----- Original Message ----- From: daniel krenzz To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, February 28, 2007 3:04 AM Subject: Ambil pelajaran
Hai, Bola... Kemenangan Chelsea di final Piala Carling melawan Arsenal ahad lalu menjadi pertanda yang baik bagi klub London tersebut dalam misi merebut Quattrik Winner pada tahun ini. Pada pertandingan tersebut terlihat bahwa young guns the Gunners belum memiliki mental yang teruji seketat pertandingan final. Keganasan ketika menghancurkan Liverpool tidak terlihat. Mereka masih suka membuang begitu banyaknya peluang. Disisi lain, pasukan Mourinho perlahan tapi pasti mampu mengontrol pertandingan hingga berbuah dua gol penting. Disini terlihat keunggulan ball position yang selama ini menjadi ciri khas Fabregas dkk belum seefektif karakter pemenang pada diri Ballack cs. Hal ini berpengaruh pada emosi di akhir pertandingan yang berujung pada tiga kartu merah. Dan bukan tidak mungkin investigasi FA nanti akan mengetukkan palu sanksi yang berat. Melihat tradisi sepak bola Inggris yang tidak menoleransi segala bentuk "kekisruhan" di dalam maupun di luar lapangan, kedua kubu dijamin ketar-ketir namun pasti sudah mempersiapkan antisipasinya. Banyak hal menarik yang tersaji dalam duel keras tersebut. Pertama, kembali cederanya John Terry akibat terkena hantaman kaki Abou Diaby. Bahkan saking seriusnya kapten Chelsea tersebut harus dibawa ke rumah sakit. Konon pada bagian leher sempat diberi alat bantu penahan agar tidak terjadi hal-hal yang fatal. Hebatnya, tim medis Arsenal ikut memberikan pertolongan dan perawatan di lapangan. Mourinho sendiri merasa perlu berterimakasih. Ini dapat menjadi contoh ditengah persaingan yang sengit sebelum dan sesudah pertandingan antara kedua tim. Kedua, pada saat terjadi keributan bebarapa pemain di penghujung pertandingan, sempat menimbulkan reaksi dari pemain lain kearah emosi yang tak terkendali. Yang patut ditiru, ketika usai pertandingan kedua pemain yang berseteru, Kolo Toure dan John Obi Mikel saling meminta maaf secara terbuka untuk mengakui kesalahan masing-masing. Hanya E. Adebayor yang masih belum menerima tentang kartu merah yang diberikan wasit padanya. Ketiga, terbukanya cakrawala The Blues terhadap regenerasi yang terlambat. Hal ini diakui sendiri oleh sang pelatih. Meskipun berdalih masih lebih baik dibandingkan sebelum ia datang, Mourinho tidak bisa menutupi kesuksesan akademi Arsenal yang mampu memunculkan talenta-talenta belasan untuk lebih cepat naik ke permukaan. Mourinho harus lebih aktif dalam meremajakan pasukannya, setidaknya selama ia dipercaya menjadi pelatih Chelsea. Paling tidak, kalau memang mengincar pemain harus masih memiliki masa edar yang lebih panjang serta dianggap cepat beradaptasi dengan seniornya. Seperti J.O. Mikel, L. Diarra, S. Kalou, dan A. Robben. Keempat, terbentuknya tekanan terhadap MU di ajang Premiership. Bagaimanapun juga, setan merah kehilangan satu trofi kejuaraan yang diperebutkan awal tahun ini tersebut. Hal ini, disatu sisi dapat membuat pasukan Sir Alex Ferguson tersebut merasa iri sehingga berdampak pada sesuatuhal yang negatif. Padahal pada jalur FA, Reading berpeluang mengganjal laju pemegang treble winners 1997 tersebut. Disisi lain, MU malah terpacu dan lebih berkonsentrasi dengan tekanan, bahwa pesaingnya baru saja juara. Hal ini melecut semangat pemain untuk tidak gagal di ajang lain. Semoga persaingan keduanya dapat secara sehat dan berakhir tanpa ada yang berkeberatan dengan apa yang diraih lawannya. Bravo Chelsea, Hidup MU, Selamat Arsenal ! -------------------------------------------------------------------------------- Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! -------------------------------------------------------------------------------- Internal Virus Database is out-of-date. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.411 / Virus Database: 268.17.39/686 - Release Date: 2/14/2007 [Non-text portions of this message have been removed]
