Maaf saya gak buat Pre-Monza, karena ada something more important to do. 

Saya banyak menerima SMS, terutama dari penggila Schumi. Mereka menangis, 
sedih, atau paling sedikit terharu, mendengar kabar Michael Schumacher akan 
segera mengakhiri karier F1-nya yang spektakuler. Banyak yang sudah menduga dan 
mengira ini akan diumumkan di Monza, tapi tetap saja ketika pengumuman itu 
benar2 terlontar, emosi mereka, para jutaan tifosi Schumi itu, atau bahkan 
termasuk jutaan lain yang menjadi hater-nya, menjadi tak karuan. Mereka merasa 
Schumi masih mampu bertarung, masih kuat. Tapi, keputusan sudah diambil. The 
Great, if not The Greatest Champion, will retire. Sepakat atau tidak, F-1 tanpa 
Schumi akan berbeda, dan itu akan terjadi sejak tes pra-musim 2007 pada 
November tahun ini juga. 

Bila menghitung mundur hingga seri pamungkas di Brasil, berarti hitungan hari 
Schumi di F-1 tinggal...42 hari! Bagi siapa pun, siapkan pesta atau syukuran 
atau apa pun namanya, menyambut hari spesial ini. Bagi sebagian besar orang 
Indonesia, itu bertepatan dengan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Bahkan mungkin 
GP Brasil tanggal 22 Oktober (23 Oktober WIB) berbarengan dengan sahur terakhir 
Ramadhan tahun ini, sekali lagi mungkin. Semoga kekhusyu'an menjelang Lebaran 
itu tak mengganggu "pesta pelepasan" Schumi.

Schumi sepertinya memang ditakdirkan jadi pembalap F-1 terkomplet, baik dari 
sisi prestasi maupun kontroversi. Dia punya segala rekor: juara dunia, jumlah 
kemenangan, pole position, fastest lap, podium, poin. Dia pernah menang dengan 
hanya 1 stop, pernah pula dengan 4 stop. Dia pernah menang dengan cara normal 
(di trek), tapi dia pernah pula menang di pit. Dia pernah menang dengan durasi 
lomba biasa, tapi dia juga pernah dinyatakan sebagai pemenang saat lomba sudah 
mentok di hitungan 2 jam. Saking kompletnya, dia pun pernah menang tapi 
kemudian dibatalkan, akibat mengabaikan bendera hitam. Di trek kering hebat, di 
basah juga jago. Pake mobil jelek pernah menang, mobil sedang juga pernah, 
mobil bagus apalagi. Dia sering menang spektakuler, tapi pernah pula jadi 
pecundang yang "spektakuler" (karena kontroversi tabrakan atau karena dia harus 
di-overlap sang pemenang).

Dia pernah melawan pembalap yang lebih tua, yang seumuran, sampai yang jauh 
lebih muda. Di era F-1 modern, dia terlihat lebih komplet. Dia pernah 
menggunakan mesin 3.500 cc, 3.000 cc, sampai kini 2.400 cc. Dia pernah melewati 
sesi kualifikasi 12 lap yang kondang itu, pernah pula dipaksa turut adu cepat 
dalam 3 lap dalam dua hari, lalu 3 lap dalam satu hari. Dia pernah melewati 
sesi kualifikasi dengan low fuel, juga kualifikasi dengan race fuel, atau 
bahkan kualifikasi dengan race fuel yang kemudian menyusut seiring dengan lap 
demi lap yang dilewati seperti pada kualifikasi musim ini. Dari ban, dia pernah 
menggunakan slick tyre, groove tyre yang berbeda antara ban depan dan belakang, 
sampai groove tyre dengan jumlah groove yang sama antara depan dan belakang. 
Atau, dia pernah pula melewati musim di mana ban hanya boleh ada satu pasang 
selama lomba. 

Sepertinya tak ada seorang pun pembalap di dunia ini yang memiliki pengalaman 
sehebat itu di F-1. Sisihkan dulu bicara prestasi, tapi dari sisi regulasi saja 
kita sudah bisa melihat betapa seorang Schumi mesti berulang kali beradaptasi 
dengan pergantian demi pergantian regulasi yang dibuat oleh FIA. 

Terakhir, lagi-lagi saking kompletnya, dia pun pernah balapan dengan hanya 
melawan 5 pembalap lain!!

Melihat semua rekor ini, wajar bila para penggila Schumi menangis dan akan 
lebih menangis lagi nanti bila di GP Brasil dia akan say goodbye to his beloved 
sport. Apalagi bila gelar ke-8 jadi dia raih.

Pengumuman retirement Schumi di Monza seperti sudah diatur Yang Di Atas. Monza 
adalah tempat spesial, di mana tifosi selalu membentangkan giant flag Ferrari 
di sana, di depan tribun untuk podium. Pengumuman keluar saat Schumi menang, 
calon penggantinya jadi runner-up, dan yang terpenting rival utama pulang 
dengan zero-point. Pengumuman itu dibuat justru ketika perbedaan poin Alonso 
dan Schumi tinggal 2, persis seperti ketika seri baru dimulai di Bahrain. Semua 
kondisi di atas membuat statement yang dibuat Schumi terasa spesial.

NORMAL RACE
Balapan berlangsung boleh dibilang datar. Kimi unggul di awal-awal lap, tapi 
kemudian tersusul Schumi selepas pit stop 1 dan setelah itu tak berubah. 
Satu2nya yang tak normal adalah kehebatan Robert Kubica. Selain karena start 
dari posisi 6 lalu sempat memimpin lomba, plus terdampar di urutan ketiga, juga 
karena dia menggunakan bahan bakar yang lebih banyak saat kualifikasi. Apalagi 
ini adalah baru balapan ketiganya di F-1. Nyaris tak ada insiden berarti 
kecuali mesin Alonso yang, jarang2, meledak. Indikasi paling jelas dari balapan 
di Monza lalu adalah perkembangan signifikan yang dilakukan oleh Michelin, lalu 
McLaren yang reliable, dan BMW yang bukan hanya cepat tapi juga terbukti 
reliable.
Ini adalah kemenangan ke-90 Schumi. Masih ada tiga race lagi dan ia bisa 
memenangi semuanya, bisa pula gagal. Tapi, bagi para pecinta rekor yang mau tak 
mau sudah identik dengan Schumi, alangkah indah bila ia "hanya" mengakhiri 
tahun ini dengan jumlah kemenangan 92. Kenapa? Itu berarti total jumlah 
kemenangan dua pembalap lain yang ada di bawah rekornya, Prost (51) dan Senna 
(41). Kalau terpaksa 93 ya gak apa-apa, atau kalau tetap mentok di angka 90 
juga no problem. Time will tell...

ALL AGAINST ALONSO 
Monza 2006 tak akrab dengan Alonso. Di saat tim-tim lain sedang 
nikmat-nikmatnya menikmati perkembangan signifikan Michelin, dia malah 
menghadapi masalah demi masalah. Yang paling besar tentu saja kasus "blocking" 
saat kualifikasi Sesi 3. Dari kacamata normal, Alonso menurut saya sama sekali 
tidak melakukan blocking. Jarak antara dia dan Massa cukup jauh, lebih dari 
100-200 meter. Bagaimana bisa itu disebut blocking? Yang lebih tak masuk akal 
adalah saat itu Alonso juga sedang memburu waktu, agar bisa tepat melewati 
batas akhir 15 menit Sesi 3. Alonso sendiri akhirnya memang bisa melewati garis 
penghitungan waktu pada menit 14 detik 58, atau dua detik menjelang jatah 
melakukan flying lap ditutup! Logikanya, mana mungkin di saat ia sedang memburu 
waktu malah memperlambat mobilnya di trek. Mungkin mengatakan ini konspirasi 
juga terlalu kasar, tapi yang pasti keputusan steward yang menghukum Alonso 
dengan men-delete 3 best lap dia di Sesi 3 kualifikasi terlihat kasar. Alonso 
yang tadinya start dari posisi 5 menjadi terdampar di urutan 10. Sebuah jarak 
yang lebih dari cukup untuk membuat aman Schumi dan Kimi bertarung berdua di 
depan.
Belum cukup hukuman itu, Alonso yang dipaksa menggeber mobilnya habis-habisan, 
padahal ini mesin baru baginya, malah menghadapi kenyataan yang lebih pahit, 
engine failure. Kubu Renault mengakui ini akibat Alonso yang terpaksa 
over-reacting terhadap mesinnya akibat ia memburu poin yang sudah sempat "tak 
bersahabat". Sialnya, ketika sudah mendekati bersahabat lagi, dia malah kandas. 
Tak ada tempat seburuk Monza untuk menghadapi meratapi nasib ini. Poor Alonso...

TYRE WAR
Michelin (Renault, McLaren, Honda, Red Bull, BMW, Toro Rosso)
Bridgestone (Ferrari, Toyota, Williams, Midland, Super Aguri)
Hati-hati Bridgestone, Michelin perlahan sudah membaik performanya! Di trek 
panas, Michelin terbukti mampu tercepat di kualifikasi, tapi juga reliable di 
race. Lap time Kimi, juga Nick Heidfeld dan Robert Kubica, sungguh 
memperlihatkan di mana Michelin kini berada. Mereka sudah cepat untuk satu-dua 
lap dalam hitungan flying lap. Sedikit lagi itu dikembangkan menjadi sebuah 
konsistensi, maka mereka akan kembali berbahaya di sisa 3 seri ini. Apalagi ada 
tiga minggu jeda antara GP Italia dan Cina, di mana 2 minggu di antaranya bisa 
dilakukan untuk mengembangkan semua kemampuan paket yang ada. Dengan fakta Kimi 
mencatat fastest lap saat lomba, ini menjadi wanti-wanti terakhir bagi 
Bridgestone.
Bridgestone sendiri masih punya keuntungan tingkat durability yang hebat, 
terutama saat lomba. Yang menjadi tanda tanya adalah, apakah mereka bisa terus 
bertahan, mengingat hanya dua pembalap (baik di kualifikasi maupun lomba) yang 
bisa ada di 8 besar, melawan sisanya dari Michelin? Karena waktu sudah mepet, 
Bridgestone hanya berharap, Toyota dan Williams akan melakukan uji coba spartan 
untuk "menolong" Ferrari.

TEAM BY TEAM
RENAULT
1 Alonso
2 Fisichella
Alonso done.
Fisichella menjadi prajurit sejati Renault dalam dua seri berurutan. Kalau di 
Turki dia berkorban agar tidak bertabrakan dengan Alonso, di Monza dia 
menyumbangkan poin bagi timnya yang cukup baik untuk klasemen konstruktor. 
Benar akhirnya Ferrari mengambil alih posisi teratas konstruktor, tapi bila 
Fisichella tak tampil gemilang dengan 1-stop-nya dan finis keempat, bisa jadi 
gap antara Ferrari-Renault lebih dari 5 poin seperti sekarang. Hal 
menggembirakan bagi Renault adalah mereka terlihat amat kompetitif di trek yang 
secara tradisional tidak bagus buat mereka, Monza. Ini bekal menghadapi perang 
sesungguhnya dalam 42 hari ke depan.

McLAREN
3 Kimi
4 Pedro
Di mana hati Kimi? Secara profesional kita pasti yakin dan harus yakin dia 
masih akan membawa McLaren untuk meraih kemenangan pertama musim ini. Tapi, 
bisakah sebagai sesama pemakai Michelin dia membantu Alonso meraih titel dunia? 
Jangan berprasangka buruk karena kini sudah diikat oleh Ferrari lantas Kimi 
bakal ikut membantu Schumi meraih juara dunia. Kalaupun Kimi menang dan finis 
di depan Alonso, atau di antara Schumi dan Alonso di mana Schumi menang, ya itu 
berarti karena mobilnya sudah jauh lebih kompetitif. Paling tidak sampai GP 
Jerman kita masih mengira Kimi bisa meraih pole akibat bahan bakar relatif 
ringan, tapi pada kenyataannya di Monza itu tidak terlalu terbukti. Memang 
lebih sedikit, tapi tidak sedrastis seperti di Hockenheim. Namun, jangan 
disalahkan pula kalau Kimi akan mati-matian "mengalahkan" Alonso untuk 
"membantu" Schumi dan Ferrari. Itu hanya side-effect yang normal.

FERRARI
5 Schumi
6 Massa
Ternyata Schumi berbaik hati terhadap Massa. Saat dia mengambil keputusan bakal 
mundur di Indianapolis, dia sedikit banyak dipengaruhi pada fakta Massa butuh 
keputusan cepat dan tepat akan masa depannya. Schumi sudah tahu Kimi bakal 
dikontrak Ferrari, jadi tinggal ada dua keputusan: dia bertahan atau Massa 
terbuang. Akhirnya, melihat bakat dan loyalitas Massa serta masa depan yang 
masih terbentang, Schumi memilih mundur dan memberikan jalan buat Massa. Jean 
Todt bilang, hanya orang bodoh yang mengatakan Schumi takut bersaing dengan 
Kimi dalam tim yang sama. Tapi, seperti kata kebanyakan usul orang, mundur di 
saat on top jauh lebih dikenang ketimbang mundur saat sudah mundur prestasinya. 
Sayang memang, Massa banyak terlibat masalah pada balapan di Monza.

TOYOTA
7 Ralf
8 Trulli
Dengan 1-stop, Trulli bisa dapat poin. Sebuah perjuangan luar biasa mengingat 
dia start dari urutan 11 dan berjuang dengan sesama one-stopper, Rubens, yang 
akhirnya finis di depan dia. Ralf tak masuk highlite, dia lebih pada 
mengucapkan well done to Trulli dan tentu saja selamat jalan buat abangnya.

WILLIAMS
9 Webber
10 Rosberg
Rasanya ingin cepat-2 memakai mesin Toyota yang jauh lebih reliable. Di 
kualifikasi kedua pembalap benar2 nowhere. Di lomba, Rosberg sudah mengalami 
masalah di lap 9. Webber sebenarnya fantastis karena start dari urutan 19 dan 
finis di urutan 10. Tapi kalau speed mereka sudah ada sejak kualifikasi, 
sekaligus reliable di lomba, cerita akan lain. Sedih juga melihat tim yang 
pernah jadi juara dunia konstruktor 9 kali kini baru mengumpulkan 10 poin, atau 
hanya unggul atas tiga tim yang memang diprediksi susah dapat poin, Toro Rosso, 
Midland, dan Super Aguri.

HONDA
11 Rubens
12 Button
Tak terlalu menjanjikan, tapi sudah jauh lebih drastis perkembangannya dari 
sisi reliability. Button finis ke-5 dan Rubens ke-6. Keduanya harus berterima 
kasih kepada Anthony Davidson yang menjadi tumbal percobaan mesin mereka. 
Tadinya, Honda memang bakal menggunakan mesin spec 2007. Tapi mereka memutuskan 
untuk tetap di spec 2006. Tidak terlalu kencang, tapi mendapatkan 7 poin 
gabungan dari Button dan Rubens tentu bagus untuk klasemen konstruktor. 

RED BULL
14 DC
15 Klien
Karena Schumi pensiun, DC bakal menjadi pembalap tertua tahun depan. Dari 
penampilan, sebenarnya tahun ini dia terlihat paling tua karena kerap pakai 
cambang. Klien, walau finis di depan DC, justru mengalami nasib tragis. Sejak 
GP Cina, tempatnya sebagai pembalap digantikan oleh Robert Doornbos. F-1 sekali 
lagi membuktikan kekejamannya. 

BMW-SAUBER
16 Heidfeld
17 Kubica
Team of the weekend. Kubica tentu jadi man of the race. Kalau saja Nick tidak 
membuat kesalahan di pit lane selepas pit stop, di mana dia melakukan speeding, 
bukan mustahil BMW bakal menempatkan pembalapnya di posisi 3-4. Jacques 
Villeneuve yang memang doyan ngomong itu tak bisa lagi menganggap Kubica anak 
kemarin sore. Dengan Alonso-Kimi on top of their game, Rosberg, Kubica, dan 
mungkin nanti menyusul Lewis Hamilton akan membuat F-1 tetap seru.

MF1
18 Monteiro
19 Albers
Welcome back, Mike Gascoyne! Tim ini secara resmi berganti nama menjadi Spyker 
MF1 Racing. Gascoyne kembali masuk sebagai bos teknis, setelah dia didepak 
Toyota. Gascoyne memang gak langsung kerja, dia baru gabung 1 November nanti. 
Tapi berharap banyak dari tangan dinginnya tentu gak masalah. Asal dapat mesin 
oke, Spyker MF1 pasti bisa sering dapat poin tahun depan.

TORO ROSSO
20 Liuzzi
21 Speed
Start 15 (Speed) dan 17 (Liuzzi) lalu finis masing-masing 13 dan 14 nyaris 
hanya menjadi sedikit hiburan. Duel dengan pembalap papan tengah dan 
berpengalaman semacam Ralf dan DC jadi hiburan lain buat Speed.

SUPER AGURI
22 Takuma-san
23 Sakon-san
Gangguan hidrolis merusak irama lomba kedua pembalap. Takuma-san terpaksa pakai 
T-car lalu karena mobilnya ngadat saat formation lap, sedangkan Sakon-san 
terhenti di lap 18. 

Sekali lagi buat all Schumi fans, jangan sedih dulu. Masih ada kans Schumi 
pergi dengan gelar di tangan. Jadi, simpan dulu sedihnya ya...

from many sources,
arief k.


[Non-text portions of this message have been removed]



HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke