Bagaimana mungkin orang seperti ini jadi presiden FIFA?, komentar2nya bener2
bikin kisruh. Menyalahkan wasit yang dia tunjuk sendiri, memulangkan wasit
yang menjalankan aturannya dengan mengeluarkan 4 kartu merah saat
pertandingan Portugal-Belanda...(seperti lempar batu sembunyi tangan).
Mungkinkah Blatter sudah pikun? dan harus segera diganti? mungkin dia lupa
bahwa Italia juga jadi korban dengan aturannya, ketika Materazzi di kartu
merah hanya karena tackle yang biasa dilakukan oleh bek ketika lawan
australia?
Memang 2 kali Juara Dunia ditentukan lewat adu penalty dan dua2nya
melibatkan Italia. Tapi bukankah di Piala Dunia 1994 Italia juga jadi
korban? dengan aturan FIFA itu...
Saya jadi heran, ketika Henry berakting saat lawan Spanyol sehingga Puyol
kena kartu kuning dan Prancis mendapat tendangan bebas kemudian menjadi
goal, kenapa dia tidak bereaksi?
Saya juga bertanya kepada siapa saja, apa yang harus anda lakukan ketika
anda membawa bola di kotak penalty lawan kemudian badan bek lawan tiba-tiba
nyelonong dan berhenti tepat di depan anda? sekalipun dia tidak menyenggol
anda, bukankah itu sebuah penghadangan? bukankah sebuah pelanggaran kalau
anda memasang badan untuk menghadang pergerakan lawan?
Gara-gara "diving" Grosso itu Italia mendapat hadiah tendangan penalti yang
dieksekusi sukses oleh Francesco Totti. Italia pun unggul 1-0 dan melangkah
ke babak perempat final hingga akhirnya menjadi juara dunia.
Setelah empat bulan berlalu, insiden itu kembali disinggung Blatter. Tak
hanya mengemukakan kembali, Blatter bahkan meminta maaf kepada publik
Australia terkait kemenangan Gli Azzurri itu.
"Saya meminta maaf kepada para pendukung Australia. Socceroos seharusnya
melangkah ke babak perempat final. Bukannya Italia," demikian pernyataan
Blatter seperti dilansir Reuters, Senin (30/10/2006).
Menurut Blatter, wasit yang memimpin pertandingan tersebut, Luis Medina
Cantalejo dari Spanyol tidak berada dalam kondisi yang terbaik. Blatter pun
yakin kalau Grosso melakukan diving.
Mendengar pernyataan itu, Italia bereaksi keras. "Kami tidak akan menyetujui
apa yang telah ia lontarkan. Blatter seharusnya bersikap respek terhadap tim
juara (Italia)," ujar legenda sepakbola Italia, Gigi Riva yang yang kini
menjabat sebagai Wakil Komisioner FIGC yang juga bertindak sebagai manajer
timnas Italia di PD 2006 lalu.
Komentar miring dari Blatter sebelumnya juga pernah dikecam Italia. Saat itu
Blatter mengatakan kemenangan Italia atas Prancis di babak final PD 2006
lalu lewat adu penalti merupakan satu tragedi.
Kontan Blatter dituding membenci Italia, apalagi ia menolak untuk memberikan
trofi FIFA World Cup kepada kapten Timnas Italia Fabio Cannavaro pada acara
penutupan PD 2006.
"Baru kali ini dalam sejarah sepakbola, seorang Presiden FIFA tidak mau
memberikan trofi," tandas Riva. (erk/din)
[Non-text portions of this message have been removed]
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL
PROTECTED]
==========================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/