Kamis, 01/06/2006 09:05 WIB
Efek Magnus pada Tendangan Bebas Berakhir Gol
Nasrullah Idris - detikSport 

 

  Jakarta - Salah satu perilaku bola pada setiap pertandingan sepakbola
adalah bergerak sambil berputar. Inilah yang sering menimbulkan
pengecohan atau keterperangahan, sehingga perhentiannya sebagai sesuatu
yang tidak diperkirakan. 

Tim yang rata-rata pemainnya mampu mengukur secara tepat, berapa besar
gaya yang harus diberikan, agar bola berhenti di tempat yang
diinginkannya, akan mudah menguasai lapangan. 

Pada tahun 1852 seorang fisikawan, Gustav Magnus, pernah menelitinya
secara komprehensif dengan ratusan kali ujicoba dan ratusan jenis
posisi.

Menurut hukum Fisika, perilaku seperti itu akan menimbulkan aliran udara
di sekitarnya. Menurut Fisikawan lainnya, Bernoulli, semakin cepat udara
mengalir, semakin kecil tekanannya. Sehingga menimbulkan selisih tekanan
dengan aliran angin yang tidak jauh dari sana. Perbedaan ukuran ini,
yang dikenal dengan sebutan efek Magnus, gilirannya menimbulkan gaya
yang menekan bola untuk membelok.

Efek Magnus pada tendangan bebas David Beckham dan Roberto Carlos sering
mengecoh kiper. Pasalnya, bola yang dilepaskan kedua pemain itu kerap
berbelok secara horisontal di udara dan menyimpang dari lintasan yang
seharusnya.

Untuk menggabungkan efek Magnus dengan lengkungan vertikal dibutuhkan
kecakapan intuitif di samping perhitungan cepat. Tetapi ini saja tidak
cukup tanpa latihan kontinyu.

Keahlian memadukan efek puntir dan angkatan bola dengan tinggi yang pas
tersebut dimiliki Beckham dan Carlos. Kabarnya kemampuan mereka dalam
pelajaran Matematika di bangku sekolah di atas rata-rata.

Efek magnus dikatakan maksimum bila sumbu putar bola tegak lurus dengan
arah aliran udara. Efek ini mengecil ketika arah sumbu putar ini semakin
mendekati arah aliran udara. Malah menjadi nol ketika arah sumbu putar
ini sejajar dengan arah aliran udara.

Nah, pada tendangan bebas, bola yang bergerak dengan kecepatan 110
km/jam dan berotasi dengan 10 putaran per detik, bisa menyimpang lebih
dari 4 meter. Ini cukup membuat penjaga gawang kebingungan.

Lengkungan tajam yang tiba-tiba inilah yang membuat penjaga gawang, juga
pemain dan penonton, terperanjat. Mungkin karena terjebak pola pikir
kultural, mereka tidak menyangka demikian. 

Fisikawan Peter Bearman mengatakan, efek magnus akan mengecil bila
kecepatan gerak bola terlalu besar atau rotasinya lebih lambat. Untuk
memperbesarnya, harus membuat bola berputar lebih cepat.

Pada salah satu pertandingan, David Beckham menendang bola dengan sisi
sepatunya, bergerak sambil berotasi sangat cepat. Kemudian bola
melambung. Akhirnya membelok akibat adanya efek magnus.

Seperti diketahui gesekan bola dengan udara akan memperlambat
kecepatannya. Sedangkan ini bisa menyebabkan efek magnus semakin besar.
Akibatnya bola melengkung lebih tajam, sehingga nyelonong masuk gawang
lawan. Mungkin karena mekanisme fisiknya belum menjadi pengetahuan umum,
sehingga banyak orang di stadion ketika itu yang terperanjat.

Menurut para fisikawan yang doyan sepakbola, masih banyak yang bisa
direncanakan terhadap bola yang bergerak sambil berputar. Misalkan,
bagaimana menyundul, mengoperkan, membalikkan, sampai menangkisnya.
Sebagian pelatih mengerti soal ini, termasuk bagaimana posisi tim ideal
saat menghadapi bola seperti itu.

Malah berdasarkan perhitungan di atas kertas bisa diciptakan gol bunuh
diri yang dilakukan lawan hanya dengan memanfaatkan bola yang bergerak
sambil berputar. 
Apa yang dilakukan Beckham dan Carlos hanyalah satu dari sekian option
mekanika.

Pada Piala Dunia sering diberitakan adanya jenis tendangan baru.
Artinya, belum pernah terjadi sebelumnya. Nah, bagaimana pada Piala
Dunia di Jerman mendatang? Ya kita tunggu saja. 



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives
http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke