ROUND 10 - 02/07/2006 - USA, INDIANAPOLIS Circuit length: 4,192 km Race distance: 73 laps (306,016 km) Qualifying: 00.00 WIB (02/7) --- Live only on Global Start: 00.00 WIB (03/7) --- Live on Global/Star Sports
Apa kabar? Kayaknya saya ya yang mesti ditanyain kabarnya hehehe. Saya oke-oke saja, cuma pekerjaan di kantor selama World Cup ini memang edan, dan terpaksa saya ulangi karena memang itu alasan utamanya. Apalagi saya sempat terbang sebentar ke Nazi-land. Pulang dari sana langsung sibuk lagi di Palmerah. Jadi mohon maaf kalau tulisan F-1 jadi korban. Saya gak janji bisa rutin nulis seperti biasa, karena World Cup ini memang luar biasa dari sisi konsentrasi kerja untuk sebuah tabloid olahraga sebesar BOLA. Melihat Alonso di mobil Renault seperti membayangkan Spanyol vs Prancis di tanah Schumi. Para pemain Spanyol kebanyakan sama mudanya dengan Alonso, bahkan ada yang lebih muda. Mereka pun sama berbakatnya dengan Alonso. Bedanya, Tim Matador tak punya kendaraan (taktik brilian pelatih) terbaik saat ini, seperti halnya Renault buat Alonso. Spanyol bahkan harus melawan negeri asal mobil tersebut. Mereka kalah! Alonso pasti sudah diledek habis, by phone or SMS, oleh sebagian besar kru Renault yang pasti French guys. Tapi itu cuma ledekan sesaat. Alonso juga pasti tak terlalu sedih, karena walau lebih suka melihat Spanyol menang, ia tetap menganggap Brasil pantas jadi juara dunia. Prancis menang, apakah itu pertanda Renault lebih bagus dari Alonso? Kalau melihat proses sembilan seri yang sudah digelar sama sekali tidak. Renault is better car, but Alonso is also a very much better driver. Lihat di GP terakhir, Kanada. Alonso nyaris sama sekali tak membuat kesalahan. Schumi berulangkali, sekali saat start, beberapa kali melebar di hairpin dan terakhir mencium tembok juara (wall of champions) di tikungan terakhir. Kimi malah lebih parah. Dia melebar pernah, tapi di lap-lap krusial menjelang finis ia kehilangan posisi runner-up. Ingat pula, tahun lalu satu-satunya kesalahan yang dibuat Alonso terjadi di Montreal dan tahun ini ia tak mengulanginya. What a driver! Renault sudah menjadi mobil yang all-track conqueror. Sirkuit cepat, lambat, low, medium, atau high downforce, tak masalah. Mobil ini hanya bermasalah bila digeber pembalap Italia. Alonso dengan mudah mendapatkan pole position, lalu 26 jam kemudian memenangi lomba dari posisi itu. Ban Michelin juga gak bisa dianggap remeh. Bridgestone sudah susah payah meng-upgrade performanya. Tapi itu saja ternyata belum cukup. Mereka butuh usaha lebih. INDIANAPOLIS Dalam banyak hal, amat mirip dengan Montreal. Satu perbedaan kecil ada pada penggunaan rem. Di Montreal rem amat bekerja keras, di Indy tidak. Saya tak setuju kita terlalu banyak larut dalam kisah memalukan Indy 2005 yang diboikot Michelin. Anggap Indy 2006 adalah lembaran baru, karena banyak hal yang sudah berubah. Di antaranya regulasi ban, mesin, dan sistem kualifikasi. Semoga banyak pula yang berubah dari hati para penggemar F-1 di Amrik yang telanjur antipati dengan F-1. Kita buang memori buruk 2005. Dari sisi mesin, mestinya Ferrari bisa mengambil keuntungan dari top speed edan yang mereka miliki saat ini. Periode full throttle jauh lebih panjang di sini, lebih dari 30 detik, ketimbang di Montreal. Dengan infield section yang juga tak terlalu se-twisty dan se-tricky Montreal, Ferrari bisa punya keyakinan lebih. Di Montreal setelan mobil memang cenderung low-downforce, sementara di Indy medium. LAGI, FLEXI WINGS Sayap-sayap sekali lagi jadi masalah, terutama belakang. Kalau melihat foto dari belakang mobil BMW-Sauber di Kanada memang fantastis. Saat masuk pit, atau di tikungan lambat, tak ada celah yang memisahkan dua elemen di sayap belakang nan horisontal itu. Tapi begitu foto diambil ketika mereka memasuki dan menjelajahi trek lurus, sayap itu seperti bercelah. Mobil-mobil lain, terutama Ferrari dan McLaren yang sempat juga dicurigai punya sayap fleksibel bermasalah, tidak memiliki sayap "beda rasa" tersebut. Ketika sayap tertutup, itu pasti membantu mendatangkan downforce di trek lambat yang berkelok. Tapi di lintasan lurus, celah di sayap itu membantu untuk mengurangi drag sehingga mobil bisa dipacu maksimal. Honda menjadi pelopor akan memprotes BMW. Tapi di hari Minggu pagi FIA sudah memberikan klarifikasi bahwa mobil itu sudah memenuhi kelayakan dan tak memiliki kecurangan. Kontroversi ini pasti akan berlanjut di Indianapolis, mengingat trek ini juga memiliki lintasan berkelok yang butuh downforce (dibantu sayap tertutup rapat) dan lintasan cepat (yang butuh celah di sayap). Sebenarnya FIA sudah memberikan "bantuan" untuk menghindari kontroversi ini. Sejak GP Kanada, pengait antara kedua elemen di sayap belakang mesti ditambah. Tujuannya agar sayap belakang tak bergerak fleksibel. Ferrari mengaku sebagai tim paling terkena dampak ini mengingat selama ini kekuatan mereka ada di sana, walau bukan berarti sayap mereka fleksibel. Mereka hanya mengaku punya keuntungan dengan kondisi sebelum Kanada. Akibat kontoversi yang mungkin akan merebak lagi di Indianapolis ini, Sam Michael, dir teknis Williams, mengajukan usulan agar mem-ban sekaligus sayap-sayap fleksibel dari mobil-mobil F-1 saat ini. Artinya, ini sekaligus mengukuhkan bahwa semua tim saat ini menggunakan sayap cerdas yang bisa bergerak sesuai dengan kebutuhan di trek. TYRE WAR Michelin (Renault, McLaren, Honda, Red Bull, BMW, Toro Rosso) Bridgestone (Ferrari, Toyota, Williams, Midland, Super Aguri) Ferrari cenderung memakai ban keras dalam beberapa race terakhir. Saya pikir ini bagian dari desain mobil mereka yang tampaknya jauh lebih memakan ban, yang artinya berisiko besar bila harus menggunakan ban lunak. Di Kanada, terlihat Ferrari mengorbankan kualifikasi demi hasil lomba yang lumayan. Sulit dibilang hasil bagus kalau terus-terusan menjadi runner-up di mana di posisi terbagus orangnya sama. Williams dan Toyota mampu menggunakan ban lunak Bridgestone, karena konstruksi mobil mereka bersahabat. Sementara Michelin terlihat friendly dengan segala jenis ban, walau saat ini terlihat para pemakainya cenderung konservatif dan sulit memilih berbagai alternatif lomba. Tapi, buat apa memilih beragam teori kalau dengan hanya satu teori saja sudah bisa membuktikan bisa menang? Apalagi mereka ditopang oleh mobil terbaik, mobil ketiga terbaik, dan pembalap terbaik. Dengan kondisi ini, mereka bisa menjalankan taktik yang mudah terbaca lawan, tapi sulit ditaklukkan. Kayak Brasil di World Cup gitu. Taktik mereka gak neko-neko, tapi coba aja main kayak Jepang, Australia, dan Ghana melawan mereka. PELUANG McLaren terlihat mulai bisa menghilangkan Newey-factor. Mobil mereka jauh lebih kompetitif, bila melihat hasil di Silverstone dan Montreal yang merupakan dua sirkuit berbeda karakter. Mengalahkan Renault memang masih mustahil, tapi melewati Ferrari sudah bukan hal sulit. Kalau membaca kemungkinan, Alonso memang sulit dikalahkan, tapi melihat duel Kimi-Schumi (Ferrari 2007 pair, perhaps) amat mengasyikkan. Kalau Ferrari masih pakai ban keras, kali ini hukuman buat Schumi bila harus terhadang oleh pembalap lebih pelan (kasus Trulli di Montreal) tak terlalu berat. Di Montreal dia butuh 24 lap, di Indy mungkin lebih cepat dari itu. Alonso dan Kimi akan pakai taktik standar, tapi Alonso akan lebih unggul di kualifikasi karena sekali terbantu oleh kematangan dia dan kehebatan Renault. Tak ada lagi jinx yang ditakutkan, semenjak ia bisa menang di Monte Carlo, Silverstone, dan terakhir di Montreal. Semua sekarang bisa ditaklukkan, karena paket mendukung. Yang bisa mengalahkan dia adalah super-job dari Schumi atau Kimi, plus error Renault atau Alonso sendiri. Mereka tak pernah meng-under estimate lawan sejak kejadian memalukan di Imola dan Nuerburgring, jadi ini mungkin tak akan jadi factor penyebab kekalahan. Yang lain, kalau tak ada sial di antara tiga top driver ini, silakan berebut posisi 4-8. from many sources, arief k. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Great things are happening at Yahoo! Groups. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/2_TolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
