Puskas Meninggal Dunia

Dunia sepakbola kembali kehilangan seorang bintangnya. Mantan pemain 
Timnas Hungaria dan juga mantan pemain andalan Real Madrid, Ferenc 
Puskas meninggal dunia pada Jum'at pagi, 17 November 2006 di Rumah 
Sakit Kutvolgyi, Budapest, Hungaria. 

Kepastian berpulangnya Puskas diungkapkan penulis biografinya, Gyorgy 
Szollosi. "Ferenc Puskas meninggal pada pukul tujuh pagi (Jum'at)," 
kata Szollosi seperti yang dikutip Reuters. Penyebab kematian Puskas, 
menurut Szollosi, "Disebabkan karena kegagalan jantung dan sistem 
pernafasan yang ditimbulkan pneumonia (radang paru-paru)".Puskas 
mendapat perawatan di Intensive Care Unit (ICU) di RS Kutvolgyi sejak 
13 September lalu.

Puskas yang mendapat julukan "The Galloping Major" adalah salah satu 
legenda sepakbola terbesar sepanjang masa. Namanya sejajar dengan 
legenda sepakbola lainnya semisal Pele, Franz Beckenbauer, Johan 
Cruyff maupun Diego Armando Maradona.

Pada masa jayanya, di dekade 1950-an, timnas Hungaria yang terdiri 
dari Puskas sebagai kapten tim, Zoltan Czibor, Sandor Kocsis, Jozsef 
Bozsik, dan Nandor Hidegkuti, dikenal dengan sebutan Mighty Magyars. 
Setelah meletusnya Revolusi Hungaria pada tahun 1956, Puskas hijrah 
ke Spanyol. 

Setelah "numpang lewat" di Espanyol, Puskas akhirnya bergabung 
bersama klub raksasa Real Madrid. Bersama-sama bintang sepakbola 
lainnya seperti Alfredo Di Stefano, Francisco Gento, Raymond Kopa dan 
Jose Santamaria, Puskas membawa Madrid ke puncak kejayaan di 
persepakbolaan Eropa.

Selama bermain bersama Los Blancos, Puskas tercatat tampil sebagai 
top skorer liga sebanyak empat kali. Puskas pun berhasil mencetak 
tujuh gol dalam dua partai final European Cup (sekarang Liga 
Champions). Empat gol di antaranya dicetak Puskas ketika Madrid 
menundukkan Eintracht Frankfurt dalam final yang berlangsung di 
Hampden Park, Glasgow, Skotlandia, 1960. 

Selama berkarir di Santiago Bernabeu, 1956-67, Puskas telah mencetak 
512 gol dari 528 pertandingan Madrid di semua kompetisi. Dalam 
upayanya berkiprah di PD 1962, beberapa bulan sebelumnya, Puskas 
memutuskan untuk menjadi warga negara Spanyol dan tampil di Chili. 
Setelah gantung sepatu pada 1967, Puskas beralih profesi menjadi 
pelatih. Pada 1971 Puskas mampu membawa klub Yunani, Panathianikos 
melaju ke babak final European Cup.

Untuk menghormati jasa Puskas, Pemerintah Bulgaria mengubah nama 
Nepstadion di Budapest menjadi Stadion Ferenc Puskas pada 2002 lalu. 
Puskas pun didaulat sebagai Pemain Terbaik Hungaria dalam 50 tahun 
terakhir pada November 2003. Sebelumnya, IFFHS memberi apresiasi 
kepada Puskas dengan menempatkannya pada posisi keempat Pemain 
Terbaik Abad ke-20.


Kirim email ke