Terus terang saya bukan LA Mania, pendukung resmi Persela Lamongan. Saya kebetulan kemarin lihat pertandingan Persela vs Persib. Kepemimpinan wasit cukup lumayan. Gol yang diciptakan oleh Persela dan persib juga bersih. Malah Persela mendominasi permainan terutama babak kedua. Jika Persela tidak mampu menciptakan gol sampai menit ke 90 itu karena ketidakberuntungannya saja.
Lihat saja tendangan bebas pemain Persela Marcio, cukup indah dan terarah namun sayang kena tiang gawang. Tema Mursadat bahkan melongo saja membiarkan bolanya. Gol Marcio di injury time babak kedua adalah tendangan bebas langsung. Ada pemain asing Persela yang mencoba mengelabuhi Tema, dan memang berhasil. tendangan itu sebenarnya mengarah ke pelukan Tema. Namun sayang tampaknya Tema lebih memilih menyodorkan kakinya untuk "mentackle" pemain Persela yang menghalangi pemandangannya daripada menangkap bola. Akibatnya bola itu terlanjur "kolong" setelah mengenai kaki Tema. Mengenai kartu merah Aji Nurpijal kalau menurut ukuran wasit Eropa sih sah-sah saja dan memang layak. kartu Kuning kedua salah satunya karena menggaet pemain asing Persela. Persib sendiri pada pertandingan itu bermain tidak seperti biasanya. terutama babak kedua cenderung defensif dan mengandalkan serangan balik. Sorry ini hanya opini saya pribadi. Saya hanya berpandangan obyektif saja. Salam Satu Jiwa. Pada tanggal 19/04/07, Delfiar Sari <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > Gw gak nonton sih tapi kata adek ipar gw Persib dicurangi wasit ya? > Hal yg agak wajar sih, kan tuan rumahnya Persela. Mungkin wasitnya takut > gak dikasih soto Lamongan kali ya? > > Tapi ngomongin wasit di Indonesia memang gak ada habisnya. > > Kualitas wasit Indonesia entah kenapa gak kunjung bagus, entah PSSI gak > mau turun dana untuk lebih sering melakukan pendidikan wasit (Kalo untuk > pelatih dulu PSSI sering menurunkan timnya ke pendidikan pelatih. Contoh > dulu Edy Sofyan ke Brazil dan dapat predikat terbaik di pelatihan tersebut, > atau Danurwindo, dll. Untuk wasit kayaknya jarang (atau beritanya yg gak ada > ya?). Entah apakah karena alasan klasik dari masalah dana, entah sebab lain.
