jawapos.com
Jumat, 11 Nov 2005,
PROVOKASI 


MONTEVIDEO - Playoff Piala Dunia 2006 antara Uruguay
versus Australia diprediksi bakal menjadi laga sengit.
Ini karena kedua tim pernah bertemu di playoff serupa
empat tahun silam. Wajar jika aroma dendam masih
menyelimuti kedua kubu. Terutama Australia yang kala
itu tersingkir dengan kekalahan agregat 1-3.

Kunci kegagalan Australia adalah kekalahan telak 0-3
yang mereka alami di laga kedua di kandang Uruguay.
Padahal, Socceroos menang 1-0 di laga pertama. Menurut
kubu Australia, kekalahan itu tak bisa lepas dari
teror pendukung Uruguay di laga kedua. Nah, takut
teror serupa akan kembali dilancarkan pendukung
Albiceleste, kali ini kubu Australia memilih berlatih
di Argentina. 

Keputusan Socceroos ini disikapi sinis oleh ofisial
Uruguay. Mereka menganggap itu adalah bagian dari
provokasi Australia dengan tujuan menyebarkan opini
bahwa pendukung Uruguay bersikap tak simpatik. Uruguay
semakin panas setelah mendengar komentar dari Chief
Executive FFA (PSSI-nya Australia) yang mengancam akan
WO (Walk Over) jika masih ada teror yang dilakukan
pendukung tuan rumah. 

"Dalam kasus ini, mereka mencoba untuk memprovokasi.
Saya sendiri tak terlibat dalam insiden yang terjadi
empat tahun lalu. Saya tak tahu apa-apa. Tapi, jika
memang ada permusuhan ketika itu dan membuat mereka
takut, sudah jelas bahwa mereka memang tak siap
menghadapi laga seperti ini," papar Jorge Fossati,
pelatih Uruguay, seperti dilansir Reuters.

"Tak ada persoalan apapun di Stadion Centenario selama
beberapa tahun terakhir. Centenario merupakan stadion
paling aman di dunia dan pendukung Uruguay merupakan
suporter yang paling intelek dan cinta damai,"
tuturnya. 

Fossati jelas kecewa berat mendengar komentar ofisial
Australia yang kerap menyudutkan suporter Uruguay.
"Jika mereka bicara soal tim kami, mereka bisa
komentar apa saja. Namun, jika bicara soal pendukung
Uruguay, mereka harus berhati-hati. Mereka harus
belajar sejarah Uruguay lebih dahulu," tukasnya. 

Pada perkembangan yang sama, untuk kesekian kalinya,
jadwal playoff Uruguay lawan Australia di Montevideo
mengalami perubahan. Jadwal semula adalah pukul 17.00
waktu setempat, tapi kemudian berubah menjadi pukul
21.00. Kemarin, jadwal itu berubah lagi menjadi pukul
17.00 waktu setempat. Ini setelah kubu Uruguay
mendapat kepastian bahwa mereka gagal mencarter
pesawat khusus untuk terbang ke Sidney usai laga
tersebut. 

Tapi, kubu Australia menolak perubahan jadwal itu.
Mereka pun meminta FIFA untuk merevisinya. Dan kemarin
otoritas sepak bola dunia itu pun memutuskan playoff
Uruguay versus Australia digelar pukul 18.00 waktu
setempat. 

Australia sebelumnya juga menolak permintaan Uruguay
yang ingin memajukan laga hari Jumat (Sabtu WIB)
dengan alasan agar bisa tiba lebih awal di Sidney.
Karena ditolak, laga tetap digelar Sabtu (Minggu WIB).
"Saya bisa memastikan bahwa laga playoff pertama
dimulai pukul 18.00. Saya harap tak ada lagi perubahan
setelah ini," kata Eugenio Figueredo, Presiden
Asosiasi Sepakbola Uruguay (AUF). 

Dengan jadwal baru tersebut, berarti masih ada sisa
waktu bagi Uruguay untuk berangkat ke ibukota Cile,
Santiago, guna mengejar penerbangan ke Sydney pada
malam itu juga. Pasalnya, laga di Sidney, Rabu (16/11)
nanti, akan digelar pukul 21.00 waktu setempat. Itu
berarti skuad Uruguay harus bisa terbang pada Minggu
malam agar bisa tiba di Sydney pada Selasa pagi. Untuk
diketahui, penerbangan dari Montevideo menuju Sidney
butuh waktu sekitar 36 jam. 

Sementara itu, pihak kepolisian Montevideo menyatakan
bahwa bus yang mengangkut rombongan Australia sudah
menunggu di Bandara. Panitia akan mengantar rombongan
Socceroos menuju hotel tanpa harus melewati terminal
bandara. (bas)
========

 
 
Jumat, 11 Nov 2005,
Lapangan Rusak, Strategi Diganti 



OSLO - Secara tim, Republik Ceko sudah sangat siap
melakoni laga pertama playoff menghadapi Norwegia,
Minggu dini hari WIB. Hanya, ada satu ganjalan yang
masih dipikirkan oleh pelatih Karel Brueckner. Dia
begitu cemas setelah menyaksikan kondisi lapangan di
Stadion Ullevaal, Oslo, yang rusak setelah diguyur
hujan lebat dan dipakai laga final sepak bola wanita
akhir pekan lalu. 

Hal itu memaksa Brueckner berpikir keras meramu
strategi. Dengan kondisi lapangan rusak, mustahil buat
Pevel Nedved dkk untuk memperagakan permainan cepat
dengan umpan-umpan pendek. So, strategi bermain dengan
bola-bola panjang pun menjadi pilihan Brueckner.
"Bagaimanapun, kualitas lapangan tetap menjadi
prioritas. Kami memang harus mengantisipasi kondisi
seperti ini," kata Brueckner, seperti dilansir
Reuters. 

Keluhan senada juga dilontarkan kapten tim Tomas
Galasek. Menurutnya, tuan rumah memang sengaja
membiarkan kondisi lapangan rusak berat sehingga
menyulitkan mereka. "Untuk bisa bermain bagus, kami
butuh lapangan yang bagus pula. Kami cemas melihat
kondisi lapangan. Ketika kami melihat rumput lapangan,
sangat sulit untuk menyebutnya sebagai rumput," kecam
Galasek. 

Ketika skuad Ceko mengeluh, Norwegia justru
sebaliknya. Mereka tak terpengaruh dengan kondisi
lapangan yang rusak parah. Justru, dengan kondisi
semacam itu, skuad asuhan Age Hareide itu merasa
beruntung karena Ceko akan kesulitan mencetak gol.
"Yang paling penting adalah menghambat upaya Ceko
untuk mencetak gol," cetus Hareide. 

Panitia sebetulnya sudah berusaha keras untuk
mengeringkan lapangan agar tak terlalu becek. Namun,
karena waktu yang mepet, mereka tak mungkin bisa
mengembalikan kondisi lapangan seperti semula. Solusi
untuk menunda laga juga mustahil dilakukan. 

"Laga tetap akan berjalan ketat. Kami tak akan
menumpuk pemain di barisan pertahanan, tapi kami harus
bermain efektif ketika mendapat peluang," tutur Morten
Gamst Pedersen, gelandang Norwegia. (bas) 
 ===========

 





                
__________________________________ 
Yahoo! FareChase: Search multiple travel sites in one click.
http://farechase.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke