adalah Coca-Cola dulu, karena Red Bull
benar2 sudah menancap di F-1.

Partisipasi Coca-Cola di motorsport bukannya blm pernah. Arena NASCAR amat
akrab dgn merek ini. Di F-3000 Internasional tahun 2001 mereka bahkan
melahirkan juara pada diri Justin Wilson. Jadi, niat utk menggempur Red Bull
memang tinggal memencet tombol "On" atau "Off" saja.

Terus terang, Coca-Cola dan Honda, juga kalau jadi nanti Mekdi, harus
patungan utk membayar entry fee ke FIA sebagai tim baru sebesar 48 juta
dolar AS. Kalau Honda sbg tim konstruktor sih gak perlu bayar itu lagi
karena mereka membeli BAR. Persis ketika BMW membeli Sauber, atau Red Bull
mengakuisisi Minardi, juga Midland mengkudeta Jordan.

Yg agak ringan dipikirkan adalah soal sasis. Sbg pemegang hak paten semua
milik BAR, Honda bisa menggunakan sasis BAR007 utk dimodifikasi sebagai
sasis "baru" mereka tahun depan utk second team, bolehlah dibilang sementara
tim Coca-Cola Honda. Stok sasis itu berlimpah, karena dipakai oleh BAR di
musim ini. Jadi, utk ini bisa dibilang case closed.

Kalau pun masalah sasis ini dialihkan, itu artinya Honda mungkin bakal
melirik Dome, pembuat sasis dari Jepang. Selama ini wind tunnel Dome di
Shiga, Jepang, kerap dipakai Honda utk menguji mobil2 mereka. Fasilitas yg
ada di Shiga itu sama persis dgn yg ada di Brackley. 

Terakhir, siapa calon teman Takuma-san? Stok juga banyak. Ada Anthony
Davidson yg dikabarkan paling kuat kansnya walau ia sudah diplot ke Midland,
ada Franck Montagny, ada Heikki Kovalainen, ada Nico Rosberg, ada . Ananda
Mikola. Pokoknya daftarin aja dulu ke FIA, nanti tinggal dipilih deh tuh
siapa yg mau ikut.

Semua asumsi soal second Honda team termasuk Coca-Colanya masih terlalu
sumir dan benar2 hanya rumor. Jadi kans utk menjadi true story nantinya
tetap harus kita anggap 50-50.

==== break sahur dulu ya. ====
(balik lagi, abis makan sahur pake nasi padang, minumnya teh botol. Ah, jadi
ngimpi kalo aja teh botol mau ngikutin jejak Coca-Cola, paling gak sponsorin
Ananda Mikola deh ikut A1 Grand Prix. Kebetulan, salah satu syarat
sponsorship A1GP adalah harus produk lokal, jadi teh botol masuk kategori
produk lokal itu.)

SMILE ON FIA
Seminggu terakhir ini tak pelak yg paling tersenyum lebar adalah FIA, dan
pasti ikut2an senyum juga adalah Oom Bernie Ecclestone. Gak perlu pake
logika njelimet ngejelasin kenapa ancaman GPMA (Grand Prix Manufacturers'
Association) utk menggelar seri tandingan F-1 bisa berantakan. Williams
sudah menyatakan gak mau terlibat lebih jauh di GPMA, maksudnya tentu dlm
hal bikin seri tandingan 2008 ke sana. Itu saja sudah kartu truf, mengingat
Williams (Frank Williams) adalah teman dekat Ron Dennis, bos McLaren.

Kepastian Williams tidak menandatangani Dokumen Munich (tempat GPMA
kongko-kongko membahas seri tandingan), kian menguatkan mereka segera
mengikuti jejak Ferrari, Red Bull, dan Midland utk ikut Concorde Agreement
baru periode 2008-2012. Fakta bhw Red Bull kini punya dua tim (Minardi)
tambah menguatkan posisi Concorde Agreement baru. 

Langkah Williams sendiri bisa dimaklumi mengingat mereka kini benar2 lagi
gak ditopang pabrikan besar. Selepas BMW, mereka hanya dpt mesin tuner dari
Cosworth. Kalau McLaren kan beda, mereka dibackup habis sama Mercy.

Terus, dengan BMW dan Honda sebagai dua pabrikan terbesar sudah menyatakan
commitment total di F-1 sejak 2006, masuk akalkah bila tahun 2008 mereka
ikut seri tandingan. Buat apa mahal2 berinvestasi di F-1 kalau hanya utk dua
tahun ikut lomba (2006 & 07), terus ikut seri baru yg blm tentu seheboh F-1?

Soal tim ke-11, anggap Coca-Cola Honda atau bla-bla-bla Racing, FIA
menyambut baik. Mereka memang sudah lama merindukan grid ke-21 dan 22 di
F-1. Kalau sudah begini ceritanya, FIA tinggal memberi sentuhan manis pada
Regulasi Lomba dan Regulasi Teknis yg benar2 lebih mengakomodasi keinginan
tim, terutama soal kualifikasi dan terminologi "cost cutting". Ross Brawn
(Ferrari) dan Patrick Head (Williams) sudah diberi tugas khusus oleh FIA utk
menjembatani kepentingan ini.

SUZUKA
Fuel effect: 0,38 dtk/10 kg bahan bakar
Fuel consumption: 2,9 kg/lap
Tyre usage: 3, skala 1-5
Brake wear: 1, skala 1-5
Grip level: 4, skala 1-5
Downforce level: 3, skala 1-5
Full throttle: 62% rata-2 satu lap
Sirkuit serba-kedua, kedua terpanjang setelah Spa di Belgia, kedua paling
menantang juga setelah Spa, kedua paling disukai pembalap, punya "kedua"
arah maksudnya ada bagian clockwise ada juga anti-clockwise karena layoutnya
yg berbentuk angka 8. Tambahan, khusus tahun ini, Suzuka adalah seri kedua
terakhir.

Karena punya dua arah yg sama menantangnya, penggunaan ban jadi balance di
sini. Kekhususan mungkin ada pada balance mobil, terutama saat melibas di
Esses (tikungan S beruntun). Kalau mau melihat the beauty of Kimi akan
terlihat lagi di kualifikasi. Apalagi kalau gak ada embel2 dia kena penalty
mundur 10 titik. Dgn taktik apa pun rasanya Kimi bisa menempati pole di
sini. Gangguan terbesar dari JPM, walau kalau Renault pake low fuel juga
bisa bikin party berantakan spt di Interlagos. Kalau normal, Kimi will be on
pole.

Suzuka adalah sirkuit medium to high downforce. Skill pembalap lebih
menonjol di sini karena banyak racing line yg menjebak. Jangankan pembalap
"kemarin sore", pembalap veteran aja masih suka melintir di sini. 

Kalau tahun lalu sesi Sabtu dibatalkan karena ada topan, tahun ini
diprediksi gak akan ada badai, tapi hujan tetap jadi momok. 

ENGINE STATUS: 1 (mesin baru); 2 (sdh dipakai di GP seblmnya)
Schumi 2 - Barrichello 2
Button 1 - Sato 2
Alonso 2 - Fisichella 2
Webber 2 - Pizzonia 2
Kimi 2 - JPM 2
Villeneuve 1 - Massa 2
DC 2 - Klien 2
Trulli 2 - Ralf 1
Monteiro 2 - Narain 2
Doornbos 1 - Albers 1

TYRE WAR
BRIDGESTONE 1, MICHELIN 16
Ini satu2nya sirkuit yg belum bisa ditaklukkan Michelin, selain tentu kasus
heboh di Indy. Rekor itu bisa aja pecah tahun ini karena dari sisi apa pun
mereka unggul atas Bridgestone. Status ini sirkuit Bridgestone, dan paling
dkt dari markas mereka di Tokyo, tak akan berpengaruh banyak. Kedua tim
sama2 akan menggunakan ban medium to hard. Sirkuit ini lumayan kejam
terhadap ban, dan dgn grip bagus sekaligus layout menantang. 
Spt yg sudah2 walau belum terbukti, harapan tunggal Bridgestone adalah bila
Suzuka benar2 diguyur hujan, kalau perlu lebat. Oleh Schumi ban terbaru
Bridgestone dites di Paul Ricard dan katanya dia puas banget. Tapi, yg udah2
juga, terkadang hasil tes tak selamanya tergambarkan saat lomba karena
perbedaan drastis situasi race simulation.

TEAM BY TEAM
FERRARI
1 Schumi 
2 Barrichello
Normalnya Schumi tak kesulitan tampil baik di Suzuka. Tapi kondisi tahun ini
serba-susah bagi dia. Kalau dia menatap Suzuka dgn poin sama dgn JPM,
mungkin dia meninggalkan sirkuit ini sudah tertinggal. Sejak lama dia sudah
mewanti-wanti sulit mempertahankan posisi ketiga klasemen pembalap karena
JPM akan dgn mudah menyusulnya. Itu telah terjadi. Satu2nya harapan adalah
tetap di atas Fisichella dan ia sudah mendemonstrasikannya di Interlagos.
Barrichello mengunjungi markas Bridgestone, sekaligus perpisahan. Sejak 1997
dia selalu pakai ban ini dan dia menjadi pembalap paling lama yg memakai
Bridgestone. Makanya dia dpt plakat khusus dari Bridgestone sebelum tahun
depan pindah ke Michelin bersama tim Honda.
Kabar duka dari Maranello adalah salah satu mekanik tim tes Ferrari tewas
dlm kecelakaan mobil seminggu sebelum GP Jepang. Sang mekanik, Ivan
Petterlini, berusia 33 tahun tewas seketika selepas mobil Fiat Puntonya
bertabrakan dgn mobil Audi A4. 

BAR
3 Button
4 Sato/Davidson
Button menyambut baik kabar Honda membeli BAR. Menurutnya, Honda bakal bisa
jadi mesin jawara, yg dgn sendirinya bakal membawa dia menjadi juara dunia
kelak. Suzuka adlh sirkuit milik Honda dan lomba nanti adalah balapan ke-100
kolaborasi BAR dgn Honda yg dimulai sejak 2000. Setelah Sato memakai mesin
Honda baru di Interlagos, kini Button mendapat giliran juga. 

RENAULT
5 Alonso
6 Fisichella
Setelah berhati-hati dlm beberapa seri terakhir karena ingin memastikan
Alonso jadi juara dunia, kini saatnya Renault menaikkan level persaingan.
Mobil mereka gak akan lagi disetel rev aman, melainkan rev tinggi. Alonso
dan Fisichella diprediksi akan jauh lebih agresif kali ini, karena tujuan
mereka tinggal satu: title konstuktor. Masalahnya, seberapa tangguh rev
tinggi Renault dibanding McLaren? Kalau jawabannya selevel, ya perang
konstruktor akan ramai. Saya memprediksi performa Renault meningkat, tapi
masih blm selevel McLaren.

WILLIAMS
7 Webber
8 Heidfeld/Pizzonia
Target realistis bagi mereka adalah menambah rekening poin. Webber sudah
menyadari itu. Sebelum ke Suzuka, Webber sempat latihan fisik ala militer
ketika berkunjung ke kantor salah satu sponsor Williams, QinetiQ. Pizzonia,
yg akan mewarisi kursi Heidfeld hingga akhir musim, sama sekali buta Suzuka.
Modalnya adlh mesin yg masih tergolong fresh karena di seri sebelumnya ia
tabrakan di lap pertama.

McLAREN
9 Raikkonen
10 Montoya/de la Rosa/Wurz
Datang ke sirkuit yg butuh aerodinamika prima tentu dgn segudang harapan.
Secara teori sulit menaklukkan McLaren di sini, sama sulitnya mengalahkan
mereka di Silverstone, Monza, Spa, atau sirkuit baru di Turki, Istanbul.
Semua sirkuit itu adalah makanan Adrian Newey. McLaren sdh menyadari
serangan baru yg bakal dilancarkan Renault, tapi mereka juga punya modal,
yakni update paket aero yg sebenarnya udah bagus itu. Yg paling enak memang
melihat kehebatan MP4-20 di trek full wet. Mobil ini terbukti hebat di trek
kering dan di trek damp (setengah basah). Yg blm adalah di trek basah.

SAUBER
11 Villeneuve
12 Massa
Walau Suzuka adlh salah satu sirkuit favorit Villeneuve, tapi dia gak suka
bagian chicane terakhir dan hairpin panjang di sini. Dpt lap time bagus sdh
merupakan "kemenangan" di Suzuka. Massa juga suka Suzuka karena secara umum
trek ini menantang dan selalu dipenuhi penonton yg tahu persis apa itu F-1.

RED BULL
14 Coulthard
15 Klien/Liuzzi
Kabar baik buat DC, karena dia sudah ditawari posisi penasihat Red Bull bila
kelak pensiun jadi pembalap. Dlm selang sejak GP Brasil, Red Bull menghiasi
media dgn berita seputar kemungkinan Red Bull Jnr (Minardi) ikut langkah
mereka menandatangani Concorde Agreement. Kalau melihat grafik penampilan, 

TOYOTA
16 Trulli
17 Ralf
Tahun lalu Trulli memulai debut bersama Toyota di sini. Ralf sendiri sdh tak
asing dng Suzuka, mengenang kisah suksesnya di arena Formula Nippon. Tugas
utk menggeser Ferrari memang nyaris mustahil, tapi plg tidak kalau cuma
sekedar memburu podium kayaknya bisa. Biasanya di sirkuit yg butuh aero
bagus, penampilan Toyota juga bagus. Sasis baru Toyota, TF105B, akan dipakai
pertama kali oleh kedua pembalap di Suzuka. Bedanya, Ralf langsung nyetel
dan merasa nyaman, sementara Trulli belum. Tapi kesulitan Trulli hanya utk
lap-lap awal. Kalau utk lomba dia mengaku no problem. 

JORDAN
18 Monteiro
19 Karthikeyan
Kalau Narain pernah balapan di Suzuka tahun 2001 di arena Formula Nippon,
Tiago blm pernah sama sekali. Khusus di seri ini, Jordan bakal memanggungkan
local hero, Sakon Yamamoto, pada sesi free practice Jumat. Sebelumnya,
Yamamoto sdh menguji mobil Jordan di Silverstone saat tes.

MINARDI
20 Friesacher/Doornbos
21 Albers
no particular news

salam,
arief k.


[Non-text portions of this message have been removed]



HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat
[EMAIL PROTECTED]
========================================================== 




  _____  

YAHOO! GROUPS LINKS 

 

*        Visit your group "bolaml <http://groups.yahoo.com/group/bolaml> "
on the web.
  
*        To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> 
  
*        Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo!
<http://docs.yahoo.com/info/terms/>  Terms of Service. 

 

  _____  



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke