SATU hari yang terik pada Juli 2005,wartawan Inggris yang mengikuti tur
pra-musim Manchester United (MU) di Asia timur, mengunjungi Tembok Besar
China. Berpeluh keringat, mereka berbincang kecil dengan seorang Amerika
Serikat bernama Bryan Glazer.

Sejak peristiwa tersebut, pers Inggris tidak memiliki kesempatan lagi untuk
coba mengenal salah satu anggota dinasti penguasa baru Old Trafford. Pekan
lalu, kuli tinta Negeri Pangeran Charles hanya perlu ke Anfield untuk
mengetahui lebih dekat pemilik Liverpool.Tidak seperti keluarga Glazer,
George Gillett Jr dan Tom Hicks tidak membangun tembok tinggi seperti Glazer
dalam berhubungan dengan pekerja media Inggris.

Duo Yankees ini dengan sabar menyediakan waktu, bahkan sampai tiga jam
setelah menggelar konferensi pers untuk mengumumkan bahwa Liverpool sudah
menjadi milik mereka. "Itu adalah filosofi saya dalam menjalin hubungan.
Siapa pun yang berada dengan saya pada satu waktu tertentu, dialah orang
terpenting dalam hidup saya," ujar Gillett Jr, seperti dilansirThe Times.
Apakah Gillett Jr dan Hicks berusaha menarik hati pers Inggris?

Tanpa ragu, mereka mengakuinya.Melihat dinginnya keluarga Glazer yang
membuat mereka dibenci dan tak memiliki ikatan khusus dengan fans The Red
Devils, Hicks menempuh pendekatan berbeda. Apa yang mereka lakukan jelas
mendapat simpati. Kini, setelah sukses mengalahkan Glazer dalam hal hubungan
masyarakat, Gillett Jr dan Hicks coba memenangkan duel di lapangan hijau.

Target yang harus dipenuhi adalah mengembalikan kejayaan Liverpool seperti
pada era 1970-1980-an. Bagi mereka, hanya ada satu lawan yang harus
ditaklukkan: MU. Duo pemilik beberapa klub olahraga di AS ini melupakan
Chelsea,karena melihat mereka akan stagnan pada 2008, setelah Roman
Abramovich kehabisan uang setelah mengeluarkan ratusan juta pounds saat baru
berkuasa.
Sementara Arsenal tidak masuk dalam hitungan. Potensi The Reds dirasa lebih
besar daripada The Gunners. "Mimpi kami adalah mengalahkan dominasi MU.
Chelsea? Mereka belum apaapa," tandas Gillett Jr. (harley ikhsan)
sumber:sindo


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke