Makna dari "Reds" Vs "Gunners" Lupakan gelar Liga Inggris karena trofi itu akan menjadi milik Chelsea atau Manchester United. Meskipun demikian, duel Liverpool melawan Arsenal bukanlah sebuah laga tanpa makna. Duel ini tetap sarat gengsi, dan lebih dari itu, selain jatah Liga Champions musim depan, posisi terakhir di klasemen akan menentukan pembagian pundi-pundi penghasilan Liga Inggris.
Jika masuk ke zona Eropa (Liga Champions dan Piala UEFA), kantong klub akan semakin menggelembung karena mereka akan mendapatkan jutaan poundsterling pendapatan dari hadiah, hak siar, dan tiket pertandingan. Mempertimbangkan semua itu, meski tidak berpeluang lagi merebut juara, Liverpool dan Arsenal dipastikan akan mengeluarkan kemampuan terbaik pada laga ini. Setelah istirahat dua pekan karena pertandingan internasional, kedua tim akan bertemu di Stadion Anfield, kandang Liverpool, Sabtu (31/3) besok, untuk memperebutkan siapa yang berhak menduduki posisi ketiga. Tuan rumah "The Reds" Liverpool kini berada di posisi keempat klasemen dengan 54 poin dari 30 kali main, tertinggal satu poin dari "The Gunners" Arsenal yang baru main 29 kali. Gelandang Arsenal Abou Diaby jauh-jauh hari telah menyerukan kepada rekan-rekannya agar tetap fokus untuk meraih tiket ke Liga Champions musim depan. "Setelah tersingkir di Carling Cup dan Liga Champions, seluruh pemain sangat kecewa. Namun, sangat penting bagi kami untuk tetap fokus menghadapi laga berikutnya. Kami masih harus bertarung untuk tiket Liga Champions musim depan," ujarnya. Misi revans Bagi Liverpool, menjamu Arsenal akan mengusung ambisi lain, yakni balas dendam. Arsenal mempermalukan Liverpool dan merupakan satu-satunya klub di Liga Inggris musim ini yang mampu membobol gawang "The Reds" hingga 12 kali. Pada pertemuan pertama di Stadion Emirates, kandang Arsenal, tim besutan Rafael Benitez dibekuk 3-0. The Gunners kembali mempermalukan Liverpool, kali ini di Anfield, di ajang Piala FA, dengan skor 3-1 dan beberapa hari kemudian, di ajang Piala Liga, dengan skor telak 6-2. Kebobolan 12 gol pada tiga laga menghadapi tim yang sama sangat menyakitkan bagi para pemain Liverpool. Ambisi tak ingin kembali dipermalukan menjadi penopang semangat Steven Gerrard dan kawan-kawan. Benitez kemungkinan akan menurunkan skuad terbaiknya. Duet striker Dirk Kuyt dan Craig Bellamy akan memimpin lini depan. Xabi Alonso, Momo Sissoko, dan Steven Gerrard akan memperkuat lini tengah. Jika salah satu gelandang tersebut tak bisa tampil, Benitez masih memiliki gelandang bertahan asal Argentina, Javier Mascherano. Menghadapi kreativitas Arsenal, bek kiri John Arne Riise kemungkinan akan difungsikan sebagai sayap kiri untuk memperkuat lini tengah. Bek kiri akan ditempati Fabio Aurelio. Jamie Carragher dan Daniel Agger sebagai bek tengah, didukung Steve Finnan di bek kanan, melindungi kiper Jose Reina di bawah mistar. Di kubu Arsenal, kekuatan mereka jauh berkurang karena harus kehilangan striker Thierry Henry dan Robin van Persie. Meskipun demikian, Arsene Wenger masih memiliki pemain-pemain muda yang bertalenta luar biasa. Di lini depan, striker pinjaman dari Real Madrid, Julio Baptista, kemungkinan akan berduet dengan Emmanuel Adebayor atau Jeremie Aliadiere. Mereka akan didukung kreativitas Cesc Fabregas yang akan berduet dengan Gilberto, Denilson, atau Abou Diaby di lini tengah. William Gallas dan Johan Djourou akan berduet sebagai bek tengah. Keduanya akan didukung oleh Gael Clichy sebagai bek kiri dan Emmanuel Eboue sebagai bek kanan. Posisi penjaga gawang masih akan ditempati pemain kawakan asal Jerman, Jens Lehmann. [Non-text portions of this message have been removed]
