Sabtu, 01/07/2006 05:25 WIB Borowski: Pemain Argentina Memprovokasi Doni Wahyudi - detikSport
AFP/Oliver Lang Berlin - Tim Borowski menyebut kalau kericuhan yang berlangsung di akhir laga Jerman vs Argentina terjadi akibat provokasi pasukan "Tim Tango". Usai adu penalti pertandingan babak perempatfinal antara Jerman kontra Argentina, terjadi kericuhan di atas lapangan. Beberapa pemain Argentina dan Jerman plus Oliver Bierhoff terlihat adu mulut, saling dorong dan berusaha melepaskan pukulan dan tendangan. Menurut keterangan Borowski, insiden tersebut terjadi karena pemain Argentina "melakukan gerakan-gerakan," untuk memprovokasinya sebelum mengeksekusi penalti. "Saya tak ingin terlibat lebih jauh, tapi saya melihat gerakan mereka dan pemain Argentina tidak bisa bilang kalau mereka tak bersalah," sahut Borowski seperti diberitakan AFP, Sabtu (1/7/2006). Insiden tersebut makin tersulut saat Borowski meminta skuad Argentina untuk diam dengan gerakan menempelkan telunjuk ke depan mulutnya pasca mencetak gol keempat Jerman. Saat Esteban Cambiaso gagal menaklukkan Jens Lehmann, beberapa pemain Argentina pun mendatangi Borowski, sementara Fabricio Coloccini menghampiri Oliver Neuville. Saat itulah mulai terjadi saling dorong antar pemain. "Sungguh memalukan bahwa dalam pertandingan perempatfinal terjadi kejadian seperti ini dan disaksikan banyak orang di seluruh dunia," seru Bierhoff. Bierhoff -- yang kini menjabat manajer tim Jerman -- juga terlihat sempat beradu mulut dengan Gabriel Heinze. Eks striker Jerman itu bahkan menjadi "incaran" pasukan Argentina yang ramai-ramai mendatanginya. Meski begitu Bierhoff menolak kalau dirinya dianggap bersalah dalam insiden tersebut. Diakuinya ia hanya berusaha mencegah pertengkaran antara Per Mertesacker dan seorang pemain pengganti Argentina. "Per sangat kecewa terhadap tindakan tidak sportif yang dilakukan padanya, dan saat itulah para pemain saling menghampiri. Saya melihat peristiwa itu dan saya ingin meletakkan diri saya di antara mereka sehingga mereka tak melakukan tindakan bodoh," sahut Bierhoff. Dalam insiden tersebut wasit juga memberikan kartu merah pada pemain cadangan Argentina yang tak sempat dimainkan, Leandro Cufre. (din) --------------------- Sabtu, 01/07/2006 03:18 WIB Klose, Calon Kuat Penerima Golden Shoe Mohammad Yanuar Firdaus - detikSport AFP Jakarta - Peluang Miroslav Klose meraih 'Sepatu Emas' terbuka lebar. Pasalnya hampir semua pesaing striker Jerman ini sudah 'hengkang' dari arena perburuan Golden Shoe. Klose memang mengisi puncak tertinggi klasemen topskor Piala Dunia 2006. Satu golnya ke gawang Argentina membuat pemain Hamburg SV ini menambah koleksi golnya menjadi lima. Torehan tersebut mengungguli rival-rival Klose lain, seperti Ronaldo, Hernan Crespo dan rekan senegaranya Lukas Podolski. Namun dengan semakin mengerucutnya tingkat persaingan antar tim, mengecil pula para pengisi daftar topskor. Setidaknya tinggal dua pesaing berat Klose untuk bersaing memperebutkan 'Sepatu Emas', yaitu Ronaldo dan Podolski. Tiga gol merupakan koleksi dua pemain ini. Peluang Ronaldo dan Podolski untuk mengejar perolehan gol Klose cukup besar. Pasalnya mereka masih memiliki kesempatan untuk mencetak gol mengingat timnas mereka masih berlaga di babak knock out Piala Dunia 2006 ini. Lalu kemana pesaing Klose lainnya? Crespo dan Maxi Rodriguez mengikuti langkah timnya Argentina untuk angkat koper dengan koleksi akhir tiga gol ke gawang lawan. Sementara trio Spanyol, David Villa, Fernando Torres dan Raul Gonzalez sudah terlebih dahulu pulang sebelum menginjak babak perempatfinal. Puasnya Klose Terlepas dari peluangnya untuk meraih Golden Shoe, Klose mengungkapkan rasa puasnya dengan keberhasilan Der Panzer meraih tiket ke semifinal. Menurutnya Jerman pantas dengan satu tempat di babak empat besar ini. "Sebuah pertandingan yang hebat. Saya sampai kehilangan nafas dan tidak bisa lagi mengucapkan sepatah katapun karena kami benar-benar merayakan keberhasilan ini," ujarnya bahagia. (ian) --------------------- Sabtu, 01/07/2006 04:10 WIB Jerman Raja Adu Penalti Reky Herling Kalumata - detikSport Berlin - Ada catatan menarik atas kemenangan Jerman dari Argentina lewat adu penalti. Pasalnya kemenangan itu membuat Jerman memastikan sebagai raja penalti. Argentina bukanlah tim yang buruk jika pertandingan harus dipastikan lewat adu penalti. Tim Tango ini telah mencatat tiga kali kemenangan lewat drama adu penalti yang terjadi di Piala Dunia sebelumnya. Namun Argentina kurang beruntung saat menghadapi Jerman. Gol Oliver Neuville, Michael Ballack, Lukas Podolski dan Tim Borowski dari titik penalti membuat Argentina harus terhenti langkahnya di perempat final. Sedangkan bagi Jerman sekarang mereka telah mencetak 26 gol dari 28 tendangan penalti yang menentukan baik di Piala Dunia maupun Eropa. Ini sekaligus membuat Jerman layak menyandang sebagai raja penalti. Jerman Barat memenangkan drama adu penalti di Piala Dunia pertamanya dengan mengalahkan Prancis 5-4 di semifinal 1982 setelah kedua tim bermain imbang 3-3 di waktu normal. Mereka juga mengalahkan Meksiko 4-1 lewat adu penalti di perempat final 1986 setelah bermain imbang 0-0. Kemudian mereka mengalahkan Inggris 4-3 di semifinal 1990 setelah kedua tim bermain imbang 1-1. Kekalahan mereka dari drama adu penalti hanya satu kali yaitu saat melawan Cekoslovakia di final Piala Eropa 1976. Sementara Argentina juga cukup tangguh karena mereka memenangkan semua adu penalti di Piala Dunia. Mereka mengalahkan Yugoslavia dan juga Italia di perempat final dan semifinal 1990. Kemudian mereka juga berhasil mengalahkan Inggris lewat drama adu penalti di putaran kedua di tahun 1998. Namun rekor Argentina tersebut akhirnya berakhir ketika kiper Jerman Jens Lehmann menggagalkan tendangan penalti Roberto Ayala dan Esteban Cambiasso. Sedangkan Jerman kini menyandang sebagai raja penalti. (key) --------------------- Sabtu, 01/07/2006 02:55 WIB Argentina Kalah, Pekerman Mundur Reky Herling Kalumata - detikSport AFP/Daniel Garcia Berlin - Jose Pekerman menyatakan bahwa dia mundur sebagai pelatih Argentina. Keputusan tersebut diambil Pekerman menyusul tersingkirnya Argentina di babak perempat final. Argentina sudah harus tersingkir di Piala Dunia setelah dikalahkan oleh tuan rumah Jerman lewat drama adu penalti 4-2. Adu penalti dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga 120 menit pertandingan. Pekerman tampaknya merasa paling bertanggung jawab atas kekalahan skuadnya dan menyatakan mundur dari jabatannya. "Ini telah menjadi sebuah akhir dan saya tidak akan melanjutkannya lagi," ujarnya. "Anda harus membuat sebuah keputusan dan saya merasa yakin bahwa saya telah memberikan segalanya untuk mencapainya, dan ini adalah waktunya untuk mencari yang lain," kata pekerman seperti dilansir BBC. "Saya minta maaf kepada para pelatih, suporter dan juga para pemain, tim ini pantas untuk melangkah lebih jauh namun kami tidak dapat melakukannya," ungkap pelatih berusia 56 tahun ini. Argentina sempat memimpin lebih dulu lewat gol Roberto Ayala namun Miroslav Klose menyamakan kedudukan hingga masuk perpanjangan waktu. Namun Argentina akhirnya harus menyerah 2-4 lewat drama adu penalti. "Ini pertandingan yang sangat menarik. Kami juga bermain seperti tim favorit juara dan memberikan semua yang terbaik meskipun akhirnya kami harus kalah," keluh Pekerman (key) --------------------- Sabtu, 01/07/2006 02:37 WIB 'Jerman Pantas Menang' Mohammad Yanuar Firdaus - detikSport AFP Berlin - Tak ada yang gak lega dengan kesuksesan Jerman menembus semifinal Piala Dunia 2006, tak terkecuali Michael Ballack. Kapten Der Panzer ini pun menyatakan kesuksesan tersebut memang pantas diraih. Jerman memang berhasil melaju ke babak empat besar Piala Dunia 2006 setelah menang 4-2 dari Argentina lewat drama adu penalti. Keberhasilan skuad asuhan Juergen Klinsmann itu membuka peluang bagi Jerman untuk meraih gelar juara dunia keempat mereka. "Raihan yang sensasional," tutur Ballack seperti dilansir Reuters, Sabtu (1/7/2006). "Pertandingan mungkin berjalan tidak menarik bagi penonton tapi laga tersebut merupakan salah satu laga tingkat tinggi. Kedua tim tampil sama-sama ngotot hingga akhir," tandasnya lagi. Karena itulah Ballack puas dengan kemenangan timnya. Ia pun menilai bahwa Jerman memang pantas meraih kemenangan, termasuk dengan keberuntungan dalam drama adu penalti. "Selalu ada keberuntungan ketika berada dalam drama adu penalti tapi menurut saya tim kami memang pantas meraih kemenangan," ungkapnya. Sekarang Jerman tinggal menunggu siapa lawan yang bakal dihadapinya, antara Italia atau Ukraina. Hingga berita ini diturunkan kedua tim tersebut masih melakoni laga mereka di FIFA World Cup Stadium, Hamburg. (ian) --------------------- Sabtu, 01/07/2006 02:02 WIB Klinsmann Puji Lehmann Reky Herling Kalumata - detikSport AFP/DDP Berlin - Pelatih Jerman Juergen Klinsmann bangga dengan skuadnya usai mengalahkan Argentina. Namun pujian khusus diberikan Klinsmann kepada kiper Jens Lehmann. Lehmann menjadi pahlawan bagi Der Panzer saat mengatasi Argentina 4-2 lewat adu penalti. Adu penalti dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga 120 menit pertandingan. Penjaga gawang Jerman berhasil dua kali menyelamatkan gawangnya dari eksekusi Roberto Ayala dan Esteban Cambiasso. Tak heran jika pelatih Juergen Klinsmann memberikan pujian kepada kiper klub Arsenal ini. "Kami memiliki keyakinan yang kuat kepada Jens Lehmann ketika harus melakukan adu penalti. Dia membuktikan bahwa dia mampu bergerak kemana pun arah bola," puji Klinsmann seperti dilansir Yahoo Sport. Klinsmann pun memuji skuadnya yang mampu bangkit dari ketertinggalan dan akhirnya harus ditentukan lewat adu penalti. Kini Jerman bersiap menghadapi pemenang antara Italia atau Ukraina di babak semifinal. "Sangat menarik bagi kami di bench, ini seperti film Hitchcock. Kami selalu yakin kami dapat bangkit. Namun adu penalti selalu menjadi cara yang berat bagi kami," ujar pelatih Jerman ini. (key) -- Regards Tombo Ati ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/2_TolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
