Dana Hibah untuk Klub Hanya Boleh Tahun Ini Mendagri: Olahraga Bukan Hanya Sepak Bola
Jakarta, Kompas - Pemerintah memberikan toleransi kepada pemerintah daerah untuk bisa mengalokasikan dana bantuan keuangan kepada klub sepak bola, tetapi dengan catatan, hanya untuk tahun 2007. Untuk tahun-tahun berikutnya, dana hibah untuk klub sepak bola tidak diperbolehkan. Menteri Dalam Negeri Moh Ma'ruf, Selasa (30/1), di Jakarta mengatakan, pengelolaan keuangan daerah berubah seiring dengan adanya aturan baru tentang keuangan negara, salah satunya daftar isian pelaksanaan anggaran harus berbasis kinerja dan hibah tidak boleh terus-menerus. Namun, lanjutnya, itu bukan berarti Permendagri No 13/2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah melarang dana untuk sepak bola. "Jadi, program kegiatan apa saja harus berdasarkan kinerja jelas. Olahraga bukan hanya sepak bola. Kami masih bisa memberikan toleransi, tahun ini bisa memberikan hibah kepada klub. Dalam pengertian tahun 2007 ini masa transisi. Seluruh daerah harus siap 2008 harus sesuai dengan ketentuan Permendagri No 13/2006," ujar Mendagri. Lebih lanjut Mendagri menjelaskan, nantinya tergantung pemerintah daerah akan memasukkan sepak bola dalam nomenklatur anggaran apa. Ada beberapa daerah yang memasukkan sepak bola dalam nomenklatur dinas pendidikan. "Artinya, kepala dinas sendirilah yang membuat berdasarkan usulan dari KONI daerah. Berapa dana kegiatannya, untuk apa, olahraga apa saja. Ingat ya, olahraga bukan hanya sepak bola. Dengan begitu, pertanggungjawaban pun harus jelas. Kami juga akan mencari solusi, bagaimanapun olahraga bukan hanya sepak bola dan mereka harus tetap jalan," tuturnya. Sebelumnya, Dirjen Bina Administrasi Keuangan Daerah Departemen Dalam Negeri Daeng Muhammad Nazier mengungkapkan, pos bantuan keuangan yang digunakan untuk memberikan hibah kepada klub itu tidak pas. Bantuan keuangan seperti dalam Permendagri No 13/2006 adalah bantuan pemerintah pusat ke pemerintah daerah atau dari pemerintah provinsi ke pemerintah kabupaten/kota. *Lima** tahun lagi* Dalam dialog dengan redaksi Kompas, Direktur Badan Liga Indonesia (BLI) Andi Darussalam Tabusala mengatakan, pihaknya bercita-cita membuat seluruh klub peserta kompetisi sungguh profesional. Untuk tahun depan, saat Liga Super dimulai, BLI bahkan sudah memberikan sejumlah persyaratan kepada peserta. "Hanya saja, untuk profesional penuh pasti butuh waktu. Dalam perkiraan saya, lima tahun ke depan, klub-klub peserta kompetisi sudah sungguh profesional," ujar Andi yang datang dengan sejumlah pengurus klub, seperti Persib Bandung, Persiter Ternate, Persibom Bolaang Mongondow, Persita dan Persikota Tangerang. (joy/SIE) sumber : www.kompas.co.id -- === satu Milan --- Milan satu === [Non-text portions of this message have been removed]
