www.zonabola.com Rabu, 11 Okt 2006, 07:01 Jelang Kroasia v Inggris Patahkan Rekor
The Three Lions memang masih menempati posisi puncak klasemen sementara Grup E dengan nilai 7. Namun, takhta itu bisa tergusur jika Inggris gagal meraih hasil maksimal saat dijamu Kroasia di Stadion Maksimir, Zagreb, dini hari nanti. Kekhawatiran itu muncul menyusul hasil imbang tanpa gol lawan Makedonia di Old Trafford akhir pekan lalu. "Kami semua memang kecewa berat. Tapi, kami harus terus berjuang. Kroasia akan menjadi ujian terberat. Kami tahu, sekarang ini kondisi kami lebih baik dari Minggu lalu," kata Michael Carrick, gelandang Inggris kepada Sportinglife. Asisten pelatih Terry Venables menambahkan, saat ini kondisi internal Inggris semakin kondusif. "Ini akan menjadi laga keempat kami di kualifikasi. Setelah itu, kami akan tahu dimana posisi kami yang sebenarnya dan apa yang perlu kami lakukan,"tukas Venables. Steve McClaren agak kesulitan meramu komposisi pemainnya. Terutama di barisan tengah menyusul absennya Steven Gerrard karena skorsing. Di barisan belakang, pelatih Inggris itu berharap peran Rio Ferdinand. Itu karena Ledley King cedera lutut saat mengikuti sesi latihan kemarin. "Rio sudah berlatih dan dia akan kembali. Rio akan berangkat bersama pemain lainnya. Kami berharap dia bisa berlatih di Kroasia tanpa ada keluhan apapun,"harap McClaren. Pelatih Kroasia Staven Bilic mengingatkan pasukannya agar tetap mewaspadai Wayne Rooney. Meski belum mencetak gol di kancah internasional dua tahun terakhir, Rooney bisa menjadi ancaman rekor Kroasia yang belum terkalahkan di kandang dalam 12 tahun terakhir. "Rooney merupakan pemain hebat. Rooney selalu memberikan ancaman besar jika dimainkan," tutur Bilic. Kroasia tak bisa menurunkan gelandang sayap Darijo Srna karena cedera otot. Tapi, Bilic masih memiliki Mladen Petric yang mencetak empat gol ke gawang Andora. "Saya sendiri lebih senang jika Inggris tetap memakai 3-5-2," paparnya. Perkiraan Pemain Kroasia (4-4-2): 1-Pletikosa (g); 5-Corluka, 2-Simic, 4-R. Kovac, 3-Simunic; 10-N. Kovac, 14-Modric, 19-Kranjcar, 7-Rapaic; 21-Petric, 17-Klasnic Pelatih : Slaven Bilic Cadangan : 23-Runje, 15-Knezevic,20-Seric,8-Babic,16-Leko, 22-Eduardo,9-Balaban Inggris(4-4-2): 1-Robinson (g); 2-Neville, 5-Ferdinand, 6-Terry, 3-Cole; 16-Wright-Phillips, 7-Carrick, 8-Lampard, 11-Downing; 9-Rooney, 10-Crouch Pelatih : Steve McClaren Cadangan :13-Kirkland, 14-Carragher, 12-P. Neville, 18-Bent, 17-Defoe Head to Head : 21-06-2004 Kroasia v Inggris 2-4 (Euro 2004) 20-08-2003 Inggris v Kroasia 3-1 (Uji Coba) 24-04-1996 Inggris v Kroasia 0-0 (Uji Coba) Penulis: [JP] Rabu, 11 Okt 2006, 08:05 Zona Jerman Schalke Sepakat Dengan Gazprom Dilaporkan dari situs resminya, Schalke 04 berhasil mendapat durian runtuh setelah mencapai kesepakatan dengan sebuah perusahaan migas raksasa dari Rusia, Gazprom, pada Selasa, 10 Oktober. Kontrak kerjasama tersebut akan berlangsung selama lima tahun kedepan. Kesepakatan ini akan mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2007 dan mulai saat itu para pemain Schalke 04 akan mengenakan seragam baru dengan logo Gazprom didadanya. Kerjasama ini akan berakhir sampai 30 Juni 2012. Kerjasama antara Schalke 04 dan Gazprom akan saling menguntungkan kedua pihak. Gazprom adalah sebuah perusahaan multi-nasional yang sukses, sementara Schalke 04 adalah klub yang unik dan tak ada bandingannya, kata juru bicara Gazprom, Sergei Fursenko yang menjabat sebagai kepala dari anak perusahaan Gazprom, Lentransgaz, seperti dilansir Reuters. Schalke 04 adalah klub yang unik karena para pendukungnya kebanyakan adalah kaum pekerja di daerah pusat industri di Jerman, lembah Sungai Ruhr. Uang yang harus dikeluarkan oleh pihak Gazprom untuk menjadi sponsor utama klub yang bermarkas di Veltins Arena tersebut adalah sebesar 125 juta euro atau 157,1 juta USdollar atau lebih dari 1,45 triliun rupiah. Gazprom adalah perusahaan terbesar di negara Beruang Merah yang bergerak dibidang migas dan perusahaan terbesar penghasil gas di dunia. Kerajaan bisnisnya tersebar sepanjang seluruh bekas negara Uni Soviet di timur, Eropa Timur sampai Eropa Tengah di barat. Gazprom juga tercatat sebagai perusahaan terbesar ketiga di dunia dengan aset senilai 268 miliar Usdollar, seperti dilansir wikipedia. Gazprom adalah perusahaan internasional yang telah melakukan kerjasama di Jerman sejak 30 tahun yang lalu. Tentunya dengan kesepakatan kerjasama ini (dengan Schalce 04) kami ingin mempromosikan perusahaan ini menjadi lebih besar lagi dalam penyediaan sumber energi di Jerman, tambah Fursenko. Fursenko adalah juga pemilik klub sepakbola Zenit yang bermain di Liga Utama Rusia. Kedua klub dengan demikian akan sama-sama mengenakan logo Gazprom didada kostumnya. Dengan kerjasama ini diharapkan prestasi Schalke 04 akan lebih baik dan lolos ke Liga Champions untuk musim ini adalah target yang realistis. Saat ini klub yang memiliki julukan Die Knappen tersebut berhasil duduk di peringkat kelima klasemen sementara Bundesliga dengan poin yang sama dari peringkat satu, Hertha Berlin yang sama-sama mengoleksi sepuluh poin. Selain itu Schalke 04 juga berhasil melanggengkan kejasamanya dengan dua sponsor sebelumnya. Gazprom akan menjadi sponsor utama bergandengan dengan sponsor utama sebelumnya, yaitu perusahaan asuransi, Victoria (berakhir 2012) dan perusahaan bir, Veltins (berakhir 2015) yang akan membuat Schalke 04 menjadi klub aman secara finansial. Penulis: [LB] Rabu, 11 Okt 2006, 07:39 Kualifikasi EURO 2008 Bilic: Kroasia Tidak Rasis Pelatih Kroasia, Slaven Bilic membantah para pendukung timnasnya akan melakukan aksi pelecehan rasial terhadap para pemain berkulit hitam dari tim Inggris di Stadion Maksimir, Zagreb saat kedua tim bertemu hari Rabu. Asosiasi Sepakbola Eropa (UEFA) telah melakukan peringatan kepada Kroasia jika para pendukungnya melakukan aksi serupa seperti saat berhadapan dengan Italia dalam pertandingan persahabatan di Livorno, 16 Agustus 2006 lalu. Pada pertandingan tersebut ratusan pendukung Kroasia membentuk swastika (simbol NAZI) di tribun Stadion Armando Picchi. Bilic secara tegas mengatakan bahwa negaranya tidak rasis tapi dirinya takut tidak bisa menghentikan tindakan segelintir pendukungnya untuk melakukan tindakan berbau rasis. Saya harap kejadian berbau rasis tidak terjadi. Tapi, saya tidak memungkiri kejadian tersebut dapat saja terjadi, tidak hanya disini (Zagreb) tapi juga dimanapun di seluruh belahan dunia. Anda tidak bisa menghakimi negara kami hanya dari perbuatan segelintir orang. Penduduk kami cinta damai, tapi di dalam stadion beberapa orang bisa menyebabkan rusaknya citra tersebut, kata Bilic seperti dilansir Soccernet. Kroasia menjadi sorotan terhadap masalah berbau rasis karena sering melontarkan sindiran terhadap pemain lawan dengan cemoohan rasis. Pihak UEFA terus memantau setiap aksi yang berbau rasis di dunia sepakbola Eropa. Tentunya jika pada pertandingan nanti, Kroasia melalui Federasi Sepakbola Kroasia (HSN), tidak bisa menghentikan aksi pendukungnya saat menghadapi skuad The Three Lions di Stadion Mitreski, Zagreb, Rabu, 11 Oktober, maka hukuman sudah menanti. Hukuman tersebut bisa berupa denda, hukuman larangan tampil di negeri sendiri atau hukuman lain. Lalu tanggapan Bilic terhadap peringatan dari UEFA, ia mengatakan: Saya sangat berharap kondisi di Maksimir akan kondusif untuk menyaksikan duel seru hari Rabu. Atas nama fair-play saya harap pertandingan bisa berlangsung dengan menarik. Kami tidak rasis karena penduduknya bersahabat dengan orang-orang yang datang berkunjung. Bilic mencontohkan bahwa ada Da Silvaberkulit hitamyang ikut memperkuat skuadnya dan di klub Dinamo Zagreb juga ada lima anggota timnya yang kulitnya berwarna hitam. Sekertaris jenderal HSN, Zorislav Srebric sendiri yang menyambut kedatangan tim Inggris di bandara. Saya keberatan jika Kroasia jika Kroasia dianggap negara rasis. Itu sama sekali tidak benar. Ketika Arsenal bertanding di sini, dalam kompetisi Liga Champions, tidak ada kejadian apapun yang berbau rasis. Rabu ini kami akan membuktikan ketidakbenaran apa yang sudah dituduhkan kepada kami, kata Srebric. Penulis: [LB] Rabu, 11 Okt 2006, 07:27 Jelang Slovakia v Jerman Ancaman Rekor Panser Empat kemenangan, 19 gol dan belum pernah kemasukan. Itulah catatan rekor Jerman sejak ditangani Joachim Loew usai Piala Dunia 2006. Nah, rekor manis itu bisa saja terhenti dini hari nanti saat Tim Panser melawat ke Bratislava menghadapi tuan rumah Slovakia (tayangan tunda RCTI Jumat pukul 24.00 WIB). Peringatan dini telah disampaikan Slovakia Minggu lalu. Ketika melawat ke markas Wales, tim asuhan Dusan Gulis itu berhasil memetik kemenangan telak 5-1 dalam laga kualifikasi Euro 2008 Grup D. Kemenangan itu menorehkan catatan buruk buat tuan rumah. Sebab, itu merupakan kekalahan kandang terburuk Wales sejak 1908. Nah, modal kemenangan lawan Wales itulah, yang akan dijadikan senjata buat Slovakia untuk membendung laju Panser. Modal lainnya, Slovakia saat ini memiliki beberapa pemain yang merumput di kancah Bundesliga. Salah satunya adalah Marek Mintal yang membela FC Nurenberg dan dua musim lalu tercatat sebagai top scorer Bundesliga. Mintal yang sudah kenal karakter sepak bola Jerman, yakin Slovakia tak akan mudah dikalahkan. "Jerman selalu datang dengan kepercayaan diri tinggi. Tak diragukan lagi, kalau mereka memang pantas menang. Namun, saya juga tak berpikir kami akan kalah. Kami tetap mengincar tiga poin,"papar Mintal kepada Reuters. Slovakia pernah mengalahkan Jerman 2-0 dalam laga uji coba 13 bulan lalu. Itu yang membuat Galis dan pasukannya makin pede bisa membendung ambisi Jerman meraih kemenangan kelima mereka secara beruntun. "Jika kami mengulangi penampilan di Cardiff (lawan Wales), saya tidak cemas terhadap Jerman. Kami tahu Slovakia memiliki kapasitas untuk mengalahkan mereka," sambung Dusan Svento, gelandang Slovakia. Tuan rumah tak menghadapi kendala teknis. Sebaliknya, arsitek Joachim Loew dipusingkan dengan cederanya sejumlah pemain belakang. Per Mertesacker dan Christoph Metzelder yang selama ini menjadi pemain inti absen karena cedera. Roberth Huth dan Jens Nowotny yang menjadi pelapisnya juga mengalami cedera.Untuk mengisi posisi bek tengah, Loew akan menurunkan bek kanan Arne Friedrich . Loew sendiri, tak mau menganggap remeh Slovakia. Mantan asisten Juergen Klinsmann ini, telah melihat rekaman penampilan Slovakia saat menggasak Wales. "Menang 5-1 lawan Wales sangat mengesankan. Kami tahu Slovakia sangat kuat dan kami harus mengeluarkan permainan terbaik kami untuk pertandingan besok (dini hari nanti),"kata Loew seperti Loew seperti dikutip AFP. Saat Jerman mengalahkan Georgia di laga uji coba Minggu lalu, bomber Lukas Podolski terkena kartu merah. Podolski tetap bisa dimainkan karena itu bukan uji coba resmi FIFA atau UEFA. Tapi, dia tetap menjalani skorsing dua pertandingan dari Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) dan berlaku di laga uji coba. "Yang paling penting, saya tak dihukum di babak kualifikasi lawan Slovakia. Saya akan meminta maaf pada tim lewat gol yang akan saya cetak di sana (Bratislava),"papar Podolski. Perkiraan Pemain : Slovakia (4-5-1)1-Contofalsky (g); 20-Durica, 2-Kozak, 3-Kratochvil, 4-Petras;18-Svento,5-Varga,6-Karhan,9-Mintal,15-Petras;11-Vittek Pelatih : Dusan Galis Cadangan : 12-Hajduch, 13-Had,7-Valachovic, 10-Hodur, 16-Krajcik, 17-Sapara, 8-Holosko Jerman (4-4-2) : 1-Lehmann (g); 3-A. Friedrich, 26-Madlung,16-Lahm, 8-Palazzi; 13-Ballack, 24-M. Friedrich,8-Frings, 19-Schneider, 7-Schweinsteiger;11-Klose, 20-Podolski Pelatih : Joachim Loew Cadangan : 23-Hildebrand, 25-Fathi, 15-Hitzlsperger, 22-Odonkor, 9-Hanke, 10-Neuville Head to Head : 03-09-2005 Slovakia v Jerman 2-0 (Uji Coba) 29-05-2001 Jerman v Slovakia 2-0 (Uji Coba) Penulis: [JP] Rabu, 11 Okt 2006, 06:56 Jelang Georgia v Italia Mampukah Italia? Italia akhirnya meraih kemenangan perdana sejak final Piala Dunia 2006. Tim besutan Roberto Donadoni itu berhasil menaklukkan Ukraina 2-0 di Stadion Olimpico akhir pekan lalu. Kemenangan itu mengangkat posisi Azzurri di peringkat ketiga klasemen sementara Grup B (4 poin). Azzurri hanya terpaut dua poin dari dua tim penghuni zona lolos. Hanya, raihan manis pada matchday ketiga itu belum menjamin Azzurri aman di kualifikasi Euro 2008 ini. Perjalanan menuju putaran final masih panjang. Kemenangan demi kemenangan harus direbut Italia. Nah, salah satu peluang memang itu bisa didapat saat Azzurri melawat ke kandang Georgia, Stadion Lokomotive, Tbilisi, dini hari nanti WIB. (Tayangan langsung RCTI pukul 01.00 WIB). Mampukah? Dari empat kali pertemuan, Italia belum pernah kalah dari Georgia. Namun, Donadoni tak menjamin perjuangan Italia di Tbilisi nanti bakal mudah. "Ingat, Prancis saja bisa kalah (lawan Skotlandia). Ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Grup B. Kami harus mendapatkan poin sebanyak mungkin agar bisa lolos," paparnya kepada Sky Sports. Menurut arsitek Azzurri itu, pertandingan nanti tak akan mudah. Atmosfer di Tbilisi penuh dengan tekanan. Di hadapan pendukungnya, Georgia tentu memiliki motivasi besar untuk mengalahkan juara dunia. Tidak hanya itu, Italia juga harus bekerja ekstrakeras. Itu karena beberapa pilar bakal absen. Gennaro Gattusso dipastikan out karena skorsing. Andrea Pierlo terkena radang tenggorokan dan gejala flu. Pirlo harus absen dalam sesi latihan terakhir kemarin. "Absennya Pirlo dalam latihan hanya sebagai upaya antisipasi agar sakitnya tak semakin parah. Namun, kami belum berani menjamin Pirlo bisa tampil,"demikian penjelasan dari tim medis Azzurri seperti dikutip Channel4. Meski Gattusso dan Pirlo absen, Donadoni masih bisa tersenyum lega. Sebab, kondisi gelandang Simone Perrotta membaik. Donadoni makin lega lantaran Georgia juga tak bisa menurunkan skuad terbaiknya. Arsitek Klaus Toppmoeller harus kehilangan beberapa pemain kunci. Top scorer Georgia, Georgia Shota Arveladze, bek Malkhaz Asatiani, dan kiper Nukri Revishvili absen karena cedera. Kondisi gelandang Levan Tskitishvili juga masih meragukan. Pemain lain, Levan Kobiashvili, Gogita Gogua dan Georgi Demetradze sudah pasti absen karena skorsing. Georgia juga baru saja mengalami tekanan psikologis menyusul kekalahan 0-2 dari Jerman pada laga uji coba Minggu lalu. Georgia praktis hanya mengandalkan Kakha Kaladze, yang punya pengalaman merumput di pentas Seri A. "Pemain kami banyak yang cedera. Namun, Anda toh tidak menghadapi juara dunia setiap hari. Saya pikir, problem yang kami hadapi justru akan menjadi tambahan tenaga bagi kami," tukas Toppmoellar. Perkiraan Pemain : Georgia (4-4-2): 1-Lomaia (g); 13-Khizanishvili, 4-Kaladze, 18-Menteshashvili, 3-Khizaneishvili; 5-Kvirkvelia, 22-Kankava, 17-Gviniadze, 7-Tskitishvili; 9-Iashvili, 26-Modebadze. Cadangan : 34-Chanturia, 6-Aladashvili,18-Gigiadze,21-Martsvaladze, 16 Imedashvili, Pelatih : Klaus Toppmoeller Italia (4-3-3): 1-Buffon (g); 22-Oddo, 5-Cannavaro, 23-Materazzi, 19-Zambrotta; 20-Perrotta, 24-Mauri,10- De Rossi; 15-Iaquinta, 9-Toni, 7-Del Piero. Cadangan :14-Amelia, 6-Barzagli, 3-Pasqual,13- Nesta,16-Camoranesi,21- Pirlo, 18-Inzaghi Pelatih : Roberto Donadoni KONDISI TIM GEORGIA : Secara teknis Georgia masih kalah kelas dibandingkan Italia. Kondisi psikologis pemain juga terganggu mereka dikalahkan Jerman pada laga uji coba. Kondisi Georgia semakin parah menyusul absennya Levan Kobiashvili, Gogita Gogua, dan Georgi Demetradze. Ketiganya terkena skorsing. Mereka hanya berharap dukungan suporter. ITALIA : Kepercayaan diri mulai bangkit setelah menang 2-0 atas Ukraina. Kemenangan itu membuat tensi tekanan publik dan media ikut berkurang. Absennya sejumlah pilar tak jadi kendala karena Italia memiliki pelapis yang kualitasnya sepadan. Cuma, tuntutan harus menang untuk menjaga peluang lolos bisa menjadi beban bagi punggawa Azzurri. Head to Head : 02-06-2001 Georgia v Italia 1-2 (Kualifikasi Piala Dunia 2002) 11-10-2000 Italia v Georgia 2-0 (Kualifikasi Piala Dunia 2002) 10-09-1997 Georgia v Italia 0-0 (Kualifikasi Piala Dunia 1998) 09-10-1996 Italia v Georgia 1-0 (Kualifikasi Piala Dunia 1998) Penulis: [JP] Rabu, 11 Okt 2006, 06:43 Persahabatan Brasil Tekuk Ekuador 2-1 Gol dari gelandang asal AC Milan, Kaka, pada menit ke-74, menjadi penentu keberhasilan juara dunia lima kali Brasil menang 2-1 atas 10 pemain Ekuador dalam sebuah laga persahabatan di Stadion Rasunda, Stockholm, Selasa (10/10). Brasil yang tidak menurunkan pemain terbaik dunia Ronaldinho sejak menit awal sempat tertekan oleh Ekuador. Pada menit ke-29, Ekuador berhasil unggul melalui gol dari Felix Borja. Mendapat umpan dari gelandang Edison Mendez, Borja mampu menaklukan kiper Gomes, 1-0. Sayang enam menit berselang saat sudah unggul 1-0, Ekuador harus bermain dengan 10 pemain ketika gelandang Luis Antonio Valencia diganjar kartu merah. Pemain asal Wigan Athletic ini diusir wasit karena menyikut dada gelandang Dudu Caerense. Valencia tidak terima karena sebelumnya lengan Dudu mengenai lehernya. Keluarnya Valencia menjadi malapetaka bagi Ekuador karena sejak saat itu Brasil mampu mengambangkan permainan terbaiknya. Satu menit menjelang turun minum, penyerang Olympique Lyon Fred sukses menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan kesalahan pemain belakang Ekuador. Di babak kedua, pelatih Brasil Dunga memasukkan Ronaldinho guna menggantikan Dudu. Masuknya pemain Barcelona ini membuat Brasil menguasai jalannya pertandingan. Pada menit ke-74, umpan lambung dari Ronaldinho diteruskan Kaka guna menjebol gawang Cristian Mora untuk membawa Brasil berbalik unggul 2-1. Menjelang akhir laga, Brasil hampir saja memperbesar keunggulannya karena dua kali tendangan bebas Ronaldinho, yang sudah tidak mencetak bagi Brasil sejak Piala Konfederasi tahun lalu, menerpa mistar. Kemenangan atas Ekuador sekaligus membuat Brasil memperpanjang rekor tidak terkalahkan sejak ditangani oleh Dunga pasca kegagalan di Piala Dunia 2006 lalu. Stadion Rasunda memiliki kenangan tersendiri bagi Brasil karena menjadi tempat keberhasilan tim 'Samba' meraih gelar Piala Dunia 1958. Pada partai final Brasil mampu mengalahkan tuan rumah Swedia 5-2, yang mana pertandingan tersebut diwarnai dua gol pemain legendaris Pele, yang saat itu baru berusia 17 tahun. Penulis: [BB] Rabu, 11 Okt 2006, 04:01 Kualifikasi EURO 2008 Frings Pertimbangkan Tinggalkan Jerman Pemain tengah Jerman Torsten Frings mengatakan, dia mempertimbangkan untuk mundur dari sepakbola internasional setelah diskors badan sepakbola dunia FIFA saat Piala Dunia. Pemain Werder Bremen berusia 29 tahun itu mengatakan kepada surat kabar Bild, dia benar-benar "merasakan hampa" setelah absen bermain di semi-final lawan Italia di Dortmund dan merasa tak ingin bermain lagi untuk Jerman. "Itu tingkat paling rendah. Saya ingin membuang segalanya dan tidak akan pernah bermain lagi untuk Jerman. Saya ingin mundur," katanya. "FIFA menskors saya dan saat itu semuanya telah dicuri, benar-benar segala sesuatu yang Anda mimpikan dalam karir internasional." Frings diskors pada semi-final lawan Italia, dimana Jerman kalah 2-0 dalam perepanjangan waktu karena ikut bertengkar setelah adu penalti menang atas Argentina pada putaran sebelumnya. Frings mengatakan, dia perlu waktu dua pekan untuk berlibur dan mempertimbangkan apakah dia akan terus sebelum memutuskan tim Jerman terlalu bagus untuk ditinggalkan. Dia kini mengincar kejuaraan Eropa 2008 dimana Jerman "berpeluang untuk jadi juara Eropa" dan "serangan" Jerman berikutnya pada Piala Dunia di Afrika Selatan pada 2010. Tim Jerman di Grup D dalam kualifikasi Euro 2008 dan bertemu Slowakia di Bratislava Rabu. Penulis: [KL] Rabu, 11 Okt 2006, 03:43 Kualifikasi EURO 2008 Lippi Gantikan Aragones? Marcello Lippi menjadi kandidat terakhir sebagai pelatih nasional baru Spanyol, menurut laporan pers Spanyol dan Italia Selasa (10/10). Tapi apakah pelatih Italia prestisius berusia 58 tahun itu akan setuju menghadapi situasi kacau di federasi sepakbola Spanyol adalah soal lain. Koran olahraga Italia Gazetto dello Sport dan harian Italia Marca memuat cerita itu di halaman depan mereka Selasa. Gazetto dello Sport mengklaim Lippi ingin meninggalkan Italia karena kemungkinan dia bisa terkena dampak dari skandal pengaturan skor pertandingan - sama seperti Fabio Capello, kini di Real Madrid. Marca, menyebutkan bahwa "pelatih prestisus asing seperti Lippi akan memperlihatkan pendekatan lebih serius dan profesional terhadap Spanyol." Lippi punya reputasi hebat di seluruh dunia setelah keberhasilannya di Juventus - dan setelah membawa Italia dalam meraih kemenangan di Piala Dunia Juli. Dia langsung mundur setelah kemenangan itu, agar punya waktu berkolaborasi dengan berbagai penyidik yang mengusut skandal dalam sepakbola Italia. Spanyol tidak pernah memakai pelatih asing. Luis Aragones mendapat tekanan berat agar mundur setelah kalah dalam tandang dari Swedia dan Irlandia Utara. Ketua federasi sepakbola Spanyol Angel Maria Villar ditekan agar memecat Luis tapi sementara ini belum mendapatkan dana yang diperlukan sebesar enam juta ero untuk membayar pelatih veteran itu dan stafnya. Luis, 66, menduduki posisi itu pada 2004 setelah bertahun-tahun muncul spekulasi tentang karir panjangnya untuk mendapat tugas nasional itu. Dia tampil gemilang pada awal tugasnya dan timnya tak terkalahkan hampir dua tahun - sampai disingkirkan Perancis di Piala Dunia pada putaran kedua. Sebelum Piala Dunia Luis mengatakan dia akan mundur jika Spanyol tidak mencapai semi-final. Setelah Perancis kalah dia berubah pikiran dan setuju memperpanjang kontrak dua tahun. Menyusul kekalahan Irlandia Utara, dia tidak langsung mundur - hanya menunda pengunduran dirinya tiga jam kemudian. Spanyol tidak pernah kalah tiga kali beruntun dalam pertandingan. Kekalahan Rabu dari Argentina tampaknya merupakan pukulan terakhir bagi dia. Jajak pendapat secara online di Spanyol menunjukkan bahwa 70% penggemar yakin bahwa Luis dan Villar seharusnya lengser. Favorit penggemar sebagai pengganti Luis adalah mantan bos Real Madrid Vicente del Bosque, yang menganggur sejak dipecat Besiktas sekitar setahun yang lalu. Tapi pilihan Villar adalah pelatih kurang terkenal Miguel Angel Lotina, yang membawa Espanyol meraih kemenangan dalam Piala Spanyol enam bulan lalu. "Siapa pun yang terpilih," kata El Pais Selasa, akan menghadapi "tugas sulit" karena kekacauan di federasi karena kurang percaya dirinya para pemain." Penulis: [KL] Rabu, 11 Okt 2006, 03:29 Kualifikasi EURO 2008 Donadoni Ragu Pilih Pemain inti Pelatih Italia Roberto Donadoni mengakui bahwa ia mengalami keragu-raguan besar dalam menentukan susunan pemain inti yang akan diturunkan saat Gli Azzurri menghadapi Georgia dalam laga lanjutan Grup B Kualifikasi EURO 2008, Rabu (11/10) "Saya mengalami banyak keraguan untuk memilih pemain. Saya sepertinya akan menunggu hingga Rabu pagi untuk melakukan evaluasi terhadap beberapa pemain, terutama diposisi gelandang. Kami harus memulihkan kondisi setelah menghadapi Ukraina," ujar mantan gelandang AC Milan ini. Donadoni sangat menyukai formasi 4-3-3 dan kemungkinan pola tersebut akan tetap dipertahankan meski mengalami beberapa perubahan. Formasi tersebut digunakan Donadoni saat juara Piala Dunia 2006 ini mengalahkan Ukraina 2-0, Sabtu (7/10) lalu. Setelah mempersembahkan kemenangan pertama sejak menjadi pelatih Italia, Donadoni mengalami tekanan untuk dapat membawa pulang tiga poin saat bertandang ke Georgia. "Posisi kami di klasemen berada dipertengahan. Kami tidak memiliki pilihan selain meraih kemenangan. Suasana pertandingan sangat berbeda. Kami akan menghadapi kesulitan daripada pertandingan melawan Ukraina," lanjut Donadoni. Donadoni tidak dapat menurunkan gelandang Gennaro Gattusso yang menjalani hukuman akumulasi kartu, sedangkan Andrea Pirlo tidak benar-benar fit. Pada saat sesi latihan hari Selasa (10/10), Donadoni membagi skuad Italia dalam dua tim. Tim pertama berisi Gianluigi Buffon, Massimo Oddo, Marco Materazzi, Andrea Barzagli, Manuel Pasqual, Mauro Camoranesi, Pirlo, Gennaro Del Vecchio, Alessandro Del Piero, Filippo Inzaghi dan Antonio Di Natale. Sedangkan satu tim lainnya berisi Marco Amelia, Cristian Zaccardo, Alessandro Nesta, Fabio Cannavaro, Gianluca Zambrotta, Daniele De Rossi, Stefano Mauri, Simone Perrotta, Vincenzo Iaquinta, Luca Toni dan David Di Michele. Penulis: [BB] Rabu, 11 Okt 2006, 03:01 Zona Spanyol Salgado Cedera Lagi Niat bek kanan Real madrid Michel Salgado untuk segera kembali merumput tampaknya harus ditunda karena ia kembali mengalami cedera pada betisnya saat sedang mengikuti sesi latihan bersama El Real. Kabar ini tentu saja mengecewakan Salgado yang sebenarnya baru saja sembuh dari cedera lutut yang ia dapat saat memperkuat Real menghadapi Levante dalam laga pekan kedua La Liga. Salgado sebenarnya berharap dapat diturunkan saat Real menghadapi derby dengan Getafe, Sabtu (14/7), tetapi dengan mengalami cedera betis, peluang Salgado untuk tampil menjadi meragukan. Absennya Salgado tentu saja memusingkan pelatih Fabio Capello karena sebelumnya Real telah kehilangan Cicinho yang mengalami cedera ligamen lutut dan harus absen selama enam bulan. Selama Salgado dan Cicinho absen, Capello terpaksa memainkan Alvaro Meija sebagai bek kanan. Sementara itu, Real sedang menunggu proses penyembuhan cedera gelandang kiri Jose Antonio Reyes yang mengalami cedera otot yang didapat saat mengikuti latihan bersama Spanyol. Pemain yang dipinjam dari Arsenal ini sudah kembali berlatih pada hari Selasa (10/10), tetapi Real akan menunggu hingga akhir pekan ini untuk menentukan apakah Reyes mendapat lampu hijau dari tim medis untuk tampil. Penulis: [BB] FT Honduras [2 - 1] Guatemala 4' [1 - 0] Figueroa 50' [2 - 0] Palacios 56' Puerto ==red 69' [2 - 1] __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
