Mau sampai kapan model pembentukan timnas seperti ini? Kasihan banget pemain2 U-23 ini, nanti kalo mereka udah "lulus" dari Belanda mereka akan menyandang beban berat sekali di pundaknya. Milyaran rupiah sudah dihabiskan, pasti masyarakat akan menuntut prestasi. Saya memprediksi nasib mereka akan sama dengan tim-tim semacam ini terdahulu. Yang terdekat saja PSSI Primavera dan Baretti, tak ada prestasi yang bisa mereka persembahkan. Kenapa sih PSSI nggak bisa mengambil pelajaran dari kesalahan-kesalahan masa lalu? Bukankah semua gibol di dunia ini udah pada tahu, timnas yang baik akan lahir dari kompetisi yang baik. Jadi kenapa tidak kompetisi Liga Indonesia aja yang diperbaiki? Kenapa harus ngirim tim muda lagi ke luar negeri? Tanya ken apa?
SM <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Ada yg ngikutin perkembangannya? ------------------------------------ Pertandingan Oranje U-21 vs PSSI U-23 berakhir dengan kedudukan 3-1. Babak pertama kendali permainan sebagian besar dipegang oleh Oranje U-21. Penguasaan bola (sekitar 60-40 seluruh babak pertama), banyaknya peluang, dan duel. Separuh babak pertama, meski penguasaan bola lebih bnyk dipegang Oranje U-21, namun peluang yg diciptakan tidak terlalu banyak. Baru menit 28, berawal dari sepak pojok yg kemudian mampu disundul oleh striker Tim Janssen melewati kiper PSSI Galih. Setelah gol pertama, Oranje U-21 mampu membuat beberapa peluang meski tendangan beberapa pemainnya tidak merobek gawang PSSI. 10 menit terakhir, terlihat konsentrasi Oranje U-21 mulai berkurang, dan mulai saat itu kendali permainan diambil alih PSSI. Serangan demi serangan berani dibangun dari lini belakang melalui sayap kanan dan kiri, yg beberapa kali menyulitkan pertahanan lawan. Tidak lama kemudian, tendangan lob Fandy Mochtar dari sisi kanan luar kotak penalti pertahanan Oranje, mampu melewati kiper FC Twente Maikel Visser dan kedudukan menjadi sama kuat. Bahkan tidak lama kemudian, berawal dari tendangan bebas, pemain belakang mampu menyundul ke sisi kiri bawah gawang Visser dan gol kedua PSSI pun terjadi. Hanya sayangnya, penjaga garis melihat ada seorang pemaen Oranje yg menyentuh bola sebelum terjadinya gol. Gol dianulir, namun PSSI mendapat penalti yg diambil Herman Rhomansyah (yg mengambil hampir semua sepak pojok, tendangan bebas). Tendangannya yg tidak terlalu keras ke kiri bawah dengan mudah ditangkap oleh Visser. Babak kedua yg masih terlihat situasi seperti awal babak pertama, kendali dan inisiatif permainan tetap dikuasai Oranje (penguasaan bola diseluruh babak kedua). Semua pemain cadangan mereka main di babak kedua. Pertengahan babak kedua, lagi2 dari tendangan pojok, pemain AZ, Kees Luijckx berhasil menjebol gawang Galih. Dan menit2 akhir babak kedua, striker Tim Janssen berhasil menambah keunggulan Oranje U-21 menjadi 3-1 setelah serangan yg dibangun dari kombinasi yg apik. Di babak kedua ini, PSSI tidak mampu mengimbangi permainan lawan dalam hal membuat peluang meskipun kontrol lapangan tengah cukup berimbang. Meski tidak banyak memberi peluang untuk lawan di lini pertahanan, lini depan juga tidak banyak membuat peluang. Beberapa peluang dari PSSI terjadi dari sisi sayap kanan, terutama Andik Ardiansyah masuk di awal babak kedua menggantikan Marcel Mandagi. Dengan kecepatan dan penguasaan bola yg cukup, beberapa kali Andik berhasil menembus sisi kiri Oranje dengan tendangan maupun umpan lambungnya. Hanya sayang, striker Ghery/Jajang dan pemaen tengah PSSI kurang terasah dlm penyelesaian akhir. Ghery yg kemudian digantikan Jajang terlihat kurang mampu menembus duet bek tengah Altheer-Drost. Entah kurang fit atau tidak form, biasanya mereka bermain lbh baik dari pertandingan ini. Menurut Foppe de Haan, permainan PSSI cukup baik, banyak titik perhatian ataupun latihan yg telah dijalani, mampu dijalankan dengan baik. Permainan posisi tanpa bola, pressing, stamina dan fisik sudah terlihat baik. Masalah yg masih harus dilatih dalam training camp di seminggu mendatang di Ameland adalah permainan posisi dengan bola sehingga peluang yg diciptakan lebih banyak. Setelah dapat membuat peluang lebih banyak, hal yg jg penting adalah penyelesaian akhir. Karena dari 20 peluang belum tentu terjadi 2 gol. Soal banyaknya duel yg tidak mampu dimenangkan, lebih disebabkan teknik individu dasar pemain PSSI yg kurang matang. Perlu waktu lama untuk dapat memperbaikinya. Namun titik cerahnya duel bola2 atas banyak yg dimenangkan oleh pemain2 PSSI. SM. Sumber: Forum Hattrick HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Check out the new improvements in Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/7EuRwD/fOaOAA/yQLSAA/2_TolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
