Siapa Mau Main di Seri B?
Andi Abdullah Sururi - detikSport 

Jakarta - Beruntunglah AC Milan hanya mendapat hukuman berupa 
pengurangan poin. Yang mengkhawatirkan adalah Juventus, Fiorentina, 
dan Lazio karena para bintangnya terancam eksodus.

Kepada tiga klub yang dilempar ke Seri B karena skandal Calciopoli 
itu, pertanyaan paling gampang adalah apakah pemain-pemain top 
mereka "sudi" bermain di level rendah?

Sejauh ini yang baru terdengar siap menjawab "ya" adalah Alessandro 
del Piero. Tapi hal ini tidaklah mengherankan karena Del Piero adalah 
maskot "La Vecchia Signora", sama seperti Paolo Maldini di AC Milan, 
misalnya. Bagi figur seperti mereka, loyalitas bisa mengalahkan 
alasan apa saja.

Akan tetapi bagi yang berkeinginan pindah, itu tidak membuat nilai 
mereka turun. Mereka adalah profesional yang berhak mendapatkan 
sesuatu yang lebih baik sampai kapanpun, apalagi jika masih merasa 
mampu meraihnya.

"Pavel Nedved masih bisa main di liga top yang lain," demikian klaim 
agen Nedved, Zdenek Nehoda, perihal pemain berusia 33 tahun itu, yang 
saat ini masih tercatat sebagai anggota Bianconeri.

Dari pernyataan Nehoda di atas tampaknya Nedved kurang antusias 
bermain di Seri B, terlebih Juventus mungkin baru bisa kembali ke 
Seri A setelah dua musim dari sekarang. Pemain Terbaik Eropa 2004 itu 
toh langsung didekati Tottenham Hotspur, AS Monaco serta beberapa 
klub dari Uni Emirat Arab dan Qatar.

Nedved sudah pasti tidak sendirian. Di belakangnya berbaris nama-nama 
beken yang tidak bisa menjamin akan bertahan di klubnya masing-masing 
selama berada di Seri B. Tak heran banyak klub sedang memusatkan 
pusat bursa transfer ke Negeri Pizza.

Fabio Cannavaro dan Gianluca Zambrotta, misalnya, tengah didekati 
Real Madrid yang kini dilatih eks allenatore Juve, Fabio Capello. 
Pemain sekaliber Zlatan Ibrahimovic, Gianluigi Buffon, Lilian Thuram, 
Emerson, David Trezeguet atau Mauro Camoranesi juga diperkirakan akan 
meninggalkan Delle Alpi.

Yang "terlanjur terjebak" barangkali Valeri Bojinov karena ia baru 
saja digaet Juventus setelah dibarter dengan Adrian Mutu. Ini berarti 
situasi serupa dihadapi Mutu karena klub barunya, Fiorentina, juga 
bernasib sama, yakni didegradasi ke Seri B.

Sementara itu aset Fiorentina paling berharga, Luca Toni, tampaknya 
juga tak mau "menurunkan" reputasinya yang sedang menanjak. Harap 
catat, ia adalah topskor Seri A musim lalu dengan 31 gol, yang gara-
gara itu ia memperoleh tropi Golden Shoe untuk Liga Eropa.

Presiden Diego Della Valle boleh mengeluarkan proteksi pada Toni. "Ia 
tetap di sini. Ia masih terikat kontrak dan harus memenuhinya. Toni 
milik kami sampai kontraknya habis."

Akan tetapi, siapkah Toni bermain di level bawah, sama seperti 
bintang-bintang lain yang disebutkan di atas? Karena nilai gengsinya 
rendah, siapa mau habis-habisan bermain di Seri B?
(a2s) 







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke