Ballack, Kunci untuk Mengukir Sejarah BERLIN - Jerman bisa membuat sejarah jika Michael Ballack dan rekan- rekan setimnya bermain dengan cara mereka untuk merebut gelar juara Piala Dunia 2006 sebagai tuan rumah. Sejauh ini belum ada negara yang meraih gelar dalam dua kesempatan sebagai tuan rumah.
Prancis merebut gelar juara Piala Dunia 1998, dan menjadi perempatfinalis pada 1938. Italia meraih trofi itu tahun 1934, dan menempati urutan ketiga pada 1990. Sementara Meksiko tersingkir pada perempat final ketika mereka menjadi penyelenggara Piala Dunia 1970, dan 1986. Jerman menjadi negara keempat yang menyelenggarakan event akbar itu sebanyak dua kali. Dipimpin kapten tim Franz ''Kaisar'' Beckenbauer, Tim Panser menyabet gelar juara Piala Dunia di tanah airnya pada 1974. Pelatih Jerman saat ini, Juergen ''Klinsi'' Klinsmann, memiliki tujuan sama dengan sebuah tim yang dibangun dengan bintang Bayern Munich, Michael Ballack, sebagai kunci permainan. "Kami memasuki tahun Piala Dunia dalam keyakinan tinggi. Kami optimistis bisa mencapai sesuatu di sana," kata Klinsmann. Memang terjadi kemunduran, tetapi Klinsmann selalu menekankan setiap langkah dilakukan untuk maju ke Piala Dunia, dan setiap pemain harus membuat usaha tambahan agar Tim Panser meraih gelar keempat menyusul keberhasilan mereka pada 1954, 1974, dan 1990. "Mereka yang ingin tampil harus bekerja lebih keras lagi, dan itu yang akan kami lakukan. Kami ingin tetap berada di Piala Dunia hingga laga terakhir pada 9 Juli 2006," jelas Klinsmann. Masalah Nasional Klinsmann memikul pekerjaan itu setelah Jerman di bawah Rudi Voeller tersisih pada babak pertama di Euro 2004. Dia mengubah tim, menciptakan perasaan senang secara jasmani dan rohani, serta menjadikan Oliver Bierhoff sebagai manajer tim. Dia pun bekerja sama dengan psikolog dan konsultan fitnes. "Piala Dunia di negeri sendiri, dan kemunculan tim nasional adalah masalah nasional," ujar Klinsmann. Demam Piala Dunia muncul pada Piala Konfederasi 2005 ketika Jerman menempati urutan ketiga. Namun kekalahan dari Slovakia dan Turki membuat Ballack cs mengalami kemunduran. ''Kami telah mengambil langkah ke depan, dan kami menjadi lebih kuat dibanding Euro 2004," ungkap gelandang Jerman asal Werder Bremen, Torsten Frings. Pemain-pemain muda seperti Robert Huth, Per Mertesacker, Lukas Podolski, dan Bastian Schweinsteiger telah membuat pengaruh besar. Pemain yang baru sembuh dari cedera, Christoph Metzelder dan Philipp Lahm, bisa menjadi pendorong untuk memperkuat barisan pertahanan. "Satu hal yang tak boleh terjadi, Ballack jangan sampai cedera,'' tegas mantan pelatih Jerman Rudi Voeller. (rtr,A7-31) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/2_TolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
