On 1/3/07, Rifki Hanif <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Buruknya posisi Milan di Klasemen Serie-A sekarang ini bisa jadi > disebabkan karena faktor-faktor non teknis yang sifatnya internal (ada di > dalam tubuh MILAN sendiri). kita tahu bahwa faktor budaya (culture) > masing-masing klub di Italia berbeda satu sama lainnya, ini juga berlaku di > luar Italia. dari berbagai media informasi, kita tahu bahwa faktor > kekeluargaan merupakan salah satu unsur dari budaya di MILAN yang paling > menonjol. bisa jadi faktor kekeluargaan itulah yang membuat prestasi MILAN > seret di klasemen sekarang. karena dengan faktor kekeluargaan yang begitu > menonjol, efek negatifnya bisa mengurangi tingkat profesionalisme para > pemain atau bahkan pelatih,sehingga pemain lama kelamaan cenderung memandang > rendah sesamanya karena tidak adanya atau berkurangnya rasa hormat dari para > pemain, pemain dgn pelatih, atau komponen klub lainnya, yang pada akhirnya > akan mempengaruhi prestasi klub. hal ini telah terbukti dengan sempat > diberitakan bahwa Ancelotti terlibat adu > mulut dengan Seedorf beberapa waktu lalu. pendapat saya pribadi, MILAN > harus membeli pemain2 baru/individu2 baru, kalo perlu yang masih muda, > karena pemain muda masih bisa dibentuk, ditata, dimanage sesuai dengan > keinginan n kebutuhan MILAN. tmbahan juga: trend MILAN membeli pemain tua > (30 tahun ke atas) bisa jg menjadi salah satu faktor yang berpengaruh thdp > prestasi MILAN di beberapa thn terakhir. jika dilihat dari sudut pandang non > teknis, pemain tua umumnya punya seabrek pengalaman, dengan kelebihan > tersebut, bisa jadi pemain tersebut malah mbalelo, nggak mau patuh trhadp > instruksi pelatih..tetapi skalilagi ini pendpt pribadi saya, saya > memfokuskan diri di satu bidang saja, namun saya yakin buruknya prestasi > MILAN dipengaruhi oleh banyak faktor,tidak sekedar ini..n mengenai kebenaran > pendapat saya, tentu saja harus dilakukan penelitian terlebih dahulu untuk > membuktikannya.. > NB: untuk BOLA, mohon dimuat yaaa...saya ingin memberikan sudut pandang > baru untuk masalah n solusi MILAN yang sedang terjadi, kalo tmn2 yg lain > sering bicara tentang teknis, maka saya memberikan alternatif2 baru..ya bsa > di bilang begitu.. >
Kalau saya sedikit pahami tulisan anda... Anda lebih menyoroti sisi negatif dari faktor "kekeluargaan" yang ada di Milan. Padahal, kalau mendengar komentar Maldini tentang yang satu ini...hampir tidak pernah Maldini mengungkapkan sisi negatif dari faktor kekeluargaan ini. Bahkan menurut Maldini, faktor inilah yang menjadikan Milan menjadi Tim yang sangat Prestisius. Anda bisa lihat, pemain yang bermain di Milan mempunyai Ikatan Emosi yang sangat tinggi. Hubungan Milan dengan para pemainnya lebih dari sekedar hubungan kerja. Itulah yang membedakan Milan dengan klub yang lain(terutama yang di luar Italia). Saya masih ingat betapa George Weah, Boban, Van Basten, Gullit, Rijkaard, Baresi dll sampai sekarang masih menjadi Keluarga Besar Milan. Setiap mereka diwawancarai, sering sekali menyinggung nostalgia mereka dengan Milan. Faktor ini harus terus dipertahankan, apa jadinya klub Sepakbola yang hanya berdasarkan hubungan kerja antara pemain dengan klub? Saya melihat indahnya Sepakbola dari faktor ini... OOT dikit, Batistuta menganggap Fiorentina adalah Cinta Sejatinya...sedangkan hubungannya dengan AS Roma sebatas hubungan kerja dimana keduanya membutuhkan secudetto...sampai2 dia menangis bikin goal ke Fiorentina. Totti menganggap 1 gelar di AS Roma buat dia sama artinya dengan 10 gelar di klub lain.... Bayangkan apa yang akan terjadi jika Sheva nanti bertemu Milan? Saya suka Serie A juga karena faktor ini.... . > > > -- Cavaliere AC Milan atau tidak sama sekal! [Non-text portions of this message have been removed]
