Sepak Terjang Eggert Magnusson NYON-Jabatan Presiden Federasi Sepakbola Islandia (KSI) masih disandang Eggert Magnusson sampai dengan Februari tahun depan. Pekan lalu, dia juga sukses mengambil alih pengelolaan klub Premiership, West Ham United.
Namun, semua itu ternyata belum membuat Magnusson puas. Pria berusia 59 tahun itu tengah mempersiapkan diri mempertahankan kursinya di komite eksekutif UEFA yang pemilihannya akan digelar tahun depan. Magnusson, yang rencananya akan mengundurkan diri sebagai presiden KSI Februari mendatang, merupakan satu dari 13 kandidat yang bersaing memperebutkan enam kursi di komite eksekutif. Magnusson bakal bersaing ketat dengan Senes Erzik (Turki), Angel Maria Villar Llona (Spanyol), Josep Mifsud (Malta), Giangiorgio Spiess (Swiss), Gilberto Parca Madail (Portugal), Grigoriy Surkis (Ukraina), Rakhat Aliyev (Kazakhstan), Tomas Gea (Andorra), Frantisek Laurinec (Slovakia), Liutauras Varanavicius (Lithuania), Vlatko Markovic (Kroasia), dan Mircea Sandu (Rumania). Proses pemilihan dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 26 Juni mendatang bersamaan dengan kongres UEFA di Duesseldorf, Jerman. "Kongres itu nanti juga sekaligus akan menjadi arena persaingan Lennart Johansson dan Michel Platini untuk memperebutkan kursi presiden UEFA," kata juru bicara UEFA melalui situs resminya. Magnusson memang bukan orang baru di UEFA. Pria berkepala plontos itu terpilih sebagai anggota komite eksekutif UEFA pada April 2002. Sebelumnya dia menjabat sebagai anggota panel lisensi pertandingan sejak 1992 hingga 1994, anggota komite fair play (1994-1996), dan komite kompetisi klub (1996-2002). Magnusson juga punya kontribusi besar dalam pengembangan sepakbola wanita di benua Eropa. Yaitu, ketika dia menjabat sebagai anggota komite sepakbola wanita. (bas) 13 Kandidat Anggota Komite Eksekutif UEFA Eggert Magnusson (Islandia) Senes Erzik (Turki) Angel Maria Villar Llona (Spanyol) Josep Mifsud (Malta) Giangiorgio Spiess (Swiss) Gilberto Parca Madail (Portugal) Grigoriy Surkis (Ukraina) Rakhat Aliyev (Kazakhstan) Tomas Gea (Andorra) Frantisek Laurinec (Slovakia) Liutauras Varanavicius (Lithuania) Vlatko Markovic (Kroasia) Mircea Sandu (Rumania). [Non-text portions of this message have been removed]
