Setelah partai Belanda-Portugal, inilah partai ke-2 di babak 16 besar yang diprediksi akan berlangsung ketat. Bisa diibaratkan pengalaman versus ambisi. Skuad starting line-up Perancis yang kalo dirata-rata berusia 30,1 tahun dipenuhi pemain-pemain yang sudah banyak makan asam garam kompetisi dunia. Sementara rata-rata usia skuad Spanyol adalah 24,5 tahun, penuh dengan anak2 muda ambisius yang sudah digembleng di klub-klub papan atas Eropa.
Kembalinya Zidane pastinya membangkitkan kepercayaan diri tim Perancis. Begitu percayanya skuad Perancis terhadap Zidane, seperti dibilang Eric Abidal,"Mereka (Spanyol) tidak punya Zidane". Bagi mereka, Zidane bisa memberikan perbedaan besar pada hasil pertandingan. Sementara Zidane sendiri tidak butuh motivasi apapun. Sudah jelas ambisinya adalah membawa Perancis juara di ajang terakhirnya sebelum pensiun. Spanyol datang ke Jerman tanpa membawa ulasan positif dari pengamat. Tetapi ketika mereka mencetak 4 gol ke gawang Ukrania, dunia seperti bersepakat jika Spanyol memiliki potensi untuk memusnahkan kutukan yang mereka sandang selama ini, jagoan kualifikasi. Perancis boleh gembira dengan hadirnya Zidane. Tapi keberadaan Zidane justru menampilkan kelemahan yang mereka miliki. Permainan Perancis menjadi mudah dibaca. Zidane yang tak lagi gesit dan terampil mengolah bola membuat Spanyol lebih mudah menghentikan serangan Perancis. Match winner berikutnya yang dimiliki Perancis adalah Henry. Biarpun tetap produktif di penyisihan grup, namun tak bisa disembunyikan bahwa Henry memiliki persoalan tersendiri dengan perbedaan pola permainan di timnas dan klubnya, Arsenal. Di Arsenal, Henry memiliki kebebasan besar untuk mengembangkan serangan dari sektor sayap kiri. Lazimnya, ia menerima "bola-bola daerah" di sektor kiri dan kemudian melakukan penetrasi ke kotak penalti. Di timnas, Henry menghadapi kendala besar dengan suplai bola yang cenderung menempatkan posisinya untuk menunggu di kotak penalti. Padahal potensi paling berbahaya yang dimiliki Henry adalah kecepatannya membuka peluang dari sektor sayap. Spanyol saat ini tengah berada dalam kondisi harmonis. Mereka sangat percaya diri dengan pola permainan yang dibangun oleh sang pelatih, Aragones. Filosofinya sederhana, kuasai lapangan tengah dengan terus melakukan permutasi pemain dan bola. Ditunjang kualitas individu pemain yang mereka miliki, tampak jelas lini tengah Spanyol begitu solid. Namun pola ini juga punya konsekuensi negatif yaitu serangan mereka yang kadang terkesan lambat sehingga membiarkan lawan segera membangun pertahanan. Partai Perancis-Spanyol menjadi unik karena akan menampilkan perseteruan antara Zidane dan Raul. Sementara bagi Fabregas, tugas berat disandangnya untuk menghentikan Henry dan Vieira, dua 'guru' yang membesarkan namanya di klub. Prediksi : 2-0 untuk Spanyol. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/2_TolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
