Amnesti, karena berjasa besar bagi negara ?
Kok kaya di Rep. BBM ajah ya ?
...yonas...
" respek banget ama jasa orang, tapi klo salah ya tetep dihukum donk "
kekeke...
ITALIA BERPESTA DI TENGAH SKANDAL SUAP
BERLIN- Kesebelasan Italia yang melakukan parade kemenangan dengan
mengarak trofi Piala Dunia 2006 disambut dengan suka cita oleh
ratusan ribu pendukungnya di ibu kota Roma, kemarin. Pesta perayaan
itu dipusatkan di tempat bersejarah Circo Maximo. Para pendukung tim
Azzurri melambai-lambaikan bendera nasional dan meneriakkan pekik
kemenangan.
Pasukan Marcello Lippi mendapat sambutan hangat di tengah buruknya
iklim sepak bola lokal terkait skandal suap dan pengaturan skor di
Serie A. Para pemain dari empat klub yang sedang menunggu putusan
pengadilan juga dielu-elukan fans di tengah ketidakpastian nasib
mereka. Empat klub anggota Serie A Liga Italia, yaitu Juventus, AC
Milan, Lazio, dan Fiorentina terancam terdegradasi ke kompetisi yang
lebih rendah bila terbukti bersalah oleh Mahkamah Olahraga Italia.
Sambutan hangat juga diberikan media massa di negeri pizza tersebut.
Harian olahraga terkemuka Gazzetta dello Sport memasang judul
besar "Benar-benar nyata! Juara dunia".
Kolumnis bola terkenal harian Corriere della Sera, Mario Sconcerti,
dengan bangga menulis, "Kami adalah juara dunia, kendati tak ada yang
menduga dan tak seorang pun yang menginginkan kami juara."
Perdana Menteri Italia Romano Prodi segera menyampaikan ucapan
selamat kepada skuad Lippi dalam sebuah wawancara yang disiarkan
televisi nasional.
"Untuk menang, mereka berjuang hingga titik darah penghabisan.
Pertandingan berjalan luar biasa hingga harus ditentukan dengan adu
penalti. Dan pemenangnya hanya dibedakan oleh mereka yang memasukkan
paling banyak," kata Prodi.
Amnesti
Ucapan serupa juga disampaikan Presiden Giorgio Napolitano. Sang
presiden juga berterima kasih kepada Fabio Cannavaro cs yang
dinilainya "memulihkan kebanggaan Italia" setelah skandal suap
menodai sepak bola mereka. Menteri Kehakiman Clemente Mastella bahkan
sempat mengusulkan pemberian amnesti kepada klub-klub yang terlibat
skandal.
"Sulit diterima bila Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro dan Alessandro
Del Piero harus bermain di Serie B atau C pada musim depan," katanya.
Sebaliknya, kekecewaan terasa begitu besar di ibu kota Prancis,
Paris, menyusul kegagalan skuad Raymond Domenech. Pandangan publik
juga terbelah dua menyikapi perilaku kapten tim Zinedine Zidane.
Sebagian beranggapan sikap sang maestro menanduk bek Marco Materazzi
sebagai tindakan tak sportif, sedangkan lainnya menilai hal itu
disebabkan provokasi Materazzi sendiri.
"Malaikat biru beralih menjadi setan," tulis harian Le Parisien.
Media terkemuka di ibu kota itu memasang headline "Terima kasih" di
halaman muka untuk menyemangati Zidane dkk. Media lainnya, Liberation
memilih judul "Kejam", sedangkan harian Le Figaro
menulis "Tergusurnya mimpi Les Bleus". Editor L'Equipe Claude
Droussent bahkan menyebut Zidane sebagai "Dungu".
"Zinedine, Anda tahu, hal paling sulit pagi ini bukanlah memahami
kegagalan tim Anda di babak final Piala Dunia. Melainkan untuk
menerangkan kepada jutaan penduduk apa yang terjadi saat Anda
menanduk Materazzi. Apa yang harus disampaikan kepada anak-anak kami
tentang seseorang yang kami jadikan teladan? Bagaimana bisa hal
seperti itu terjadi kepada pria seperti Anda?" tulis Droussent.
(rtr,H29-40)
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL
PROTECTED]
==========================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/