JAKARTA - Pencopotan jabatan Rusdi Taher selaku Kepala
Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta tidak mempengaruhi mempengaruhi
posisinya sebagai ketua Komisi Banding (Komding) PSSI. Hal ini diindikasikan
sikap Pengurus Harian PSSI yang tidak mengusik posisi Rusdi Taher di lembaga
judicial tingkat banding PSSI tersebut. "Saya kira tidak ada pengaruhnya
baik secara citra atau kinerja," kata Sekjen PSSI Nugraha Besoes kepada
wartawan di Jakarta.

 Seperti ramai diberitakan, Rusdi Taher telah dicopot dari jabatannya
terhitung sejak 31 Agustus lalu akibat terlalu ringan dalam menjatuhkan
tuntutan terhadap terdakwa pemilik 20 kg sabu-sabu. Hal itulah yang
mengindikasikan adanya konspirasi antara Rusdi dengan terdakwa.

 Rusdi masih diberi kesempatan mengajukan pembelaan diri maksimal 14 hari
setelah hukuman pencopotan yang dijatuhkan Jaksa Agung Muda (JAM) bidang
Pengawasan, Togar Hutabarat. "Sejauh ini apa yang dialami Pak Rusdi adalah
persoalan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan PSSI sebagai institusi,"
tandas Nugraha.

 Namun, apabila melihat kinerja Komding sejauh ini, hal itu tidak sepenuhnya
benar. Sebab, akibat kesibukan Rusdi, agenda sidang Komding menjadi tidak
tentu baik tempat maupun waktunya. Bahkan, ada beberapa kasus yang mengendap
cukup lama di meja Komding. Seperti yang terbaru kasus banding striker
Persik Kediri Christian Gonzales yang tak kunjung diketok.

 Untuk saat ini, di saat kompetisi (Liga Indonesia) telah berakhir, mungkin
bukan suatu masalah. Namun, di saat kompetisi bergulir, keterlambatan
Komding memberikan putusan atas banding klub atau pemain banyak dikeluhkan.
Berkaca dari kasus yang dialami Rusdi Taher, muncul usulan perlu adanya
reshuffle untuk posisi ketua Komding PSSI.

 Menanggapi hal itu, salah seorang anggota Komding PSSI Farhat Abbas
menyatakan bahwa pergantian ketua Komding bukan solusi tepat, sebab
sepanjang kepemimpinan Rusdi dalam Komding, tidak ada persoalan yang
mengganggu secara signifikan. "Sebenarnya masalah berhalangan ketua bisa
disiasati. Kalaupun tidak bisa hadir, ada surat kuasa dari beliau," kata
suami penyanyi Nia Daniati itu.

 Farhat pun menerima kritikan bahwa Komding dianggap lamban dalam bekerja.
Selain itu keputusan yang diambil terkadang berlainan alias kerap menganulir
keputusan dari lembaga judicial tingkat pertama PSSI atau Komisi Disiplin
(Komdis). "Antara Komding dan Komdis kadang dalam posisi berseberangan dalam
memandang sebuah kasus, jadi sah-sah saja kalau antara kedua komisi ini
tidak klop," jelasnya. (dns)


-- 
- Best Regard's -


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/7EuRwD/fOaOAA/yQLSAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke